Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Dinamika Interaksi Sosial Siswa dalam Perspektif Sistem Sosial di Sekolah Yasin, Muhammad; Selfiana, Selfiana; Awie Mas’ud, Muhammad
JURNAL ILMU PENDIDIKAN & SOSIAL (SINOVA) Vol. 2 No. 3 (2024): September - Desember
Publisher : Yayasan Miftahul Ulum Sangatta Kutai Timur (KEP. MENKUMHAM RI No. AHU-0014779.AH.01.04.Tahun 2018) bekerjasama dengan Jurusan Tarbiyah STAI SANGATTA Kab. Kutai Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71382/sinova.v2i3.159

Abstract

This research is based on the ethics of students in socializing in society which is less than optimal due to time constraints. Where, the time at school to learn and develop self-potential, religious spiritual abilities, self-control, personality, intelligence, noble character, and skills needed in himself and society is certainly less than optimal. Then from here, several questions arise regarding social dynamics in schools from a social system perspective and how to describe the analysis of social structures and interaction processes in the school context. This study aims to determine the relationship between students' social interactions at school and in the community as a social system that involves interactions between individuals who have different functions and roles, as well as various norms, values, and structures that regulate their behaviour. Then to elaborate on the analysis of social structures and social interaction processes in the school context, in this view, we will explore various aspects of social structures in the school context including hierarchical structures, classroom dynamics, relationships between students and teachers, as well as the roles of parents and administrative staff. The formal institution that is the object of this research is located at SMA Negeri 1 Sangatta Utara, East Kutai Regency. The research method that we conducted was a qualitative field method by collecting data as well as observations and interviews. From the research we conducted, it can be understood that school is an educational system that refers to social norms or values that need to be instilled in students in their practice to the community as well as the social structure and interaction process in school as a system emphasizing status, role, and power so that it will affect learning motivation and achievement.
Edukasi Pentingnya Collaborative Governance Dalam Pengembangan Parawisata Lokal Pada Universitas Abdul Aziz Lamadjido (Azlam) Palu Yulizar Pramudika Tawil; M. Kafrawi Alkafiah; Selfiana, Selfiana; Abd. Azis Fahrial
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i1.6177

Abstract

Salah satu daerah yang cukup potensial dari segi parawisata, manarik untuk di jadikan objek penelitian, terlebih jika di analisis dari sudut pandang pengelolaan parawisata yang berkelanjutan. Tujuan dari pengabdian ini yaitu mengidentifikasi dan menalaah proses Collaborative governance yang telah di jalankan oleh Pemerintah dan menjadi basis informasi bagi mitra untuk mendapatkan insight baru terhadap kerangka keilmuan Collaborative governance. Konsep ini melihat pengaturan sejauh mana peran Lembaga publik dan non publik terlibat dalam pengambilan keputusan secara kolektif yang bersifat formal serta metode penelitian menggunakan kualitatif. Dalam hal ini tentunya sangat diperlukan peran perguruan tinggi untuk memberikan masukan-masukan (advice) terhadap pemerintah daerah untuk memanfaatkan peluang-peluang pada aspek parawisata dengan menekankan koordinasi atau kolaborasi antara aktor pemerintah diberbagai SKPD dan Political Will dari pejabat daerah. Hasil pengabdian menunjukan bahwa (1) Dalam konteks pengembangan pariwisata lokal, penerapan collaborative governance di Universitas Abdul Aziz Lamadjido (AZLAM) Palu menunjukkan bahwa kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pelaku industri, sangat krusial, (2) Melalui kolaborasi, berbagai pihak dapat berbagi sumber daya, pengetahuan, dan pengalaman, sehingga menciptakan solusi yang lebih efektif dan inovatif dalam mengembangkan pariwisata local dan (3) Kerjasama yang erat memungkinkan para pemangku kepentingan untuk berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dan tren pariwisata, menjadikan pengembangan pariwisata lebih responsif dan relevan.
KUALITAS PELAYANAN TRANSPORTASI MODA RAYA TERPADU (MRT) JAKARTA Selfiana, Selfiana; Jati, Prihatina; Kurniawan, Sandy Ricky
Aliansi : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 18, No 2 (2023): ALIANSI : Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46975/aliansi.v18i2.524

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan menggunakan metode angket untuk mendapatkan data mengenai kualitas pelayanan dengan mengukur indikator tangibles (bukti fisik), reliability (keandalan), responsiveness (kecepatan merespon), assurance (kepercayaan) dan empathy (empati). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kualitas tangibles (bukti fisik) pelayanan MRT adalah 85% (tinggi), responsiveness (kecepatan merespon) layanan MRT adalah 89% (tinggi), tingkat reliability (keandalan) pelayanan MRT adalah 84% (tinggi), assurance (kepercayaan) adalah 61% dan empathy empati adalah 94% (tinggi). Secara keseluruhan rata-rata kualitas tingkat layanan MRT adalah 83% (tinggi). Untuk dapat memperoleh tingkat layanan yang lebih berkualitas maka PT MRT disarankan untuk memperbaiki dimensi assurance (kepercayaan) khususnya indikator jaminan keselamatan dengan menyediakan informasi yang lebih masif seputar fasilitas evakuasi darurat di stasiun MRT Jakarta.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DIGITALISASI PENGOLAHAN DATA NASABAH di BANK SAMPAH KEMUNING, JATI MELATI, KOTA BEKASI Selfiana, Selfiana; Listiorini, Dewi; Shintya, Yana; Chaisya, Ayu Puri; Maheswari, Wulan
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1887

Abstract

Household waste in RW 12, Jati Melati, Pondok Melati, Bekasi City if not managed properly will result in piles of garbage that pile up and cause unpleasant odor pollution. This problem can be overcome by the presence of the Kemuning Waste Bank in the local environment. The impact of the waste bank, household waste can be reduced because some of the waste is deposited into the waste bank and provides economic value for the depositor. However, there is a problem faced by the Kemuning Waste Bank, namely in terms of recording customer data which is still done manually because it does not have technological devices that support digital recording. This makes it difficult for officers to recapitulate customer data reports, present information on the amount of waste obtained based on the category and type of waste, and calculate customer savings payments when due. This activity uses the method of designing a data input system, socialization, training and mentoring. The results of Community Service Activities show that officers have the competence to input, process and present data on the same day as the day of deposit and weighing customer waste.
PENGUATAN PEMAHAMAN KOMUNIKASI PADA PERSONAL SELLING UMKM EMPING MELINJO DESA WISATA CIKOLELET Sumiyati, Sumiyati; Putri, Meri Safarwati; Ratnaningsih, Rini; Selfiana, Selfiana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23413

Abstract

Penjualan personal (personal selling) merupakan penjualan yang dilakukan secara tatap muka antara pelaku UMKM dengan calon konsumen atau pelanggan sehingga keterampilan komunikasi sangat penting agar dapat mempengaruhi minat beli hingga meningkatkan penjualan produk yang dijualnya. Tujuan pengadian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi pemahaman penguatan komunikasi dan pelayanan yang berkualitas pada teknik personal selling sebagai upaya untuk meningkatkan penjualan produk UMKM Emping Melinjo Desa Wisata Cikolelet. Edukasi dan pemahaman ini sangat penting karena pemasaran dan penjualan masih dilakukan secara personal oleh UMKM yang ada di Cikolelet pada umumnya dan UMKM Emping Melinjo khususnya sehingga dengan edukasi ini diharapkan dapat langsung diimplementasikan. Hal ini juga karena masih terbatasnya sarana  Hand Phone (HP) yang dimiliki pelaku UMKM dan masih rendahnya terhadap pengetahuan teknologi digital sehingga edukasi dan pemahaman terhadap media digital untuk menuju pemasaran dan penjualan melalui digital atau online membutuhkan yang tidak cepat. Metode pengabdian ini dilakukan dengan cara membagikan materi berupa PPT, memberikan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Pengabdian ini mendapatkan respon yang sangat positif baik dari pihak mitra maupun para peserta dan  pelaku UMKM Emping melinjo jadi memahami serta menyadari akan pentingnya  komunikasi dan memberikan pelayanan yang berkualitas dalam menghadapi calon konsumen dan pelanggan.
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENDETEKSI DINI KECEMASAN BELAJAR PADA SISWA KELAS AWAL SEKOLAH DASAR Sulhijjah, Sulhijjah; Haslinda, Haslinda; Haisah, Haisah; Reski, Reski; Selfiana, Selfiana
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 03 (2025): JULI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan belajar merupakan salah satu faktor yang menghambat perkembangan kognitif dan sosial siswa, khususnya pada jenjang awal sekolah dasar. Deteksi dini oleh guru menjadi penting karena mereka berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari. Kajian ini bertujuan menganalisis peran guru dalam mendeteksi kecemasan belajar sejak dini berdasarkan literatur yang telah ada. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai referensi ilmiah terkait peran guru, psikologi pendidikan anak usia dini, dan kecemasan belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam mengidentifikasi tanda-tanda awal kecemasan belajar melalui pengamatan perilaku, interaksi verbal, serta dinamika belajar siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelatihan guru dalam aspek psikologis agar mampu menangani kecemasan secara efektif.
Peran Mahasiswa Kebidanan dalam Edukasi Pencegahan Kanker Serviks pada Remaja Putri di SMA N 1 Pademawu sebagai upaya Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Reproduksi Selfiana, Selfiana; A’yun, Qurratul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.754

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia yang dapat dicegah melalui edukasi dan deteksi dini. Remaja putri termasuk kelompok berisiko karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan pentingnya vaksinasi HPV. Mahasiswa kebidanan memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam memberikan edukasi mengenai pencegahan kanker serviks sejak usia remaja. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pademawu dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja putri tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta melakukan pencegahan terhadap kanker serviks. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif, pemutaran video edukatif, dan diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai penyebab, cara pencegahan, serta pentingnya deteksi dini kanker serviks. Edukasi oleh mahasiswa kebidanan terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran dan perilaku positif terhadap kesehatan reproduksi remaja. Upaya ini diharapkan dapat berkelanjutan sehingga menciptakan generasi muda yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.