Claim Missing Document
Check
Articles

Training Of Posbindu Cadres In early detection Of Non Communicable Disease: Training Of Posbindu Cadres In Early Detection Of Non Communicable Disease Kolibu, Febi Kornela; Maino, Irny; Tewal, Florensia; Asriffudin, Afnal
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 3 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i3.58492

Abstract

Indonesia is experiencing problems in the health sector, including increasing cases of non-communicable diseases. Non-communicable diseases occur due to various risk factors, such as smoking habits, drinking alcohol, rarely eating fruit and vegetables, rarely doing physical activity, consuming excess sugar and salt. The Indonesian government has launched the Integrated Development Post (Posbindu) program for non-communicable diseases as a concrete form of controlling non-communicable diseases. The Tempok Selatan Village Government has established Posbindu but in its implementation it has not been actively implemented, cadres only carry out posyandu for the elderly. The aim of implementing the activity is to provide training for Posbindu cadres to increase the knowledge and activeness of Posbindu cadres in implementing Posbindu and detecting non-communicable diseases. The method of implementing activities is by providing material, practice, discussion, pre-test and post-test. The results of activities for Cadre knowledge during the pre-test were in the good category, only 50% and after the pre-test it increased to 100%. In the skills of carrying out examinations, measurements and counseling there is an increase in skills. In conclusion, there was an increase in cadres' knowledge and skills after  training. ABSTRAK Indonesia mengalami permasalahan dalam bidang kesehatan diantaranya peningkatan kasus penyakit tidak menular. Penyakit tidak menular terjadi   akibat   berbagai   faktor risiko,  seperti kebiasaan merokok, kebiasaan minum alkohol, jarang makan buah dan sayur, jarang   melakukan   aktivitas   fisik,   konsumsi gula   dan   garam   berlebih. Pemerintah Indonesia telah mencanangkan  program Pos  Binaan  Terpadu (Posbindu) penyakit tidak menular sebagai  wujud nyata  bentuk pengendalian penyakit tidak menular. Pemerintah Desa Tempok Selatan telah membentuk Posbindu tapi dalam pelaksanaannya belum aktif dilaksanakan, kader hanya melaksanakan posyandu Lanjut usia. Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah memberikan pelatihan bagi kader Posbindu untuk meningkatkan pengetahuan dan keaktifan Kader Posbindu dalam melaksanakan Posbindu dan mendeteksi penyakit tidak menular. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan memberikan materi, Praktek, diskusi, pre test dan post test. Hasil kegiatan untuk pengetahuan Kader pada saat pre test kategori baik hanya 50% dan sesudah pre meningkat menjadi 100%. Dalam ketrampilan melakukan pemeriksaan, pengukuran dan konseling terdapat peningkatan ketrampilan. Kesimpulan, terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan Kader setelah mendapatkan pelatihan.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO Misah, Jesicca Cestly Herity; Kolibu, Febi K.; Korompis, Grace E. C.
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i2.11926

Abstract

Kualitas pelayanan administrasi merupakan salah satu kriteria yang membuat pasien ingin kembali pada institusi yang menyediakan pelayanan kesehatan. Tingkat kepuasan pasien dapat didefinisikan sebagai selisih antara harapan dengan kenyataan yang diterima saat mendapatkan pelayanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan administrasi dengan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei analitik dan menggunakan pendekatan studi potong lintang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2025 yang bertempat di Puskesmas Bahu Kota Manado. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari sejumlah pasien instalasi rawat jalan yang tidak diketahu jumlahnya dan yang telah memperoleh layanan administrasi. Sampel penelitian sebanyak 100 responden dengan metode pegambilan sampel secara tidak disengaja. Analisis data secara bivariat dengan menggunakan uji statistik Exact Fisher Test pada tingkat kemaknaan 95% (a=0,05). Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0.001 (p value<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini terdapat hubungan antara kualitas pelayanan administrasi dengan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Bahu Kota Manado.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MODOINDING Mamahit, Filia Sisilia; Mandagi, Chreisye K. F; Kolibu, Febi K.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43870

Abstract

Imunisasi dasar lengkap penting untuk diberikan agar tubuh membentuk kekebalan dan terhindar dari penyakit menular karena. Indonesia diperkirakan setiap tahun terjadi 5% (1,7 juta) kematian pada anak balita akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).  Pengetahuan merupakan faktor predisposisi yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kelengkapan imunisasi dasar balita di Wilayah Kerja Puskesmas Modoinding. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional study.  Waktu penelitian dilakukan pada bulan Desember 2024- Febuari 2025. Dengan populasi 173 ibu yang memiliki balita berusia 12-24 bulan per bulan Deseber 2024 yang berdomisili di Wilayah kerja Puskesmas Modoinding. Sampel didapati sebanyak 62 responden dengan menggunakan rumus Lemeshow. Dalam penelitian ini didapati mayoritas ibu berpengetahuan baik dengan presentase 88,7% dan yang memiliki pengetahuan cukup 11,3%. Kelelengkapan imunisasi dasar mayoritas responden memiliki anak dengan status imunisasi dasar lengkap dengan presentase 90,3% dan tidak lengkap 9,7%. Hasil penelitian dengan uji chi square ditemukan adanya hubungan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kelengkapan imunisasi dasar balita di wilayah kerja puskesmas Modoinding (p = 0.001). Lewat penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan atau kader posyandu dapat lebih meningkatkan pemberian informasi serta edukasi kepada ibu terkait imunisasi dasar anak.
Faktor-Faktor Hygiene dan Motivator: Pengaruhnya terhadap Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit Baptis Batu Kolibu, Febi Kornela; Rachmi, Asih Tri
Jurnal Aplikasi Manajemen Vol. 12 No. 4 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

The aims of this study is to identify the factors that affect nurses'job satisfaction at Rumah Sakit Baptis Batu (RSBB). This analysis used analytical descriptive method with cross sectional approach. Respondents are all of the nurses who are working in RSBB, sixty seven persons in total. Multiple linear regression test showed that, simultaneously, hygiene and motivator factors have significant effect on the job satisfaction with a significance value of 0.000. Partially, motivator factors constitute influential variable that affecting the job satisfaction with a significant value of 0.001 and dominant variable of the job satisfaction with a beta value of 0.620.
KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PADA PENGUNJUNG KLUB MALAM X DI KOTA MANADO Adam, Hilman; Puasa, Djunita D.A; Kolibu, Febi K.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.44696

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan waktu untuk mencari jati diri dan rentan terhadap pengaruh teman sebaya. Konformitas terhadap teman sebaya dapat memengaruhi keputusan remaja dalam berperilaku seksual, termasuk dalam lingkungan klub malam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konformitas teman sebaya terhadap perilaku seksual pada pengunjung Klub Malam X di Kota Manado. Metode: Studi kuantitatif menggunakan metode pengukuran analitik dalam pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pengunjung klub malam x, dengan sampel sebanyak 60 yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi dengan menggunakan teknik snowball sampling. Dalam penelitian ini, perilaku seksual merupakan variabel dependen, sedangkan variabel independennya adalah konformitas teman sebaya. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dan mendeskripsikan hasilnya. Hasil: Pengunjung klub malam x sebagian besar memiliki konformitas teman sebaya cukup dengan jumlah 51 responden (85%), sebanyak 37 responden (61,7%) memiliki perilaku seksual tidak beresiko. Kesimpulan: Di klub malam x kota manado tidak ada pengaruh yang signifikan antara konformitas teman sebaya dan perilaku seksual.
GAMBARAN MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI PUSKESMAS RANOTANA WERU Rio, Ivana Bella Putri; Rumayar, Adisti A.; Kolibu, Febi K.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48551

Abstract

Pelayanan kesehatan rawat jalan mengacu pada kualitas layanan yang diberikan kepada pasien tanpa perlu menjalani perawatan inap. Dalam hal ini, Puskesmas yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat mengevaluasi tingkat kepuasan pasien menggunakan metode SERVQUAL (service quality), yang mencakup lima aspek utama, yaitu: tampilan fisik (tangible), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai mutu pelayanan kesehatan rawat jalan bagi peserta JKN di Puskesmas Ranotana Weru. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survei deskriptif, dan dilakukan pada April hingga Juni 2025. Responden dalam penelitian ini adalah 92 orang peserta JKN yang menggunakan layanan rawat jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap kelima dimensi mutu pelayanan. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya persentase jawaban “setuju” dan “sangat setuju” dibandingkan “tidak setuju” dan “sangat tidak setuju” dalam setiap pernyataan yang diajukan. Dimensi bukti fisik: Pernyataan terkait kebersihan dan kenyamanan gedung serta ruang pelayanan puskesmas paling banyak dipilih dengan responden “setuju” sebanyak 73 orang (79,3%), sementara hanya 9 responden (9,8%) yang menyatakan “tidak setuju” terkait kebersihan halaman puskesmas. Dimensi keandalan: Mayoritas memilih “setuju” terhadap pernyataan bahwa petugas kasir melayani dengan cepat, baik, dan ramah, yaitu sebanyak 72 responden (78,3%). Dimensi daya tanggap: Sebanyak 75 responden (81,5%) menyatakan “setuju” bahwa petugas apotek memberikan penjelasan obat secara jelas dan mudah dipahami. Dimensi jaminan: Pernyataan bahwa petugas memberikan layanan dengan baik dan memperhatikan keamanan pasien disetujui oleh 70 responden (76,1%). Dimensi empati: Sebanyak 70 responden (76,1%) juga menyatakan setuju bahwa mereka merasa aman dan percaya terhadap tindakan medis yang diterima. Kesimpulan secara keseluruhan, mutu pelayanan kesehatan rawat jalan di Puskesmas Ranotana Weru untuk peserta JKN berada pada kategori baik. Penilaian positif yang diberikan oleh sebagian besar responden pada semua dimensi menunjukkan bahwa pelayanan yang diterima telah memenuhi harapan pasien.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA PESERTA DIDIK DI SMP N 8 MANADO Patoding, Putri Cicilia Lusinthania; Kolibu, Febi Kornela; Kairupan, Bernabas. H. R.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49043

Abstract

Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sangat penting dimiliki oleh remaja sejak mereka mulai memasuki masa pubertas. Namun, di Indonesia, pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pendidikan, seperti melalui kegiatan penyuluhan, untuk mencegah berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Pada Peserta Didik Di SMP Negeri 8 Manado. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan Full Eksperimen Design. Sebanyak 86 sampel diambil secara Porportionarte random sampling dengan variasi Propotional Stratified Random Sampling dari masing-masing siswa kelas VII dan kelas VIII. Peserta didik diberi kuesioner pretest dilanjutkan dengan penyuluhan, dan diberi kuesioner posttest dan untuk Kelompok Kontrol diberikan Kuesioner Pretest dan dilanjutkan dengan kuesioner Posttest. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji Wilcoxon Signed rank test. Hasil Penelitian yang didapatkan berdasarkan analisis univariat yaitu sebagian besar responden berusia 13 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (62,8%). Tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja sebelum diberikan perlakuan pretest dengan kategori baik (56,8%) dan setelah diberikan perlakuan (90,9%). Analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan Kesehatan Reproduksi P value= 0,000 (<0,05). Kesimpulan Diharapkan kepada sekolah dan puskemas setempat dalam bekerjasama dalam memberikan pengajaran dan Pendidikan kesehatan mengenai Kesehatan reproduksi bagi remaja agar pengetahun mereka mengenai Kesehatan reproduksi bisa lebih baik.
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KESEHATAN MENTAL PESERTA DIDIK SMK NEGERI 1 SONDER Winokan, Stevani Rosalia; Rahman, Asep; Kolibu, Febi Kornela
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49717

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting yang sering diabaikan, terutama pada remaja yang berada dalam masa pencarian jati diri. Salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan mental remaja adalah media sosial, yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Seiring dengan perkembangan teknologi, media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, memberi kemudahan dalam komunikasi dan akses informasi, namun juga berpotensi menimbulkan tekanan sosial, kecemasan, dan rendah diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan kesehatan mental siswa SMK Negeri 1 Sonder. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain survei analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional, melibatkan total populasi 192 siswa. Variabel penelitian meliputi penggunaan media sosial dan kesehatan mental, dianalisis melalui uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,5% (168 siswa) sering menggunakan media sosial, dengan status kesehatan mental 55,7% (107 siswa) dalam kategori buruk dan 44,3% (85 siswa) dalam kategori baik. Uji Chi Square menghasilkan nilai ρ = 0,024 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental siswa. Kesimpulannya, penggunaan media sosial berhubungan dengan kondisi kesehatan mental siswa, sehingga diperlukan peran sekolah, orang tua, dan siswa dalam mengelolanya secara bijak melalui edukasi digital, pembatasan waktu, dan layanan konseling.
GAMBARAN TINGKAT LITERASI KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA PESERTA DIDIK DI SMA N 9 BINSUS MANADO Makaenas, Veronica Julia; Rahman, Asep; Kolibu, Febi K.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27940

Abstract

Literasi kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem kesehatan, maka peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat juga melalui literasi kesehatan karena individu yang memiliki pengetahuan kesehatan yang memadai berdampak positif bisa terhindar dari sakit maupun kematian. Pengetahuan dan informasi tentang kesehatan reproduksi yang kurang akan menimbulkan masalah seperti kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), aborsi, perkawinan dan pernikahan dini, infeksi menular seksusual atau penyakit menular seksual dan HIV/AIDS. Literasi kesehatan reproduksi merupakan hal yang penting karena berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengakses, memahami, menganalisis, dan menerapkan informasi dalam kehidupan sehari-hari.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat literasi kesehatan peserta didik di SMA Negeri 9 Binsus Manado. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik simple random sampling. Sampel meliputi kelas X dan XI yang berjumlah 90 peserta didik. Instrumen yang digunakan yaitu Kuesioner Literasi Kesehatan Reproduksi dengan jumlah 33 pertanyaan. Analisis yang digunakan yaitu univariat. Tingkat literasi kesehatan reproduksi dikategorikan menjadi tidak memadai, bermasalah, cukup, dan sempurna. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka hasil yang didapatkan persentase tingkat literasi kesehatan reproduksi berdasarkan dimensi yaitu Bermasalah pada dimensi menerapkan informasi 52,2%. Adapun pada dimensi mengakses yaitu cukup 55,6%, dimensi memahami kategori cukup 65,6%, dan dimensi menganalisis kategori cukup 58,9%. 
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTOBANGON Makatempuge, Jennifer Filipi; Adam, Hilman; Kolibu, Febi K.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50513

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan pemberian ASI kepada bayi yang dimulai sejak lahir hingga usia 6 bulan tanpa menambahkan makanan atau minuman lain, yang direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF karena mengandung nutrisi optimal dan antibodi untuk melindungi bayi. Meskipun cakupan ASI eksklusif di Indonesia menunjukkan peningkatan dari 52% pada tahun 2017 menjadi 68% pada tahun 2023, angka di Puskesmas Kotobangon masih rendah, yakni 36,07% pada Juni 2024, belum mencapai target nasional sebesar 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kotobangon. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 80 ibu yang memiliki bayi berusia 6–12 bulan, dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang berkaitan dengan karakteristik responden, pengetahuan, serta praktik pemberian ASI eksklusif, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 17–25 tahun sebanyak (50%), berpendidikan SMA (46,3%), dan bekerja sebagai (Ibu Rumah Tangga) IRT (58,8%). Sebanyak 51,2% responden memiliki pengetahuan baik dan 48,8% cukup, tanpa ada yang berpengetahuan kurang. Pemberian ASI eksklusif dilakukan oleh 80% responden, sesuai target nasional. Namun, uji chi-square menghasilkan p-value = 0,314 (p > 0,05) sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan ibu tidak menjadi faktor penentu tunggal dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, melainkan dipengaruhi juga oleh dukungan keluarga, kondisi kesehatan, serta faktor sosial budaya.
Co-Authors A M J Rattu Adam, Hilman Adan, Hilman Adisti A. Rumayar Adisti A. Rumayar, Adisti A. Akili, Rahayu Hasan Amisi, Windy G. Angelina Gloria Umboh Apdalah H. Saranaung Apdalah Hermansa Saranaung Apricillia Veronika Paulin Damopoli Ardiansa A. T Tucunan Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Arhwinda Pusparahaju Asep Rahman Asih Tri Rachmi Asih Tri Rachmi Asnawi, Rawia Asriffudin, Afnal Aurelia C. Wulandari B H. R. Kairupan Bagania, Wiwin A. Bellinda B. I. Kawatu Budi T. Ratag Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi Demar, Angellina I. Doda, Diana V.D. Entjaurau, Reviyanti Eveline Josik Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Franckie Rudolf R Maramis Frencelia, Derek Y Gabriel, Rantung Natalia Gloria M. Lapong Gloria Melisa Lapong Gobel, Sri Radhawati Goni, David D. Grace Debbie Kandou Grace E. C. Korompis Grace E. C. Korompis Grace Esther Carolina Korompis Grace Korompis Hawila Jessica Tampubolon Hilman Adam Jane M. Pangemana, Jane M. Janny S. Solihin Kadi, Nurhaliza Kairupan, Bernabas. H. R. Kairupan, Sharon Serina Kairupan, Yehezkiel Karen Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaseger, Meylita S. M. Kawatu, Paul A.T Khoirurrizza, Mohammad Korompis, Grace Ester Caroline Korompis, Grace Esther Kountul, Yoga P. D. Lahiwu, Renaldy J.C. Lalintia, Friskyla S. Lasarus, Loritma Liong, Cecilia Meysin Liviani Meysi Arina Lohige, Windy Maddusa, Sri Seprianto Maino, Irny Makaenas, Veronica Julia Makatempuge, Jennifer Filipi Malinda Janet Watania, Malinda Janet Malintoi, Christiano Mamahit, Filia Sisilia Mamonto, Sutria Manoppo, Jeanette Irene C H Maramis, F .R.Raymond Maramis, Franckie R R Maramis, Franckie R.R. Mentang, Jelly Juliany Misah, Jesicca Cestly Herity Mokalu, Jounetha A.W Mongdong, Stinky Renaldo Mongdong, Winda E E Mundung, Cyntia A. Muntiaha, Christania R. Najoan, Gabriella Windy Nandar, Stenly T. Nasira, Azmi Zahran Nelwan, Jeini E Nibong, Clara Rosalia Oksfriani Jufri Sumampouw Pantow, Dewi Christie Patoding, Putri Cicilia Lusinthania Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Prastowo, Prully Diana Puasa, Djunita D.A Punuh, Maureen I Pusungunaung, Sriwahyuni W. Rana, Stephany Rattu, A. J.M. Rhegina Gloria Tulenan Rianna J Sumampouw Ribka L. Wowor, Ribka L. Rio, Ivana Bella Putri Rivaldy Ringkuangan Rompas, Pujiati K.D. Rorimpandey, Aldio Jum Agung Rosang, Merkuri C. D. Rumayar, Adisty A. Rumpa, Finy J. A. Runtuwene, Kurviasni S. Sahae, Etlinda Sahala, Indra Salawangi, Glady Endayani Salensehe, Zardvita Octavia Seguh, Finsensius Solihin, Janny Septian Sondakh, Yunissia Jibriel Sorongan, Meytha J. Suak, Meilindah C.C Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumampow, Rine Debora Jhona Sumenda, Cristi N. Suoth, Lery F. Takaendengan, Nolita S. Tamba, Violita Josevina Tatong Hariyanto Tewal, Florencia Betris Tewal, Florensia Tinamonga, Zein Toliaso, Cynthia Sisilia Tucunan, Ardainsyah C Tulangow, Ralfi R. Tumurang, Marjes N. Unso, Melkifo Rafles Warouw, Claudya Nathasya Wibisono, Gloria N. Windy Lohige Winokan, Stevani Rosalia Woodford B. S. Joseph Wurangian, Prisilia K. Yacob, Desriana M.L Yewen, Maria Rosita