Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Kebijakan Berwawasan Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Tampubolon, Mahara Sintong
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the modern era, population problems considered as one of the important thing which should be solved seriously by government agencies through ‘human-welfare’ based policy regarding population for contributing to minimize the population problem and di-rectly for successing development. That is why in the  context of developmental policy, residents must be considered as subject, not as object of development. The population based policy must immediately formulated as guidelines for directing development implemen-tation comprehensively and synergy in producing human resources which able for global competition. Synergycity population based policy with quality of human resources, requiring quality education as a systematic method for improving Indonesian people by several quality such as life skills, personal skills including self awareness and thinking skills, and social skills, academic skills, and vocational skills.
Penerapan Model Tutor Sebaya Berbasis Internet untuk Meningkatkan Aktivitas Mahasiswa dalam Mata Kuliah Analisa dan Interpretasi Foto Udara Sintong, Mahara; Lubis, Darwin Parlaunagn
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 8, No 2 (2016): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interpretasi foto udara merupakan mata kuliah wajib pada semester ganjil di semester IV (empat) di Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unimed, dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan hasil belajar mahasiswa dengan penggunaan metode pembelajaran biasa (konvensional) dengan penerapan tutor sebaya dalam pelaksanaan mata kuliah interpretasi foto udara berbasis internet. Hasil pembelajaran dengan penggunaan metode pembelajaran biasa (konvensional) menunjukkan hasilnya adalah 55,84 persen mahasiswa mendapat nilai E, 22,81 persen mahasiswa mendapat nilai C dan 19,35 persen mahasiswa mendapat nilai B, Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembejaran tutor sebaya berbasis internet dalam matakuliah interpretasi foto udara dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Dari hasil penelitian ini juga membuktikan adanya peningkatan prestasi belajar mahasiswa hal ini terlihat dari nilai mahasiswa pada tahap pra-lapangan rata-rata nilai mahasiswa 80,94 dengan komposisi nilai (B = 68 % dan C = 32,%), tahap lapangan nilai rata-rata mahasiswa 81,56 dengan komposisi nilai (A = 9,7 %, B = 83,9 % dan nilai C = 6,5 %) dan tahap pasca lapangan memperoleh nilai rata-rata 81,56 dengan komposisi nilai (A = 19 %, B = 81 %).
Kebijakan Berwawasan Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Tampubolon, Mahara Sintong
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the modern era, population problems considered as one of the important thing which should be solved seriously by government agencies through ‘human-welfare’ based policy regarding population for contributing to minimize the population problem and di-rectly for successing development. That is why in the  context of developmental policy, residents must be considered as subject, not as object of development. The population based policy must immediately formulated as guidelines for directing development implemen-tation comprehensively and synergy in producing human resources which able for global competition. Synergycity population based policy with quality of human resources, requiring quality education as a systematic method for improving Indonesian people by several quality such as life skills, personal skills including self awareness and thinking skills, and social skills, academic skills, and vocational skills.
Dynamic System Analysis of Green Open Space in Medan-Indonesia Lubis, Darwin Parlaungan; Sintong, Mahara; Nurman, Ali
Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Vol 3 No 2 (2019): Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education (SJDGGE)
Publisher : Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.127 KB) | DOI: 10.24036/sjdgge.v3i2.243

Abstract

The population of Medan has been increasing from 2015 until 2019 which causes rapid and uncontrolled population and residence densification in urban area. The increase in the need for space to accommodate the increasing population growth has caused vulnerability of the change from the use of GOS (Green Open Space) to land use such as residences, industry, and services. The change in the land use will save negative impact on environmental condition if it is not handled immediately. Therefore, it is necessary to control the land use, viewed from the availability of GOS which is begun by analyzing the pattern of distribution, types, and characteristics of each GOS. The objective of the research was to analyze 1) the change in using land in each sub-district in five years (2015-2019) and 2) Some factors which influenced the dynamic change in using GOS to become used land in Medan. The research used 3 (three) stages of design: 1) literature study, 2) gathering the data (primary and secondary data), and 3) discussion on the result of processing the data. The result of the research showed that 1) Since the period of 2015-2019 Medan has experienced a very dynamic change in land use. The most significant change was as follows: residential land increased to 829 hectares, industrial land increased to 87 hectares, and service land increased to 476 hectares while vegetation land (GOS) such as wet rice field decreased to 18 hectares, mixed plantation land decreased to 116 hectares, swamp forest land decreased to 956 hectares, but dry field increased to 656 hectares, and 2) The simulation results suggest that a decline occurs in the area of green open spaces throughout the simulation year period, i.e. from 7.405 Ha (2015) to 2.023 Ha (2028); the total population during the simulation year period which formerly was equal to 2.210.624 inhabitants (2015) will have increased to 2.454.920 inhabitants (2028); while the temperature from 28.14o C (2015) increases to 28.50oC (2028); and finally, GDRP during the simulation year period which formerly was equal to IDR 164.721,82 billion (2015) increases to IDR 315,465,92 billion (2028).
Penerapan Model Tutor Sebaya Berbasis Internet untuk Meningkatkan Aktivitas Mahasiswa dalam Mata Kuliah Analisa dan Interpretasi Foto Udara Mahara Sintong; Darwin Parlaunagn Lubis
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 8, No 2 (2016): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v8i2.5154

Abstract

Interpretasi foto udara merupakan mata kuliah wajib pada semester ganjil di semester IV (empat) di Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unimed, dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan hasil belajar mahasiswa dengan penggunaan metode pembelajaran biasa (konvensional) dengan penerapan tutor sebaya dalam pelaksanaan mata kuliah interpretasi foto udara berbasis internet. Hasil pembelajaran dengan penggunaan metode pembelajaran biasa (konvensional) menunjukkan hasilnya adalah 55,84 persen mahasiswa mendapat nilai E, 22,81 persen mahasiswa mendapat nilai C dan 19,35 persen mahasiswa mendapat nilai B, Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembejaran tutor sebaya berbasis internet dalam matakuliah interpretasi foto udara dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Dari hasil penelitian ini juga membuktikan adanya peningkatan prestasi belajar mahasiswa hal ini terlihat dari nilai mahasiswa pada tahap pra-lapangan rata-rata nilai mahasiswa 80,94 dengan komposisi nilai (B = 68 % dan C = 32,%), tahap lapangan nilai rata-rata mahasiswa 81,56 dengan komposisi nilai (A = 9,7 %, B = 83,9 % dan nilai C = 6,5 %) dan tahap pasca lapangan memperoleh nilai rata-rata 81,56 dengan komposisi nilai (A = 19 %, B = 81 %).
Kebijakan Berwawasan Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Mahara Sintong Tampubolon
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v6i2.2290

Abstract

In the modern era, population problems considered as one of the important thing which should be solved seriously by government agencies through ‘human-welfare’ based policy regarding population for contributing to minimize the population problem and di-rectly for successing development. That is why in the  context of developmental policy, residents must be considered as subject, not as object of development. The population based policy must immediately formulated as guidelines for directing development implemen-tation comprehensively and synergy in producing human resources which able for global competition. Synergycity population based policy with quality of human resources, requiring quality education as a systematic method for improving Indonesian people by several quality such as life skills, personal skills including self awareness and thinking skills, and social skills, academic skills, and vocational skills.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) MELALUI TUTOR SEBAYA DI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI Mahara Sintong; Darwin P. Lubis; Mbina Pinem
Tunas Geografi Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v6i2.8571

Abstract

Mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi (selanjutnya disingkat mata pelajaran TIK yang dulunya bernama mata kuliah komputer, merupakan salah satu mata kuliah di Semester I (satu)  yang ditetapkan di Jurusan Pendidikan Geografi. Mata kuliah ini terfokus pada pencapaian kompetensi mahasiswa dalam pengetahuan dasar tentang pengoperasian microsoft office : word, excel, powerpoint dan internet yang dapat mendukung mahasiswa dalam penyelesain  pelaporan tugas dan meteri presentase kuliah. Substansi mata kuliah ini menekankan pada peningkatan kemampuan mahasiswa untuk mempersiapkan laporan, tugas, serta materi presentase, penggunaan internet sebagai media informasi dan sumber belajar, pengiriman surat melalui email serta komunikasi dengan chatting menggunakan fasilitas messenger. Secara garis besar ini dititik beratkan pada praktikum langsung menggunakan komputer. Dimulai dari pengenalan tools atau fungsi-fungsi yang terdapat pada masing-masing perangkat lunak, hingga akhirnya mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuannya dalam bidang teknologi khususnya komputer.   Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya nilai hasil perkuliahan TIKadalah : Pertama masalah fasilitas perkuliahan. Pada setiap pembelajaran aplikasidengan menggunakan komputer dan  internetyang menjadi salah satu materi dasar mata kuliah dilaksanakan di ruang komputer dengan jumlah yang tidak memadai. Materi disampaikan dengan cara membagi dua kelompok mahasiswa, hal ini dilakukan karena jumlah komputer tidak mencukupi untuk seluruh mahasiswa yang berjumlah 31 orang. Komputer yang ada berkisar 25 unit di Jurusan Pendidikan Geografi.Kedua, perlunya perubahan paradigma mengajar. Keberhasilan mahasiswa dalam kuliah dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah metode yang digunakan dosen dalam mengajar. Pada kenyataannya dalam perkuliahan masih menggunakan metode konvensional.Tujuan kegiatanpenelitian  ini adalah untuk mengetahui kemampuan hasilbelajar mahasiswa dengan penggunaan metode pembelajaran konvensional dan implementasi metode pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan motivasi mahasiswa dalam belajar dalam pelaksanaan mata kuliah TIK. Adanya peningkatan prestasi belajar mahasiswa adalah mulai dari kemampuan awal mahasiswa hanya 49,27 % yang dinyatakan lulus, setelah dilakukan inovasi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Tutor sebaya dan praktek lapangan maka seluruh mahasiswa dinyatakan lulus.    Kata kunci: Hasil belajar, TIK, tutor sebaya
ANALISIS KADAR HARA PUPUK ORGANIK KASCING DARI LIMBAH KANGKUNG DAN BAYAM Elfayetti Elfayetti; Mahara Sintong; Kamarlin Pinem; L. Primawati
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 1 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i1.6042

Abstract

Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang holistik yang mendukung dan mempercepat biodeversiti, siklus biologi dan aktivitas biologi tanah(International Federation of Organic Agriculture Movements,2014). Geografi Pertanian merupakan mata kuliah di Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unimed. Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi yang diterapkan di Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unimed merupakan matakuliah wajib pada semester genap, tepatnya pada semester IV (empat). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pertumbuhan berat cacing tanah pada pupuk kascing dari limbah kangkung dan bayam dan untuk mengetahui kandungan hara N, P, K dan pH kascing dari limbah kangkung dan bayam pada tanah ultisol. Untuk mengatasi permasalahan pada pupuk organik, maka harus diupayakan bagaimana memperoleh pupuk yang memiliki unsur hara yang padat dan pengadaannya relatif murah dan mudah. Pemanfaatan limbah organik untuk budidaya cacing tanah merupakan salah satu tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Rendahnya bahan organik, N, P, K menunjukkan bahwa tanah pada percobaan ini membutuhkan bahan organik. Pemberian bahan organik seperti cacing diharapkan dapat meningkatkan Produktivitas Ultisol dimana Kascing mempunyai sifat-sifat kimia, fisika, dan biologi tanah yang baik, sehingga dapat meningkatkan serapan hara dan pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Jenis makanan berpengaruh terhadap pertumbuhan cacing tanah dan kualitas kascing yang dihasilkan. 2.Terdapat perbedaaan pada bobot cacing tanah yang dihasilkan dengan adanya perbedaan jenis makanan. Jenis makanan bayam memberikan tingkat pertumbuhan cacing tanah terbaik dengan terjadinya pertambahan bobot sebesar 650 gram yang awalnya hanya 250 gram. 3. Dari beberapa parameter sifat kimia dan biologi kascing, maka jenis makanan bayam memberikan nilai N tertinggi yaitu 0,52 dan pada pakan kangkung terdapatnilai p tertinggi yaitu 0,35.Kata Kunci : pertanian, oganik, pupuk, kascing
Kebijakan Berwawasan Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Mahara Sintong
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 1 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i1.8081

Abstract

Di era modernisasi, masalah kependudukan perlu mendapatkan perhatian dan penanganan serius dari seluruh institusi negara, melalui kebijakan berwawasan kependudukan berbasis human welfare yang dapat memberikan kontribusi dalam meminimalisir masalah kependudukan bagi keberhasilan pembangunan. Untuk itu, dalam konteks kebijakan berwawasan pembangunan, penduduk tidak hanya ditempatkan sebagai obyek tetapi juga sekaligus sebagai subyek dari pembangunan. Kebijakan berwawasan kependudukan harus segera terumuskan dan menjadi arahan pembangunan yang dalam implementasinya, perlu diterapkan secara komprehensif dan sinergis dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan memiliki daya saing global. Sinergisitas kebijakan berwawasan kependudukan dengan kualitas sumber daya manusia, mensyaratkan perlunya pendidikan berkualitas sebagai wahana sistemik dalam menghasilkan manusia Indonesia yang memiliki life skill, personal skill yang mencakup self awareness dan thinking skill, serta social skill, academic skill, maupun vocational skill.Kata kunci: kebijakan berwawasan kependudukan, sumber daya manusia.
Inovasi Meida Pembelajaran Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Tata Ruang Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi Geografis Darwin Parlaungan Lubis; Mahara Sintong; Maringan Sirait
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 2 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i2.8157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa melakukan praktek lapangan dalam inovasi pembelajaran Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Tata Ruang  melalui model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dan meningkatkan  kemampuan mahasiswa dengan  pemanfaatan media  WebCT e-Learning dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) . Dalam penelitian ini model pembelajaran yang diterapkan adalah kuliah kerja lapangan, dimana mahasiswa dituntut untuk melakukan pembelajaran di lapangan dengan mengamati dan meanalisis kenampakan di lapanangan dengan konsep teori yang di pelajari.Selain itu, mahasiswa juga terlbat langsung dalam pemenfaatan IT melalui pencarian data dan informasi menggunakan internet. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Tata Ruang  pada semester ganjil tahun akademik 2011/2012.Disamping itu, mahasiswa yang sedang melakukan penelitian dengan kajian pengembangan wilayah juga dilibatkan dalam penelitian ini.Berdasar hasil penilaian kerja kelompok mahasiswa dari tahap pra lapanganhingga tahappasca lapanga pada kegiatan pembelajaran praktek lapangan pengantar perencanaan pembangunan dan pengembangan wilayah mengalami peningkatan. Hal ini terlihat nilai mahasiswa pada tahap pra lapangan rata-rata nilai mahasiswa 80,47 dengan komposisi nilai (B = 72,50% dan C = 27,50 %) , tahap lapangan nilai rata-rata mahasiswa 81,56 dengan komposisi nilai (A = 12,50 %, B = 82,50 % dan nilai C = 12,50 %) dan tahap pasca lapangan memperoleh nilai rata-rata 81,56 dengan komposisi nilai (A = 22,70 %, B = 82,50 % dan C = 2,50 %). Hasil ini menunjukkan jumlah mahasiswa yang memiliki nilai yang tinggi semakin meningkat.Kata Kunci : Inovasi Pembelajaran, Praktek Lapangan, Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Tata Ruang   
Co-Authors Afrianita, Yessi Agustina Rahayu Sianturi Ali Nurman Alifah, Cut Nur Alvin Pratama Ambarita, Waren Lucia Amelia Grace Evelin Marbun Annida Akmaliyah Arsya, Inzaghi Tratama Arsyad, Rafie Azis, T. Abdillah Azizah, Rohil Al Azzarah, Regita Asiah Benedictus P Turnip Budiyanti Budiyanti Chairunnisa, Nayifah Christine Amelia Briggita Darwin P. Lubis Darwin P. Lubis, Darwin Darwin Parlaunagn Lubis Darwin Parlaungan Lubis Darwin Parlaungan Lubis Durubanua, Derita Ramai Elfayetti Elfayetti Ellfayeti Ellfayeti Elsa Kardiana Esra silaban Fadila Khoiri Fatimah Azzahra Ferdi Nanda Sinaga Gulo, Ezra Efendi Hariri, Tito Irama, Hera Jessica Anastasya Waruwu Joel Ersikapna Sinulingga Kamarlin Pinem Kautsar, Mhd. Anas Kusumawati, Eka Suci L. Primawati Lara Anjelita Tarigan Lumbantobing, Adelina Lumi Nopia Nababan M. Taufik Rahmadi Mandailing, Arfiah Wulandari Maringan Sirait Marpaung, Difa Aprilia Maruhawa, Rafa Aurifa mbina pinem Miftahurridlo, Muhammad Mtd, Selvia Ananda Muhammad Taufik Rahmadi Nababan, Yolanda Novira, Nina Nurhalifah, Akilah Panggabean, Frans Yogia A Panjaitan, Jonathan Pasaribu, Jenti Miralda Pratama, Alvin Primawati, L. Purnama, Mutia Indah Rahmadi, M Taufik Rahmi Rahmi Ramahdan, Syafiq Ridho, M Ezzar Risky Ansipar Hutapea Rohil, Rohil Rut Fany Theresia Situmeang Ruth Purba S. Sugiharto Sahala Fransiscus Sahala Fransiscus Marbun Sahala Fransiskus Marbun Sania Agustina Br Surbakti Selfi Juwita Zamasi Sembiring, Joey Athana Sendi Permana Simanjuntak, Sartika Mardiana Simanjuntak, Tiara Renata Carolina Siti Hardianti, Siti Suciani, Ayu Syahrinal Amir Lubis Syukri, Pradipa Nasywa Tampubolon, Laura Dacosta Tarigan, Lara Anjelita Terey Citha Siregar Tumangger, Faldi Aditia Will Bright Naibaho Yessi Karolina Marbun