Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENDAMPINGAN PROJECT REAL KEWIRAUSAHAAN SINGKONG CIMANGGU DI SMK NEGERI 1 BORONG Noywuli, Nicolaus; Kaleka, Marten Umbu; Nono, Elfridus Andi Loke; Hamakonda, Umbu A; Lea, Victoria Coo
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v6i1.5316

Abstract

Vocational High School (SMK) is a vocational education institution that focuses on mastering the knowledge, skills, and attitudes needed in the industrial and entrepreneurial worlds. This community service activity is carried out for one year per the cooperation contract, including planning and making guidelines for two months, cultivating mentoring activities for nine months, and evaluating activity implementation for one month. The cassava entrepreneurship project cultivation mentoring activities on the SMKN 1 Borong land went well, accompanied by the involvement of the team and teachers and the government represented by the SMA/K supervisor coordinator of East Manggarai Regency. The implementation of the entrepreneurship project at SMKN 1 Borong has followed the guidelines that the team has made from the Flores Bajawa Agricultural College.
Model Strategi Pengembangan Kapasitas dan Kelembagaan Petani Hortikultura menuju Kelembagaan Ekonomi di Kecamatan Golewa Barat Kabupaten Ngada Kaleka, Marten Umbu; Hamakonda, Umbu A.; Alvensius Reo, Kanisius
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan sektor pertanian memerlukan SDM yang berkualitas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyediaan pangan yang aman dan berkelanjutan. Penguatan kapasitas petani dan kelembagaan menjadi kunci agar mampu bersaing secara global, melalui pendekatan terpadu berbasis pengetahuan yang dikenal sebagai manajemen pengetahuan. Tujuan penelitian ini Untuk menganalisis kapasitas petani hortikultura, menganalisis pola kelembagaan petani hortikultura, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kelembagaan ekonomi petani, serta merumuskan strategi pengembangan kapasitas dan kelembagaan ekonomi petani hortikultura di Kecamatan Golewa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder serta dianalisis secara statistik deskriptif, analisis pemodelan SEM PLS dan analisis deskriptif kualitatif untuk perumusan model strategi pengembangan kapasitas dan kelembagaan ekonomi petani. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kapasitas Petani memperoleh nilai skala 3,97 dengan ketegori Baik. Selanjutnya pola kelembagaan yang terbentuk di lokasi penelitian adalah pola koperasi tani simpan pinjam dan pola kelompok tani sosial. Sedangkan faktor yang berpengaruh terhadap kelembagaan ekonomi adalah kapasitas secara jalur tidak berpengaruh terhadap kelembagaan ekonomi melainkan harus melalui pola kelembagaan. Sedangkan kapasitas berpengaruh terhadap pola kelembagaan begitupun juga dengan pola kelembagaan berpengaruh terhadap kelembagaan ekonomi. Strategi pengembangan ekonomi petani yaiu peningkatan kapasitas petani yang harus didukung oleh kebijakan pemerintah, pendampingan intensif dan transformasi pola kelembagaan menuju kelembagaan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Marketing Strategy of Inpari 40 and Kusuma 06 Rice Farming (Oryza sativa L.) in Mangulewa Village, Ngada Regency Rofinus Neto Wuli; Marten Umbu Kaleka; Kornelia Roswita Moi
Inkubis : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2026): INKUBIS Jurnal Ekonomi Dan Bisnis
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/inkubis.v8i2.230

Abstract

Background: The rice sector is strategic for food security and rural welfare in Indonesia. In Ngada Regency, dry unhusked rice (GKG) production declined from 57,618.67 tons in 2023 to 46,144.71 tons in 2024, while farm-gate prices remained volatile. Studies on the marketing of specific superior varieties such as Inpari 40 and Kusuma 06 at the village level remain scarce. Objective: This study analyzes the marketing strategy of Inpari 40 and Kusuma 06 rice farming (Oryza sativa L.) in Mangulewa Village, Ngada Regency, focusing on marketing channels, marketing margins, and farmers' share. Methods: A convergent mixed-methods design was applied between February and May 2025. Thirty respondents (25 purposively selected farmers and 5 traders) were interviewed, and data were triangulated with observation and documentation. Qualitative data were analyzed using the Miles-Huberman model, while quantitative data employed marketing-margin and farmers'-share formulas. Results: Findings indicate a direct (zero-level) channel for Inpari 40 organic rice and Kusuma 06 seed, with a farmers' share of 100% for direct sales and an average marketing margin of IDR 3,500/kg when traders are involved. Inpari 40 is sold as organic rice at IDR 15,000/kg, and Kusuma 06 as unlabeled seed at IDR 20,000/kg. Digital promotion via WhatsApp and Facebook contributed approximately 30% of orders. Conclusion: An integrated strategy combining product differentiation, direct channels, and digital promotion enhances farmers' share and supports farming sustainability. Future research should test these findings on a larger sample and include cost-benefit analyses.