Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Kepercayaan Diri dalam Proses Adaptasi Akademik pada Mahasiswa Tahun Pertama di Universitas Negeri Manado Marssel Michael Sengkey; Immanuel Nainggolan; Angelique Lomboan; Abigail Kosakoy
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2768

Abstract

Latar Belakang: Masa awal perkuliahan merupakan fase transisi krusial yang menuntut kemampuan penyesuaian diri yang tinggi dari mahasiswa tahun pertama dalam menghadapi tuntutan akademik yang kompleks. Di Universitas Negeri Manado (UNIMA), proses ini menjadi semakin menantang akibat karakteristik demografis mahasiswa yang sangat heterogen dan multibudaya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menyintesis makna kepercayaan diri dalam proses adaptasi akademik pada mahasiswa tahun pertama di UNIMA. Metode: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi peninjauan pustaka (literature review). Data sekunder diperoleh dari sintesis berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dianalisis secara tematik. Hasil: Sintesis literatur menghasilkan empat tema utama mengenai makna kepercayaan diri, yaitu: (1) sebagai modal psikologis dalam menghadapi transisi akademik; (2) sebagai hasil interaksi dinamis antara faktor personal dan lingkungan sosial; (3) sebagai faktor pendukung keberhasilan adaptasi akademik; dan (4) sebagai konstruk psikologis yang dinamis dan berkembang melalui pengalaman. Kepercayaan diri terbukti menjadi sumber keberanian yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa serta berfungsi sebagai mekanisme psikologis untuk mereduksi risiko kecemasan, depresi, dan stres akademik saat menghadapi ketidakpastian di perguruan tinggi. Kesimpulan: Kepercayaan diri merupakan salah satu sumber daya psikologis utama yang maknanya terletak pada fungsi ketahanan, pendorong keterlibatan aktif, dan optimalisasi potensi mahasiswa selama masa transisi di perguruan tinggi negeri.
Studi Literatur: Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis Terhadap Kinerja Karyawan Tiara Injili Kaligis; Karen Toar; Febe Theresa Septania Kawung; Marssel Michael Sengkey; Ni Kadek Diah Shinta Kartika
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana gaya kepemimpinan demokratis berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui telaah lima artikel empiris dari satu dekade terakhir. Fokus utama diarahkan pada pola hubungan antara partisipasi karyawan, komunikasi dua arah, pemberian umpan balik yang konstruktif, serta penciptaan lingkungan kerja yang suportif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan gaya kepemimpinan demokratis cenderung meningkatkan motivasi kerja, rasa memiliki terhadap pekerjaan, serta komitmen pada organisasi. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada meningkatnya kualitas dan kuantitas kinerja karyawan. Meskipun konteks penelitian bervariasi mulai dari sektor pendidikan, swasta, hingga layanan publik seluruh temuan memperlihatkan kecenderungan yang konsisten bahwa kepemimpinan demokratis memberikan ruang lebih besar bagi karyawan untuk berkontribusi, mengekspresikan pendapat, dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan, yang pada akhirnya memperkuat performa kerja mereka. Studi ini menegaskan bahwa gaya kepemimpinan demokratis masih relevan dalam praktik manajerial modern dan dapat dijadikan strategi efektif untuk meningkatkan kinerja organisasi.
Studi Literatur: Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Feren S. Sumondakh; Vanesa D. Kembau; Christanov G.W. Salawo; Marssel M. Sengkey; Ni Kadek Diah Shinta Kartika
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis secara komprehensif pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan. Budaya organisasi dipandang sebagai sistem makna bersama dan pola asumsi dasar yang strategis dalam membentuk perilaku, motivasi, dan kualitas kerja individu dalam organisasi. Melalui metode tinjauan semi-sistematis dan pendekatan kualitatif deskriptif, sumber-sumber ilmiah dari berbagai platform akademik dikaji secara kritis untuk mensintesis temuan. Hasil sintesis literatur mengindikasikan bahwa budaya organisasi memiliki peran dualistik, yaitu sebagai mekanisme kontrol tidak tertulis yang mengarahkan perilaku (Robbins & Judge) dan sebagai sumber energi psikologis yang meningkatkan modal psikologis karyawan (Luthans). Budaya yang kuat dan adaptif (seperti yang ditekankan oleh Kotter dan Heskett) terbukti berkorelasi positif dengan pertumbuhan kinerja jangka panjang, efektivitas kerja, dan peningkatan komitmen afektif. Sebaliknya, budaya yang kaku atau terlalu birokratis dapat menghambat potensi. Studi ini menyimpulkan bahwa keselarasan antara nilai budaya dengan strategi organisasi, yang diinternalisasi melalui proses manajemen sumber daya manusia yang konsisten, adalah kunci utama dalam memanfaatkan budaya organisasi untuk mencapai kinerja karyawan yang optimal.
Studi Literatur: Peran Budaya Organisasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Kesehatan Organisasi: Perspektif dan Tantangan Volendeo Ailen Wonseke; Jessicha Tumbelaka; Ariel Soputan; Marssel Michael Sengkey; Ni Kadek Diah Shinta Kartika
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menilai peran budaya organisasi dalam meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan organisasi melalui tinjauan literatur. Latar belakangnya adalah kebutuhan organisasi untuk beradaptasi cepat dengan perubahan global, persaingan, dan teknologi, di mana budaya organisasi memengaruhi kinerja, motivasi, kepuasan kerja, dan operasi. Metode menggunakan kajian pustaka dari artikel ilmiah nasional dan internasional tentang budaya organisasi, karakteristik individu, serta sistem informasi manajemen terhadap produktivitas karyawan. Hasil menunjukkan budaya organisasi yang kuat dan positif meningkatkan performa karyawan melalui motivasi, kepuasan, komitmen, dan komunikasi internal. Faktor pribadi seperti kecerdasan emosional dan disiplin kerja juga berkontribusi. Sistem Informasi Manajemen (SIM) mendukung pengambilan keputusan dan inovasi, meski ada tantangan keamanan data dan pelatihan. Kesimpulannya, integrasi budaya organisasi, karakteristik individu, dan teknologi diperlukan untuk efisiensi dan kesehatan organisasi. Temuan ini berguna bagi organisasi di Kota Manado untuk membangun budaya kerja adaptif dan inovatif.
Impulsive Behavior and Petty Corruption in Higher Education: A Psychologically Informed Prevention Model Marssel Michael Sengkey; Tellma Monna Tiwa
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i1.13937

Abstract

Petty corruption remains a persistent issue in higher education administrative services, yet its behavioral foundations are not well understood. This qualitative case study examines how impulsive behavior among administrative employees appears to be associated with petty deviations at Universitas Negeri Manado. Data were gathered through twenty-one working days of participatory observation, fifteen semistructured interviews, a focus group discussion, and document analysis. Impulsivity was examined using the Barratt Impulsiveness Scale (BIS-11), encompassing motor, cognitive, and non-planning dimensions. Motor impulsivity was associated with bypassing Standard Operating Procedures, cognitive impulsivity with emotionally driven shortcuts, and non-planning impulsivity with inconsistent workflow patterns. These behaviors were shaped by service pressure, emotional strain, relational expectations, and permissive cultural norms. The study provides a nuanced understanding of impulsivity as a proximal psychological mechanism influencing administrative decision making. A psychologically informed prevention model is proposed, emphasizing emotional regulation training, integrity-oriented cultural reinforcement, and process-focused supervision as pathways to strengthening integrity and reducing petty corruption in university administrative settings
Pengaruh Intensitas Penggunaan Gawai Terhadap Kecenderungan Nomophobia Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Frater Don Bosco Tomohon Chtistin Alemina Sukanta; Marssel M Sengkey; Arham S
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat Pengaruh Intensitas Penggunaan Gawai Terhadap Kecenderungan Nomophobia Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Frater Don Bosco Tomohon. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa/i Sekolah Menengah Pertama kelas 7 dan 8 yang bersekolah di SMP Frater Don Bosco Tomohon. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat intensitas penggunaan gawai dan kecenderungan nomophobia siswa berada pada tingkat kategori sedang. Melalui analisis regresi linear sederhana diketahui bahwa intensitas penggunaan gawai berpengaruh secara signifikan terhadap kecenderungan nomophobia dengan nilai yang sigifikan. Hasil regresi menunjukkan adanya peningkatan kecenderungan nomophobia sebesar 0,366 atau 33,6% pada setiap penambahan intensitas penggunaan gawai. Adapun hasil uji koefisisen determinasi diperoleh nilai R Square sebesar 0,228 yang berarti bahwa intensitas penggunaan gawai memberikan kontribusi sebesar 22,8 % terhadap kecenderungan nomophobia pada siswa SMP Frater Don Bosco Tomohon. Nilai koefisien regresi yang bernilai positif menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gawai maka kecenderungan nomophobia akan semakin meningkat. Disimpulkan bahwa intensitas penggunaan gawai memiliki pengaruh positif terhadap kecenderungan nomophobia pada siswa kelas VII dan VIII SMP Frater Don Bosco Tomohon.
EKSPLORASI ACADEMIC BURNOUT PADA MAHASISWA AKTIVIS ORGANISASI Marssel Michael Sengkey; Agnes Charla Supit; Marsita Novanti Tumilaar; Zhia Ginintu
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Academic burnout merupakan kondisi kelelahan psikologis yang semakin banyak dilaporkan di kalangan mahasiswa, terutama pada mereka yang secara aktif terlibat dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa aktivis menghadapi tuntutan ganda yang bersumber dari tanggung jawab akademik sekaligus kewajiban organisasional, sehingga menempatkan mereka pada risiko burnout yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa non-aktivis. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena academic burnout pada mahasiswa aktivis organisasi, mencakup dimensi-dimensi burnout yang dialami, faktor-faktor risiko yang berkontribusi, dampaknya terhadap performa akademik dan kesejahteraan psikologis, serta faktor protektif yang berperan dalam mengurangi risiko burnout. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 25 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, bersumber dari basis data Google Scholar, Scopus, DOAJ, dan PubMed. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahasiswa aktivis rentan mengalami ketiga dimensi burnout, yaitu kelelahan emosional (exhaustion), sikap sinis terhadap studi (cynicism), dan penurunan efikasi akademik (reduced academic efficacy). Konflik peran antara tuntutan akademik dan tanggung jawab organisasi, manajemen waktu yang buruk, serta minimnya dukungan sosial menjadi faktor risiko utama. Sebaliknya, resiliensi, self-efficacy akademik, dan student engagement yang tinggi terbukti berperan sebagai faktor protektif yang signifikan. Artikel ini memberikan rekomendasi praktis bagi mahasiswa aktivis, pembimbing kemahasiswaan, dan institusi pendidikan tinggi dalam merancang sistem dukungan yang responsif terhadap kebutuhan psikologis mahasiswa aktivis.
Co-Authors Abigail Kosakoy Afillio Fordy Akhail Dinar Agatania Rilly Gwyneth Agnes Charla Supit Airin Jesica Sondakh Alfira Anastasia Dareho Alfrina Mewengkang Amalia Natalia Watulangkow Amaria Mokoginta Angelika Rantung Angelique Lomboan Angkouw, Felicia Mikha Angraini Tri Ivana. T Aprilia AR Ismail Aprillia Mongdong Arham S Ariel Soputan Aristanthya Inria Avril Patricia Manikome Avrilie Kapoyos Brian Watuseke Brianto Meixon Aruro Chelsia Naftalia Poluakan Christanov G.W. Salawo Christian Imanuel Banda Christyo Erold. Jeremy Luhulima Chtistin Alemina Sukanta Citra Anjelina Silaen Claudia Enjelina Kalumata Dessy N. Andries Dewo Agung Nugroho Narosaputra Dhea Patricia Tendean Diny D. Dalending Dwi Sentana Br Perangin Angin Eka Prasetyo Ningsih Enjelina Wisky Febe Theresa Septania Kawung Feren S. Sumondakh Ferni E. Manopo Gisela Tamboto Giva Syaloom Sembor Gloria Natalie Lantu Gracia Sendy Momongan Grasella B. Paat Gwyneth, Agatania Rilly Hansen Novalrian Julius Hartati, Meike E Herlina Sianly Ninda Hestria Br Ginting Hetty Julita Tumurang Hillary Marcella Jeilyn Makisurat Illahibaccus-Sona, Shaima Banu Imanuel Erens Sumenge Imanuel Yohanis Kountul Immanuel Nainggolan Indriani, Ester Jeffry Sony Junus Lengkong Jessicha Tumbelaka Joel Mangantes Jofie Hilda Mandang Jonathan Christian Tindas Jorgen Oliver Kandou Kalumata, Ursula Victoria Tiara Karen Toar Kesek, Gralia Kodoati, Teressa Kokalinso, Tessalonica Septriani Laudia Ashara Manggo Lihart Lumapow Lumempouw, Natasya V. Lumy, Jessica Mamengko, Monica C. Mandang, Jofie H. Manengkey, Julieta Mangantes , Meisie L Mangundap, Febby S. Maringka, Keisa A.T. Mario William Egeten Marselina Laenus Marsita Novanti Tumilaar Matahari, Bellen Nhiralti Matondong, Julia Meike E. Hartati Meike E. Hartati Melkian Naharia Meloh, Tracy Mersty Rindengan Monarika Sasaka Mozes Markus Wullur Mundung, Tiara N.M. Nana Elpira Mokoginta Natalia Fabiola Kawung Natunggele, Rifaldo Ngodu, Saputra Ni Kadek Diah Shinta Kartika Normila Syahrin Nova Lisye Sinaulan Nusa Panca Menggala Ovelia Maramis Paat, Arther Pakpahan, Tamara Angelina Pangestu, I Ketut Pindan, Deasy I. Pingkan N. Paat Ponto, Santiago Pratika Dwifarsi Durian Priskila Sinurat Queen Maharani Kartika Kalalo Ramita Pongrangga Rampengan, Elsya S. Rantung, Vichela G. Refanly Imanuel Tampongangoy Reity Sengkey Rizaldy J. Illy Rizki Murdjo Rotty, Viktory Nicodemus Joufree Rumondor, Engel N. Y. Runtu, Chevas Valentino Yohanes Runtu, Savitska Svetlania Sagita Healthy Mongkol Salaki, Reynaldo Joshua Salindeho, Reygina Schwarz Jitro Miclaren Tamboto Shaima Banu Illahibaccus-Sona Sheryn Eglecia Karamoy Shinta Aprilia Bagarai Shinta Clara Br Tarigan Sigar, Valerie Silalahi, Frilya Yohana Sinaulan, Nova Lisye Sindy Kezia Gagola Solang, Deetje J. Stefani Tendean Stifani Walangitan Sumangkut, Trivena Sumigar, Angelina Alicia Tahir , Putri O. Taroreh, Anggraini Taufik R. Hiola Tellma Monna Tiwa Theodorus Pangalila Tiara Injili Kaligis Tiwa, Joshua Natanael Tresensia Eka Jamali Trilan Hugo Iswandi Sinurat Tuerah, Tirsa T. C. Umboh, Jelri A. Valerisha Umbokahu Vanesa D. Kembau Varel Eldad Onemarch Mamuaja Veren D. P. Mondigir Virgin Christmas Wariki Virgin Riung Virthita Gisela Natalie Tanor Volendeo Ailen Wonseke Vrisilia Pandaleke Wanga, Prisilia M. Wenly Napoleon Ontolay Winstein R. Tampinongkol Wulansari lisu Sarungu’ Wulus, Jeremy Yayi Suryo Prabandari Yerikho Shefa Pratasik Yesa Mokoginta Yesi Padoma Yoas Sotomo Telaumbanua Zefanya Marchfirstio. Immanuel Bala Zhia Ginintu