Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmaas Watukawula Kabupaten Sumba Barat Daya Dahat, Thomas Jenifirman Yohdis; Honey I. Ndoen; Sigit Purnawan; Maria M. Dwi Wahyuni
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v14i1.531

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi permasalahan kesehatan masyarakat dan sangat mempengaruhi angka kematian dan kesakitan bayi, anak dan ibu melahirkan serta dapat menurunkan produktifitas tenaga kerja. Malaria merupakan penyakit akut maupun kronik yang disebabkan oleh plasmodium dengan gejala panas, demam, berkeringat dan tidak adanya nafsu makan. Kejadian malaria di Kabupaten Sumba Barat Daya termasuk yang sangat tinggi di NTT yang mencapai angka Annual Parasite Incidence = 15,73 dengan 1.361 kasus pada masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Watukawula Kabupaten Sumba Barat Daya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian case control. Besar sampel pada penelitian ini 108 respoonden yang terdiri dari 54 sampel kasus dan 54 sampel kontrol. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil uji multivariat ada pengaruh secara parsial antara kebiasaan keluar rumah pada malam hari (p=0.041;OR=4,130), kebiasaan penggunaan kelambu (p=0.001;OR=6,135), kebiasaan penggunaan obat anti nyamuk (p=0.020;OR=3,539), penggunaan kawat kasa pada ventilasi (p=0.002;OR=6,435) dan keberadaan tempat perindukan nyamuk (p=0.075;OR=2,627) dengan kejadian malaria. Diharapkan masyarakat melakukan upaya - upaya untuk pencegahan penyakit malaria seperti menggunakan kelambu waktu tidur pada malam hari, memasang kawat kasa pada ventilasi dan ketika melakukan aktifitas di luar rumah pada malam hari diusahakan untuk selalu menggunakan pakain yang tertutup, diusahakan untuk menggunakan obat anti nyamuk dan selalu untuk menjaga dan membersihkan lingkungan sekitar rumah sehingga tidak mudah digigit nyamuk.
Pengaruh Subsitusi Tepung Labu Siam (Sechium Edule) Terhadap Daya Terima Biskuit Kia, Anugerah Theodora; Talahatu, Anna Henny; Purnawan, Sigit
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v16i1.472

Abstract

Chayote (Sechium edule) is one of the local food ingredients that has the potential to be used as an alternative substitute for wheat flour in making biscuits. The use of chayote flour is expected to increase the nutritional value and diversify local-based food. This study aims to determine the effect of substitution of wheat flour with chayote flour on the organoleptic value of biscuits, especially on the parameters of color, aroma, taste, and texture. This study used an experimental method with a completely randomized design consisting of four treatments of chayote flour substitution, namely 0% (P1), 25% (P2), 50% (P3), and 75% (P4). The data obtained were analyzed using the Kruskal-Wallis test and the Mann-Whitney further test to see the differences between treatments. The results showed that the substitution of chayote flour had a significant effect on color, aroma, and taste (p <0.01), but did not have a significant effect on texture (p>0.01). Treatment P1 had the highest acceptability, while P4 had the lowest level of acceptability. The use of chayote flour in biscuit making can be applied up to an optimal limit of 50% to maintain organoleptic characteristics and increase fiber content. Further research is recommended to explore processing techniques that can improve sensory acceptance and nutritional value of biscuits with chayote flour substitution.
Peran Pria Pasangan Usia Subur Dalam Mendukung Program Keluarga Berencana Di Wilayah Keraja Puskesmas Naioni Tuan, James; Deviarbi Sakke Tira; Sigit Purnawan; Amelya B. Sir
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v14i1.572

Abstract

Puskesmas Naioni merupakan salah satu puskesmas yang berada di kecamatan Alak, dibawah lingkup pemerintahan Kota Kupang dengan jumlah partisipan pengguna alat kontrasepsi yang cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pria pasangan usia subur dalam mendukung program Keluarga Berencana (KB) di wilayah kerja Puskesmas Naioni. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan snowball sampling dengan metode wawancara. Lokasi penelitian berada diwilayah kerja Puskesmas Naioni, Kota Kupang. waktu penelitian dimulai dari bulan Februari tahun 2024. Informan penelitian berjumlah 9 orang informan utama dan 6 orang sebagai inforan pendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwan adanya peran pria pasangan usia subur dalam mendukung program Keluarga Berencana (KB) dengan peran sebagai Promotor, Motivator, Edukator,dan Fasilitator. Walaupun ditemukan peran-peran pria pasangan usia subur tersebut namun masih banyak pasangan usia subur terkhususnya laki-laki yang tidak menggunakan alat kontrasepsi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIGITAN ANJING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NIKI-NIKI TAHUN 2024 Tefa, Dhea Natalin; Ndoen, Honey Ivon; Riwu, Yuliana Radja; Purnawan, Sigit
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46247

Abstract

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang mematikan dan ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies, terutama anjing. Puskesmas Niki-Niki merupakan Puskesmas dengan kasus gigitan tertinggi kedua di Kabupaten Timor Tengah Selatan selama tahun 2023-2024, dengan 537 kasus dan dua diantaranya meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gigitan anjing di wilayah kerja Puskesmas Niki-Niki tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desai survai analitik dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 96 kasus dan 96 kontrol yang diambil secara simple random sampling dan matching. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p=0,020), tingkat pengetahuan (p=0,012), praktik kepemilikan anjing (p=0,000), jumlah kepemilikan anjing (p=0,019), provokasi HPR (p=0,006), status vaksinasi (p=0,002), dan pemeriksaan kesehatan (p=0,000) memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian gigitan anjing, sedangkan jenis kelamin (p=0,192) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian gigitan anjing. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa jumlah kepemilikan anjing, provokasi HPR, status vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan merupakan faktor yang memiliki hubungan yang bermakna secara statistik. Beberapa faktor seperti usia muda, pengetahuan yang kurang, praktik pemeliharaan anjing yang berisiko, provokasi terhadap HPR, dan kelalaian dalam vaksinasi serta pemeriksaan kesehatan anjing secara signifikan berkontribusi terhadap kejadian gigitan anjing. Diperlukan intervensi edukatif dan preventif dari petugas kesehatan dan pemerintah untuk menekan angka kejadian ini.
Factors Related to The Long-Term Contraception Method Use in The Work Area of Noebeba Public Health Center, South Central Timor District Selan, Yosina; Purnawan, Sigit; Ndoen, Enjelita M.
Media Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Media Kesehatan Masyarakat (April)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mkm.v5i1.7976

Abstract

Contraceptive use is the best effort for birth control in a family regulation program. Long-Acting Contraceptive Methods (LACMs) is a contraceptive known to be successful because it provides guarantees from the risk of pregnancy in the long term. However, there is a stagnation in the birth rate because couples of childbearing age (PUS) using non-LACM often experience drops out; therefore, they need to be informed to use LACM. This research aimed to identify factors related to LACM use in the work area of the Noebeba Health Center. This research was quantitative with a cross-sectional design. This research was conducted in the work area of the Noebeba Health Center with a sample of 74 PUS using contraception. Based on the Chi-square test results, variables related to LACM use at the Noebeba Health Center were maternal age (p=0.005), mother's knowledge and husband's support (p=0.000). The variables that had no relationship were parity (p=0,336) and distance to family planning services (p=0.147). Primary health care (puskesmas) should increase promotive efforts by using informational media in language that PUS easily understands at each health integrated post (posyandu) to increase PUS' knowledge about LACM.
Factors Associated with the Incidence of Hypertension in the Productive Age (15-59 Years) in the Working Area of the Tarus Health Center. Leda Malo, Yulianty Febrina; Purnawan, Sigit; Ndoen, Honey Ivon
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 4 No 1 (2024): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v4i1.612

Abstract

Hipertensi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang merupakan faktor risiko utama yang mengarah kepada penyakit kardio vaskuler misalnya serangan jantung, gagal jantung,stroke dan penyakit ginjal. Tujuan di lakukan penelitian ini agar mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (15-59 Tahun) di Wilayah kerja Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan jenis obeservasional analitik dengan rancangan penelitian Case Control. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 148 sampel dengan perbandingan antara kelompok kasus dan kontrol yaitu 1:1. Sehingga jumlah sampel kasus sebanyak 74 dan jumlah sampel kontrol sebanyak 74 yang dipilih secara random dengan tingkat kemaknaan α= 0,05. Masing-masing variabel yang diteliti diuji dengan menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan variabel dengan kejadiaan hipertensi pada usia produktif (15-59 tahun). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara obesitas dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (p= 0,001), ada hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi kopi dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (p= 0,002) dan ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (p= 0,026). Simpulan: ada hubungan yang signifikan antara obesitas, kebiasaan mengkonsumsi kopi dan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada usia produktif (15-59 tahun).
Hubungan Sosial Budaya, Kelengkapan Imunisasi dan Faktor Social Ekonomi dengan Kejadian Stunting pada Balita 0-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Marliance Lewo Wolla; Pius Weramen; Sigit Purnawan
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i3.8554

Abstract

Stunting is a public health problem that impacts physical growth, cognitive development, and the quality of future human resources. Various factors are suspected to be associated with stunting, including socio-cultural factors, completeness of basic immunizations, and family socio-economic status. This study aims to analyze the relationship between socio-cultural factors, completeness of basic immunizations, and socio-economic status with stunting in toddlers aged 0–59 months in the Sikumana Community Health Center (Puskesmas) work area. This study used an observational analytical design with a case-control approach. The study sample consisted of 128 respondents, consisting of case and control groups. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test at a 95% confidence level (α=0.05). The results showed that most mothers had no dietary restrictions during pregnancy (77.3%), most toddlers received complete basic immunizations, and most families had sufficient income. Bivariate analysis showed no association between cultural dietary restrictions and stunting (p=0.833; OR=1.093). There was a significant association between completeness of basic immunizations and stunting (p<0.001; OR=0.121), with toddlers with incomplete immunizations having a greater risk of stunting. Furthermore, there was no significant association between family income and stunting (p=0.480; OR=0.779). This study concluded that completeness of basic immunizations was associated with stunting, while cultural dietary restrictions and family income were not associated with stunting in toddlers aged 0–59 months in the Sikumana Community Health Center (Puskesmas) work area. Increasing coverage of complete basic immunizations is necessary to continue to prevent stunting.
The Relationship of Self-Efficacy with the Quality of Life of Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialisis Marini Aprilia Ndun; Maria Magdalena Dwi Wahyuni; Sigit Purnawan; Kholid Rosyidi Muhammad Nur
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.3645

Abstract

Chronic Kidney Failure is a disease that occurs when the kidneys no longer function optimally in maintaining metabolism and fluid and electrolyte balance in the body due to damage to the kidney structure. CKD disease that is not managed properly can result in complications, therefore the form of support that can be given is to ensure that the patient's quality of life remains optimal, one of which is by increasing self-efficacy. This research is very important to carry out information to CKD patients undergoing hemodialysis that patients must be able to increase the patient's confidence or belief that with hemodialysis therapy the patient can maintain his life. A person's quality of life will improve when the patient begins to accept the disease he is suffering from and adheres to the treatment process. Research objectives: This study aims to determine the relationship between self-efficacy and the quality of life of CKD patients undergoing hemodialysis at RSUD Prof.Dr.W.Z. Johannes Kupang City in 2024. The type of research used is analytical observational, with a cross sectional research design. The total sample was 115 patients taken based on total sampling. The questionnaires used were the World Health Organization of Life-BREF (WHOQOL_BREF) and General Self Efficacy (GSE). Data from each variant carried out in the research, namely the self-efficacy variable and the quality of life variable, were tested using the Chi-square test. Research. From the results of data analysis on the self-efficacy variable and the quality of life variable, a p-value of 0.001 (p-0.005) was obtained, which means that Ha is accepted so it can be concluded that there is a significant relationship between the self-efficacy variable and the quality of life of CKD patients undergoing hemodialysis. at RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes Kupang City in 2024.
Gambaran Faktor Penyebab Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tenateke Sumba Barat Daya Tahun 2025 Klemens Nikander Dapa Ghuda; Yendris K. Syamruth; Sigit Purnawan; Imelda F.E. Manurung
KOLONI Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i2.1000

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium Tuberculosis, this bacteria usually attacks the lungs, but TB bacteria can also attack any part of the body such as the spine and brain. This study aims to describe the causes of pulmonary TB such as ventilation, floor type, temperature, humidity, residential density, contact history, ownership and location of livestock pens, and smoking habits. This type of research is descriptive research, namely a research method carried out with the main objective of creating a more objective picture of a situation with a cross-sectional approach. The sample in this study was selected using total sampling with a total sample of 34 pulmonary TB sufferers. Data were collected through interviews using questionnaires and observations of the physical condition of the sample houses and analysis was carried out univariately. The results showed that ventilation, floor type, temperature, humidity, contact history, ownership and location of livestock pens had a percentage above fifty percent that met health requirements, while for residential density and smoking habits had a percentage above fifty percent that did not meet health requirements. This study concluded that ventilation, floor type, temperature, humidity, contact history, ownership and location of livestock pens were in the good category, while residential density and smoking habits were in the bad category.
Co-Authors - Sri Prilmayanti Awaluddin, - Adu, Apris A. Afrona E. L. Takaeb Afrona EL. Takaeb Agus Setyobudi Akmardan Rupawani Yewang Alunpah, Marchelino Amelya Betsalonia Sir Amina A. Alipen Asa, Ansgaria Febriantika Bata, Sesilia Alfonsa Batukh, Herpri Astince Bell, Foni Dahat, Thomas Jenifirman Yohdis Deviarbi Sakke Tira Florentina Dhone Florentina Ule Hari Rarindo Helga Jilvera Nathalia Ndun Hendrika Octavia Nugraheni Kitu Hinga, Indriati A. Tedju Honey I. Ndoen Imelda F.E. Manurung Indah Haeru Nisa Indriati A.Tedju Hinga Indriati Andolita Tedju Hinga Ishak O. Terru Leo Jenau, Priska Lidia Julia C. Polly Kia, Anugerah Theodora Kitu, Hendrika Octavia Nugraheni Klemens Nikander Dapa Ghuda Kono, Maria Roswita Milla Kukun, Angelus Fransiskus Watan Leda Malo, Yulianty Febrina Ledoh, Kristiana Manurung, Imelda F. E Manurung, Imelda Februati Ester Maria M. Dwi Wahyuni Maria Margarini Leki Maring, Feby Nonia Ayunda Marini Aprilia Ndun Marliance Lewo Wolla Melania Oeleu Muhammad Nur, Kholid Rosyidi Muntasir, Muntasir Ndoen, Enjelita M. Ndoen, Honey Ndoen, Honey Ivon Ndun, Elistho Adrianus Ndun, Helga J.N. Nur, Marselinus Laga Olang, Eka Sukma Kumala Dewi Pascalita Nggalanai Tanggu Pius Weramen Riwu, Yuliana Radja Rofina Lidae Lokang Leu Sahdan, Mustakim Saka, Rosalia Dinda Putri Salmun, Johny A.R Selan, Yosina Sengadji, Rahmawati Marlia Seran, Gracia Claudia Skhana Marthinus Sanam Soleman Landi Succy Minarty Syahdan, Mustakim Syamruth, Yendris Krisno Tadeus A.L. Regaletha Tadi, Marce Yunersi Talahatu, Anna Henny Taopan, Sumardiana Tefa, Dhea Natalin Tuan, James Tunabenani, Maria Rosdiana Uy, Giovani Kristin Weraman, Pius YENDRIS K SYAMRUTH Yendris Krisno Syamruth Yessicha Helmina Delly Tanof Yusak, Cindy Putri