Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pemberdayaan Wanita Usia Subur Sebagai Peer educator Untuk Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Hanriko, Rizki; Suharmanto, Suharmanto; Hadibrata, Exsa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2946

Abstract

Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 70% dari penderita kanker payudara berkunjung ke dokter atau rumah sakit pada keadaan stadium lanjut dan hasil penelitian menyebutkan sebanyak 77% kasus kanker payudara muncul di usia di atas 50 tahun. Upaya deteksi dini kanker payudara adalah dengan menggunakan metode pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Wanita Usia Subur (WUS) sebagai peer educator untuk SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara pada WUS di  Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, yang dilanjutkan dengan diskusi. Serta dilanjutkan dengan pelatihan praktik SADARI. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 20 orang wanita usia subur di Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan dilanjutkan dengan diskusi. Penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit kanker payudara. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang pengertian penyakit kanker payudara, faktor risiko dan penyebab penyakit kanker payudara, akibat penyakit kanker payudara dan pencegahan penyakit kanker payudara. Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Peserta bertanya tentang materi yang belum dipahami tentang penyakit kanker payudara. Hasil pengukuran pre dan post tes didapatkan bahwa rataratapemahaman sebelum diberikan materi sebesar 48, sedangkan rata-ratapemahaman sesudah diberikan materi sebesar 78,5. Analisis lanjut mendapatkan bahwa ada peningkatan pemahaman sebelum dan sesudah diberikan materi tentang kanker payudara. Peningkatan tersebut sebesar 37,5. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentangpencegahan penyakit kanker payudara. Saran yang dapat diberikan bagi Puskesmas adalah mengadakan program peyuluhan rutin tentang pencegahan penyakit untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan penyakit. Kata kunci: penyuluhan kesehatan, peer educator, SADARI, kanker payudara
Optimalisasi Sumber Daya Keluarga Sebagai Upaya Pencegahan Stunting War, Muhammad Fitra; Suharmanto, Suharmanto; Hadibrata, Exsa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2954

Abstract

Badan kesehatan dunia (WHO) 2011 memperkirakan bahwa 54 % kematian anak disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk. Berdasarkan hasil riskesdas tahun 2018, prevalensi balita kurang gizi (berat badan kurang) sebesar 18,0 % diantaranya 4,9 % dengan gizi buruk. Sedangkan prevalensi balita pendek (stunting) sebesar 35,6 %, dan prevalensi balita kurus (wasting) adalah 13,3 % dan sebanyak 40,6 % penduduk mengkonsumsi makanan di bawah 70% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG)yang dianjurkan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam pencegahan stunting di Desa Marga Agung Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan keluarga adalah penyuluhan dan dilanjutkan dengan diskusi, serta pembuatan kolam lele menggunakan ember. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 30 keluarga. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan initerdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Selain kegiatan penyuluhan, dilakukan juga pembuatan kolam lele sederhana. Hasil kegiatan mendapatkan adanya perbedaan nilai rata-rata pada pengetahuan dan keterampilan tentang pencegahan stunting. Penyuluhan dan demonstrasi terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pencegahan stunting. Kata kunci: optimalisasi, sumber daya keluarga, pencegahan stunting
Promosi Kesehatan Untuk Meningkatkan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Ginjal Sebagai Upaya Pencegahan Batu Ginjal Hadibrata, Exsa; Suharmanto, Suharmanto; Wardhana, Muhammad Fitra; Ulya, M. Ridho; Abdillah, Fauzan; Fredison, Fredison
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2957

Abstract

Prevalensi batu ginjal adalah sebanyak 6 per 1000 penduduk atau 1.499.400 penduduk Indonesia menderita batu ginjal. Sebagian besar kasus penyakit batu ginjal dialami oleh orang-orang yang berusia 30-60 tahun. Faktor risiko yang menyebabkan batu ginjal antara lain adalah faktor keturunan, konsumsi makanan tinggi oksalat, konsumsi makanan tinggi kalsium, konsumsi makanan tinggi protein, konsumsi air putih dan kebiasaan menahan buang air kecil. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang pemeliharaan kesehatan ginjal sebagai upaya pencegahan terjadinya penyakit batu ginjal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, yang dilanjutkan dengan diskusi. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 30 orang di Desa Margakaya Lampung Selatan. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang pencegahan penyakit ginjal. Kata kunci: promosi kesehatan, kesehatan ginjal, pencegahan batu ginjal
Pemeriksaan Kadar Gula Darah Dan Promosi Kesehatan Untuk Meningkatkan Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Suharmanto, Suharmanto; Hadibrata, Exsa; Wardhana, Muhammad Fitra; Rasyid, M. Fauzan Abdillah; Fredison, Fredison; Febrianta, Muhammad Kaisar
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2963

Abstract

Angka kejadian penyakit diabetes melitus tipe 2 masih tinggi baik di dunia maupun di Indonesia memerlukan upaya promotif dan preventif. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan cara memberikan informasi tentang diabetes melitus tipe 2 dan pencegahannya melalui promosi kesehatan menggunakan pendekatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Pendekatan GERMAS adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk pemeriksaan kadar gula darah sewaktu serta menyampaikan informasi tentang diabetes melitus tipe 2 dan pencegahannya upaya pencegahan terjadinya penyakit diabetes tipe 2 menggunakan pendekatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat(GERMAS). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan dilanjutkan dengan diskusi. Penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit diabetes. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang pengertian penyakit diabetes, faktor risiko dan penyebab penyakit diabetes, akibat penyakit diabetes dan pencegahan penyakit diabetes. Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan.Peserta bertanya tentang materi yang belum dipahami tentang penyakit diabetes. Pemeriksaan kadar gula darah bertujuan mengetahui risiko diabetes pada masyarakat petani di Jatimulyo. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang pencegahan penyakit diabetes.  Kata kunci: pemeriksaan kadar gula darah, promosi kesehatan, pencegahan DM tipe 2
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Mengenai Vaksinasi dan Aktivasi Satuan Penugasan (Satgas) Vaksinasi Di Tingkat Kelurahan Di Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung Darwis, Iswandi; Hadibrata, Exsa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2967

Abstract

Coronavirus disease 2019 merupakan penyakit yang termasuk pandemi global. Indonesia berada di peringkat ke-18 dengan total infeksi terbanyak di dunia. Jumlah kasus Covid-10 di Provinsi Lampung dengan konfirmasi positif terbanyak terdapat di Kota Bandar Lampung. Vaksinasi merupakan salah satu upaya tindakan pencegahan penularan Covid-19. Akan tetapi pengetahuan masyarakat tentang vaksinasi masih tergolong rendah. Oleh karena itu, perlu diadakan penyuluhan kesehatan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai vaksinasi kepada masyarakat luas khususnya warga di Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung dan pembentukan satuan penugasan Covid-19. Selain itu, upaya sosialisasi program vaksinasi Covid-19 di setiap kelurahan, di Kecamatan Sukarame perlu ditingkatkan agar cakupan vaksinasi tinggi sehingga kekebalan kawanan (herd immunity) dapat terlaksana dengan baik. Tujuan pengabdian adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai vaksinasi covid-19 dan manfaatnya untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Penyuluhan disampaikan kepada warga dengan memberikan sosialisasi program vaksinasi covid-19 di tingkat kelurahanserta penempelan poster dan pamflet mengenai program vaksinasi covid-19. Berdasarkan informasi data pengisian kuesioner diperoleh data bahwa seluruh (100%) peserta yang mengikuti kegiatan ini belum pernah mendapat penyuluhan kesehatan mengenai vaksinasi covid-19 khususnya pada lansia. Sebelum dilakukan promosi Kesehatan, peserta banyakyang ragu akan manfaat vaksinasi dan setelah dilakukan edukasi peserta mengetahui manfaat vaksinasi dan akan mengikuti program vaksinasi. Hasil evaluasi skor pre test dan post test pengetahuan peserta menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai p=0,034. Covid-19 merupakan pandemi global yang mengenai semua lapisan masyarakat di berbagai negara. Diperlukan promosi kesehatan mengenai pentingnya vaksinasi covid-19 sehingga dapat menurunkan kejadian Covid-19. Puskesmas mengadakan promosi kesehatan ditingkat kelurahan agar dapat meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19.Kata kunci:  Vaksinasi, Covid-19
Pemberdayaan Remaja Islam Masjid (Risma) sebagai Agen Literasi Obat Herbal dalam Upaya Pencegahan Covid-19 di Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Wardhana, Muhammad Fitra; Suharmanto, Suharmanto; Hadibrata, Exsa; Ulya, Ridho
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i1.3024

Abstract

Daya tahan tubuh yang kuat sangat penting untuk mencegah dari Corona Virus Diseases 19 (Covid-19). Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh, seperti membuat ramuan atau minuman dari tanaman obat. Pemanfaatan TOGA di Indonesia masih rendah, yaitu 5%, sedangkan target nasional adalah 15%. Tujuan pengabdian kepada remaja masjid ini adalah memberdayakan remaja masjid sebagai agen literasi obat herbal sebagai upaya pencegahan Covid- 19 di Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan pada bulan Juni 2022. Sasaran kegiatan ini adalah remaja sebanyak 30 orang. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah terbentuknya agen literasi obat herbal yang akan menjadi penyampai informasi mengenai manfaat obat herbal dalam pencegahan penyakit Covid-19. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pembentukan agen literasi obat herbal dan pemberian materi tentang manfaat obat herbal dalam pencegahanpenyakit. Tahap pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tim pengabdian remaja masjid yang dilibatkanadalah tenaga ahli di bidang kesehatan remaja masjid, kedokteran, dan farmasi yang masing-masing sudah berpengalamandi bidangnya. Penyuluhan ini meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang obat herbal sebesar 76%.Kata kunci: agen literasi, obat herbal, pemberdayaan, remaja masjid
Peningkatan Kualitas Hidup Melalui Focus Group Discussion Manajemen Penyakit Kronis Saat Pandemi Covid-19 Di Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Suharmanto, Suharmanto; Hadibrata, Exsa; Wardhana, Muhammad Fitra; Ulya, Ridho
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i1.3027

Abstract

Penyakit kronis dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Kualitas hidup terkait kesehatan dapat ditingkatkan dengan pemberian informasi tentang kesehatan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat agrikultur melalui focus group discussion dan edukasi mengenai manajemen penyakit kronis saat pandemi Covid-19. Menurunnya kualitas hidup dan kurangnya pemahaman tentang manajemen penyakit kronis dapat diatasi dengan pemberian informasi tentang bagaimana mengelola penyakit kronis. Sebelum diberikan informasi, akan diidentifikasi pengetahuan masyarakat tentang manajemenpenyakit kronis melalui Focus Group Discussion dan pre-post test serta edukasi yang nantinya dapat meningkatkan pemahaman tentang manajemen penyakit kronis dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan pada bulan Mei 2022. Sasaran kegiatan ini adalah kepala keluarga sebanyak 30 orang. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kognitif, afektif dan psikomotor tentang manajemen penyakit kronis dan perbaikan kualitas hidup masyarakat. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion dan edukasi mengenai manajemen penyakit kronis. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tim pengabdian masyarakat yangdilibatkan adalah tenaga ahli di bidang kesehatan masyarakat, kedokteran dan farmasi yang masing-masing sudah berpengalaman dibidangnya. Hasil pengabdian didapatkan bahwa peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang manajemen penyakit kronis sebesar 75%. Sehingga diharapkan untuk rutin melakukan edukasi tentang pencegahan penyakit kronis agar dapat meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup masyarakat yang mengalami penyakit kronis.Kata kunci: kualitas hidup, manajemen penyakit kronis, FGD, edukasi
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Lanjut Usia Mengenai Vaksinasi Di Puskesmas Simpur Kota Bandar Lampung Darwis, Iswandi; Hadibrata, Exsa; Rahmayani, Fidha; Wintoko, Risal
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i1.3033

Abstract

Latar belakang. Coronavirus Disease 2019 merupakan kondisi pandemi global dengan angka kematiannya cukup tinggi di seluruh dunia. Indonesia berada di peringkat ke-18 dengan total infeksi terbanyak di dunia. Usia lanjut lebih dari 60 tahun merupakan kelompok yang rentan terkena infeksi Covid-19 dan apabila terkena, angka kematian cukup tinggi. Vaksinasi merupakan suatu tindakan untuk meningkatkan imunitas sehingga dapat menurunkan penularan Covid-19. Pengetahuan mengenai vaksinasi di masyarakat masih tergolong rendah terutama lansia. Oleh karena itu, perlu diadakan penyuluhan Kesehatan mengenai vaksinasi yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai vaksinasi kepada lansia mengenai Covid-19. Tujuan pengabdian adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat terutama lansia mengenai vaksinasi dan manfaat nya untuk meningkatkan kekebalan tubuh Hasil  kegiatan. Berdasarkan hasil pengisian kuisioner sebelum dilakukan edukasi, diketahui bahwa seluruh (100%) masyarakat yang mengikuti kegiatan ini belum pernah mendapat penyuluhan kesehatan mengenai vaksinasi pada lansia. Sebelum dilakukan edukasi, lansia belum memahami pentingnya vaksinasi. Setelah dilakukan edukasi lansia memahmi vaksinasi dan ingin mengikuti program tersebut.Kesimpulan. Vasinasi Covid-19 pada lansia penting digalakkan untuk menurunkan kejadian Covid-19 pada lansia dan menurunkan angka mortalitas.Kata kunci. Vaksinasi, Lansia, Covid-19
Pelatihan Kader Malaria Pada Populasi Khusus Sebagai Langkah Nyata Menuju Eliminasi Malaria Di Kawasan Wisata Pesisir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Suharmanto, Suharmanto; Hadibrata, Exsa; Larasati, Ratri M.; Yuningrum, Hesti; Lusina, Septia Eva; Yunianto, Andi Eka; Daulay, Suryani A.; Happy, Terza A; Ulandari, Atri Sri; Febriani, Wiwi; Firdaus, Purna; Ulya, M. Ridho
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3237

Abstract

Prevalensi penyakit malaria masih tinggi di dunia. Penyakit ini merupakan golongan penyakit menular. Penyakit ini memerlukan biaya yang tinggi dalam perawatan dan pengobatannya karena malaria dapat komorbiditas danmortalitas, atau bisa kronik, yang menunjukkan kalau malaria sangat berpengaruh terhadap kesehatan penderita. Pengabdian kepada masyarakat desa binaan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melaluipelatihan kader malaria pada populasi khusus sebagai langkah nyata menuju eliminasi malaria di Kawasan Wisata Pesisir  Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengabdian iniadalah meningkatnya pengetahuan, pemahaman, sikap, praktik, meningkatkan literasi tentang pengobatan dan pencegahan malaria, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria, mencegah adanya kejadian luarbiasa (KLB) malaria serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pesisir. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dan diskusi. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 20 kader kesehatan. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang upaya skrining dan pencegahan malaria. Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Peserta bertanya tentang materi yang belum dipahami tentang upaya skrining dan pencegahan malaria. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang upaya skrining dan pencegahan malaria pada kader kesehatan di Desa Kunjir.Kata kunci:  eliminasi malaria, kader, pelatihan  
PEMBERDAYAAN PETANI MUDA DALAM PENCEGAHAN KERACUNAN AKIBAT PENGGUNAAN PESTISIDA DI DESA UMBUL NITI KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Suharmanto; Pramesona, Bayu Anggileo; Susianti; Kurniawan, Betta; Hadibrata, Exsa; Wintoko, Risal; Sutyarso
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3300

Abstract

Prevalensi keracunan akibat penggunaan pestisida masih tinggi baik di dunia maupun Indonesia. Keracunan ini dapat disebabkan oleh perilaku petani yang kurang baik pada penggunaan pestisida. Akibatnya yang buruk dapat menggangu sistem tubuh bahkan dapat menyebabkan kematian. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat petani muda melalui penyuluhan dan diskusi. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan, pemahaman, sikap, praktik, meningkatkan literasi tentang penggunaan pestisida yang aman sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan petani muda. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dan diskusi. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 20 petani muda di Desa Umbul Niti Lampung Selatan. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang penggunaan pestisida yang aman. Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Penyuluhan yang dilakukan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang penggunaan pestisida yang aman. Kata kunci: Pemberdayaan, pencegahan keracunan, petani muda