Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Nilai Kedamaian Dan Kesejahteraan Pada Makna Gerga Yang Terdapat Dalam Rumah Adat Siwaluh Jabu Etnik Batak Karo: Kajian Kearifan Lokal sinulingga, jekmen; Siahaan, Wahyu Satria Boy; Panjaitan, Santi Monica Entelina; Tarigan, sarah nathasia; Silaban, Immanuel
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6423

Abstract

Penelitian ini membahas nilai-nilai kedamaian dan kesejahteraan yang tercermin dalam makna gerga yang terdapat pada rumah adat Siwaluh Jabu, yang dimilik masyarakat etnik Batak Karo. Rumah adat ini bukan hanya sekadar tempat tinggal, melainkan juga simbol kearifan lokal yang menggambarkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengungkap makna simbolis dan filosofi gerga dalam tradisi masyarakat Karo.Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerga mengandung pesan moral yang kuat mengenai solidaritas, gotong royong, dan keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut mencerminkan upaya menciptakan kedamaian dalam hubungan antarmanusia serta kesejahteraan melalui kebersamaan. Selain itu, rumah adat Siwaluh Jabu merepresentasikan kearifan lokal yang mampu menjadi inspirasi dalam membangun harmoni di tengah kehidupan modern yang semakin kompleks.Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya lokal serta menjadi referensi dalam upaya mengintegrasikan nilai-nilai tradisional ke dalam kehidupan masyarakat saat ini.
SIMBOL DAN MAKNA FILOSOFIS DALAM ARSITEKTUR RUMAH BOLON ETNIK BATAK SIMALUNGUN: KAJIAN SEMIOTIKA Purba, Roma Hotni Uhur; Silaban, Immanuel; Simarmata, Tioara Monika; Pasaribu, Jefri Harniko; Batubara, Immanuel Bintang Cristopher
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1015

Abstract

Arsitektur tradisional merupakan warisan budaya yang menyimpan nilai filosofis, simbolis, dan sosial suatu masyarakat. Rumah Bolon etnik Batak Simalungun tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai representasi identitas, kosmologi, serta pandangan hidup masyarakat pendukungnya. Penelitian ini bertujuan mengungkap simbol dan makna filosofis dalam arsitektur Rumah Bolon dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta studi pustaka. Data dianalisis melalui model semiotika Barthes yang membedakan makna denotatif, konotatif, dan mitos. Triangulasi sumber dan metode digunakan untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen Rumah Bolon memiliki simbolisme yang kuat. Bentuk atap menyerupai perahu melambangkan perjalanan hidup, tiang penyangga menandakan keteguhan dan prinsip habonaron do bona, tangga dan pintu masuk kecil mengajarkan kerendahan hati, sementara ukiran serta warna melambangkan kesuburan, keberanian, dan kekuatan spiritual. Tata ruang rumah mencerminkan solidaritas sosial, keterbukaan, dan kebersamaan. Selain itu, Rumah Bolon merepresentasikan kosmologi tiga dunia: dunia atas (spiritual), dunia tengah (manusia), dan dunia bawah (alam hewan dan roh pelindung). Kesimpulannya, Rumah Bolon merupakan teks budaya yang menyimpan nilai-nilai filosofis penting, seperti harmoni dengan alam, solidaritas sosial, dan penghormatan terhadap leluhur. Nilai tersebut masih relevan di era modern, sehingga pelestarian tidak hanya menekankan aspek fisik, tetapi juga makna simbolisnya. Revitalisasi makna Rumah Bolon dapat memperkuat identitas budaya masyarakat Simalungun sekaligus menjadi inspirasi dalam pengembangan arsitektur kontemporer berbasis kearifan lokal.
PELESTARIAN BAHASA BATAK TOBA DI ERA GLOBALISASI : KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK Hutabarat, Yohana Dwikartika; Silaban, Immanuel; Sinaga, Castia Stephani; Limbong, Eldawati; Gultom, Dani Maichel; Sibarani, Robert
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1162

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh globalisasi terhadap penggunaan bahasa Batak Toba, mengidentifikasi faktor sosial-budaya yang memengaruhi vitalitasnya, dan merumuskan strategi pelestarian yang efektif. Menggunakan pendekatan etnografi dengan observasi partisipatif dan studi dokumentasi, penelitian menemukan adanya pergeseran bahasa yang signifikan.Globalisasi melalui media digital dan pendidikan formal mendorong dominasi Bahasa Indonesia di kalangan generasi muda, terutama di wilayah urban. Anak muda cenderung melihat bahasa daerah "kurang praktis," dan hanya menggunakannya dalam konteks informal atau adat. Fenomena ini menunjukkan adanya diglossia dan penurunan penggunaan lisan yang kontras dengan kekuatan bahasa dalam dokumentasi tradisional (adat dan gereja).Faktor kunci pelestarian meliputi peran keluarga sebagai ruang transmisi bahasa, dan sikap positif terhadap identitas etnis. Strategi pelestarian yang paling efektif adalah pendekatan hibrid, menggabungkan digitalisasi (aplikasi, kamus digital, gamifikasi, konten kreatif) dan revitalisasi tradisi (penggunaan bahasa dalam upacara adat dan kurikulum lokal), didukung oleh kolaborasi komunitas dan kebijakan pemerintah. Penelitian ini berkontribusi pada literatur antropolinguistik dan menawarkan rekomendasi praktis untuk menjaga kesinambungan bahasa Batak Toba sebagai warisan budaya di era modern.