Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Perilaku Physical Distancing Pemuda GMIM Imanuel Bahu pada Era New Normal Melatunan, Chlara E.; Maramis, Franckie R. R.; Adam, Hilman
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/e8kmpw90

Abstract

Physical distancing merupakan seruan dari pemerintah yang sangat ditekankan dalam memutus rantai COVID-19. COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap physical distancing pemuda GMIM Imanuel Bahu pada era new normal. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 329 pemuda GMIM Imanuel Bahu. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan berupa skala Guttman dan kuesioner sikap berupa skala Likert. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan analisis univariat. Karakteristik mayoritas responden dalam penelitian ini adalah perempuan dengan usia 21 tahun dengan mayoritas tingkat pendidikan tamat SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik mengenai physical distancing namun sebagian kecil memiliki pengetahuan physical distancing yang cukup. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sikap physical distancing yang baik dan sebagian kecil lainnya memiliki sikap physical distancing yang cukup.
Penyuluhan Tentang Jajanan Sehat dan Tidak Sehat dengan Tema“Ayo Kenali Jajanan Sehat” di SD GMIM 06 Manado Maino, Irny E.; Rahman, Asep; Adam, Hilman; Engkeng, Sulaemana; Nurmidin, M Fadel; Wenas, Crifianny P.; Sihombing, Yolanda Anastasia; Mino, Zety Salasabilah; Mambo, Hizkia; Umboh, Tirsa; Pabiaran, Anita; Tiara, Chasandra; Jumria; Medila, Kristy; Parinding, Reva; Tanggang, Stela; Avriline, Yossie; Jeanvili; Claudio; Laode, Alya; Laurensia, Veronika; Daud, Juwita
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/0dnh9775

Abstract

Pada era sekarang seperti yang kita ketahui bersama sudah banyak Jenis- jenis aneka makanan dengan berbagai macam varian, namun seringkali banyak masyarakat yang tidak peduli dengan apa yang mereka konsumsi. Mulai dari kalangan Dewasa hingga anak-anak Bagi mereka hal yang terpenting yang pasti makanan enak dan banyak varian rasanya, Apa lagi pada anak-anak anak sendiri mereka tidak memperdulikan apakah makanan tersebut baik untuk di konsumsi dan tidak dapat menyebabkan bakteri masuk ke dalam tubuh, anak anak hanya mementingkan makanan nya enak untuk di makan dan rasa nya sangat membuat mereka ketagihan sehingga mereka tidak tahu Makanan yang sudah mereka konsumsi dapat menyebabkan juga keracunan pada tubuh, , masih banyak ditemukan jajanan sekolah yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, sebab makanan bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada tubuh, melainkan kandungan gizi yang baik dari segi kuantitas maupun kualitas diperlukan agar tumbuh Kembang anak dapat optimal, Metode yang kami gunakan adalah Penyuluhan dan sosialisasi di SD GMIM 06 Manado Hasil yang dilakukan melalui penyuluhan dan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan sejak dini bagi siswa – siswi terutama anak kelas satu, selain itu memberikan pemahaman kepada mereka melalui gambar dan jenis makanan yang sehat dan tidak sehat untuk dapat di konsumsi dan yang tidak dapat konsumsi.
Hubungan antara stres dengan kualitas tidur pada peserta didik di SMA Zendrato, Lastri Ningsih; Adam, Hilman; Malonda, Nancy Swanida Henriette
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1393

Abstract

Background: Sleep plays a vital role in maintaining a person’s physical, cognitive, and psychological health. Globally, the prevalence of sleep disorders ranges from 15.3% to 39.2%. In Indonesia, around 10% of the population, equivalent to approximately 23 million people, are estimated to experience sleep disturbances. Based on data from Basic Health Research (Riskesdas), 43.7% of individuals aged 12–18 years reported sleep problems. Moreover, previous studies have shown that 71.3% of adolescent girls experience inadequate sleep compared to 66.4% of boys. Purpose: To determine the correlation between stress levels and sleep quality among high school students. Method: A quantitative analytical observational design with a cross-sectional approach. The study was conducted at State Senior High School 9 Manado from May to July 2025. The sampling technique used was total sampling, with a total of 285 respondents who met the inclusion criteria. Data were collected online using a structured questionnaire distributed via Google Forms through WhatsApp. The data were analyzed using univariate and bivariate methods, and the Spearman Rank correlation test was applied to identify the relationship between variables. Results: The majority of respondents were aged 18 years (48.4%) with a standard deviation of 0.7332. Most participants were female (157 respondents or 55.1%). Regarding sleep quality, 221 respondents (77.5%) reported poor sleep quality, and 225 respondents (78.9%) experienced stress. The analysis showed an r value of 0.215 and a p value of 0.000, indicating a significant positive relationship between stress and poor sleep quality among respondents. Conclusion: The findings indicate that higher stress levels are significantly associated with poor sleep quality among students. It is suggested that schools and health professionals provide stress management programs, promote awareness of healthy sleep patterns, and encourage balanced academic workloads to enhance students’ overall well-being. Suggestion: Future studies are recommended to include other factors that may influence sleep quality, such as anxiety levels, social media habits, and peer support. In addition, the use of qualitative or mixed-methods approaches is encouraged to explore adolescents’ subjective experiences related to stress and sleep disturbances in more depth.   Keywords: Adolescents; High School Students; Mental Health; Sleep Quality; Stress.   Pendahuluan: Tidur merupakan suatu hal yang sangat esensial karena dapat memengaruhi kondisi fisik, kognitif, dan psikologis manusia. Secara global, prevalensi gangguan kualitas tidur sangat bervariasi mulai 15.3-39.2%. Indonesia memiliki tingkat penderita gangguan tidur yang diperkirakan mencapai 10% yang berjumlah sekitar 23 juta penduduk. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), sekitar 43.7% penduduk yang berusia 12-18 tahun mengalami gangguan pola kualitas tidur. Selain itu, sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri kurang tidur sebesar  71.3%, dibandingkan remaja laki-laki sebesar 66.4%. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara stres dengan kualitas tidur pada peserta didik di SMA. Metode: Penelitian kuantitaif dengan desain studi observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional study. dilaksanakan di SMA Negeri 9 Manado, pada bulan Mei - Juli 2025. Teknik  pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Dari total sampel yang telah ditentukan, sampel yang memenuhi kriteria yaitu sebanyak 285 responden. Penelitian dilakukan secara online dengan membagikan kuesioner dalam bentuk google form kepada responden melalui Whatssap. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Rata-rata responden yang berusia 16 tahun berjumlah 138 (48.4%) dengan nilai standar deviasi 0.7332. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 157 responden (55.1%). Distribusi kualitas tidur, dapat diketahui bahwa sebagian responden memiliki kualitas tidur buruk berjumlah 221 responden (77.5%) dan megalami stres sebanyak 225 responden (78.9%) dengan perolehan nilai r sebesar 0.215 dan p-value 0.000. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas tidur berpengaruh terhadap tingkat stres yang dialami oleh responden. Simpulan: Stres yang dialami oleh peserta didik memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas tidur yang buruk. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang mencakup manajemen stres, edukasi pola tidur sehat, serta pengaturan akademik yang proporsional agar kesejahteraan siswa secara fisik dan psikologis dapat di tingkatkan. Saran: Peneliti selanjutnya dapat meneliti variabel lain yang dapat memengaruhi kualitas tidur, seperti kecemasan, kebiasan penggunaan media sosial, atau dukungan sosial dari teman sebaya. Selain itu, pendekatan kualitatif atau campuran (mixed-method) dapat memberikan pemahaman yang terkait pengalaman subjektif dan gangguan tidur pada remaja.   Kata Kunci: Kesehatan Mental; Kualitas Tidur; Remaja; Siswa Sekolah Menengah; Stres.
The Relationship Between Duration of Online Game Playing and Sleep Quality Among Students at SMP Negeri 8 Manado Sundah, Marina Tesalonika; Rahman, Asep; Adam, Hilman
Journal of Scientific Insights Vol. 3 No. 1 (2026): February
Publisher : Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jsi.v3i1.640

Abstract

The increasing duration of online gaming among adolescents has raised public concern, particularly due to its potential impact on sleep quality. Sleep is a fundamental physiological need that is essential for physical growth, mental health, and overall well-being, aligning with Sustainable Development Goal (SDG) 3, which emphasizes ensuring healthy lives and promoting well-being for all ages. Adequate sleep also plays a crucial role in cognitive functioning, learning capacity, and academic performance, which are central to SDG 4, aimed at ensuring inclusive and equitable quality education. Excessive engagement in online gaming may lead to addictive behaviors and reduced sleep duration, ultimately resulting in poor sleep quality among adolescents. This study aimed to examine the relationship between the duration of online gaming and sleep quality among students at SMP Negeri 8 Manado. The study employed a quantitative approach using an analytical survey with a cross-sectional design. A total of 90 students were selected using the Lemeshow formula and stratified random sampling. Data were collected through questionnaires assessing online gaming duration and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Statistical analysis was conducted using Spearman’s rank correlation test. The findings revealed a significant negative correlation between the duration of online gaming and sleep quality (r = −0.577, p = 0.001), indicating that longer durations of online gaming are associated with poorer sleep quality among junior high school students. These results highlight the importance of regulating online gaming duration as part of health promotion and educational support strategies to enhance adolescent well-being and learning outcomes in line with the SDGs.
The Relationship Between Breakfast Habits and Learning Concentration in Students at SMP Negeri 8 Manado Latara, Nurmifta; Adam, Hilman; Maino, Irny E.
Journal of Scientific Insights Vol. 3 No. 1 (2026): February
Publisher : Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jsi.v3i1.642

Abstract

Breakfast is an essential meal that provides energy to support daily activities and cognitive functions, particularly learning concentration among school-aged children. Adequate breakfast consumption contributes to improved nutritional status, which is closely aligned with Sustainable Development Goal (SDG) 2, aimed at ending hunger and improving nutrition. Furthermore, optimal nutrition supports cognitive development and learning capacity, which are fundamental to achieving SDG 4, ensuring inclusive and equitable quality education. In Indonesia, a substantial proportion of students skip breakfast, a behavior that may negatively affect their ability to concentrate, think clearly, and maintain physical endurance during school activities. This study aimed to examine the relationship between breakfast habits and learning concentration among students at SMP Negeri 8 Manado. The study employed a quantitative analytic survey design with a cross-sectional approach. A total of 85 students were selected using proportional random sampling. Data were collected through structured questionnaires to assess breakfast habits and concentration test sheets to measure learning concentration. Statistical analysis was conducted using the Spearman Rank correlation test. The findings revealed that more than half of the students had good breakfast habits (52.9%), while only 29.4% demonstrated good learning concentration. Statistical analysis showed a significant relationship between breakfast habits and learning concentration (p = 0.007 < 0.05), with a moderate strength of correlation (r = 0.292). The study concludes that there is a positive and significant relationship between breakfast habits and learning concentration among students at SMP Negeri 8 Manado. Regular and adequate breakfast consumption plays an important role in supporting students’ concentration during learning activities, highlighting its contribution to nutritional well-being and educational quality in line with the SDGs.
Pelatihan Pembuatan Media Promosi Kesehatan dengan Aplikasi Canva Rahman, Asep; Adam, Hilman; Pinontoan, Tessa A.D.; Assa, Indri L.A.; Mailoa, Kezia M.; Engka, Irene J.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/5gb3qq96

Abstract

Pembuatan media promosi kesehatan merupakan aktivitas penting dalam kegiatan penyuluhan kesehatan. Media promosi kesehatan juga dapat mempengaruhi ketertarikan masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan. Berkembangnya teknologi informasi digital menuntut aktivitas promosi kesehatan selayaknya dilakukan melalui media digital. Canva merupakan salah aplikasi untuk memproduksi konten digital yang lazim digunakan saat ini. Pelatihan pembuatan media promosi kesehatan dengan aplikasi Canva menjadi tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini, agar nantinya tenaga kesehatan mitra dapat memiliki pengetahun dan skill untuk memproduksi konten promosi kesehatan secara digital. Kegiatan ini merupakan program pengabdian masyarakat yang dilakukan di Puskesmas Bengkol Kota Manado pada Mei 2022. Melalui kegiatan ini diperoleh informasi bahwasanya masih minim pemanfaatan konten digital untuk aktivitas promosi kesehatan, sehingga disarankan perlunya penguatan kapasitas tenaga promosi kesehatan salah satunya dengan pelatihan penggunaan aplikasi Canva dalam memproduksi konten promosi kesehatan digital.
Community-Based Education for Family Health: Leveraging Local Medicinal Plants through Empowerment Rahman, Asep; Jayanti, Meilani; Asaloei, Sandra Inggrid; Adam, Hilman
Journal of Literacy and Education Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Literacy and Education
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/4ax5tb12

Abstract

The utilization of local medicinal plants remains a common practice within households in coastal areas, including Minaesa Village in North Minahasa Regency. However, such practices are generally based on intergenerational experience rather than an adequate understanding of appropriate indications, limitations, and potential risks. This community service initiative aimed to empower the community through a community-based educational approach to enhance family health literacy in the rational and safe use of local medicinal plants. The implementation methods included initial observation and needs assessment, development of evidence-based educational materials tailored to the local context, and delivery of interactive counseling sessions combined with guided discussions. Evaluation was conducted qualitatively through participants’ active engagement and reflective responses. The findings indicated improved participants’ understanding of fundamental principles for the proper use of medicinal plants, enhanced ability to identify minor conditions that may be managed at the household level, and increased awareness of warning signs requiring medical referral. This approach effectively integrated traditional knowledge with modern health literacy principles, thereby strengthening family capacity to make safer and more responsible health decisions.
Co-Authors ., Nurfitriany Akay, Meiliv Melinda Amalia, Selvina Putri Arbie, Astrid R. Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asaloei, Sandra Inggrid Asep Rahman Asep Rahman, Asep Assa, Indri L.A. Avriline, Yossie B H. R. Kairupan Bahar, Aprillia Pratiwi Iriany Bolung, Alva T. Claudio Daud, Juwita Doda, Diana V.D. Engka, Irene J. Entaren, Hardina Debora F Ari Anggraini Sebayang Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Gerungan, Anastasia Emmy Ishak, Jihan Larasati Jacob, Firginya K. Jeanvili Jenifer Anti, Berliana Brighitta Joy A.M Rattu Jumria Jusuf, Nurlela Kaeng, Mayumi K. Kawatu, Paul A. T Kolibu, Febi K. Lahamu, Ilke Silmawati Laode, Alya Larenggam, Adi K. Latara, Nurmifta Laurensia, Veronika Lumenta, Prisilia Gloria Lutfitasari, Ananda Mailoa, Kezia M. Maino, Irny Maino, Irny E. Makatempuge, Jennifer Filipi Malonda, Nancy Swanida Henriette Mambo, Hizkia Medila, Kristy Meilani Jayanti Melatunan, Chlara E. Mino, Zety Salasabilah Musa, Ester Candrawati Nancy S. H. Malonda Nay, Nilia V.D ngodu, chesee v. Nurmidin, M Fadel Onibala, Nathalia Pabiaran, Anita Pai, Restawari Syalomitha Parinding, Reva Paul A.T. Kawatu Pinontoan, Tessa A.D. Puasa, Djunita D.A Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rattu, J. A.M. Rattu, Joy A. M Ratu, Rifkha Elisabeth Raule, Jean Rochim, Putri Sri Ervina Rondonuwu, Mutiara L.M. Rumayar, Adisti Saleh, Nadiah Sari, Intan Iman Sendouw, Gloria J. Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sundah, Marina Tesalonika Suoth, Lery F. Talinusa, Christanti Engelya Tanggang, Stela Tarigan, Titra M. Serafim Tebisi, Dwi Ayu Ningsi Terok, Yunifi C. Tiara, Chasandra Toar, Azriel Elisabeth Tumangken, Trivena E. Tumewu, Ekklesia S. Tumewu, Violisa S. Tuwing, Sriyati Felly Umboh, Brenda Umboh, Tirsa Walangitan, Vrischa F. Warong, Sumarno A. Wenas, Crifianny P. Wenas, Hartfi A. Wowor, Ribka Wowor, Ribka E. Wowor, Ribka Elisabeth Yakub, Faradebi Yolanda Anastasia Sihombing Yulianty Sanggelorang Zendrato, Lastri Ningsih