Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DAN PERAN KADER KESEHATAN DENGAN PARTISIPASI IBU DALAM KEGIATAN POSYANDU DI DESA TOUNDANOUW KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Akay, Meiliv Melinda; Maino, Irny E.; Adam, Hilman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.44139

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu atau posyandu adalah suatu kegiatan kesehatan berbasis komunitas yang diselenggarakan oleh, dari, dan untuk masyarakat, dengan maksud meningkatkan kemandirian dan memfasilitasi pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan balita. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahuai hubungan antara pengetahuan ibu dan peran kader kesehatan dengan partisipasi ibu dalam kegiatan posyandu di Desa Toundanouw Kabupaten Minahasa Tenggara. Desain studi yang digunakam adalah pendekatan kuantitatif melalui desain studi cross sectional. Sampel terdiri atas 53 ibu memiliki balita serta sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pengetahuan dengan partisipasi ibu dalam kegiatan posyandu di Desa Toundanouw Kabupaten Minahasa Tenggara memiliki hubungan dengan uji chi square yaitu p= 0,001 α < = 0,05, dan peran kader kesehatan dengan partisipasi ibu dalam kegiatan posyandu di Desa Toundanouw Kabupaten Minahasa Tenggara memiliki hubungan didapati uji chi square P = 0,014 α < = 0,05.
KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PADA PENGUNJUNG KLUB MALAM X DI KOTA MANADO Adam, Hilman; Puasa, Djunita D.A; Kolibu, Febi K.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.44696

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan waktu untuk mencari jati diri dan rentan terhadap pengaruh teman sebaya. Konformitas terhadap teman sebaya dapat memengaruhi keputusan remaja dalam berperilaku seksual, termasuk dalam lingkungan klub malam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konformitas teman sebaya terhadap perilaku seksual pada pengunjung Klub Malam X di Kota Manado. Metode: Studi kuantitatif menggunakan metode pengukuran analitik dalam pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pengunjung klub malam x, dengan sampel sebanyak 60 yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi dengan menggunakan teknik snowball sampling. Dalam penelitian ini, perilaku seksual merupakan variabel dependen, sedangkan variabel independennya adalah konformitas teman sebaya. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dan mendeskripsikan hasilnya. Hasil: Pengunjung klub malam x sebagian besar memiliki konformitas teman sebaya cukup dengan jumlah 51 responden (85%), sebanyak 37 responden (61,7%) memiliki perilaku seksual tidak beresiko. Kesimpulan: Di klub malam x kota manado tidak ada pengaruh yang signifikan antara konformitas teman sebaya dan perilaku seksual.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG BAHAYA SEKS PRA NIKAH PADA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 KAWANGKOAN Jusuf, Nurlela; Adam, Hilman; Maino, Irny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48539

Abstract

Perilaku seksual berisiko tidak hanya menimbulkan dampak serius pada kesehatan fisik seperti infeksi menular seksual (IMS) dan kehamilan yang tidak diinginkan, tetapi juga memberikan efek psikologis dan sosial yang signifikan, seperti gangguan kesehatan mental dan stigma sosial. Rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi tingginya angka perilaku seksual berisiko di kalangan remaja. Peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk mencegah perilaku seksual berisiko di kalangan remaja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap tentang bahaya seks pra nikah pada peserta didik SMA Negeri 1 Kawangkoan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2025. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 564 peserta didik Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar peserta didik yaitu sebanyak 48 (8,5%)pengetahuan yang kurang baik mengenai seks pra nikah. Sebagian besar peserta didik memiliki sikap kurang baik terkait seks pra nikah yaitu sebanyak 539 (96,6%) dan 25 (4,4%) peserta didik memiliki sikap yang cukup.
GAMBARAN PENERAPAN (PHBS) PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA TOLOK KECAMATAN TOMPASO Onibala, Nathalia; Adam, Hilman; Wowor, Ribka E.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48637

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya promotif dan preventif dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kebiasaan sehat. Di tingkat rumah tangga, PHBS menjadi indikator penting dalam menilai kesadaran dan tindakan kesehatan individu dan keluarga. Desa Tolok, yang terletak di Kecamatan Tompaso, menunjukkan tantangan dalam penerapan PHBS meskipun memiliki akses terhadap layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan PHBS pada tatanan rumah tangga di Desa Tolok. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan jumlah populasi sebanyak 205 rumah tangga dan jumlah responden sebanyak 186 rumah tangga. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis secara univariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga telah menerapkan PHBS dengan cukup baik. Indikator seperti penggunaan air bersih, cuci tangan pakai sabun, dan pemanfaatan jamban sehat berada di atas 99%, sedangkan indikator yang masih memerlukan perhatian adalah kebiasaan merokok di dalam rumah (masih dilakukan oleh 52,2% responden). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan PHBS di Desa Tolok tergolong tinggi pada sebagian besar indikator, namun edukasi dan pendampingan lebih lanjut tetap diperlukan untuk meningkatkan kualitas perilaku hidup sehat, khususnya dalam aspek merokok dan aktivitas fisik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan program intervensi kesehatan berbasis masyarakat.
IMPLEMENTASI STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI UPTD PUSKESMAS DOLODUO KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Lutfitasari, Ananda; Adam, Hilman; Maino, Irny E.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48883

Abstract

Tuberkulosis (TB) termasuk salah satu penyakit yang mengakibatkan kematian tertinggi di dunia akibat agen infeksius. Pencegahan TB di UPTD Puskesmas Doloduo dilakukan melalui strategi promosi kesehatan, seperti bina suasana, advokasi, serta pemberdayaan masyarakat sesuai konsep WHO (1994) dan Permenkes No. 67 Tahun 2016. Studi ini ingin mencermati penerapan strategi tersebut dengan bermetode kualitatif deskriptif yang mengumpulkan datanya dari teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Dalam studi ini informanya mencakup Kepala Puskesmas, Pelaksana Promosi Kesehatan, PJ P2 TB/Kusta, Camat, penderita TB 1 orang, dan Pengawas Menelan Obat 1 orang. Hasil penelitian yang didapati menunjukkan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow tahun 2022, terdapat 662 jumlah kasus di Kabupaten Bolaang Mongondow yang ditemukan dan diobati, dengan 74 kasus di wilayah Puskesmas Doloduo yang menempati urutan ketiga tertinggi. Puskesmas Doloduo telah melaksanakan tiga strategi utama dalam pencegahan TB, yaitu advokasi melalui pertemuan rutin dengan pemerintah dan tokoh masyarakat, bina suasana dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kader untuk meningkatkan penerimaan masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan, pelatihan kader, dan edukasi langsung. Meski demikian, upaya pemberdayaan belum sepenuhnya merata sehingga masih perlu ditingkatkan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesehatan Mental pada Peserta Didik di Madrasah Aliyah Negeri Model 1 Plus Keterampilan Manado Sari, Intan Iman; Adam, Hilman; Engkeng, Sulaemana
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/adt1dz19

Abstract

Kesehatan mental adalah keadaan di mana seseorang merasa nyaman dengan dirinya sendiri, mampu mengatasi tekanan hidup, dan dapat memberikan kontribusi sosial, yang memengaruhi cara berpikir dan perilaku. Tujuan studi untuk mengetahui faktor yang ada hubungan dengan kesehatan mental pada siswa di MAN Model 1 Plus Keterampilan Manado. Metode: kuantitatif dengan desain survei analitik, menggunakan total populasi sebagai sampel, yaitu sebanyak 474 siswa. Variabel yang diteliti mencakup penggunaan sosial media, pola asuh orang tua, pengaruh dukungan teman sebaya, dan kesehatan mental. Data dianalisa dengan univariat menggunakan analisis deskriptif Hasil: : Terdapat (17,7%) yang banyak mendapatkan skor tertinggi untuk penggunaan sosial media, sedangkan untuk pola asuh orang tua sebanyak (18,4%) serta yang mendapatkan skor tertinggi untuk pengaruh dukungan teman sebaya terdapat (15,4%) dan untuk kesehatan mental skor tertinggi (16,7%). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara penggunaan sosial media, pola asuh orang tua, dan dukungan teman sebaya dengan kesehatan mental siswa di MAN Model 1 Plus Keterampilan Manado. Oleh karena itu, sekolah disarankan untuk bekerja sama dengan instansi terkait, seperti puskesmas, dalam kunjungan kesehatan dan lebih memperhatikan kesehatan mental siswa.
KAJIAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DAN STUNTING DI DAERAH PEDESAAN PESISIR DAN PULAU KECIL TERLUAR Sanggelorang, Yulianty; Sebayang, F. Ari Anggraini; Rumayar, Adisti; Adam, Hilman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26506

Abstract

Stunting yang merupakan manifestasi dari kekurangan gizi kronis pada anak di bawah lima tahun, masih menjadi tantangan kesehatan yang signifikan di Indonesia. Meskipun upaya nasional telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, prevalensi stunting masih relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga dan stunting pada anak di daerah pedesaan pesisir dan pulau kecil terluar Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional, di mana data dikumpulkan dari 59 anak beserta orang tua pada tahun 2021. Lokasi pengumpulan data meliputi Kecamatan Siau Timur sebagai pedesaan pesisir, serta Pulau Makalehi sebagai pulau kecil terluar. Ketahanan pangan rumah tangga diukur menggunakan US-FSSM (US Household Food Security/Hunger Survey Module), sementara status stunting ditentukan dengan mengukur z-score tinggi badan anak menurut usia (TB/U). Penelitian ini menemukan bahwa 6,8% rumah tangga mengalami kerawanan pangan rumah tangga, 15,3% anak mengalami stunting. Analisis lebih lanjut menggunakan uji Fisher Exact menemukan bahwa p-value untuk hubungan variabel ketahanan pangan rumah tangga dan stunting yaitu sebesar 0.494 (> 0.05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara ketahanan pangan rumah tangga dan stunting. Temuan ini menegaskan kompleksitas masalah stunting dan menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mendasari kondisi ini.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTOBANGON Makatempuge, Jennifer Filipi; Adam, Hilman; Kolibu, Febi K.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50513

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan pemberian ASI kepada bayi yang dimulai sejak lahir hingga usia 6 bulan tanpa menambahkan makanan atau minuman lain, yang direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF karena mengandung nutrisi optimal dan antibodi untuk melindungi bayi. Meskipun cakupan ASI eksklusif di Indonesia menunjukkan peningkatan dari 52% pada tahun 2017 menjadi 68% pada tahun 2023, angka di Puskesmas Kotobangon masih rendah, yakni 36,07% pada Juni 2024, belum mencapai target nasional sebesar 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kotobangon. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 80 ibu yang memiliki bayi berusia 6–12 bulan, dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang berkaitan dengan karakteristik responden, pengetahuan, serta praktik pemberian ASI eksklusif, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 17–25 tahun sebanyak (50%), berpendidikan SMA (46,3%), dan bekerja sebagai (Ibu Rumah Tangga) IRT (58,8%). Sebanyak 51,2% responden memiliki pengetahuan baik dan 48,8% cukup, tanpa ada yang berpengetahuan kurang. Pemberian ASI eksklusif dilakukan oleh 80% responden, sesuai target nasional. Namun, uji chi-square menghasilkan p-value = 0,314 (p > 0,05) sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan ibu tidak menjadi faktor penentu tunggal dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, melainkan dipengaruhi juga oleh dukungan keluarga, kondisi kesehatan, serta faktor sosial budaya.
Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan Warong, Sumarno A.; Adam, Hilman; Rahman, Asep
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/qsjekn95

Abstract

Pengetahuan adalah pengukuran suatu subjek yang ada pada seseorang dan dapat diukur melalui sistem biologis manusia berada di tubuh dari mata,telinga,bauh dan sentuhan dari sistem biologis tersebut pada manusia bisa di katakan bahwa pengetahuan seseoarang bisa berpengaruh dari tingkat ukuran dan pandangan manusia dari sistem biologis telinga dan mata. Air Susu Ibu (ASI) ialah makanan yang memenuhi semua kebutuhan psikologis, sosial, fisik, pada bayi. nutrisi, steroid kekebalan, anti alergi, dan antioksidan semuanya telah ditemukan dalam ASI. sekitar 200 nutrisi. ASI eksklusif adalah pemberian ASI atau air susu ibu untuk bayi sejak baru lahir hingga berumur 6 bulan tanpa digantikan oleh minuman serta makanan lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan hasil Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Asi Pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan presentase dari responden yang di nyatakan oleh responden melalui jawaban kuesioner menunjukan bahwa pernyataan jawaban yang paling banyak benar yaitu pernyataan nomor 1 yaitu 99 (99%) dan jawaban benar yang paling sedikit yaitu pertanyaan nomor 18 dan 10 yaitu 60 (60%), selanjutnya pertanyaan yang salah yang paling terbanyak yaitu no 10 dan 18 dengan jumlah (40%) . dan jawaban yang salah paling sedikit nomor 1 dengan jumlah (1%). ibu yang memiliki pengetahuan baik tentang pemberian ASI Eksklusif pada bayi yaitu berjumlah 45 ibu atau 45% dan ibu yang memiliki pengetahuan yang cukup 55 ibu atau 55%. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada ibu-ibu yang memiliki bayi di wilayah kerja Puskesmas Motoling Timur maka dapat disimpulkan bahwa ibu-ibu banyak memiliki pengetahuan yang baik tentang pemberian Asi Esklusif kepada bayi, itu juga ditunjang dengan pendidikan ibu yang ada yaitu di jenjang pendidikan SMA sampai ke Perguruan Tinggi Sarjana (S1).
Determinan Ibu Tentang Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tompaso Barat Kabupaten Minahasa Rondonuwu, Mutiara L.M.; Adam, Hilman; Wowor, Ribka E.
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/fw31mb59

Abstract

Pemberian ASI eksklusif kepada bayi yang dilahirkan merupakan keharusan bagi setiap Ibu. Tujuan memberikan ASI eksklusif untuk dapat menjamin diperolehnya hak dari bayi mulai dari awal kelahiran hingga kurang dari 6 bulan. Tujuannya diadakan studi ini agar dapat memperoleh determinan Ibu yang memberikan ASI Eksklusif pada Wilayah Kerja Puskesmas Tompaso Barat. Jenis dalam penelitian yakni kuantitatif deskriptif menggunakan desain cross sectional study. Sampel yang digunakan berjumlah 78 responden yakni ibu yang punya bayi berusia 6-12 bulan. Hasil dari studi ini memperoleh gambaran mengenai tingkatan pengetahuan dari Ibu tentang ASI Eksklusif yakni sebanyak 30 orang (38%) dalam kategori pengetahuan yang kurang. Gambaran terkait ASI Eksklusif yang diberikan dari ibu diperoleh hasil yaitu terdapat 69 ibu (88%) yang tidak memberikannya. Gambaran adanya dukungan keluarga dalam pemberian dukungan kepada Ibu dalam memberikan ASI Eksklusif terhadap bayi yang dilahirkannya sebagian besar berada pada kategori yang mendukung sebanyak 56 responden (72%). Kesimpulannya yakni determinan ibu dalam memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tompaso Barat, diperoleh hasil yaitu mayoritass pengetahuan Ibu yang kurang berkaitan dengan pemberian ASI eksklusif, paling banyak ibu termasuk dalam kategori usia layak hamil dan ideal pada umur 20-35 tahun, sebagian besar pendidikan Ibu termasuk dalam kategori pendidikan menengah, selanjutnya mayoritas dari pekerjaan ibu adalah tidak memiliki pekerjaan dan hanya sebagai ibu rumah tangga, dan mayoritas dukungan keluarga untuk ibu menyusui termasuk pada kategori yang mendukung, dan mayoritas ibu tidak memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya yang dilahirkannya.
Co-Authors ., Nurfitriany Akay, Meiliv Melinda Amalia, Selvina Putri Arbie, Astrid R. Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asaloei, Sandra Inggrid Asep Rahman Asep Rahman, Asep Assa, Indri L.A. Avriline, Yossie B H. R. Kairupan Bahar, Aprillia Pratiwi Iriany Bolung, Alva T. Claudio Daud, Juwita Doda, Diana V.D. Engka, Irene J. Entaren, Hardina Debora F Ari Anggraini Sebayang Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Gerungan, Anastasia Emmy Ishak, Jihan Larasati Jacob, Firginya K. Jeanvili Jenifer Anti, Berliana Brighitta Joy A.M Rattu Jumria Jusuf, Nurlela Kaeng, Mayumi K. Kawatu, Paul A. T Kolibu, Febi K. Lahamu, Ilke Silmawati Laode, Alya Larenggam, Adi K. Latara, Nurmifta Laurensia, Veronika Lumenta, Prisilia Gloria Lutfitasari, Ananda Mailoa, Kezia M. Maino, Irny Maino, Irny E. Makatempuge, Jennifer Filipi Malonda, Nancy Swanida Henriette Mambo, Hizkia Medila, Kristy Meilani Jayanti Melatunan, Chlara E. Mino, Zety Salasabilah Musa, Ester Candrawati Nancy S. H. Malonda Nay, Nilia V.D ngodu, chesee v. Nurmidin, M Fadel Onibala, Nathalia Pabiaran, Anita Pai, Restawari Syalomitha Parinding, Reva Paul A.T. Kawatu Pinontoan, Tessa A.D. Puasa, Djunita D.A Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rattu, J. A.M. Rattu, Joy A. M Ratu, Rifkha Elisabeth Raule, Jean Rochim, Putri Sri Ervina Rondonuwu, Mutiara L.M. Rumayar, Adisti Saleh, Nadiah Sari, Intan Iman Sendouw, Gloria J. Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sundah, Marina Tesalonika Suoth, Lery F. Talinusa, Christanti Engelya Tanggang, Stela Tarigan, Titra M. Serafim Tebisi, Dwi Ayu Ningsi Terok, Yunifi C. Tiara, Chasandra Toar, Azriel Elisabeth Tumangken, Trivena E. Tumewu, Ekklesia S. Tumewu, Violisa S. Tuwing, Sriyati Felly Umboh, Brenda Umboh, Tirsa Walangitan, Vrischa F. Warong, Sumarno A. Wenas, Crifianny P. Wenas, Hartfi A. Wowor, Ribka Wowor, Ribka E. Wowor, Ribka Elisabeth Yakub, Faradebi Yolanda Anastasia Sihombing Yulianty Sanggelorang Zendrato, Lastri Ningsih