Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Kesalahan Penggunaan Kalimat Efektif pada Tajuk Rencana Harian Fajar Irna Munasirah; Akmal Hamsa; Salam, Salam
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendetesiskan kesalahan penggunaan diksi kalimat efektif pada tajuk rencana harian Fajar. (2) Mendetesiskan kesalahan penggunaan struktur kalimat efektif pada tajuk rencana harian Fajar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Desain penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan kata-kata yang tidak sesuai dengan konteks kalimat efektif, sumber datanya dalah struktur kalimat yang tidak benar. Teknik pengumpulan data dilakukan pada kondisi alamiah (natural setting). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari tajuk rencana harian Fajar. Hasil yang di temukan pada kesalahan penggunaan diksi kalimat efektif pada tajuk rencana harian fajar dalam penelitian ini yakni adanya penggunaan kata yang bermakna tidak tepat sehingga menjadikan kalimat tidak baku. Kemudian terdapat kata ciptaan sendiri sehingga kalimat tidak efektif, dan yang terakhir yakni kesalahan dalam ejaan kata imbuhan, sehingga kata dalam tajuk rencana harian fajar kurang efektif ketika dibaca. Bentuk kesalahan penggunaan struktur kalimat efektif pada tajuk rencama harian fajar yakni penggunaan dua kata yang sama artinya dalam sebuah kalimat, penggunaan kata berlebih yang mengganggu struktur kalimat, Penggunaan imbuhan yang kacau, Penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku dan pilihan kata yang tidak tepat.
Analisis Penggunaan Sapaan dalam Bahasa Mandar pada Masyarakat Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat Sahila, Sahila; Akmal Hamsa; Salam, Salam
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4047

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada ruang lingkup jenis-jenis, penggunaan, dan juga fungsi sapaan diantaranya jenis sapaan pronomina persona, sapaan gelar, sapaan jabatan dan pangkat, sapaan kekerabatan, sapaan profesi, sapaan nama diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis sapaan, mengungkapkan penggunaan sapaan, dan mengungkapakan fungsi sapaan dalam bahasa Mandar diantaranya sapaan non kekerabatan dan juga sapaan kekerabatan dalam bahasa Mandar di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dan teks percakapan responde. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada beberapa teknik yaitu, teknik cakap (rekam dan catat), teknik wawancara, dan teknik Simak (Simak libat cakap, Simak bebas cakap). Alat penelitian yang digunakan adalah daftar pertanyaan, instrumen pencatatan, alat tulis dan alat merekam. Hasil dari penelitian menyimpulkan terdapat 29 sapaan dalam bahasa Mandar yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden. Sapaan hubungan darah yang tergolong dalam sapaan keluarga inti dan keluarga besar terdapat 13 sapaan diluar sapaan kekerabatan (keturunan bangsawan) diantaranya sapaan kakek (kanne’), nenek (kanne’), bapak (kama’) ibu (kindo’), paman (amanaure), bibi (indonaure), kakak (kaka’), adik (kandi’), sepupu sekali (kali), sepupu duakali (pindu’), sepupu tiga kali (nama diri), cucu (appo). Kemudian sapaan kekerabatan (keturunan bangsawan) terdapat 4 sapaan diantaranya sapaan kakek ( kanne’ puang), nenek (nene’ amma’), ayah (puang), ibu (amma’). Sapaan pronomina persona terdapat 2 sapaan diantaranya orang kedua tunggal/ kamu (puang dan nama diri), orang kedua jamak/ kalian (I’o mie’). Sapaan gelar terdapat 6 sapaan diantaranya dokter (dotter), bidan (bu’ bidang), mantri ( pa’ mantari), ustadz (ustas), guru mengaji (annangguru), imam masjid (pua imang). Sapaan jabatan dan pangkat terdapat 3 sapaan diantaranya kepala desa (pa’ desa), kepala dusun (pa’ dusung), kepala adat (puang), camat ( pa’ cama’). Sapaan profesi terdapat 5 sapaan diantaranya petani (puang dan nama diri), nelayan (puang dan nama diri, tukang ojek (puang), tukang becak (puang), tukang batu (puang). Sapaan nama diri terdapat 2 sapaan diantaranya sapaan pengurangan huruf di awal contohnya nama Nuni menjadi Ni’, kedua penambahan huruf o diawal nama contohnya nama Mila menjadi o Mila. Kemudian juga terdapat beberapa fungsi diantaranya sebagai fungsi sapaan sebagai perhatian dengan lawan bicara seperti (denga orang lebih tua, dengan orang sebaya, dan dengan orang yang lebih muda), fungsi sebagai penghormatan dalam jabatan, fungsi sebagai penghormatan dalam profesi, fungsi sebagai penghormatan dalam gelar, fungsi sebagai penghormatan dan pengakuan, dan fungi sebagai keakraban atau kedekatan.
Pembelajaran Keterampilan 4C Abad Ke-21 pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Kabupaten Barru Khairiyah, Nurlatifah; Salam, Salam; Sultan, Sultan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5354

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna melakukan identifikasi strategi yang diimplementasikan oleh guru dalam mengintegrasikan keterampilan 4C yang meliputi pemikiran kreatif, pemikiran kritis dan pemecahan masalah, komunikasi, serta kolaborasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Kabupaten Barru, serta faktor-faktor yang memberi dukungan serta hambatan proses terkait. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara kepada lima guru Bahasa Indonesia di berbagai SMP di Kabupaten Barru, yang dilaksanakan pada tahun ajaran 2023/2024. Lima guru dijadikan informan dari tiap-tiap sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan 4C (Pemikiran Kritis, Kolaborasi, Komunikasi, dan Kreativitas) telah berhasil diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Kabupaten Barru. Guru mengembangkan modul pembelajaran yang mendukung penguatan keterampilan tersebut, dengan pendekatan seperti Problem-Based Learning (PBL) dan discovery learning untuk meningkatkan pemecahan masalah dan kerja sama siswa. Evaluasi dilakukan melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan observasi, yang menunjukkan bahwa integrasi keterampilan 4C berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi akademik dan sosial siswa. Dukungan dari sekolah dan orang tua turut membantu keberhasilan implementasi, meskipun masih terdapat tantangan seperti kurangnya partisipasi beberapa siswa. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa keterampilan 4C sangat penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Kesimpulannya keterampilan 4C telah berhasil diterapkan oleh para guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kemudian faktor yang mendukung keberhasilan penerapan keterampilan 4C meliputi ketersediaan fasilitas yang memadai, seperti proyektor, pengeras suara, perpustakaan, dan akses internet yang stabil. Untuk tantangan, seperti perubahan suasana hati dan tingkat keaktifan siswa yang fluktuatif, kurangnya partisipasi aktif dari beberapa siswa dalam diskusi kelompok, serta kesulitan dalam memahami materi, yang dapat menghambat pengembangan keterampilan 4C.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Makassar sebagai Sekolah Penggerak Nurul Sulasmiyatningsih; Ramly, Ramly; Salam, Salam
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5428

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Makassar sebagai sekolah penggerak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguraikan proses perencanaan pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan oleh guru, (2) menguraikan proses pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, dan (3) menguraikan proses evaluasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas, wawancara dengan guru, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi masih menghadapi berbagai tantangan. Pada tahap perencanaan, asesmen diagnostik digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, gaya belajar, dan kompetensi siswa, namun tidak semua rencana pembelajaran telah sepenuhnya mengakomodasi keberagaman siswa karena keterbatasan pemahaman guru. Pada tahap pelaksanaan, sebagian guru telah menerapkan diferensiasi dalam konten, proses, dan produk melalui strategi pembelajaran aktif serta pemanfaatan teknologi, sedangkan lainnya masih menggunakan metode yang seragam akibat keterbatasan waktu dan pelatihan. Pada tahap evaluasi, asesmen formatif mulai diterapkan dengan alat digital dan umpan balik konstruktif, tetapi asesmen sumatif masih bersifat standar, membatasi fleksibilitas siswa dalam menunjukkan hasil belajar mereka. Untuk meningkatkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi, diperlukan pelatihan guru yang berkelanjutan, penguatan kolaborasi, serta dukungan kebijakan yang memadai. Sekolah juga perlu melakukan evaluasi dan pendampingan secara berkala agar penerapan berjalan lebih efektif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk membandingkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah penggerak dan non-penggerak guna mengidentifikasi perbedaan dan tantangan yang dihadapi.
Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Meningkatkan Keterampilan Literasi Siswa Kelas X SMAN 1 Pangkep Nur Azira Azis; Salam, Salam; Nensilianti, Nensilianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5551

Abstract

Artikel ini membahas tentang pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema "Suara Demokrasi" dalam upaya meningkatkan keterampilan literasi baca dan tulis siswa kelas X. P5 bertujuan untuk mengembangkan karakter siswa melalui pembelajaran yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila, dengan fokus pada penguatan keterampilan literasi sebagai bagian integral dari pendidikan. Penelitian ini mengamati bagaimana kegiatan eksplorasi, penulisan esai, simulasi pemilu, dan presentasi kampanye dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca teks yang kompleks, menganalisis informasi, serta menulis esai dan materi persuasif. Selain itu, siswa juga lebih aktif dalam berdiskusi, berpikir kritis, dan menyusun argumen secara terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa P5 dengan tema "Suara Demokrasi" efektif dalam meningkatkan keterampilan literasi baca dan tulis, serta memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep demokrasi dan hak suara. Oleh karena itu, penerapan P5 dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan kualitas literasi di sekolah menengah.
Pemberdayaan Perpustakaan Desa melalui Implementasi Gerakan Nasional Gemar Membaca di Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango Malabar, Sayama; Salam, Salam; Lantowa, Jafar
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Sbermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v8i1.7789

Abstract

The Village Project Program –Independent Campus aims to empower libraries by implementing the national reading movement. This program is implemented through education and training, mentoring, service, and guidance, which are expected to be sustainable through the awareness of related parties, especially the government and regional libraries. These parties are expected to pay attention to village library facilities and infrastructure that can realize the national reading movement program.Besides, to support the national reading movement, the program is also directed at forming literacy communities, literacy lodges, and reading parks in Bone Bolango.The Freedom to Learn - Independent Campus Community Service Program with the theme "Empowerment of Village Libraries through the Implementation of the National Reading Movement" is implemented by prioritizing the principle of empowering local communities with the primary objective of program sustainability and public awareness of the importance of literacy. Therefore, after the Freedomto Learn – Independent Campus Community Service Program is completed, the community, especially the Youth Organization, can continue the program that has been run independently through the Subdistrict Literacy Community forum.Villages need to empower their assets both in terms of human resources and management of the sources of funds used. The focus of empowerment is to improve the community's quality in the literacy skills sector and a better institutional administration system in encouraging the development of reading culture programs.Reading culture in the village can make people have the ability to read from the start and encourage them to love reading. It is recommended for students who take part in Community Service Program in the following years to further improve communication with the community in order to make it easier to run the programs implemented in Tinelo, Bubeya, and Boludawa village
MEMBANGUN KEBIASAAN MEMBACA MENUJU MASYARAKAT LITERAT DI KECAMATAN WALEA BESAR KABUPATEN TOJO UNA-UNA Salam, Salam; Sartika, Eka; Nasiru, La Ode Gusman
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3320

Abstract

Minat baca anak dan masyarakat di Kecamatan Walea Besar, Kabupaten Tojo Una-Una masih tergolong rendah. Masyarakat lebih menikmati budaya lisan daripada membaca. Ada dua faktor yang menjadi penyebabnya yakni, pertama, kurangnya dorongan membaca dalam lingkungan keluarga sehingga kultur menumbuhkan kebiasaan  membaca sangat minim. Orang tua belum mampu menjadikan kegiatan literasi sebagai kebiasaan untuk peningkatan kualitas sosialnya. Kurangnya pendampingan terhadap anak juga menjadi pemicunya. Kedua, belum meratanya distribusi buku yang berkualitas. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan buku yang tidak pernah di-upgrade. Pengabdian ini bertujuan melakukan sosialisasi tentang membiasakan membaca di lingkungan keluarga; membentuk komunitas literasi di lingkungan sekitar; dan meng-upgrade pojok baca, setelah melakukan pendataan buta aksara. Pengabdian menggunakan metode pembentukan komunitas sadar literasi dan pembuatan pojok baca. Metode ini terpecah terbagi menjadi beberapa tahapan antara lain persiapan dan pengenalan awal; musyawarah dengan perangkat desa; pembekalan mahasiswa; pelaksanaan; evaluasi, dan penarikan. Pengabdian ini membawa manfaat yakni terwujudnya masyarakat literat melalui pembentukan pojok baca yang dapat menjadi wadah untuk meningkatkan minat baca yang bersifat edukatif dan bisa diakses oleh siapapun tanpa biaya
Will CEO Aggressivity Affect Tax Avoidance Behavior?: Empirical Study In Indonesia Mira, Mira; Masnan, Sulaeman; Salam, Salam; Adzim, Faidul; Sarda, Sultan; Syahriani, A. Tenri
Invoice : Jurnal Ilmu Akuntansi Vol. 5 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/inv.v5i1.10538

Abstract

This research was conducted to obtain empirical evidence how does CEO aggressiveness affect tax avoidance behavio , especially in mining sector companies listed on the IDX. The type of research used quantitative with an explanatory research approach, with the population in this study being mining sector companies listed on the IDX totaling 18 for 4 years so that a total sample of 72 samples was taken by purposive sampling. Hypothesis testing using SPSS 25. This study uses multiple linear regression analysis techniques. The results of this study indicate that the CEO narcissism variable (X1) has an influence on tax avoidance . This is because the narcissistic CEO believes that every decision taken is related to policy is the best solution so that it can improve the performance of the company, while the CEO compensation variable (X2) has no effect on tax avoidance . Thus, even though the CEO is given compensation in the form of salary, bonus, promotion does not affect his decision to take tax avoidance , this is of course because the CEO considers the long-term effects
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Materi Energi Bunyi dan Sifat-sifatnya melalui Metode Eksperimen Kelas IV MIN 1 Baubau Salam, Salam; Ilham, Muh.
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 2 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i2.629

Abstract

Belajar merupakan suatu kegiatan yang melibatkan mental dan fisik untuk mengubah perilaku melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan, mempengaruhi hasil yang dicapai berdasarkan kebiasaan belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MIN 1 Baubau pada pembelajaran IPA tentang energi bunyi dan sisfat-sifatnya melalui penerapan metode eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas IV MIN 1 Baubau setelah pembelajaran IPA tentang energi bunyi menggunakan metode eksperimen. Jenis penelitian ini adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan 27 siswa dan menggunakan tes evaluasi, lembar observasi, serta catatan lapangan sebagai instrumen pengumpulan data. Metode penelitian ini adalah metode ekperimen yang digunakan untuk melihat sejauh mana penerapannya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MIN 1 Baubau pada pembelajaran IPA tentang energi bunyi dan sisfat-sifatnya. Teknik Analisis data menggunakan analisis persentase deskriptif. Hasil evaluasi pada siklus I menunjukkan peningkatan dari 82% (baik) menjadi 100% (sangat baik) pada siklus II, dengan nilai rerata kelas meningkat dari 85 menjadi 95. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA berhasil meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar mereka. Disarankan agar metode eksperimen direncanakan dengan matang dalam pengajaran IPA.
Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Materi Mengidentifikasikan Benua-Benua Dengan Metode Discovery Siswa Kelas VI Semester I SDN Lingkuk Bunut Kecamatan Janapria Tahun Pelajaran 2017/2018 Salam, Salam
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 1 (2020): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.801 KB) | DOI: 10.58258/jisip.v4i1.1033

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan data di SDN Lingkok Bunut, khususnya Kelas VI terdapat permasalahan yang dihadapi oleh siswa yaitu kurangnya motivasi dari diri siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar mata pelajaran IPS, pernyataan tersebut didasarkan pula pada hasil nilai ulangan harian siswa pada mata pelajaran IPS yang cukup rendah dan daya serap siswa secara klasikal masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) secara klasikal yaitu 48,15%. Secara rinci dari 27 siswa Kelas VI Semester I SDN Lingkok Bunut Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan,yang mendapat nilai  80-100 adalah 2 siswa (7,41%), yang mendapat nilai 70-79 sebanyak 11 siswa (40,74%), yang mendapat nilai 60-69 sebanyak 3 siswa (11,11%), yang mendapat nilai 40-59 sebanyak 11 siswa (40,74%). Fakta ini menunjukkan bahwa siswa Kelas VI SDN Lingkok Bunut belum mencapai prosentase ketuntasan belajar secara klasikal yaitu 80% sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan. Disamping itu pengajar menyadari bahwa metode pembelajaran yang dilakukan masih bersifat abstrak karena dalam memberikan penjelasan dilakukan secara singkat dan hanya mengunakan satu buku sumber. Berdasarkan hasil diskusi antara pengajar dan teman sejawat dan refleksi terhadap masalah tersebut disepakati bahwa pemecahan masalah akan dilakukan dengan menggunakan menggunakan Metode Discovery. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Pada masing-masing siklus dilakukan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian menggunakan siswa Kelas VI  Sekolah Dasar Negeri Lingkok Bunut Hasil penelitian dengan menggunakan Metode Discovery dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, siswa dapat belajar mengajukan pertanyaan, mengembangkan pendapat, menghargai pendapat teman, dan belajar bekerjasama dengan teman, hal ini akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa menjadi lebih baik.