Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS BIBLIOMETRIK PADA KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA MENGGUNAKAN EORTC: 1993-2021: BIBLIOMETRIC ANALYSIS OF QUALITY OF LIFE IN BREAST CANCER PATIENTS USING EORTC: FROM 1993-2021 Dyah Aryani Perwitasari; Susan Fitria Candradewi; Solikhah; Lalu Muhammad Irham; Fredrick Dermawan Purba
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.19 KB) | DOI: 10.37874/ms.v7i1.304

Abstract

Instrumen pengukuran kualitas hidup pada pasien kanker telah tervalidasi dan sudah diterjemahkan di banyak negara yaitu salah satunya adalah instrument EORTC QLQ C-30. Hal ini menyebabkan instrument ini telah digunakan pada banyak penelitian di berbagai negara di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran bidang penelitian kualitas hidup menggunakan analisis bibliometrik berdasarkan literature dari tahun 1993 sampai dengan 2021 dan untuk melakukan analisis pola ilmiah penelitian kualitas hidup terutama pada pasien kanker payudara. Metode penelitian ini menggunakan PubMed sebagai database jurnal penelitian yang digunakan dengan strategi pencarian yaitu: ((Kualitas hidup) AND (kanker payudara)) AND (EORTC QLQ), termasuk juga menggunakan MesH terms. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah seluruh penelitian yang menggunakan kuesioner EORTC QLQ sebagai kuesioner kualitas hidup dan semua jenis penelitian, sedangkan artikel review, sistematik review dan meta analisa akan diekslusi dari penelitian ini. Sebanyak 797 artikel diambil dari tahun 1993 sampai dengan 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi meningkat setiap tahun, tetapi volume publikasi masih kurang dari 100 setiap tahun. Pemetaan penulis belum menjangkau semua negara di dunia. Kata perempuan, manusia dan paruh baya adalah kata yang paling banyak disebutkan dalam kata kunci. Kata tersebut dikaitkan dengan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Kesimpulan pada penelitian ini adalah jumlah publikasi setiap tahunnya masih cukup rendah (<100 publikasi), dengan distribusi penulis paling banyak berasal dari Bremen Cancer Registry, Germany cancer consortium, Saarland cancer registry dan Institute of Social Medicine and Division of prevention oncology dimana sebagian besar terdapat di Eropa dan Amerika serikat. Kata kunci yang paling banyak digunakan adalah female, humans, dan middle aged. Penulis dengan jumlah artikel terbanyak adalah Bottomley. A.
KUALITAS HIDUP FAMILY CAREGIVER PASIEN ORANG DENGAN SKIZOFRENIA (ODS) Ligina Ayudia; Ahmad Gimmy Prathama Siswadi; Fredrick Dermawan Purba
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/philanthropy.v4i2.2777

Abstract

Abstrak. Family caregiver ODS rentan terhadap   masalah sehingga secara keseluruhan kualitas hidup berkurang. Menilai kualitas hidup  dapat membantu family caregiver secara tepat. Penelitian ini   menggambarkan kualitas hidup family caregiver ODS dan mengetahui aspek demografi yang mempengaruhi kualitas hidupnya. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan convenience sampling dengan sampel   100 family caregiver   ODS di RSUD Soreang. Alat ukur yang digunakan  Adult Carers Quality of Life terdiri dari 8 dimensi (40 item). Diolah menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi, uji perbedaan dua rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan   kualitas hidup family caregiver ODS tergolong sedang. kategori tinggi ditunjukkan dimensi caring choice. Kategori sedang ditunjukkan oleh dimensi support for caring, caring stress, money matters, personal growth, sense of value,   careers satisfaction dan ability to care. Berdasarkan data terdapat hubungan antara variabel kualitas hidup dengan usia dan terdapat perbedaan signifikan pada kualitas hidup family caregiver berdasarkan  pendidikan & lama merawat. Kata kunci: Family Caregiver, Kualitas Hidup, Orang dengan skizofrenia(ODS)  
Penilaian Kualitas Hidup Pasien Kanker Nasofaring Dengan Menggunakan EORTC QLQ-C30 di RSUP dr. Kariadi Semarang Agung Permata; Dyah Aryani Perwitasari; Susan Fitria Candradewi; Bayu Prio Septiantoro; Fredrick Dermawan Purba
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i1.43764

Abstract

Biaya perawatan pasien kanker nasofaring masih tinggi di Indonesia, penilaian kualitas hidup dan evaluasi ekonomi pasien kanker sangatlah penting, karena penyakit dan pengobatannya mempengaruhi kesejahteraan psikologis, sosial dan ekonomi, serta integritas biologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup pasien kanker nasofaring yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penilaian kualitas hidup dilakukan menggunakan instrumen EORTC QLQ-C30. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini merupakan pasien kanker nasofaring di RSUP dr. Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di unit rawat jalan poliklinik onkologi dan rawat inap selama bulan Mei – Juli 2020 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang telah didapatkan melalui pengisian kuesioner ditransformasikan menjadi skor dengan rentang 0-100 menggunakan rumus transformasi linier kemudian hasil kualitas hidup dideskripsikan dengan menggunakan nilai rata-rata dan standar deviasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode convenience sample. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata kualitas hidup pasien kanker nasofaring berdasarkan kelompok skala fungsional (80,20 ± 7,52), skala gejala (23,86 ± 6,77) dan status kesehatan umum (63,75 ± 20,99). Skor tertinggi terdapat pada domain fungsi emosional sementara domain yang terendah pada fungsi peran.
Kualitas Hidup Pada Ibu dari Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme Putri Fitriana Herdani; Fredrick Dermawan Purba; Yuliana Hanami
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 1
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.301 KB) | DOI: 10.35134/jpsy165.v15i1.145

Abstract

Ibu dari anak dengan gangguan spektrum autisme akan menghadapi tantangan pengasuhan dan perawatan anak mereka dibandingkan dengan ibu pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas hidup ibu yang memiliki anak dengan diagnosa gangguan spektrum autisme. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 7 orang yang merupakan ibu dari anak yang didiagnosa gangguan spektrum autisme. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara. Pengambilan data dilakukan pada masa pandemi Covid-19 sehingga 3 ibu diwawancarai melalui saluran platform audio call whatsapp dan 4 ibu wawancara secara langsung sesuai dengan protokol kesehatan. Teknik analisis data menggunakan tematik analisis. Hasil penelitian menujukkan terdapat 23 tema yang menggambarkan kualitas hidup ibu dari anak dengan gangguan spektrum autisme yang terdiri dari empat domain yaitu, kesehatan fisik, psikologis, relasi sosial dan lingkungan. Pada domain kesehatan fisik, mereka merasakan lelah secara fisik maupun psikis. Pada domain psikologis, terdapat perasaan yang dirasakan saat menerima diagnosa dan selama merawat anak dengan autisme. Pada domain relasi sosial, ibu dari anak dengan autisme berpengaruh terhadap hubungan dengan keluarga, teman, tetangga dan pasangan. Dengan adanya dukungan yang diperoleh ibu merasa semangat dan bersyukur dalam merawat anak dengan autisme. Pada domain lingkungan, ibu memiliki kebutuhan untuk melakukan terapi dan sekolah. Ibu menerima hal-hal baru dan memperoleh informasi mengenai autisme dari berbagai sumber. Bagi ibu, fasilitas yang dibutuhkan anak dengan autisme dirasa sudah cukup memadai dari fasilitas kesehatan, transportasi dan kondisi lingkungan fisik.
STUDI PERBANDINGAN STUDI PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP ANTARA REMAJA TUNANETRA DAN REMAJA AWAS DI KOTA BANDUNG DAN KOTA CIMAHI: STUDI PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP ANTARA REMAJA TUNANETRA DAN REMAJA AWAS DI KOTA BANDUNG DAN KOTA CIMAHI Novi - Samiasih; Marisa Fransiska Moeliono; Fredrick Dermawan Purba
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/inquiry.v12i02.503

Abstract

Kualitas hidup merupakan penilaian seseorang tentang hidupnya serta menikmati segala peristiwa selama hidupnya. Remaja perlu memiliki kualitas hidup yang baik untuk menikmati kehidupan yang dirasakan dan merasakan peluang untuk perubahan atau peningkatan diri, begitupun dengan remaja tunanetra walaupun memiliki keterbatasan fisik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melihat adakah perbedaan kualitas hidup antara remaja tunanetra dengan remaja awas. Data dikumpulkan dari 155 remaja (n = 155), 50 remaja tunentra dan 105 remaja awas dengan teknik pengambilan purposive sampling. Kualitas hidup dinilai dengan kuesioner Pediatric Quality Of Life pada Inventory (PedsQL) Generic Score versi 4.0. yang mencakup empat domain kualitas hidup yaitu domain fisis yang terkait dengan kesehatan, domain psikologis yang terkait dengan emosional, domain sosial, dan domain fungsi lingkungan sekolah. Hasil dari uji t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan rerata skor total kualitas hidup remaja tunanetra dengan remaja awas (t: -2,317; P-value: 0,022, df: 153). Terdapat perbedaan pada domain fisik yang mana remaja awas memiliki skor lebih tinggi dibandingkan dengan remaja tunanetra hal ini dikarenakan adanya keterbatasan fisik yang dimiliki oleh remaja tunanetra menghambat untuk melakukan aktivitas dengan ruang gerak yang luas dibandingkan dengan remaja awas. Sedangkan pada domain sosial juga terdapat perbedaan yang signifikan pada remaja tunanetra melaporkan lebih banyak mengalami kesulitan dalam berinteraksi di lingkungan sosial terutama saat berinteraksi dengan remaja awas. Hasil penelitian ini sangat berguna untuk mengidentifikasi bagaimana cara optimal dalam megembangkan aspek-aspek perkembangan remaja khususnya siswa tunanetra sehingga dapat mencapai kualitas hidup yang baik
KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG MENGGUNAKAN KUISIONER EORTC QLQ-C30 Marwin Marwin; Dyah Aryani Perwitasari; Susan Fitri Candradewi; Bayu Prio Septiantoro; Fredrick Dermawan Purba
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 18, No 01 (2021): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.675 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v18i01.4895

Abstract

ABSTRACT Breast cancer is the most common cancer found in women and is the dominant cancer in Indonesia. Cancer treatments such as chemotherapy can affect the quality of life of patients including physical, psychological, and social. The purpose of this study is to measure the quality of life of breast cancer patients. This research used cross sectional study design. The patient quality of life was measured using the EORTC QLQ-C30 questionnaire. The subjects of this study were breast cancer patients in RSUP Dr. Kariadi Semarang meeting the inclusion criteria. The cognitive function domain, social function, emotional function, role function, and physical function were 86,15 ± 17,82; 84,10 ± 21,13; 82,56 ± 17,72; 77,95 ± 29,77; 76,72 ± 22,95, respectively. Whereas in symptom scale group from pain, fatigue, insomnia, appetite loss, financial difficulties, nausea and vomiting, constipation, dyspnea and diarrhea were 32,82 ± 30,33; 32,65 ± 21,14; 31,79 ± 34,58; 31,79 ± 32,51; 30,77 ± 32,44; 23,59 ± 25,67; 17,95 ± 30,9; 4,62 ± 14,28; 4,10 ± 13,83, respectively. For global health status / quality of life obtained 72.18 ± 18.94. The highest score on the functional scale is the cognitive function domain and the lowest score is the physical function.On the scale of symptom the domain that has the highest score is the pain domain and the lowest score is the diarrhea domain. Keywords: quality of life, breast cancer, EORTC QLQ-C30
Sociodemographic Determinants of Self-reporting Mental Health Problems in Indonesian Urban Population Purba, Fredrick Dermawan; Fitriana, Titi Sahidah
Psychological Research on Urban Society Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studies have found that mental health problems are more prevalent in urban areas compared to rural ones, including in Indonesia. About 6% of Indonesian people report having mental health problems, and 1.7 out of every thousand residents are diagnosed with a psychiatric problem. This study examines the sociodemographic determinants of reporting mental health problems among Indonesia’s general population living in urban areas. One thousand forty participants aged 17 years and over answered sociodemographic questions (i.e., residence, gender, age, education level, income, marital status) and completed the EQ-5D-5L. Their responses to the Anxiety/Depression item of the EQ-5D-5L (no problem vs. any level of problem) were the dependent variable sociodemographic factors were the explanatory variables. About one-third (35.37%) of the participants reported experiencing problems with anxiety/depression. Logistic regression found that marital status was significantly associated with reporting any problems of anxiety/depression in the EQ-5D-5L: single/divorced participants were 58% more likely to report that they suffered from anxiety/depression in comparison to their married counterparts. These results highlight the importance of social support; that is, having a spouse or extended family member whom one can count on for help when facing a problem is essential, regardless of one’s gender, age, educational level, or income.
The quality of life of sibling of children with attention deficit/hyperactivity disorder Mariska Johana Heryputri; Laila Qodariah; Fredrick Dermawan Purba
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 10 No. 2 (2022): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.943 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v10i2.17768

Abstract

Siblings of children with ADHD have experiencing anxiety for various reason, including parents who focus more on caring for children with ADHD, experiencing pressure to take care of their siblings, and feeling concerned about their that had impact on their quality of life. The goal of this research was to get an overview of the quality of life of adolescents who have siblings with ADHD. 6 adolescents aged 13-17 years who have siblings with ADHD participated in this research. This study used the descriptive qualitative method. The data collection technique used semi-structured interviews using an interview guide created using The Interview Protocol Refinement Framework. Data collection was carried out during the COVID-19 pandemic so that interviews were conducted using the Google Meet and Zoom platform. The data analysis technique used thematic analysis. The results showed that there are 20 themes of four domains (physical, psychological, social, and environmental health) describe the quality of life in adolescents who have siblings with ADHD. Every adolescence’s quality of life domains is impacted by siblings with ADHD
KUALITAS HIDUP ORANG TUA DARI ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL: STUDI KUALITATIF Andina Bellaputri; Fredrick Dermawan Purba; Laila Qodariah
Journal of Psychological Science and Profession Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.023 KB) | DOI: 10.24198/jpsp.v6i1.32807

Abstract

Anak dengan Intellectual Disability (ID) mengalami defisit pada aspek intelektual dan fungsi adaptif sehingga membutuhkan bantuan dan dampingan dalam jangka waktu panjang dari orang lain dalam beberapa area di kehidupan mereka. Orang tua yang berperan sebagai pengasuh (carer) akan melakukan fungsi perawatan utama anak dengan menyediakan berbagai kebutuhan, mengajari dan mendampingi anak dalam berbagai aktivitas, dan menghadapi permasalahan perilaku anak. Peran ini tentunya membawa dampak tersendiri, baik secara positif seperti perkembangan dari dalam diri maupun negatif seperti adanya tekanan dalam bentuk fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas hidup orang tua dari anak dengan ID melalui aspek-aspek yang dianggap penting dalam peran sebagai carer. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode wawancara semi terstruktur. Subjek penelitian ini merupakan 10 orang tua dari anak dengan ID di sebuah SLB di Kota Bandung yang dipilih melalui beberapa kriteria. Panduan pertanyaan wawancara mengenai kualitas hidup orang tua diturunkan dari domain-domain yang terdapat pada instrumen Adult Carer Quality of Life Questionnaire (AC-QoL), yaitu support for caring, caring choice, caring stress, money matters, personal growth, sense of value, ability to care, dan carer satisfaction. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua memiliki persepsi dan pengalaman positif pada berbagai aspek penting dalam kehidupan dan peran mereka sebagai carer, seperti masih memiliki pilihan untuk beraktivitas di luar merawat anak, mendapatkan dukungan dari profesional dan lingkungan, mampu membangun relasi yang dekat dengan anak, dan mengalami perkembangan dari dalam diri. Di sisi lain, orang tua juga merasakan tekanan fisik, mental, dan finansial dari peran merawat anak.
Quality of Life as A Predictor of Happiness and Life Satisfaction Langgersari Elsari Novianti; Esti Wungu; Fredrick Dermawan Purba
Jurnal Psikologi Vol 47, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.023 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.47634

Abstract

This study aimed to find correlations between the quality of life, happiness, and life satisfaction of the general population of Bandung city. There were 370 participants with averageage of 20.7 years, mostly male (55.7%) and with a secondary level of education (SMP-SMA; 57.0%) who completed three questionnaires: (i) WHOQOL-BREF to measure quality of life, (ii) Happiness Thermometer to measure happiness, and (iii) Self-Anchoring Cantril Striving Scale to measure life satisfaction. Multiple linear regression tests were used with happiness and life satisfaction as dependent variables and quality of life as an independent variable. The results showed that the psychological and physical domains of quality of life were significant predictors of happiness and satisfaction of life, where the psychological domain proved significant in predicting all four-time points: happiness today (β=0.039; p<0.05), happiness throughout life (β=0.043; p<0.05), current life satisfaction (β=0.034; p<0.05) and life satisfaction five years from now (β=0.017; p<0.05). Physical domain was similar to psychological except for current life satisfaction (β=0.029; 0.023; 0.014; p<0.05). The environmental domain had been shown to predict happiness throughout life significantly (β=0.019; p<0.05) and life satisfaction five years from now (β=-0.015; p<0.05). The social domain was not found to be a significant predictor. It can be concluded that improving the psychological and physical function of Indonesian people and their environmental conditions will lead them to a happier and more satisfying life.
Co-Authors Achmad, Rendy Alfiannoor Afra Hafny Noer Agung Permata Ahmad Gimmy Prathama Siswadi Aldirra Naufa Kamila Andina Bellaputri Andreas Agung Kristanto, Andreas Agung Anggriani, Yusi Arif Rahmandani Asprilia, Mutiara Tioni Asteria Devy Kumalasari Asyiah Ummul Muttaqinah Baydhowi Baydhowi Bayu Prio Septiantoro Bayu Prio Septiantoro Bayu Prio Septiantoro Bonar Hutapea Chobthamkit, Phatthanakit Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Cokorda Bagus Jaya Desweri Muhareni Devi Wulandari Dhini Andriani Dyah Aryani Perwitasari Eka Wuri Handayani Ersa Zefanya Esti Wungu Faizal Musthofa Fernandez, Elaine Frances Fitriana, Titi Sahidah Ginanjar, Adriana Soekandar Grace Helena Firmansyah Putri Gultom, Lydia Agnes Handayani, Eka Wuri Hardi, Devita Hari Setyowibowo Hari Setyowibowo Hashim, Intan Hashimah Mohd Hesti Platini Ishak, Mai Sumiyati Iskandarsyah, Aulia Jaladin, Rafidah Aga Mohd Jamaluddin, Samudera Fadlilla Kamila, Aldirra Naufa Kendhawati, Lenny Khan, Aqeel Laila Qodariah Lalu Muhammad Irham Langgersari Elsari Novianti Langgersari Elsari Novianti LANGGERSARI ELSARI NOVIANTI, LANGGERSARI ELSARI Lenny Kendhawati Ligina Ayudia Lufityanto, Galang Luh Ketut Suryani Marisa Fransiska Moeliono Mariska Johana Heryputri Marwin Marwin Marwin Marwin Meidina Dwi Putri Mudita, Putu Getsha Pradnyan Rarasati Nabila Ghassani Putri Nasywa Alfiyyah Novi - Samiasih Novita, Shally Prih Sarnianto Putri Fitriana Herdani Rahkman Ardi Retno Hanggarani Ninin Ridfah, Ahmad Rozmi Ismail Shally Novita Sidik Maulana Sofia Nurinawati Solikhah Sonny Andrianto Susan Fitri Candradewi Susan Fitri Candradewi Susan Fitria Candradewi Titi Sahidah Fitriana Urip Purwono Wisayanti, Suci Yuliana Hanami Yusi Anggriani Yusi Anggriani Yusoff, Ahmad Mustaqim Zahrotur Rusyda Hinduan Zhi, Alfred Chan Huan Zwagery, Rika Vira