Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LIUN KENDAGE TAHUNA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Salensehe, Zardvita Octavia; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang tidak mudah disembuhkan apabila pasien tersebut tidak patuh minum obat. Kepatuhan minum obat adalah tingkah laku penderita atau pasien dalam memberikan suatu tindakan dan upaya secara terautur dalam menjalani pengobatan yang diberikan oleh profesional kesehatan atau tenaga kesehatan. Peran keluarga adalah hak dan kewajiban yang dilakukan oleh anggota keluarga sesuai dengan status atau kedudukan dari anggota keluarga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Desain penelitian bersifat survei analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Umum Liun Kendage Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe pada bulan November. Penelitian ini menggunakan total populasi pasien tuberkulois yang memeriksakan diri di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sampel yang didapat sebanyak 46 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument penelitian yaitu kuesioner dari peneliti Yoisangadji untuk menggukur hubungan antara peran kelurga dan kepatuhan minum obat. Analisis yang digunakan merupakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji fisher’s exact. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable peran keluarga dengan kepatuhan minum obat didapatkan nilai p=0,012 menggunakan uji statistik Fisher’s Exact test sehingga p ≤ α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara peran keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis di Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Saran yang dapat diberikan kepada pasien harus patuh dalam meminum obat sampai masa pengobatan selesai.Kata kunci: Peran keluarga, kepatuhan minum obat ABSTRACTTuberculosis is a disease that is not easily cured as patients who are not fit to take medication. Compliance with taking medication is the behavior of the patient or patient in providing assistance and treatment linked to in the treatment given by a health professional or health worker. The role of the family is the rights and obligations carried out by family members in accordance with the status or position of the family member. This study was conducted to determine the relationship between family and taking medicine in tuberculosis patients at the Liun Kendage Tahuna District General Hospital, Sangihe Islands Regency. Design of analytic survey research using cross sectional study design. The research was carried out at the disease clinic in Liun Kendage Tahuna General Hospital, Sangihe Islands Regency in November. This study used a total population of tuberculosis patients who examined themselves in the disease clinic at the Liun Kendage Tahuna District General Hospital, Sangihe Islands Regency. Samples obtained were 46 patients who met the inclusion and exclusion criteria. The research instrument was a questionnaire from researcher Yoisangadji to explore the relationship between the role of family and participation in taking medicine. The analysis used is univariate analysis and bivariate analysis using fisher's exact test. The results of this study indicate that the family role variable by drinking and drinking obtained p value = 0.012 using Fisher's exact test statistic so that p ≤ α = 0.05, it can be concluded that it is related to the family relationship with drugs related to tuberculosis treatment at the General Hospital Kendun Tahunage Liun District, Sangihe Islands Regency. Advice that can be given to patients must be obedient in taking medication until the treatment period is over.Keywords: Role of family, participation in taking medicine
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM GMIM BETHESDA TOMOHON Melissa, Wenur T; Tucunan, Ardiansa A.T; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi merupakan dorongan dari dalam diri  dan dari luar agar mempunyai gairah kerja untuk mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan ketrampilan demi mewujudkan kinerja perawat yang lebih baik. Rumah Sakit Umum GMIM Bethesda Tomohon adalah rumah sakit swasta yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan yang terletak di pusat Kota Tomohon dan memungkinkan banyaknya pasien yang datang untuk berobat di RSU GMIM Bethesda Tomohon ,dengan demikian tenaga kerja keperawatan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Dan dipatkan ada beberapa perawat yang merasa tidak puas dengan insentif yang diberikan oleh pihak rumah sakit yang menyebabkan kinerja perawat menjadi tidak maksimal dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara motivasi kerja dan kinerja perawat di RSU GMIM Bethesda Tomohon.Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional study atau studi potong lintang dengan menggunakan uji chi-square dan di dapatkan p value sebesar 0,010. Sampel dalam penelitian ini berjumlah yaitu 80 orang perawat di Rumah Sakit Umum GMIM Bethesda Tomohon yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis univariat, menunjukkan bahwa motivasi perawat 55,0% baik dan 45,0% tidak baik, kinerja perawat baik 63,8%, kinerja perawat tidak baik 36,3%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dari masing-masing variable yaitu motivasi kerja dan kinerja perawat. Kesimpulan Terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum GMIM Bethesda Tomohon. Saran Untuk Pihak rumah sakit harus lebih  memperhatikan setiap perawat yang berprestasi dengan mempromosikan perawat yang berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi. Perawat perlu memberikan masukan atau ide kepada manajemen Rumah Sakit untuk perbaikan pelayanan. Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kinerja Perawat ABSTRACTMotivation is the encouragement inside and outside of ourselves to have passion in work and want to work hard by give all the abilities and skills to realize the better performance of the nurse. GMIM Bethesda Tomohon Hospital is private hospital which is one of the referral hospital located in central city of Tomohon and allows many patients to come to get treatment in GMIM Bethesda Hospital, so that the workforce of nursing is very needed to increase health service. And there were several nurses who were dissatisfied with the salary given by the hospital management that caused the performance of nurse not optimal in doing public service.Objective of this research is to know if there is correlation between work motivation and nurse performance at GMIM Bethesda Hospital. The method of this research is quantitative research with analytical survey and cross sectional study or “potong lintang”study using chi-square test and obtained total value 0,010. The sample of this research is 80 nurses in GMIM Bethesdah Hospital who fulfill inclusion criteria. The result of univariate analysis showed that 55,0% nurse motivation good and 45,0% is not. 63,8% nurse performance good, 36,3 % not. The result bivariate analysis showed that there was a significant correlation from each variables that is work motivation and nurse performance. Conclusion There were correlation between work motivation between nurse’s performance at GMIM Bethesda Tomohon Hospital. Suggestion Hospital management should pay more attention every nurse who have achievement by promoting them to the higher level. The nurse should give suggestion or idea to hospital management for service improvement. Keywords: Work Motivation, Nurse performance
GAMBARAN SOSIALISASI PETUGAS KESEHATAN TENTANG PROGRAM JKN OLEH BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTA MANADO Haezer, Sepang Megel Eben; Maramis, F .R.Raymond; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik pemerintah membuat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merupakan bagian dari program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) ini telah dilaksanakan sejak 1 Januari 2014 dan diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan yang telah ditetapkan oleh UU No 24 Tahun 2011. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran Sosialisasi Petugas Kesehatan Tentang Program JKN oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Di Puskesmas Sario  Kota Manado Sulawesi Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, tempat penelitian dilaksanakan di Puskesmas Sario, Puskesmas Bahu, Puskesmas karombasan Kota Manado Sulawesi utara, Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang, terdiri dari Kepala Puskesmas Sario , Kepala Puskesmas Bahu , Kepala Puskesmas Karombasan, Petugas Badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan, pasien/pengunjung puskesmas sario, pasien/pengunjung puskesmas bahu, pasien/pengunjung puskesmas ranotana. Hasil penelitian pada pelaksanaan sosialisasi program JKN di puskesmas sario telah dilaksanakan tetapi tidak maksimal, pelaksanaan sosialisasi program JKN di Puskesmas bahu sudah cukup baik, metode pelaksanaan sosialisasi dilakukan dengan cara perseorangan/individu saat pasien berobat, namun metode ini belum maksimal, pelaksanaan sosialisasi program JKN di Puskesmas Ranotana sudah cukup baik, dalam hal ini pelaksanaan sosialisasi dilakukan kepada pasien yang datang ke puskesmas maupun pasien yang berkunjung ke posyandu, sosialisasi juga dilakukan oleh petugas promkes melalui pon link (penyuluhan sambil jalan), media sosial dan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui kerja sama lintas sektor (lurah dan kepala lingkungan). Kata Kunci : sosialisasi, program JKN ABSTRACTEfforts to realize a better degree of health the government created a National Health Insurance Program (JKN) which is part of the National Social Security System (SJSN) program and used a mandatory social health insurer mechanism (mandatory) based on LAW No. 40 year 2004 on National Social Security System (SJSN). This National Social Security system (SJSN) has been implemented since 1 January 2014 and is held by the health insurance provider that has been established by LAW No. 24 of year 2011. The purpose of this research is to know the description of health officer socialization about JKN Program by social Security administering Agency (BPJS) health in Puskesmas area Sario, Bahu and Ranotana Weru Kota Manado North Sulawesi. This research is a qualitative research, where the research is conducted in Sario Puskesmas, shoulder Puskesmas, Puskesmas of the city of Manado North Sulawesi, the research will be held in June-August Informan in this study amounted to 7 people, consisting of Sario Head Health Center, Head Health Center, Head Health Center Karombasan, officers of Social Security provider (BPJS) healthcare, patients/visitors Sario Puskesmas, patients/visitors shoulder puskesmas, patient/visitor health care. The results of the research on the implementation of JKN program socialization in Sario has been implemented but not maximums, implementation of socialization of JKN program in shoulder health clinic is good enough, the method of socialization implementation is done by individual/individuals when patients have medication, but this method is not maximal, implementation of the socialization of JKN program in Ranotana Puskesmas is good enough, in this case the implementation of socialization is done to patients who come to health centers and patients visiting Posyandu, socialization is also conducted by promkes officers through a pound link (counseling on the road), social media and also socialize the community through cross-sector cooperation Keywords: Socialization, JKN program
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT HIV/AIDS DI SMP NEGERI 6 MANADO Sumangkut, Vena Isabela; Raule, Jean H.; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang dihadapi hingga saat ini. Remaja merupakan sasaran utama untuk memberikan informasi pesan-pesan kesehatan tentang penyakit ini.  Tingginya angka penderita dapat memungkinan masih akan bertambahnya kasus bila tidak dilakukan penyebaran informasi guna menambah pengetahuan seseorang. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan kepada Pelajar diharapkan dapat mempu meningkatkan pengetahuan mereka tentang penyakit ini dan dapat membantu dalam mengurangi kasus di kemudia hari. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menganalisis Pengaruh Promosi Kesehatan tentang Penyakit HIV/AIDS di SMP Negeri 6 Manado. Metode Penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian yang digunakan menggunakan metode eksperimen semu atau Quasi Experiment, dengan rancangan pre-test dan post-test one group design. Populasi yakni seluruh Peserta Didik kelas VIII SMP Negeri 6 Manado yang berjumlah  191 Peserta Didik. Sampel yaitu 66 peserta didik yang ditentukan mengunakan rumus Slovin. Instrument penelitian ini yakni kuisioner, leaflet, poster dan alat tulis menulis. Analisi data menggunakan uji Paired t test. Hasil Penelitian untuk pre-test dan post-test setelah dilakukan penyuluhan terdapat perbedaan dengan selisih nilai mean sebesar 10,97 dan ada pengaruh penyuluhan dengan nilai p value = 0,000 (α<0,05). Penyuluhan kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan Peserta didik SMP Negeri 6 Manado Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan, Pengetahuan, HIV/AIDS ABSTRACTHIV / AIDS is still a global health problem faced today. Teenagers are the main target to provide information on health messages about this disease. The high number of sufferers may increase the number of cases if information dissemination is not carried out to increase one's knowledge. Health education conducted to students is expected to be able to increase their knowledge about this disease and can help in reducing cases later. The purpose of this study is to analyze the effect of health promotion on HIV / AIDS in SMP Negeri 6 Manado. The research method used is the type of research used using quasi-experimental methods or Quasi Experiment, with pre-test and post-test one group design. The population is all students of class VIII SMP Negeri 6 Manado, amounting to 191 students. The sample is 66 students who were determined using the Slovin formula. The instruments of this study were questionnaires, leaflets, posters and writing instruments. Data analysis uses Paired t test. Research Results for pre-test and post-test after counseling there is a difference with the difference in the mean value of 10.97 and there is the influence of counseling with p value = 0,000 (α <0.05). Health education has an effect on increasing the knowledge of students of SMP Negeri 6 Manado, Keywords: Health Education, Knowledge, HIV / AIDS
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT HIV/AIDS DI SMP NEGERI 6 MANADO Sumangkut, Vena Isabela; Raule, Jean H.; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang dihadapi hingga saat ini. Remaja merupakan sasaran utama untuk memberikan informasi pesan-pesan kesehatan tentang penyakit ini.  Tingginya angka penderita dapat memungkinan masih akan bertambahnya kasus bila tidak dilakukan penyebaran informasi guna menambah pengetahuan seseorang. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan kepada Pelajar diharapkan dapat mempu meningkatkan pengetahuan mereka tentang penyakit ini dan dapat membantu dalam mengurangi kasus di kemudia hari. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menganalisis Pengaruh Promosi Kesehatan tentang Penyakit HIV/AIDS di SMP Negeri 6 Manado. Metode Penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian yang digunakan menggunakan metode eksperimen semu atau Quasi Experiment, dengan rancangan pre-test dan post-test one group design. Populasi yakni seluruh Peserta Didik kelas VIII SMP Negeri 6 Manado yang berjumlah  191 Peserta Didik. Sampel yaitu 66 peserta didik yang ditentukan mengunakan rumus Slovin. Instrument penelitian ini yakni kuisioner, leaflet, poster dan alat tulis menulis. Analisi data menggunakan uji Paired t test. Hasil Penelitian untuk pre-test dan post-test setelah dilakukan penyuluhan terdapat perbedaan dengan selisih nilai mean sebesar 10,97 dan ada pengaruh penyuluhan dengan nilai p value = 0,000 (α<0,05). Penyuluhan kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan Peserta didik SMP Negeri 6 Manado Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan, Pengetahuan, HIV/AIDS ABSTRACTHIV / AIDS is still a global health problem faced today. Teenagers are the main target to provide information on health messages about this disease. The high number of sufferers may increase the number of cases if information dissemination is not carried out to increase one's knowledge. Health education conducted to students is expected to be able to increase their knowledge about this disease and can help in reducing cases later. The purpose of this study is to analyze the effect of health promotion on HIV / AIDS in SMP Negeri 6 Manado. The research method used is the type of research used using quasi-experimental methods or Quasi Experiment, with pre-test and post-test one group design. The population is all students of class VIII SMP Negeri 6 Manado, amounting to 191 students. The sample is 66 students who were determined using the Slovin formula. The instruments of this study were questionnaires, leaflets, posters and writing instruments. Data analysis uses Paired t test. Research Results for pre-test and post-test after counseling there is a difference with the difference in the mean value of 10.97 and there is the influence of counseling with p value = 0,000 (α <0.05). Health education has an effect on increasing the knowledge of students of SMP Negeri 6 Manado, Keywords: Health Education, Knowledge, HIV / AIDS
HUBUNGAN KUALITAS JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS MOPUYA KECAMATAN DUMOGA UTARA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Pratiwi, Cilvia Debi; Rumayar, Adisti A.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas adalah suatu unit pelayanan kesehatan yang merupakan ujung tombak dalam bidang kesehatan dasar. Pelayanan Puskesmas yang berkualitas akan menjadi salah satu faktor penentu upaya peningkatan status kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan antara kualitas jasa pelayanan dan kepuasan pasien di Puskesmas Mopuya Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Waktu penelitian ini bulan Oktober- Desember 2018. Penelitian dilakukan di Puskesmas Mopuya Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 responden rawat jalan di Puskesmas Mopuya Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data berupa univariat dan bivariat, uji statistik menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan = 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas jasa pelayanan kesehatan yang terdiri dari lima dimensi yaitu kehandalan (Reliability) ada hubungan antara kualitas jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,016. Dimensi jaminan (Assurance)  ada hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,020. dimensi bukti fisik (Tangibles) ada hubungan antara kualitas jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,050. Dimensi empati (Empathy)  antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,052. Dimensi ketanggapan (Responsiveness) ada hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,03.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat  hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Mopuya Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. Bagi Puskesmas Mopuya diharapkan untuk  meningkatkan kualitas jasa pelayanan kesehatan dengan melakukan survei kepuasan pasien.  Kata Kunci : Kualitas Jasa Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Pasien  ABSTRACT Puskesmas is a health service unit that is the spearhead in the field of basic health. Quality Puskesmas services will be one of the determinants of efforts to improve public health status.The purpose of this study was to determine the relationship between service quality and patient satisfaction in Mopuya Health Center, Dumoga Utara Subdistrict, Bolaang Mongondow District. This study used an analytical survey method using a cross sectional study approach. The time of this study was from October to December 2018. The study was conducted at the Mopuya Health Center in North Dumoga District, Bolaang Mongondow District. The sample in this study were 89 respondents outpatient in Mopuya Health Center, Dumoga Utara Subdistrict, Bolaang Mongondow District. The research instrument used a questionnaire. Analysis of data in the form of univariate and bivariate, statistical tests using Chi-square test with a confidence level = 95%.The results showed that the quality of health services consisting of five dimensions, namely reliability, there is a relationship between the quality of health care services and patient satisfaction with a value of p value = 0.016. The guarantee dimension (Assurance) has a relationship between the quality of health services and patient satisfaction with a p value = 0.020. physical evidence dimension (Tangibles) there is a relationship between the quality of health care services and patient satisfaction with a p value = 0.050. Empathy dimension between the quality of health services and patient satisfaction with a p value = 0.052. The dimension of responsiveness (Responsiveness) has a relationship between the quality of health services and the satisfaction of patients with a p value = 0.03.The conclusion of this study is that there is a relationship between the quality of health services and patient satisfaction in Mopuya Health Center, Dumoga Utara District, Bolaang Mongondow District. Mopuya Health Center is expected to improve the quality of health services by conducting a patient satisfaction survey.  Keywords : Quality Of Health Services, Patient Satisfact
HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN BEBAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KANTOR WILAYAH SATUAN PAMONG PRAJA KOTA MANADO TAHUN 2018 Soputan, Selly L.; Kawatu, Paul A. T.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja yaitu pekerjaan yang diberikan kepada petugas atau tenaga kerja yang melebihi dari kemampuan atau kapasitas bekerja seorang petugas satpolpp sehingga akan mengakibatkan suatu kesalahan dalam bekerja yang sama artinya dengan akan menurunnya produktivitas kerja dari seorang tenaga kerja atau satpolpp itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada hubungan antara umur dan beban kerja dengan produktivitas kerja pada satpolpp di kantor wilayah satuan polisi pamong praja Kota Manado. Jenis Penelitian yakni observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah seluruh petugas polisi pamong praja dengan jumlah sampel 96 responden yang menggunakan rumus lemeshow. Bertempat di kantor wilayah satuan polisi pamong praja kota manado pada bulan oktober-november 2018.Penelitian dilakukan dengan cara mengamati tingkat produktivitas dan beban kerja tenaga kerja dan disertai pengisian kuesioner. Uji yang  digunakan yaitu uji chi square p=0,005. Dari analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa antara umur dengan produktivitas p value = 0,890. dan  beban kerja dengan produktivitas kerja p value = 0,000. Sehingga kesimpulannya yakni bahwa Tidak terdapat hubungan antara umur dengan produktivitas kerja dan Terdapat hubungan antara beban kerja dengan produktivitas kerja petugas satuan polisi pamong praja di wilayah satuan polisi pamong praja kota manado Kata Kunci: Umur, Beban Kerja, Produktivitas kerja ABSTRACTThe workload that is the work that is given to the clerk or the workforce in excess of ability or capacity to work a satpolpp so that it will lead to an error in the work of the same meaning with will decrease in work productivity of a labor or satpolpp itself. The purpose of this research is to know there is a relationship between age and workload with work productivity at satpolpp at the Office police units area teachers ' praja Manado city. This type of research i.e. analytic observations with the approach of cross sectional. The subject is the entire teachers ' praja police officers with 96 total sample of respondents who used the formula lemeshow. Housed at the Office police units area teachers ' praja manado city in October-november 2018. Research done by observing the level of productivity of the workforce and workload and accompanied the filling of the questionnaire. Test used chi square test that is p = 0.005. From the data analysis that has been done can be known that between the age of productivity with p value = 0.890. and workload with work productivity p value = 0.000. So the conclusion is that there is no relationship between the aged with work productivity and there is a relationship between workload with a police unit officers working productivity teachers in the region police praja teachers ' praja manado. Keywords : Age, Workload, Work Productivity
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN AKREDITASI PUSKESMAS DI KOTA MANADO Sondakh, Inricka Cristy; Korompis, Grace E.C.; Mandagi, Chreisye K.F.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPeraturan Menteri Kesehatan No 75 Tahun 75 2015 tetang Puskesmas (pasal 39) menyebutkan bahwa puskesmas wajib diakreditasi dan dilaksanaka secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali. Untuk itu penting memahami proses pelaksanaannya tidak hanya mengenai apa yang berhasil dan tidak berhasil, tetapi juga memahami bagaimana dan mengapa implementasi berjalan dengan benar atau salah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informasi dikumpulkan dari 8 informan dari kedua puskesmas dengan menggunakan metode Triangulasi. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder yaitu dokumen-dokumen yang diperlukan dan data primer yang dilakukan dengan wawancara langsung dengan informan yaki wawancara mendalam. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pelaksanaan akreditasi puskesmas dikedua puskesmas dilakukan dengan beberapa tahap, dari faktor pendukung seperti persiapan dalam akreditasi puskesmas hingga peran puskesmas dalam menghadapi faktor penghambat yaitu kendala-kendala dalam pelaksanaan akreditasi puskesmas. Terdapat perbedaan dari kedua puskesmas dalam melakukan persiapan untuk akreditasi puskesmas. Puskesmas Tuminting melakukan persiapan disesuaikan dengan pedoman yang dipakai dalam akkreditasi puskesmas. Dan untuk Puskesmas Minanga melakukan persiapan dari bidan SDM dan mempersiapkan dokumen-dookumen yang diperlukan. Kata kunci : Implementasi Kebijakan, Akreditasi Puskesmas ABSTRACTMinister of Health Regulation No. 75 Year 75 2015 about health center (article 39) states that health center must be accredited and carried out regularly at least once every three years. For this reason it is important to understand the implementation process not only about what works and what does not, but also understanding how and why the implementation is going right or wrong. This study used qualitative research methods. Information was collected from 8 informants from both health center using the Triangulation method. Data collection is done by collecting secondary data that is the documents needed and primary data which is done by direct interviews with in-depth interview informants. The results obtained were the implementation of health center accreditation in both health center carried out in several stages, from supporting factors such as preparation in health center accreditation to the role of health center in dealing with inhibiting factors namely obstacles in implementing health centers accreditation. There are differences between the two health center in making preparations for health center accreditation. Tuminting health centers make preparations tailored to the guidelines used in health center accreditation. And for Minanga health center do preparations from the HR midwife and prepare the required documents. Keyword : Policy Implementation, Health Center Accreditation
HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS MINANGA Sumampow, Rine Debora Jhona; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu terpadu atau disebut juga Total Quality Management (TQM) dapat didefinisikan dari tiga kata yang dimilikinya yaitu: Total (keseluruhan), Quality (kualitas, derajat/tingkat keunggulan barang atau jasa), Management (tindakan, seni, cara menghendel, pengendalian, pengarahan). Dari ketiga kata yang dimilikinya, definisi TQM adalah: “sistem manajemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dengan kegiatan yang diupayakan benar sekali (right first time), melalui perbaikan berkesinambungan (continous improvement) dan memotivasi karyawan “. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara penerapan total quality management dengan kinerja pegawai di Puskesmas Minanga. metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilakukan di Puskesmas Minanga dan waktu pelaksanaannya pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2020. Responden ialah pegawai yang berada di Puskesmas Minanga. penelitian ini adalah semua pegawai yang berada di Puskesmas Minanga yang berjumlah 40 pegawai. Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat dan analisis bivariat. Pengolahan data yang digunakan uji Chi Square test.  untuk tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian didapatkan kinerja baik 62,5%, pendidikan dan pelatihan dilaksanakan 62,5%, kesatuan tujuan dilaksanakan 75.0%, pelibatan dan pemberdayaan pegawai dilaksanakan 50,0%. sehingga memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pelatihan dengan kinerja pegawai (p-value = 0,023 < 0,05) adanya hubungan antara kesatuan tujuan dengan kinerja pegawai (p-value = 0,024 < 0,05) dan adanya hubungan antara pelibatan dan pemberdayaan pegawai dengan kinerja pegawai (p-value = 0,000 < 0,05). Kata Kunci : Pendidikan dan Pelatihan, Kesatujuan Tujuan, Pelibatan dan Pemberdayaan pegawai, Kinerja Pegawai ABSTRACTIntegrated quality or also called Total Quality Management (TQM) can be defined from the three words it has, namely: Total (overall), Quality (quality, degree / level of excellence of goods or services), Management (action, art, holding, controlling, directing ). Of the three words that it has, the definition of TQM is: "a management system oriented to customer satisfaction with activities that are pursued absolutely right (right first time), through continuous improvement and motivating employees". The research objective is to determine the relationship between the application of total quality management with employee performance at the Minanga Health Center. The research method is descriptive analytic with cross sectional study approach. The study was conducted at the Minanga Health Center and the time of its implementation was in January to February 2020. Respondents were employees who were at the Minanga Health Center. This study is all employees who are in Minanga Health Center, amounting to 40 employees. Analysis of the data usedin the form of univariate analysis and bivariate analysis. Data processing used was Chi Square test. for a significance level of 95% (α = 0.05). The results of the study showed good performance62.5%, education and training carried out 62.5%, unity of objectives carried out 75.0%, involvement and empowerment of employees carried out 50.0%. thus showing a significant relationship between education and training with employee performance (p-value = 0.023< 0.05) there is a relationship between unity of purpose and employee performance (p-value = 0.024 < 0.05) and the relationship between employee engagement and empowerment and employee performance (p-value = 0,000 < 0.05). Keywords: Education and Training, Unity of Purpose, Employee Engagement and Empowerment, Employee Performance
HUBUNGAN ANTARA SUPERVISI DAN KEAMANAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM HERMANA LEMBEAN Warouw, Claudya Nathasya; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K. F
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi merupakan bagian penting dari manajemen keperawatan, karena dapat mengatasi masalah dalam organisasi dengan cepat, perawat juga menginginkan lingkungan kerja yang nyaman untuk memudahkan dalam mengerjakan tugasnya agar kinerja menjadi baik. Supervisi dan Keamanan kerja memang sangat berpengaruh terhadap kinerja dari perawat. Untuk menganalisis hubungan antara supervisi dan keamanan kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Hermana Lembean. Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional study (studi potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah 80 perawat.Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan dari masing-masing variable yaitu supervisi dan keamanan kerja dengan kinerja perawat. Kesimpulan terdapat hubungan antara supervisi dan keamanan kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSU Hermana Lembean. Disarankan kepada pihak rumah sakit dapat meningkatkan supervisi dan keamanan kerja supaya menjadi lebih baik lagi agar tercipta kinerja yang baik dan dapat mencapai tujuan maupun visi misi rumah sakit. Kata Kunci: Supervisi, Keamanan Kerja, Kinerja Perawat ABSTRACTSupervision is an important part of nursing management, because it can solve problems in an organization quickly, nurses also want a comfortable work environment to make it easier to do their jobs so that performance is good. Work supervision and safety are very influential on the performance of nurses. To analyze the relationship between supervision and job security and the performance of nurses in the inpatient room of Hermana Lembean General Hospital. This research method is an analytical survey with a cross sectional study design. The population in this study was 80 nurses. The measuring instrument used was a questionnaire. The results of this study indicate there is a relationship between each variable, namely supervision and job security with nurse performance. Conclusion there is a relationship between supervision and job security with the performance of nurses in the inpatient room at Hermana Lembean General Hospital. It is recommended to the hospital to improve supervision and job security in order to be even better in order to create good performance and be able to achieve the goals and vision and mission of the hospital. Keywords: Supervision, Job Security, Nurse Performance
Co-Authors A. J.M Rattu, A. J.M Adisti A. Rumayar Adisti A. Rumayar, Adisti A. Adisti Rumayar Afnal Asrifuddin Angela Fitriani Clementine Kalesaran Ardhana, Reynandi Rifky Ardiansa A.T Tucunan Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Ardiansa A.T. Tucunan Ardiansa Tucunan Asep Rahman Asrifudin, Afnal Asti Octavia Yoseph ATIKA RAHMAWATI Bambuta, Rivana M. Barnabas H. R. Kairupan Bellinda B. I. Kawatu Boway, Lucky J. Budi T. Ratag Datu, Meri Meilani Dorothy Dela Panambunan Desi Egeten, Esri Andrew Koresa Eman, Shearent D. P. Fauziah, Tria Febi Kornela Kolibu Febrita Duminggu, Febrita Finna Novi Anantya Franckie R. R. Maramis Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Frencelia, Derek Y Gabriel, Rantung Natalia Gerry V.A Terok, Gerry V.A Ghufron, Deisy Trihandayana Gloria J. Rumondor Gobel, Sri Radhawati Grace Esther Caroline Korompis Grace Korompis Graciella Moses Gregorius R. Sumual Guit, Eka Gloria Haezer, Sepang Megel Eben Jacobus, Regina Mitha Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kawatu, Paul A.T Kawulur, Arvionita Khoirurrizza, Mohammad Kodoatie, Beatrix Y. Kohar, Marisco Korompis , Grace E.C. Lailatul Misbah Mohamad Laisina, Florencia M. Lamongi, Dhea Pricilya Lomboan, Mourine V. Lotulung, Cindy Celine Lumanaw, Harianto K.J Lumbu, Angeli Rahel Audrey Maddusa, Sri Seprianto Mailoor, Rinda Jeyssi Maino, Irny E. Makahanap, Johana Chrissty Mamahit, Filia Sisilia Mamonto, Sutria Manampiring F. Marker Manurung, Pebrina Maramis, F .R.Raymond Maramis, Franckie R.R. Maramis, Julio Victor Fredrik Marshella Maameah Melisa M. Nelwan Melissa, Wenur T Mendila, Chasandra Mokalu, Gloria Mokobimbing, Vaykel Marshel Mokolomban, Citra Molenaar, Emmanuela Ranita Monica Sangkay Moniung, Flariana Rinjani Nelwan, Melisa M. Nibong, Clara Rosalia Niha, Munawir Rizal Pajow, Regina V. M. Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.K Kawatu, Paul A.K Paul A.T. Kawatu Paul Kawatu Pingkan Mamboh Potabuga, Murdini Prastowo, Prully Diana Pratiwi, Cilvia Debi Punuh, Maureen I Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rattu, A.J.M Rattu, Joy. A.M. Ratu Angeli Keacya Raule, Jean H. Ribka L. Wowor, Ribka L. Ricky C. Sondakh Rivaldy Ringkuangan Rumajar, Adisty Rumayar, Adisti Ruus, Andreas Aprilio Staygers Sahala, Indra Salensehe, Zardvita Octavia Sampel, Olvin L. Sekarini, Retno D. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Setligt, Celine C. Soeprodjo, Raden R. O. K. Sondakh, Inricka Cristy Sondakh, Ricky Constantyn Soputan, Selly L. Sulaemana Engkeng Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumampow, Rine Debora Jhona Sumangkut, Vena Isabela Sumangkut, Vena Isabela Sumenda, Cristi N. Suoth, Lery F. Syarifain, Abdul Toliaso, Cynthia Sisilia Walukow, Paskalino A. Warouw, Claudya Nathasya Wattimena, Cevin J.L. Waworundeng, Cendy B. Windy, Najoan Marcella Woodford B. S. Joseph WORANG, Regina M. T wowor, syalomita Tesalonika Yolanda Anastasia Sihombing Yoseph, Asti Octavia Yulianty Sanggelorang