Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penggunaan Aplikasi Kahoot Sebagai Media Pembelajaran PPKn Berbasis Teknologi (Pendampingan Pada Guru PPKn di SMPN 16 Mataram ) Rispawati, Rispawati; Yuliatin, Yuliatin; Haslan, Muhammad Mabrur; Kurniawansyah, Edy
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v3i2.5808

Abstract

Perkembangan teknologi menuntut perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, tidak terkecuali aspek Pendidikan. Dalam hal ini, guru ditutut memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi sebagai media dalam pembelajaran. Salah satu aplikasi yang dapat dimanfaatkan guru sebagai media pembelajaran adalah aplikasi Kahoot. Aplikasi ini dapat menjadi pilihan media berbasis teknologi yang menarik karena dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun demikian di sisi lain, tidak semua guru PPKn memiliki kemampuan dalam menggunakan aplikasi Kahoot sebagai media pembelajaran PPKn, termasuk di dalamnya adalah guru PPKn di SMPN 16 Mataram. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan sangatlah penting dan bermanfaat, yaitu dapat meningkatkan kemampuan guru PPKn di SMPN 16 Mataram dalam menggunakan aplikasi Kahoot sebagai media pembelajaran berbasis teknologi. Luaran kegiatan pengabdian ini terdiri dari luaran wajib dan luaran tambahan. Luaran wajib yaitu artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional ber-ISSN, mengikuti seminar Pepadu yang diselenggarakan oleh LPPM. Luaran tambahan yaitu peryataan pemanfaatan hasil pengabdian oleh mitra. Pendekatan/metode yang diguanakan adalah pendampingan dengan tahapan kegiatan: (1) penyampaian materi dan diskusi (2) pendampingan, (3) evaluasi. Hasil pelaksanaan pengabdian adalah: (1) terkontruksinya pemahaman khalayak sasaran tentang konsep, Aplikasi Kahoot, manfaat Aplikasi Kahoot dalam pembelajaran, peralatan yang harus disediakan, serta langkah-langkah pemanfataan aplikasi Kahoot sebagai media pembelajaran, (2) tersusunnya produk media pembelajaran PPKn SMP Kelas VII materi norma dengan menggunakan aplikasi Kahoot.
Penyalahgunaan Media Sosial Dalam Perspektif Hukum Pidana (Penyuluhan Pada Siswa SMAN 1 Pemenang Kabupaten Lombok Utara ) Haslan, Muhammad Mabrur; Yuliatin, Yuliatin; Rispawati, Rispawati
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v3i2.5809

Abstract

Pengguna media sosial pada umumnya kerap tidak menyadari adanya batasan normatif yang termuat dalam hukum pidana, yakni hukum pidana khusus yaitu Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hal ini dapar dicermati dari penggunanya yang seakan secara bebas tanpa melihat batasan yang mestinya tidak dilewati. Oleh karena itulah kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan sangat penting sebagai upaya mengedukasi masyarakat, khususnya kalanagan pelajar agar tidak melakukan perbuatan melawan hukum, khususnya dalam bermedia sosial. Metode yang diguanakan adalah penyuluhan, dengan tahapan kegiatan: (1) penyampaian materi, (2) tanya kawab, dan (3) evaluasi. Hasil pengabdian adalah: (1) terkonstruksinya pengetahuan khalayak sasaran tentang jenis hukum pidana yang mengatur tentang penyalahgunaan media sosial, (2) terkonstruksinya pengetahuan khalayak sasaran tentang jenis penyalahgunaan media sosial yang dilarang dalam hukum pidana, (3) terkonstruksinya pengetahuan khalayak sasaran tentang jenis sanksi pidana terhadap pelaku penyalahgunaan media sosial.
Pengembangan Model Pembelajaran Self-Regulated Learning melalui Aktivitas Portofolio berbasis HOTS di Perguruan Tinggi Herianto, Edy; Rispawati, Rispawati; Alqadri, Bagdawansyah; Fauzan, Ahmad
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol. 10 No. 4 (2024): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jseh.v10i4.710

Abstract

This study aims to address problems in PPKn learning, particularly the low independence of student learning. Previous research has been limited and has not succeeded in achieving quality learning that integrates self-regulated learning (SRL), portfolios, and high-order thinking skills (HOTS), even though PPKn should encompass cognitive, affective, and psychomotor domains in an integrated manner. This study develops a portfolio-based SRL learning model supported by HOTS, along with syntax and guidelines applicable in PPKn study programs and schools. The method employed is research and development (R&D) to produce and validate products during the one semester. The stages include planning, development, testing, revision, and dissemination. The results indicate that, first, the design of SRL-based learning development and portfolios integrated with HOTS has enabled students to engage in critical thinking, problem-solving, and self-reflection in line with the needs of the PPKn study program. Second, the products generated include learning guides for lecturers and students, portfolios of lecture assignments, and evaluation instruments to assess the effectiveness of learning models based on high-order thinking skills
Implementasi Program Sabtu Budaya dalam Menumbuhkembangkan Karakter Cinta Tanah Air Siswa di SMAN 2 Praya Ayuni, Nur; Rispawati, Rispawati; Basariah, Basariah; Zubair, Muh
Journal of Civic Education Vol 7 No 4 (2024): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v7i4.1134

Abstract

The Cultural Saturday program is a co-curricular activity designed as part of culture-based learning in schools to introduce and preserve local culture while fostering a sense of pride and love for the homeland among students. This study examines the implementation of the Cultural Saturday program in developing students' patriotism at SMAN 2 Praya, alongside the supporting and inhibiting factors that influence its success. A qualitative research approach was employed, with informants selected through purposive sampling. Data were collected using observation, interviews, and documentation techniques and analyzed using the Miles and Huberman model, which involves data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured through triangulation of sources, techniques, and time, as proposed by Sugiyono. The findings reveal that the program was implemented through six core activities: 1) Gemar Gatra gymnastics, 2) cultural bazaars, 3) traditional clothing competitions, 4) singing regional songs, 5) exhibitions of student work, and 6) extracurricular art performances. Supporting factors include teacher competence, strong collaboration among staff, availability of facilities, and high student enthusiasm. Conversely, challenges include the absence of specific program guidelines and limited parental involvement. This study highlights the significance of integrating culture-based activities into educational practices to instill patriotic values, while addressing the importance of clear guidelines and active parental support for program sustainability.
Implementasi Peraturan Daerah No 1 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Hayani, Yuma; Rispawati, Rispawati; Sawaludin, Sawaludin; Yuliatin, Yuliatin
Journal of Civic Education Vol 8 No 1 (2025): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v8i1.1137

Abstract

The purpose of the following study is to determine the implementation of the Mataram City Regional Regulation No. 1 of 2022 related to the implementation of risk-based business licensing, especially in the trade sector, culinary type MSMEs and obstacles in the implementation of Mataram City Regional Regulation Number 1 of 2022 concerning the implementation of risk-based business licensing. Data collection methods were carried out to collect research data, namely through interviews, observation, and documentation. The study was conducted in the city of Mataram, with research samples including the business licensing service section and the head of the UMKM of Kelurahan Rembiga. The sample selection was carried out through purposive sampling technique, namely by determining several indicators according to certain criteria. The results of research related to the implementation of regional policies related to the implementation of risk-based business licensing in the city of Mataram show that the implementation of regional regulations in terms of providing services to business actors through online risk-based with the Online Single Submissions (OSS) site has achieved good synergy. Reviewed from the service implementation mechanism, implementation results, implementation evaluation and using the theory of public policy implementation based on George C. Edward III. In addition, it will also be examined regarding a number of obstacles faced in the implementation of risk-based business licensing services by public officials, namely DPMPTSP as the policy organizer and its staff.
Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Kuliah Demokrasi Pancasila Fauzan, Ahmad; Rispawati, Rispawati; Salam, M.
Journal of Moral and Civic Education Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/8851412512020503

Abstract

This research is conducted in the Democracy of Pancasila Course at Pancasila and Civic Education (PPKn) Department University of Jambi. Students have difficulties in both answering critically when the lecturer asks questions, and criticizing questions from their peers when responding to group discussion questions. This is due to the weak thinking strategies used in the classroom so that the ability to think critically does not meet the expectations. One of the efforts made to overcome this problem is to apply the Think Pair Share (TPS) learning model. This study aims to determine the influence of Think Pair Share (TPS) learning model on students’ critical thinking abilities. This research was Pre-Experimental Design by using the Intact Group Comparison design. The population in this study was all students of the PPKn Department in University of Jambi. The sample in this study were students from class A and class B. Students of class B were used as an experimental class which were taught using the Think Pair Share learning model. Meanwhile, class A students were the control class who learned using conventional learning models. The instrument used in this study was a test instrument. The data collected were analyzed using the T test. Based on the results of the research, it is concluded that the critical thinking abilities of students who were taught using the Think Pair Share learning model in the Democracy of Pancasila Course were higher than students who were taught using conventional learning models. Keywords: Think Pair Share (TPS), critical thinking, mata kuliah Demokrasi Pancasila ABSTRAK Penelitian ini berdasarkan hasil pengamatan pada Mata Kuliah Demokrasi Pancasila di Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Jambi. Mahasiswa banyak mengalami kesulitan memberikan jawaban secara kritis ketika dosen bertanya, kemudian pada saat menanggapi pertanyaan-pertanyaan diskusi kelompok, mereka juga sulit untuk mengkritisi pertanyaan dari teman-temannya. Hal ini disebabkan lemahnya strategi berpikir yang digunakan dalam kelas sehingga kemampuan berpikir secara kritis belum sesuai dengan harapan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran TPS terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Exsperimental Design dengan menggunakan desain Intact Group Comparison. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi PPKn Universitas Jambi. Sedangkan yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa kelas A dan kelas B. Mahasiswa kelas B digunakan sebagai kelas eksperimen yang diajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Share, sedangkan mahasiswa kelas A sebagai kelas kontrol yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan mengguanakan uji T. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share pada mata kuliah Demokrasi Pancasila menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Think Pair Share (TPS), berpikir kritis, Democracy of Pancasila Course
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Video di Kelas VII 3 SMPN 1 Praya Timur Jelita, Niken Dara; Rispawati, Rispawati; Basariah, Basariah; Zubair, Muh
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5923

Abstract

Proses pembelajaran yang monoton dan konvensional menggunakan metode ceramah dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan yang ditemui di kelas VII 3 SMPN 1 Praya Timur. Hasil belajar siswa masih rendah, dari 21 siswa yang mencapai KKM hanya 12 siswa (57,14%), sedangkan 9 siswa (42,48%) tidak mencapai KKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru, aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar siswa menggunakan Problem Based Learning berbantu media video. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas VII 3 SMPN 1 Praya Timur dengan subjek penelitian 21 siswa dan guru yang berlangsung selama 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil belajar siswa kelas VII 3 SMPN 1 Praya Timur pada pembelajaran PPKn dengan menggunakan model problem-based learning berbantuan media video mengalami peningkatan dari siklus I dan siklus II. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah siswa yang tuntas pada siklus I yaitu 17 siswa dengan persentase 76% sedangkan pada siklus II yaitu 21 siswa dengan persentase 100%, semua peningkatan tersebut tidak lepas dari pengaruh penerapan yang dilakukan oleh guru mata Pelajaran dan peneliti pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media video.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA BIMA NOMOR 1 TAHUN 2022 TENTANG PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN Irnawati, Irnawati; Rispawati, Rispawati; Alqadri, Bagdawansyah; Atsar, Abdul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.5149

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Bima City Regional Regulation Number 1 of 2022 concerning Sustainable Food Crop Land Protection and to examine the efforts made by the Bima City Government in optimizing the policy. The background of this study is based on the phenomenon of widespread conversion of agricultural land, which threatens regional food security. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The research informants consisted of farmers, officers from the Agriculture Service, the Public Works Service, and local communities in Bima City. The results of the study show that the implementation of this regulation goes through several important stages, namely land data inventory, cross-agency coordination, and technical guidance for farmers. The Agriculture Service actively conducts training in making organic fertilizers and counseling on environmentally friendly agricultural techniques. However, the study found several obstacles, such as limited budget allocation, low awareness of some people, and limited supervision in the field. The Bima City Government has made efforts to improve coordination, strengthen socialization to the community, and involve community leaders in maintaining the sustainability of agricultural land. This study recommends the need for increased policy support, both in terms of budget and institutions, so that sustainable food crop land protection in Bima City can run optimally and contribute to regional food security in a sustainable manner. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Daerah Kota Bima Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan serta mengkaji upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bima dalam mengoptimalkan kebijakan tersebut. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena alih fungsi lahan pertanian yang marak terjadi, yang mengancam ketahanan pangan daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari petani, aparat Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum, dan masyarakat lokal di Kota Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi perda ini berjalan melalui beberapa tahapan penting, yakni inventarisasi data lahan, koordinasi lintas instansi, serta bimbingan teknis kepada petani. Dinas Pertanian aktif mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik serta penyuluhan teknik pertanian ramah lingkungan. Meskipun demikian, penelitian menemukan adanya beberapa kendala, seperti terbatasnya alokasi anggaran, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, serta keterbatasan pengawasan di lapangan. Pemerintah Kota Bima telah berupaya meningkatkan koordinasi, memperkuat sosialisasi kepada masyarakat, dan melibatkan tokoh masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan dukungan kebijakan, baik dari segi anggaran maupun kelembagaan, agar perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kota Bima dapat berjalan optimal dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Forum Yasinan (Pelayanan Setara Inklusif Andalan) Sebagai Model Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Sumbawa Barat Ghaury, Yamara Moya; Rispawati, Rispawati; Basariah, Basariah; Kurniawansyah, Edi
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6034

Abstract

Penelitian ini mengkaji Forum YASINAN (Pelayanan Setara Inklusif Andalan) sebagai model inovasi pelayanan publik berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sumbawa Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses terbentuknya Forum YASINAN, mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dan terintegrasi dalam pelayanan publik, serta menganalisis dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi non-partisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaksana teknis, dan jamaah Forum YASINAN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Forum YASINAN terbentuk sebagai respons terhadap permasalahan pelayanan publik yang mengubah pendekatan birokrasi formal menjadi lebih inklusif melalui integrasi nilai-nilai kearifan lokal. Forum ini mengintegrasikan lima nilai kearifan lokal utama yaitu gotong royong, budaya Basiru, musyawarah mufakat, silaturahmi, dan kesetaraan ke dalam sistem pelayanan publik. Penerapan Forum YASINAN terbukti berdampak positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat modal sosial, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembangunan. Forum YASINAN juga berhasil mengubah sikap apatis masyarakat menjadi lebih partisipatif dan dapat dikonseptualisasikan sebagai manifestasi Citizens' Charter yang menempatkan masyarakat sebagai fokus utama dalam pelayanan publik. Inovasi ini telah mendapat pengakuan internasional dengan memenangkan juara pertama dalam World Innovation Spotlight Award Open Government Partnership (OGP) tahun 2021. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam sistem pelayanan publik dapat menciptakan model inovasi yang lebih responsif, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Forum Yasinan (Pelayanan Setara Inklusif Andalan) Sebagai Model Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Sumbawa Barat Ghaury, Yamara Moya; Rispawati, Rispawati; Basariah, Basariah; Kurniawansyah, Edi
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6034

Abstract

Penelitian ini mengkaji Forum YASINAN (Pelayanan Setara Inklusif Andalan) sebagai model inovasi pelayanan publik berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sumbawa Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses terbentuknya Forum YASINAN, mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dan terintegrasi dalam pelayanan publik, serta menganalisis dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi non-partisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaksana teknis, dan jamaah Forum YASINAN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Forum YASINAN terbentuk sebagai respons terhadap permasalahan pelayanan publik yang mengubah pendekatan birokrasi formal menjadi lebih inklusif melalui integrasi nilai-nilai kearifan lokal. Forum ini mengintegrasikan lima nilai kearifan lokal utama yaitu gotong royong, budaya Basiru, musyawarah mufakat, silaturahmi, dan kesetaraan ke dalam sistem pelayanan publik. Penerapan Forum YASINAN terbukti berdampak positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat modal sosial, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembangunan. Forum YASINAN juga berhasil mengubah sikap apatis masyarakat menjadi lebih partisipatif dan dapat dikonseptualisasikan sebagai manifestasi Citizens' Charter yang menempatkan masyarakat sebagai fokus utama dalam pelayanan publik. Inovasi ini telah mendapat pengakuan internasional dengan memenangkan juara pertama dalam World Innovation Spotlight Award Open Government Partnership (OGP) tahun 2021. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam sistem pelayanan publik dapat menciptakan model inovasi yang lebih responsif, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.