Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Biokoagulan Kitosan Limbah Udang (Litopenaeus Vannamei) terhadap Penurunan Kadar COD, TSS, Fosfat, MBAS pada Limbah Laundry Nida Aulia Miftah; Adhi Setiawan; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak negatif yang dihasilkan dari limbah laundry dapat menyebabkan pencemaran badan air apabila tidak diolah dengan baik. Pencemaran badan air yang disebabkan dari hasil pencucian baju mengandung COD, TSS, fosfat, MBAS yang menyebabkan terjadinya eutrofikasi. Hasil pengujian air limbah laundry dari salah satu usaha di daerah Gebang, Surabaya diperoleh data kandungan COD sebesar 1.850 mg/L, TSS sebesar 244 mg/L, fosfat sebesar 0,54 mg/L, MBAS sebesar 0,96 mg/L. Salah satu metode alternatif penyisihan COD, TSS, fosfat, MBAS yaitu metode koagulasi menggunakan kitosan limbah udang karena murah dan mudah didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kitosan limbah udang dalam menurunkan kadar COD, TSS, fosfat, dan MBAS pada limbah laundry. Variasi dosis yang digunakan pada penelitian ini yaitu 300 mg/L dan 400 mg/L. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kitosan limbah udang pada konsentrasi COD menghasilkan nilai optimum pada dosis 300 mg/L dengan efisiensi penyusutan sebesar -0,73%. Konsentrasi TSS, fosfat, MBAS menghasilkan nilai optimum pada dosis 400 mg/L dengan efisiensi penyusutan masing-masing sebesar 85,66%, -307,41%, - 394,79%.
Metode Analytical Hierarchy Process Sebagai Penentuan Mekanisme Pengelolaan Limbah Masker Di Kecamatan Rungkut An'nisa Kurniawati; Ayu Nindyapuspa; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan masker di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 159.214.791 masker/hari dan menghasilkan limbah 420,03 ton/hari pada masa pandemi COVID – 19. Tingginya limbah masker yang dihasilkan harus disertai dengan pengelolaan yang baik. Limbah masker yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkandampak negatif bagi lingkungan. Mekanisme pengelolaan perlu dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari limbah masker. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi mekanisme pengelolaan terbaik untuk limbah masker pada Kecamatan Rungkut dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Metode Analytical Hierarchy Process dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada orang – orang terpilih yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Responden akan memberi bobot pada kriteria serta mekanisme yang telah ditentukan, kemudian membandingkan secara berpasangan dari variabel – variabel yang ada. Hasil penelitian diperoleh mekanisme pengelolaan terbaik yaitu menggunakan desinfeksi dengan nilai kepentingan terbesar yaitu 0,423 dengan kriteria prioritas terpilih dari hasil pembobotan yaitu berdasarkan kemudahan pelaksanaan sebesar 0,475.
Isoterm Adsorpsi Karbon Aktif Tulang Ikan Dalam Penurunan Konsentrasi Metilen Biru Ilul Zakiyah Rahmatika; Tarikh Azis Ramadani; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metilen biru merupakan zat warna kationik yang bersifat toksik dan karsinogenik. Keberadaannya di lingkungan akibat dari kegiatan industri dapat membahayakan lingkungan dan makhluk hidup, sehingga konsentrasinya harus rendah. Adsorpsi adalah teknologi pengolahan limbah cair yang dapat diaplikasikan untuk menurunkan polutan metilen biru. Tulang ikan mengandung senyawa hidroksiapatit (HAp) yang stabil dengan berbagai karakteristik permukaan yang menguntungkan, sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai karbon aktif pada proses adsorpsi. Penelitian ini memanfaatkan limbah tulang ikan yang dijadikan sebagai karbon aktif untuk menurunkan konsentrasi metilen biru. Model isoterm Langmuir dan Freundlich dilakukan analisis untuk memperkirakan kapasitas adsropsi karbon aktif tulang ikan. Tulang ikan dilakukan kalsinasi pada suhu 600°C selama 2 jam dan dilakukan aktivasi dengan NaOH 3,0 M selama 24 jam. Pengujian adsorpsi dilakukan secara batch dengan variasi konsentrasi awal metilen biru (100-400 mg/L) pada waktu kontak 180 menit, dosis adsorben 0,025 g, dan pH 7. Hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa pengujian adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 303,03 mg/g. Model isoterm ini menunjukkan adsorspi metilen biru dengan karbon aktif tulang ikan terjadi mekanisme secara kimia.
Pengaruh Waktu Fermentasi terhadap Suhu dan pH pada Produksi Biogas dari Serbuk Kayu Sengon (Albizia Chinensis) Hasil Pretreatment Kimiawi Inas Aidah Fikriyah; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serbuk kayu sengon merupakan biomassa yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai energi alternatif berupa biogas. Serbuk kayu sengon memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi sehingga dapat dikonversi menjadi biogas. Sebelum dikonversi menjadi biogas, serbuk kayu sengon dilakukan pretreatment kimiawi terlebih dahulu untuk menghilangkan lignin yang dapat menghambat pada proses anaerobik. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio komposisi dan waktu fermentasi terhadap suhu dan pH pada proses pembuatan biogas dari serbuk kayu sengon hasil pretreatment kimiawi. Pada penelitian ini menggunakan reaktor anaerobik berkapasitas 5 liter dengan volume yang bekerja sebesar 4 liter. Variabel yang digunakan ialah waktu fermentasi 0 hari, 15 hari, dan 30 hari. Hasil penelitian diperoleh bahwa pH pada setiap reaktor biogas berkisar 6,9 – 7 yang menunjukkan pH optimum dalam pembuatan biogas. Sedangkan, suhu pada setiap reaktor diperoleh kisaran 27 – 30 °C yang mengindikasikan rentang suhu dalam kondisi mesofilik.
Pengaruh Waktu Kontak Terhadap pH dan Suhu dalam Proses Biogas dengan Bahan Baku Serbuk Kayu Sengon (Albizia chinensis) Hasil Pretreatment Biologis Julita Sindu Tifani; Tanti Utami Dewi; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serbuk kayu sengon (Albizia chinensis) merupakan salah satu jenis kayu yang sangat melimpah di Indonesia. Serbuk kayu sengon ini memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi dan berpotensi untuk dijadikan bahan baku biogas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu kontak pada pH dan suhu dalam proses biogas dengan bahan baku serbuk kayu sengon hasil pretreatment biologis. Serbuk kayu sengon hasil pretreatment akan dicampurkan dengan kotoran sapi sebagai starter dalam biogas. Proses produksi biogas akan dianalisis dengan rentang waktu 0, 15, dan 30 hari untuk menganalisis pengaruh lama fermentasi terhadap parameter pH dan suhu pada biogas. Hasil penelitian diperoleh bahwa pH dan suhu mempengaruhi proses pembentukan biogas. Parameter pH pada sampel berkisar antara 6,6 – 7 yang cenderung mendekati pH netral, sedangkan suhu pada sampel berkisar antara 29,3ºC – 29,7 ºC pada rentang suhu ruang atau suhu mesofilik. Kenaikan suhu dan penurunan pH terjadi pada hari ke-15 pada sampel biogas.
Pengaruh Massa Adsorben Nanopartikel Fe3O4 – Karbon Aktif Tempurung Siwalan (Borassus Flabillefer L) Terhadap Efisiensi Penyisihan Zat Warna Ibnu Khusnuz Zain; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempurung Siwalan memiliki kandungan hemiselulosa, selulosa, dan lignin yang tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan pembuat karbon aktif. Karbon aktif memiliki pori-pori dan luas permukaan yang dapat dioptimalkan sebagai penjernihan air, pemurnian gas, dan penetral dari berbagai limbah. Karbon aktif dari bahan dasar tempurung siwalan dapat dimanfaatkan sebagai adsorben untuk penjernihan zat pewarna tekstil, seperti zat congo red dan methylene blue. Karbon aktif tempurung siwalan dapat dikompositkan dengan Fe3O4 (Fe3O4 @AC-Tempurung Siwalan) dengan metode kopresipitasi dengan tujuan meningkatkan kapasitas adsorpsi. Pengujian dilakukan dengan variasi massa (0,25; 0,5; 0,75; 1,00 dan 1,25 gram) serta dilakukan pada waktu kontak 100 menit. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penyisihan tertinggi congo red dan methylene blue terjadi pada massa 0,25 gram sebesar 96,24% dan 93,24%. Berdasarkan hasil tersebut Fe3O4 @ACTempurung Siwalan memiliki efisiensi penyisihan yang tinggi untuk menjernihkan zat pewarna congo red dan methylene blue.
Pengaruh Massa Adsorben Nanopartikel Fe3O4 – Karbon Aktif terhadap Efesiensi Penurunan Zat Warna Yusron Khoiru Nadhori; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu limbah cair industri tekstil adalah zat warna yang dapat mencemari lingkungan jika tidak diolah dengan benar. Kulit durian mengandung karbon yang tinggi, dengan proporsi 50-60% unsur selulosa, 5% lignin, dan 5% pati. Kadar selulosa yang tinggi ini membuatnya cocok untuk digunakan sebagai bahan pembuatan karbon aktif untuk adsorben yang dapat menurunkan kadar zat warna. Penelitian ini menggunakan kulit durian sebagai bahan dasar karbon aktif yang dimodifikasi dengan magnetik Fe3O4. Tujuan penelitian in adalah menganalisis kemampuan penyerapan adsorben Fe3O4@AC - kulit durian dalam menurunkan zat warna metilen biru dan kongo merah dalam sistem biner. Variasi yang diuji meliputi massa adsorben dengan waktu kontak 100 menit. Massa adsorben yang digunakan yaitu 0,25; 0,5; 0,75; 1; dan 1,25 gram. Hasil penelitian menunjukan massa adsorben optimum adalah 0.25 gram dengan penyisihan tertinggi metilen biru 93,46% dan kongo merah 95,32%.
Perbandingan Penggunaan Koagulan Alami dan Magnetik dari Biji Kelor (Moringa oleifera) terhadap Efisiensi Penurunan Warna Congo Red Dhiya’ Arnada Ramadhani; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congo red merupakan zat warna yang terdapat dalam industri tekstil yang bersifat beracun dan tidak terurai. Koagulasi-flokulasi menjadi metode yang paling sederhana dan relatif murah untuk menghilangkan zat warna congo red. Biji kelor (Moringa Oleifera) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai koagulan alami karena mengandung protein kationik. Nanopartikel Fe3O4 merupakan salah satu bahan yang dapat dilakukan sintesis dengan metode ko-presipitasi untuk meningkatkan kemampuan koagulan. Ko-presipitasi merupakan metode sintesis sederhana yang digunakan untuk memperoleh serbuk nanopertikel. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penggunaan koagulan alami dan koagulan magnetik terhadap efisiensi penurunan konsentrasi zat warna congo red. Variasi konsentrasi congo red yang digunakan yaitusebesar 100, 250, 400, 550 ppm dengan dosis koagulan sebanyak 125 mg/l. Efisiensi penurunan menggunakan koagulan magnetik memiliki hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan koagulan alami pada semua konsentrasi congo red. Konsentrasi congo red yang bervariasi membuat hasil efisiensi penurunan pada koagulan magnetik relatif stabil dan pada koagulan alami semakin tinggi konsentrasi congo red efsiensi penurunannya semakin rendah dikarenakan penurunan kemempuan koagulan dalam mengikat ion-ion pada air limbah congo red.
Koagulasi-Flokulasi Zat Warna Congo Red Menggunakan Kitosan Cangkang Kepiting Bakau (Scylla serrata) Roihana Fajrin; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congo red merupakan salah satu pewarna yang biasa digunakan dalam industri tekstil dan percetakan. Limbah zat warna ini memiliki tingkat toksisitas yang tinggi dan sukar terurai secara alami. Limbah tersebut perlu ditangani dengan penanganan yang sesuai sebelum dibuang ke lingkungan khususnya perairan agar tidak mencemari lingkungan. Salah satu metode alternatif untuk mengolah air limbah zat warna congo red yaitu menggunakan koagulasi-flokulasi. Metode ini memerlukan adanya koagulan sebagai pembentuk flok polutan. Koagulan yang umum digunakan yaitu koagulan berbahan sintetik seperti tawas dan poli aluminium klorida. Penggunaan koagulan sintetik dalam jangka panjang tentunya akan menimbulkan bahaya bagi lingkungan, karena bahan tersebut sulit didegradasi. Perlu adanya koagulan yang ramah lingkungan seperti memanfaatkan limbah cangkang kepiting bakau (Scylla serrata) untuk dijadikan kitosan sebagai koagulan dalam proses koagulasi-flokulasi. Pada penelitian ini, variasi dosis kitosan yang digunakan yaitu 25 mg/L, 50 mgL, 75 mg/L,100 m/L, dan 150 mg/L serta menggunakan variasi konsentrasi zat warna congo red sebesar 400 ppm dan 550 ppm. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu penggunaan dosis koagulan kitosan sebesar 100 mg/L mampu menurunkan konsentrasi zat warna congo red hingga 99,9% pada kondisi pH 3.
Analisis Pengaruh Penggunaan Limbah Sandblasting dengan Penambahan Karbon Aktif terhadap Nilai Kuat Tekan Roster Naufal Hakim Akbar; Luqman Cahyono; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah sandblasting merupakan limbah yang dihasilkan dari salah satu kegiatan di industri manufaktur kapal yaitu proses sandblasting dan termasuk dalam kelompok Limbah B3 dengan kode B323-1. Komposisi kimia pada limbah sandblasting sebagian besar merupakan silika dalam bentuk senyawa SiO2 yang dapat digunakan sebagai material subtitusi agregat halus pada campuran bata beton. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh komposisi penggunaan limbah sandblasting dengan penambahan karbon aktif tempurung kelapa sebagai material subtitusi agregat halus menjadi sebuah produk roster bata beton dan diharapkan dapat memberikan inovasi terhadap variasi produk yang dihasilkan. Pencetakkan dilakukan menggunakan cetakan persegi dengan dimensi 20 cm x 20 cm x 9,5 cm. Kualitas mutu roster bata beton yang dianalisis yaitu kuat tekan yang didapatkan akibat pengaruh substitusi limbah sandblasting. Semua variasi roster terdapat penambahan karbon aktif tempurung kelapa sebesar 8%, dengan variasi limbah sandblasting 20%, 40%, dan 60%. Nilai kuat tekan pada variasi 20%sebesar 0,63 N/mm2; variasi 40% sebesar 1,07 N/mm2; dan variasi 60% sebesar 0,7 N/mm2. Sedangkan, nilai kuat tekan roster bata beton yang beredar dipasaran sebesar 0,61 N/mm2. Standar yang digunakan untuk nilai kuat tekan yaitu SNI 03-1570-1989 tentang Bata Beton Karawang. Dengan demikian, penelitian ini berpotensi untuk mengembangkan teknologi ramah lingkungan dalam industri infrastruktur sipil.
Co-Authors Achmad Fatoni Adelia Tanti Ramadhani Adhi Setiawan Adhi Setiawan Adi Wirawan Husodo Ahmad Erlan Afiuddin Ahmad, Mahasin Maulana Alma Vita Sophia Amalia Fitria Noor An'nisa Kurniawati Ananda Augista Firstanti Anda Iviana J Anggara Trisna Nugraha Anggraini, Febby Dwi Melanny Arfianto, Afif Zuhri As-sajdah, Gumelar Muluk Ashifa, Naura Aqillafasha Ayu Nindyapuspa Azzahro, Annisa Bawafi, Muhammad Iqbal Ali Budi Prasojo, Budi Budianto, Ekky Nur Cahyono, Luqman Citra Eripramita Yunus Denny Dermawan Denny Dermawan Dhiya’ Arnada Ramadhani Dianita Wardani Dika Rahayu W Dika Rahayu Widiana Dira Pratiwi, Dewi One Dyah Ayu Purbaningrum Eko Julianto Eky Novianarenti Eky Novianarenti Fais Hamzah Fajrin, Roihana Falenia Firdatul Jannah Fariha, Chandra Nur Fatmawati, Meilinda Eka Haidar Natsir Amrullah Hanastasia, Rizka Lutfita I Putu Sindhu Asmara Ibnu Khusnuz Zain Ika Erawati Ilul Zakiyah Rahmatika Imah Luluk Kusminah Imaniah Sriwijayasih Inas Aidah Fikriyah Indri Santiasih Julita Sindu Tifani Kahardhini, Marina Maharani Kurniawati, An’nisa Leonard, Rikky Lintang Indra Liuqil Mahfudz Lintang Indra Liuqil Mahfudz Lukman Handoko Luluk Kusminah, Imah Luqman Cahyono Mades Darul Khairansyah Mahardhika, Pekik Meilinda Eka Fatmawati Mitha Amelia Anjani Mochammad Choirul Rizal Mohamad Hakam@ppns.ac.id Muhammad Asrul Nizam Muhammad Rusydi Arif Naufal Hakim Akbar Nella Maulidiyatul Jannah Ngudyana, Ilham Nida Aulia Miftah Nindyapuspa, Ayu Ni’matut Tamimah Novi Eka Mayangsari Novitrie, Nora Amelia Pawitra, Tiane Priyambodo Nur Ardi Nugroho Projek Priyonggo Sumangun Lukitadi Puspita Sari, Devina Putri Anjarwati Ramadhani, Dhiya’ Arnada Reza Fardiyan As’ad Rikky Leonard Rina Sandora Rizka Lutfita Hanastasia Roihana Fajrin Sa’diyah, Aminatus Setiawan, Shinta Dewingga Siti Muthi’ah Siti Muthi’ah Subriyer Nasir Tanti Utami Dewi Tuty Emilia Agustina Ulvi Pri Astuti Vira Fadilah Qur’ani Wismawati, Endah Witjonarko, R. Dimas Endro Yusron Khoiru Nadhori