Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pelatihan dan Evaluasi Hasil Pembuatan Nata de Coco pada Siswa SMA Kota Kediri sebagai Bentuk Peningkatan Jiwa Biopreneur Ida Rahmawati; Elysabet Herawati; Bhudi Utami; Poppy Rahmatika Primandiri; Sulistiono Sulistiono; Agus Muji Santoso; Dwi Ari Budiretnani; Tutut Indah sulistiyowati; M. Raffi Fahriza; M. Fauzan Putra Rahmatullah; Gilang Taufan Insani
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 2: Januari 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i2.155

Abstract

Biopreneurship adalah salah satu pendekatan pembelajaran kontekstual yang dapat melatih siswa mengembangkan ide serta menemukan cara baru dalam melihat masalah ataupun peluang yang dihadapi siswa dalam lingkungan sekitar. Salah satu produk bioteknologi konvensional yang mudah diaplikasikan adalah Nata de coco. Pengembangan semangat biopreneurship di kalangan siswa SMA masih minim, meskipun didukung oleh fasilitas laboratorium yang lengkap. Melalui program pelatihan teknologi tepat guna pembuatan nata de coco ini diharapkan mampu meningkatkan jiwa wirausaha berbasis ilmu Biologi pada siswa SMA Kota Kediri. Metode pengabdian meliputi tahap persiapan, pelatihan dan evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menegaskan bahwa produksi Nata de coco merupakan implementasi biopreneurship yang sangat relevan bagi siswa SMA di Kota Kediri. Melimpahnya ketersediaan bahan baku air kelapa di wilayah ini, didukung dengan prosedur teknis yang sesuai dengan kapasitas belajar siswa, membuka peluang strategis bagi mereka untuk menjadikan Nata de coco sebagai rintisan usaha mandiri yang prospektif. Hasil evaluasi produk dari kegiatan pengabdian ini Adalah Sebagian produk mengalami kegagalan yang kemungkinan disebabkan kurang terjaga sterilitas selama prosedur pembuatan nata.
Edukasi Rawat Luka Sederhana dan Pemanfaatan Tanaman Obat Lokal Pencegah Infeksi sebagai Sarana Peningkatan Pengetahuan Anggota PMR SMAN 7 Kota Kediri Endah Tri Wijayanti; Elysabet Herawati; Azdani Mayang Oktavia; Siti Irma Wahyu; Anggelika Diah Ayu Juwita; Nilnal Muna; Yestiana Wulandari; Aryesi; Putri Lestari
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 3: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i3.357

Abstract

Penanganan luka yang baik dan higienis sangat penting untuk mendukung proses penyembuhan serta mencegah infeksi pada luka. Perawatan luka menggunakan tanaman herbal telah banyak dikembangkan karena kandungan senyawa aktif di dalamnya dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka dan mengurangi risiko infeksi. Contoh tanaman obat lokal yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Kediri, di antaranya adalah daun jarak dan daun binahong. Rawat luka merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki anggota PMR. Materi perawatan luka sederhana dan pernggunaan bahan herbal pencegah infeksi dalam rawat luka, jarang dibahas di PMR SMAN 7 Kediri. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi prinsip dasar perawatan luka, memberikan pengetahuan penggunaan herbal pencegah infeksi dalam perawatan luka dan meningkatkan keterampilan rawat luka sederhana untuk menghindari resiko infeksi bagi anggota PMR SMAN 7 Kediri. Kegiatan ini meliputi pelaksanaan pre-test, pemberian materi edukasi, demonstrasi, pembagian kelompok, dan praktek prosedur rawat luka sederhana dalam kelompok. Kegiatan ini mendapat antusiasme yang tinggi, dibuktikan banyaknya pertanyaan yang muncul dari peserta. Kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, dibuktikan dengan antusiasme peserta dalam praktek rawat luka berkelompok.
Optimasi Waktu Fermentasi terhadap Perubahan pH Tepache Nanas Kelud Varietas Lokal Jelly Dwi Renanda; Elysabet Herawati; Budhi Utami
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/j3jf7544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan waktu fermentasi terhadap perubahan kadar pH pada minuman tepache yang dibuat dari nanas Kelud varietas lokal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan waktu fermentasi  yaitu 24 jam, 48 jam, dan 72 jam, masing-masing dengan enam ulangan. Parameter yang diukur adalah kadar pH sebagai indikator keasaman selama proses fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH mengalami penurunan seiring bertambahnya waktu fermentasi. Rata-rata pH pada waktu fermentasi 24 jam adalah 3,54;  pada 48 jam sebesar 3,43;  dan pada 72 jam menurun menjadi 2,96. Penurunan pH ini mencerminkan peningkatan aktivitas fermentatif oleh mikroorganisme, khususnya dalam menghasilkan senyawa asam organik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemilihan waktu fermentasi yang optimal perlu mempertimbangkan keseimbangan antara rasa, tingkat keasaman, dan keamanan konsumsi, sehingga fermentasi selama 48 hingga 72 jam mampu menghasilkan minuman tepache dengan pH yang sesuai untuk kategori minuman fermentasi yang aman dikonsumsi, sekaligus tetap menjaga keseimbangan cita rasa dan kesegaran. Temuan ini mendukung pengembangan produk fermentasi lokal yang berbasis buah lokal, khususnya nanas Kelud varietas lokal.
Cegah Perilaku Kleptomania sejak Dini di SMK PGRI 2 Kota Kediri Norma Risnasari; Elysabet Herawati; Dhian Ika Prihananto; Muhammad Mudzakkir; Ropita Oktaviani; Yulla Yulfida Andarisma
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.32

Abstract

Kleptomania termasuk kelompok gangguan kepribadian borderline artinya terletak pada batas antara normal dan psikotik, yaitu kondisi yang termasuk dalam kelompok gangguan kendali impulsif, dimana penderita tidak dapat menahan diri untuk mengutil atau mencuri. Orang dengan kelainan ini terdorong untuk mencuri barang, umumnya barang yang tidak berharga, seperti pensil, permen, sisir, atau barang lainnya dan biasanya merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah melakukan tindakan mencuri. Kegiatan penyuluhan kesehatan dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2019 diawali pre test dan diakhir dilakukan post test. Berdasarkan hasil pre test pada 60 siswa, maka sebanyak 19 siswa (31,6%) menyatakan belum tahu tentang pengertian kleptomania, 50 siswa (83,3%) menyatakan belum tahu penyebab kleptomania, 56 siswa (93,3%) belum tahu ciri-ciri orang yang mengalami kleptomania, 54 siswa (90%) belum tahu upaya pencegahan kleptomania, 60 siswa (100%) tidak pernah melakukan kleptomania. Setelah dilakukan penyuluhan, maka kami memberikan soal yang sama dengan soal pre test. Dari hasil post test 60 siswa (100%) menyatakan paham tentang pengertian, ciri-ciri dan upaya pencegahan kleptomania, 57 siswa (95%) menyatakan paham penyebab kleptomania dan 13 siswa (21,6%) pernah melakukan kleptomania. Penanganan yang merupakan pilihan utama untuk penderita kleptomania salah satunya dibawa ke psikolog, agar dilakukan terapi perilaku, yaitu serangkaian perilaku yang psikolog ciptakan untuk direkayasa, terapi tersebut tidak sekedar mengobati dari sisi pikirannya saja, namun juga sisi perasaannya, karena dorongan ini muncul dari perasaan, bukan pikiran. Keluarga dalam membantu proses penyembuhan sebaiknya ikut menciptakan suatu lingkungan atau suasana yang tidak memungkinkan bagi penderita klepto untuk kambuh lagi hasratnya
Pelatihan Senam Diabetes untuk menurunkan Kadar Glukosa Dalam Darah pada Lansia di Posyandu Lansia Bagas Waras Desa Sukorejo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Norma Risnasari; Elysabet Herawati; Dhian Ika Prihananto; Siti Aizah; Susi Erna Wati; Najib Zahir Al Faruq; Suriya Permadani
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i2.309

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) atau Kencing Manis merupakan sekumpulan gejala yang di tunjukkan dengan kondisi hiperglikemia, yaitu keadaan dimana kadar gula darah seseorang berada dalam batas normal. Salah satu upaya untuk menangani penderita DM yaitu dengan melakukan senam diabetes. Senam diabetes ini bermanfaat bagi kerja insulin, karena glukosa di dalam darah dialirkan melewati sel-sel otot lalu diganti menjadi energi sehingga kadar glukosa darah dalam fisik dapat berkurang. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada minggu ke empat bulan November sampai minggu ketiga bulan Desember Tahun 2021 sebanyak 17 lansia, dalam pelaksanaanya 1 minggu 2 kali latihan. Sebelum diberikan terapi senam diabetes mayoritas kadar glukosa darah lansia meningkat dan setelah diberikan senam diabetes kadar glukosa darah lansia menurun. Hasil yang diperoleh selama pelaksanaan senam diabetes ini adalah lansia yang menderita diabetes mellitus mampu melaksanakan tindakan senam sesuai yang dilatihkan sehingga lansia terlihat bugar, lebih bersemangat kadar glukosa darah menjadi lebih terkontrol.