Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan karakteristik dengan kepuasan pasien jaminan kesehatan nasional non penerima bantuan iuran Nasira, Azmi Zahran; Korompis, Grace Ester Caroline; Kolibu, Febi Kornela
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.2037

Abstract

Background: Hospitals play a crucial role as providers of advanced healthcare services within the National Health Insurance system and are required to provide quality and safe services to enhance patient satisfaction, particularly for non-contributory recipients who contribute directly through premium payments. Patient satisfaction is an evaluative response to service quality influenced by characteristics such as age, gender, education, and occupation. Purpose: To analyze the relationship between characteristics and satisfaction among non-contributory National Health Insurance recipients. Method: This quantitative study used an analytical survey design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 106 respondents from non-contributory National Health Insurance recipients at Type B Regional General Hospitals in North Sulawesi Province. The relationship between variables was analyzed using the Chi-Square statistical test. However, for the variables of age and occupation, an alternative Fisher's Exact Test was used because the expected number of patients was less than 5. Results: This study showed that 58.5% of non-contributory National Health Insurance patients expressed satisfaction with the services they received. No statistically significant associations were found between age (p=0.737), gender (p=0.275), education level (p=0.341), or occupation (p=0.598) and patient satisfaction. Patient satisfaction levels tended to be evenly distributed across all characteristics, suggesting that consistent service quality, effective communication, staff friendliness, and speed of service played a greater role in shaping satisfaction than sociodemographic factors. Conclusion: There was no significant association between the patient characteristics studied and the satisfaction of National Health Insurance patients who were not premium recipients. Suggestion: Future researchers can use mixed-methods research to gain more in-depth insight into the experiences and subjective reasons behind patient satisfaction.   Keywords: National Health Insurance; Non-Contributory; Patient Characteristics; Patient Satisfaction.   Pendahuluan: Rumah sakit memegang peran penting sebagai penyedia layanan kesehatan lanjutan dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan diwajibkan memberikan pelayanan bermutu serta aman guna meningkatkan kepuasan pasien, terutama bagi peserta Non Penerima Bantuan Iuran (Non-PBI) yang berkontribusi langsung melalui pembayaran iuran. Kepuasan pasien merupakan respons evaluatif terhadap kualitas pelayanan yang dipengaruhi oleh karakteristik seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan karakteristik dengan kepuasan pasien jaminan kesehatan nasional non penerima bantuan iuran. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 106 responden pasien JKN Non-PBI di RSUD Tipe B Provinsi Sulawesi Utara. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Namun, untuk variabel usia dan pekerjaan digunakan uji alternatif Fisher’s Exact Test karena adanya nilai harapan (expected count) kurang dari 5. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian pasien JKN Non-PBI, yaitu sebesar 58.5% menyatakan puas terhadap pelayanan yang diterima. Secara statistik, tidak ditemukan hubungan signifikan antara usia (p=0.737), jenis kelamin (p=0.275), tingkat pendidikan (p=0.341), maupun pekerjaan (p=0.598) dengan kepuasan pasien. Tingkat kepuasan pasien cendrung merata pada seluruh karakteristik, menunjukkan mutu pelayanan yang konsisten, komunikasi efektif, keramahan petugas, dan kecepatan pelayanan lebih berperan untuk membentuk kepuasan dibandingkan faktor sosiodemografis. Simpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien yang diteliti dengan kepuasan pasien JKN Non-PBI. Saran: Peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode penelitian mixed method agar dapat menggali informasi secara lebih mendalam mengenai pengalaman dan alasan subjektif di balik kepuasan pasien.   Kata Kunci: Jaminan Kesehatan Nasional; Karakteristik Pasien; Kepuasan Pasien; Non Penerima Bantuan Iuran.
Hubungan Antara Persepsi Mutu Jasa Pelayanan Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kawangkoan Kabupaten Minahasa Malintoi, Christiano; Kolibu, Febi; Tucunan, Ardiansa
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/v4czj779

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas sistem layanan di tingkat primer, karena persepsi pasien terhadap mutu pelayanan sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi mutu jasa pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Kawangkoan, Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain cross-sectional, menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik purposive sampling terhadap 106 pasien rawat jalan yang memenuhi Kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dikembangkan berdasarkan lima dimensi SERVQUAL: bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Rank untuk melihat hubungan antara persepsi mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai mutu pelayanan dalam kategori baik (75,5%) dan menyatakan sangat puas terhadap pelayanan yang diterima (76,4%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi mutu pelayanan dan tingkat kepuasan pasien (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin positif persepsi pasien terhadap mutu pelayanan yang diberikan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang dirasakan. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan mutu pelayanan berbasis kebutuhan pasien, yang dapat diimplementasikan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, fasilitas, serta komunikasi interpersonal di Puskesmas. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tingkat pertama dan mendorong pencapaian derajat kesehatan yang optimal.
Co-Authors A M J Rattu Adam, Hilman Adan, Hilman Adisti A. Rumayar Adisti A. Rumayar, Adisti A. Akili, Rahayu Hasan Amisi, Windy G. Angelina Gloria Umboh Apdalah H. Saranaung Apdalah Hermansa Saranaung Apricillia Veronika Paulin Damopoli Ardiansa A. T Tucunan Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Arhwinda Pusparahaju Asep Rahman Asih Tri Rachmi Asih Tri Rachmi Asnawi, Rawia Asriffudin, Afnal Aurelia C. Wulandari B H. R. Kairupan Bagania, Wiwin A. Bellinda B. I. Kawatu Budi T. Ratag Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi Demar, Angellina I. Doda, Diana V.D. Entjaurau, Reviyanti Eveline Josik Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Franckie Rudolf R Maramis Frencelia, Derek Y Gabriel, Rantung Natalia Gloria M. Lapong Gloria Melisa Lapong Gobel, Sri Radhawati Goni, David D. Grace Debbie Kandou Grace E. C. Korompis Grace E. C. Korompis Grace Esther Carolina Korompis Grace Korompis Hawila Jessica Tampubolon Hilman Adam Jane M. Pangemana, Jane M. Janny S. Solihin Kadi, Nurhaliza Kairupan, Bernabas. H. R. Kairupan, Sharon Serina Kairupan, Yehezkiel Karen Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaseger, Meylita S. M. Kawatu, Paul A.T Khoirurrizza, Mohammad Korompis, Grace Ester Caroline Korompis, Grace Esther Kountul, Yoga P. D. Lahiwu, Renaldy J.C. Lalintia, Friskyla S. Lasarus, Loritma Liong, Cecilia Meysin Liviani Meysi Arina Lohige, Windy Maddusa, Sri Seprianto Maino, Irny Makaenas, Veronica Julia Makatempuge, Jennifer Filipi Malinda Janet Watania, Malinda Janet Malintoi, Christiano Mamahit, Filia Sisilia Mamonto, Sutria Manoppo, Jeanette Irene C H Maramis, F .R.Raymond Maramis, Franckie R R Maramis, Franckie R.R. Mentang, Jelly Juliany Misah, Jesicca Cestly Herity Mokalu, Jounetha A.W Mongdong, Stinky Renaldo Mongdong, Winda E E Mundung, Cyntia A. Muntiaha, Christania R. Najoan, Gabriella Windy Nandar, Stenly T. Nasira, Azmi Zahran Nelwan, Jeini E Nibong, Clara Rosalia Oksfriani Jufri Sumampouw Pantow, Dewi Christie Patoding, Putri Cicilia Lusinthania Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Prastowo, Prully Diana Puasa, Djunita D.A Punuh, Maureen I Pusungunaung, Sriwahyuni W. Rana, Stephany Rattu, A. J.M. Rhegina Gloria Tulenan Rianna J Sumampouw Ribka L. Wowor, Ribka L. Rio, Ivana Bella Putri Rivaldy Ringkuangan Rompas, Pujiati K.D. Rorimpandey, Aldio Jum Agung Rosang, Merkuri C. D. Rumayar, Adisty A. Rumpa, Finy J. A. Runtuwene, Kurviasni S. Sahae, Etlinda Sahala, Indra Salawangi, Glady Endayani Salensehe, Zardvita Octavia Seguh, Finsensius Solihin, Janny Septian Sondakh, Yunissia Jibriel Sorongan, Meytha J. Suak, Meilindah C.C Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumampow, Rine Debora Jhona Sumenda, Cristi N. Suoth, Lery F. Takaendengan, Nolita S. Tamba, Violita Josevina Tatong Hariyanto Tewal, Florencia Betris Tewal, Florensia Tinamonga, Zein Toliaso, Cynthia Sisilia Tucunan, Ardainsyah C Tulangow, Ralfi R. Tumurang, Marjes N. Unso, Melkifo Rafles Warouw, Claudya Nathasya Wibisono, Gloria N. Windy Lohige Winokan, Stevani Rosalia Woodford B. S. Joseph Wurangian, Prisilia K. Yacob, Desriana M.L Yewen, Maria Rosita