Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Limbah Ternak Sebagai Penghasil Bioenergi dan Pupuk Organik untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Desa Setiling, Batukliang Utara, Lombok Tengah Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi; Ni Made Wirastika Sari; Bambang Dipokusumo; Hayati; Nurtaji Wathoni; I Gusti Ngurah A. Asasandi; Moh. Irfandi; Lalu Dodi N. Lauda
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12791

Abstract

Pengelolaan limbah menjadi biogas dan pupuk organik merupakan salah satu aspek yang sangat krusial untuk dilakukan di Desa Setiling. Selain untuk mengatasi permasalahan tidak adanya pengelolaan sampah secara terpadu di desa yang memiliki agenda menjadi desa wisata, pengelolaan limbah ini juga dapat memberikan dampak ekonomi yang menguntungkan bagi masyarakat. Untuk menjadikan Setiling sebagai desa ekowisata berbasis edukasi, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat pemanfaatan limbah ternak dan sampah organik yang diolah menjadi sumber bioenergi (biogas) dan pupuk organik. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif dengan melibatkan masyarakat sasaran, yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Senamian Desa Setiling. Mereka akan dibantu oleh warga desa untuk membuat instalasi biogas untuk kepentingan kelompok memasak jamu. Pengadaan peralatan akan disediakan melalui pengabdian ini sebagai pilot percontohan bagi rumah tangga di desa. Instalasi ini merupakan inovasi yang dikonsultasikan dengan peneliti biogas Universitas Mataram dan juga dari Yayasan Rumah Energi. Sisa fermentasi biogas akan dikeluarkan dan ditampung untuk dijadikan pupuk bagi usaha tani KWT tersebut. Sisanya akan dijual. Output dari kegiatan ini adalah instalasi biogas yang lebih murah, pupuk organik yang bisa dimanfaatkan oleh kelompok tani dan juga dijual, dan publikasi ilmiah.
Challenges and Opportunities for North Lombok Robusta Coffee Zainuri, Zainuri; Sjah, Taslim; Budastra, I Ketut; Dipokusumo, Bambang; Iqlimawati, Iqlimawati
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/g7brmj38

Abstract

Robusta coffee is an important agricultural commodity in North Lombok Regency, Indonesia, contributing to rural livelihoods and regional economic development. However, the performance of the Robusta coffee agribusiness remains constrained by various external challenges while simultaneously presenting emerging opportunities. This study aims to identify and analyze the key challenges and opportunities affecting the development of Robusta coffee in North Lombok, and proposes strategies for expanding market for North Lombok Robusta coffee. The results show that the main challenges identified include fluctuating coffee prices, the low bargaining position of farmers and processors, inconsistent coffee bean quality, and limited access to subsidized fertilizers. Conversely, significant opportunities arise from increasing domestic and global demand for coffee, availability of government support programs, the potential for value-added coffee processing, and improved access to market and technical information. The findings indicate that opportunity-driven strategies, particularly those related to value addition, quality improvement, sustainable input management, and information utilization, can mitigate existing challenges and enhance the competitiveness and sustainability of the Robusta coffee agribusiness in North Lombok. The study provides policy-relevant insights for stakeholders involved in regional coffee development, by outlining concrete intervention areas, such as productivity enhancement, quality improvement, institutional strengthening, and market access expansion, to support value chain upgrading and sustainable Robusta coffee development in North Lombok. The novelty of this study lies in its integration of regency-level analysis of Robusta coffee in North Lombok and reconceptualizes Robusta from a low-value commodity into high-value one through expanding markets with differentiated emerging specialty and sustainable products.
Pelatihan Pengolahan Gurita Menjadi SAGU (Sambal Gurita) di Desa Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur Thoy Batun Citra Rahmadani; Mulyani, Laily Fitriani; Dipokusumo, Bambang
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.734

Abstract

Kelompok nelayan yang termasuk dalam Pokmaswas Tanjung Menangis merupakan salah satu kelompok yang berada di Pantai Ketapang, Desa Pringgabaya, Lombok Timur. Salah satu hasil tangkapan mereka adalah gurita. Gurita merupakan hewan cephalopoda yang cukup melimpah di Perairan Ketapang, Lombok Timur. Selama ini kelompok masyarakat hanya mengandalkan pendapatan dari hasil tangkapan di alam, sehingga ketika terjadi cuaca buruk maka nelayan tidak memiliki penghasilan. Oleh sebab itu program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan diversifikasi produk dari gurita menjadi sambal gurita. Olahan sambal sudah sangat popular di Indonesia, namun sambal yang terbuat dari gurita masih sangat jarang ditemukan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu survei lokasi, persiapan alat dan bahan, diskusi, praktik pembuatan sambal gurita dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki keinginan untuk meneruskan kegiatan pembuatan sambal dan menjadikan sumber pendapatan. Dari segi hasil olahan, sambal yang diolah memiliki warna merah cerah dan rasa yang sesuai dengan selera masyarakat. Selanjutnya, dari hasil evaluasi terlihat bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pemahaman pengolahan gurita menjadi sambal gurita dari 20% di tahap awal dan setelah pelatihan menjadi 90%.