Articles
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR SEKRETARIAT DPRD KOTA TOMOHON
Ferni E. Manopo;
Jofie H. Mandang;
Marssel M. Sengkey
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/pj.v3i1.5641
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat DPRD Kota Tomohon . Penelitian ini dilaksakan di Sekretariat DPRD Kota Tomohon. Sampel pada penelitian ini berjumlah 55 pegawai Sekretariat DPRD Kota Tomohon dengan menggunakan teknik sampling insendental. Data penelitian ini diperoleh dari kuesioner,observasi dan studi kepustakaan terkait sesuai tujuan penelitian. Teknik analisisnya menggunakan regresi linear berganda dengan uji hipotesis, yaitu uji F dan uji T. Hasil pengujian hipotesis membuktikan terdapat pengaruh antara motivasi terhadap kinerja pegawai. Dilihat dari hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai t hitung sebesar 0,133 dengan taraf signifikan hasil sebesar 0,894 lebih besar dari 0,05. Sedangkan variabel disiplin kerja diperoleh nilai t hitung sebesar 2,832 dengan taraf signifikan hasil sebesar 0,007 lebih besar dari 0,05. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa variabel Motivasi dan Disiplin Kerja berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat DPRD Kota Tomohon.
STUDI KASUS PERASAAN BERSALAH (GUILTY FEELINGS) PELAKU PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI LPKA TOMOHON
Rizaldy J. Illy;
Tellma M. Tiwa;
Marssel M. Sengkey
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36582/pj.v3i2.5655
Guilty Feelings According to Cohen, et al (2011) are positively and significantly related to religiosity and morals. Morals include feelings of guilt and remorse which are described as discomfort after engaging in deviant behavior. This study uses a qualitative approach with subject 1 who is a resident of the Tomohon Child Special Guidance Institute, a drug abuser. In the category of feelings of guilt proposed by Brue Narramore (2005), the subject is in the category of objective guilt, especially in the Legal Guilt where, the subject feels guilty because he has violated the law, which causes problems in the social environment.
GAMBARAN ADAPTASI ANAK YATIM PIATU PENDERITA TUNARUNGU DIPANTI ASUHAN FEBE TONDANO
Dessy N. Andries;
Melkian Naharia;
Marssel M. Sengkey
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36582/pj.v3i2.5660
In general, a child who lives with biological parents will find it easier to adapt to their environment because children get more guidance from their parents. But not all children are lucky to have a complete family as experienced by children in orphanages. Every human being created by God has advantages and disadvantages. Children with hearing impairment need environmental adaptations in order to adapt well. A good adaptation for a deaf child who is in the Febe Tondano Orphanage does not happen instantly, but through the process of the people around him. Purpose In this study to get an overview and analysis of adaptation to deaf orphans at the Febe Tondano orphanage. researchers used qualitative methods. The approach used in this research is a case study, the number of subjects studied is 1 person. data collection techniques used are observation and interviews. The results of the study showed that the factors that influenced the adaptation process were physical condition, personality, learning process, environment, religion and culture, most of the subjects were able to adjust. Even though the subjects were still assisted by friends and caregivers who were in the orphanage environment.
STUDI DESKRIPTIF KOMPARASI TENTANG PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA GENERASI SANDWICH DI KECAMATAN TOMOHON TENGAH KOTA TOMOHON
Reity Sengkey;
Deetje J Solang;
Marssel M. Sengkey
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/pj.v3i3.5662
This study aims to describe and compare the level of psychological well-being of the sandwich generation in the Tomohon Tengah sub-district, Tomohon City based on the categories in this study. The type of research used is descriptive quantitative research with a sample of 70 people of the sandwich generation, ages 21 to 60. The measuring instrument in this study uses Psychological Well-Being Scales (PWBS) developed by Ryff (1989) with 44 valid items and has a Cronbach Alpha reliability index of 0.885. The preparation of the item is based on aspects of psychological well-being, namely self-acceptance, positive relationships with others, environmental mastery, autonomy (independence), life goals and personal growth. The results of this study indicate that the level of psychological well-being in the sandwich generation is in the average category, there is no sandwich generation in the high or low category. Then when compared based on the criteria, the results show that there is no difference, so there is no striking level of psychological well-being because everything is equal.
PERBEDAAN FEAR OF COMPASSION PADA MAHASISWA DI PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MANADO
Veren D. P. Mondigir;
Meike E. Hartati;
Marssel M. Sengkey
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/pj.v3i3.5663
This study aims to determine the differences in fear of compassion among students in class 2019 and class 2021 at the Psychology Study Program, Manado State University. This research method uses quantitative research methods. The subjects of this study used 187 students in the Psychology Study Program at Manado State University using a purposive sampling technique. This research instrument modifies the fear of compassion scale from Paul Gilbert et al (2011) with 46 items. The research was tested using the Independent Sample T Test. Based on the results of the study, it shows that there is a difference in fear of compassion in the 2019 and 2021 classes.
DINAMIKA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DISATUAN LALU LINTAS POLRES MINAHASA
Winstein R. Tampinongkol;
Tellma M. Tiwa;
Marssel M. Sengkey
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/pj.v3i3.5668
Komunikasi merupakan salah satu cara mempermudah seseorang dalam memahami suatu pesan atau informasi, sehingga permasalahan yang kompleks seperti kesalah pahaman dapat dicegah dengan komunikasi interpersonal yang baik. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika komunikasi interpersonal yang terjalin di Satuan Lalu Lintas Polres Minahasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis desain penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi teknik analisis data menggunakan tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika komunikasi interpersonal disatuan lalu lintas polres minahasa bersifat terbuka dan memperlihatkan kesetaraan antara senior dan junior walaupun keefektifan dalam berkomunikasi belum maksimal dikarenakan ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Dalam hasil penelitian ini juga peneliti menggunakan 5 aspek dalam komunikasi yang memberikan indikasi terciptanya komunikasi interpersonal yang efektif yaitu (1) keterbukaan (2) Empati (3) sikap positif (4) sikap mendukung (5)kesetaraan
DAMPAK PERILAKU DAN EMOSI NEGATIF REMAJA PENGGUNA GAWAI DI KABUPATEN MINAHASA
Angelika Rantung;
Melkian Naharia;
Marssel M. Sengkey
PSIKOPEDIA Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/pj.v4i2.7411
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis dampak perilaku dan emosi negatif pada remaja pengguna gawai di Desa Tolok Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemeriksaan data menggunakan triangulasi, yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik. Peneliti menemukan dampak yang ditimbulkan pada perilaku remaja seperti perilaku sosial, contohnya remaja menjadi kurang aktif bersosialisasi di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar. Terhadap orang tua, remaja lebih suka menunda perintah orang tua atau membantah nasihat yang orang tua berikan. Dampak emosi negatif yang ditimbukan saat menggunakan gawai secara berlebihan seperti emosinya lebih cepat naik atau marah jika diganggu pada saat dia sedang bermain gawai, merasa gelisah saat berada dikerumunan dan lebih memilih menyendiri sambil bermain gawai. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan gawai yang berlebihan dapat menimbulkan prilaku dan emosi negatif pada remaja.
FEAR OF MISSING OUT PADA REMAJA BROKEN HOME DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
Stifani Walangitan;
Tellma M. Tiwa;
Marssel M. Sengkey
PSIKOPEDIA Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/pj.v4i2.7481
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Fear of Missing Out pada remaja broken home di Desa Basaan Dua Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah satu orang yang merupakan remaja broken home di Desa Basaan Dua Kecamatan Ratatotok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki kecenderungan Fear of Missing Out dengan salah satu penyebabnya yaitu broken home yang dialaminya. Aspek Fear of Missing Out yang ditemukan pada subjek, yaitu (1) kebutuhan psikologis relatedness tidak terpenuhi, (2) kebutuhan psikologis self tidak terpenuhi dan (3) takut kehilangan informasi terbaru yang ada di internet, sehingga menjadikan subjek selalu berusaha mendapatkan perhatian dari orang orang tuanya, ingin merasa dihargai sehingga berusaha mengetahui tranding topic dan membandingkan kehidupannya dengan orang lain di media sosial. Dampak yang terjadi akibat kurangnya perhatian dari orang tua serta sikap acuh yang menjadikan subjek menganggap temannya lebih mengerti dari pada orangtuanya.
STRATEGI COPING REMAJA WANITA DARI KELUARGA BROKEN HOME DI KOTA TOMOHON
Grasella B. Paat;
Jofie H. Mandang;
Marssel M. Sengkey
PSIKOPEDIA Vol. 4 No. 4 (2023): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/pj.v4i4.7579
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi coping yang digunakan remaja dari Broken Home untuk mengatasi masalahnya di kelurahan Matani Satu Kota Tomohon. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penanganan remaja broken home di Kelurahan Matani Satu subjek PA berfokus pada masalah (problem-focused coping). Strategi coping yang berfokus pada masalah merupakan usaha yang dilakukan subjek untuk mengurangi stress dengan cara menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Subjek lebih dominan mencari dukungan sosial terutama keluarga, sahabat, dan mendekatkan diri denganTuhan sang pencipta.
PSYCHOLOGICAL WELL BEING WANITA YANG MENIKAH DI USIA 19-24 TAHUN DI KABUPATEN MINAHASA
Ovelia Maramis;
Tellma M. Tiwa;
Marssel M. Sengkey
PSIKOPEDIA Vol. 4 No. 4 (2023): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/pj.v4i4.7601
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kesejahteraan psikologis pada wanita yang menikah pada usia muda di Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa. Banyak dari pemuda dan pemudi yang menikah pada usia muda hanya didorong oleh perasaan cinta kasih sesaat (cinta erotis), yang pada akhirnya dapat menghasilkan banyak masalah dalam rumah tangga karena kurangnya persiapan yang matang dalam segi fisik, psikis, dan sosial. Wanita yang menikah pada usia muda yang berhasil mengatasi permasalahan dalam pernikahannya dikatakan telah mencapai kesejahteraan psikologis (Psychological Well Being). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa kesejahteraan psikologis memiliki peran penting dalam kehidupan wanita yang menikah muda. Kesejahteraan psikologis dapat tercermin dalam sikap dan perilaku, seperti kemampuan untuk menghargai diri sendiri dan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.