Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengembangan Agrowisata dalam Rangka Mendukung Pembangunan Pertanian di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur Azi, Paulus Yanuarius; Kaleka, Marten Umbu; Meo, Monika Moe
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 6 No 02 (2024): JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v6i02.1250

Abstract

Agrotourism is a combination of tourism and agriculture by utilizing existing resources for tourism purposes. This study aims to examine the potential for agrotourism development in Ngada Regency based on regional potential and to determine the development pattern with the agrotourism system. This study is a literature study that collects study materials sourced from previous research results, examines them, examines them and then draws conclusions. The results of the study indicate that Ngada Regency has potential objects for agrotourism development. Several areas that are quite potential in the development of agrotourism in agricultural development efforts are Bajawa, Golewa and South Golewa Districts. Potential objects that can be used as agrotourism are Bajawa coffee plantations, Turetogo Bamboo Campus, Soka hot springs, Roda rice fields and Ogi waterfalls located in the three areas. The pattern of agricultural development with the agrotourism system must emphasize sustainability, conservation-based development, community-based development and regional potential-based development so that it is directed and the target achievement of the program is implemented which then contributes to the development of the Ngada Region
Persepsi Petani Terhadap Penerapan Budidaya Tanaman Hortikultura Ramah Lingkungan di Kelurahan Mangulewa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada Umbu Kaleka, Marten; Hamakonda, Umbu A.; Dalu, Patrisius Frederikus Dalu
Media Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i2.6481

Abstract

Sektor pertanian memiliki kedudukan strategis dan mendapat perhatian serius dalam pembangunan nasional. Sektor pertanian merupakan sektor primer penyedia pangan bagi masyarakat, sehingga percepatan pembangunan pertanian harus digalakkan karena bertanggung jawab atas penyediaan makanan yang cukup dan murah bagi masyarakat. Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis pendapatan usahatani tanaman hortikutura di Kelurahan Mangulewa, mengetahui respon petani terhadap penerapan budidaya tanaman hortikultura ramah lingkungan serta mengetahui peran penyuluh dalam penerapan budidaya tanaman hortikultura ramah lingkungan. Lokasi penelitian ditentukan menggunakan metode purposive dengan pertimbangan tertentu. Sebanyak 42 orang digunakan sebagai sampel. dengan menyebarkan kuesioner. Skala Likert adalah analisis data yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Petani hortikultura memperoleh pendapatan yang berbeda-beda hal ini bergantung pada jenis komoditas yang dibudidayakan. Pendapatan tertinggi petani hortikultura adalah sebesar Rp554.653/are/ musim tanam pada komoditas cabai sedangkan pendapatan terendah adalah sebesar Rp145.833 /are/ musim tanam. 2) Persepsi petani dengan tingkat keuntungan relatif didapatkan nilai rata-rata sebesar 3,70 dengan kategori untung, dan tingkat kesesuaian didapatkan nilai rata-rata sebesar 3,40 dengan kategori kurang sesuai dan tingkat kerumitan didapatkan nilai rata-rata sebesar 3,62 dengan kategori rumit sehingga secara keseluruhan persepsi petani menunjukkan perolehan skor rata-rata sebesar 3,57 dengan kategori baik yaitu petani masih menerima secara baik. 3) Peran penyuluh dalam kegiatan budidaya tanaman hortikulturan ramah lingkungan di tinjau dari sub variabel edukator, motivator, fasilitator, inovator dan dinamisator dipersepsikan oleh petani secara keseluruhan mendapat skor rata-rata sebesar 2,23 dengan kategori “tidak berperan yaitu penyuluh tidak melakukan perannya sacara baik dalam mendampingi petani hortikultura.
W WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN IDENTIFIKASI PRODUK UNGGULAN JURUSAN ATPH SMKN 1 BORONG KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Noywuli, Nicolaus; Kaleka, Marten Umbu; Uran, Maria. A. D.; Igniosa Taus; Victoria Ayu Puspita; Karina Dhena Goda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i1.3173

Abstract

Borong 1 Public Vocational High School is one of the schools supported by Michael D. Ruslim from the Astra Education Foundation in East Manggarai Regency, East Nusa Tenggara. This school was prepared to become a leading school in East Manggarai with assistance from the Flores Bajawa Agricultural College. The aim of the workshop and product identification assistance in the agribusiness department of food crops and horticulture is to prepare teachers to educate students with factory-based learning. The results of this identification will be internalized and then used to develop a harmonized curriculum that will be used as learning material at SMKN 1 Borong with the name BMW Curriculum (work, continuing studies, and entrepreneurship). The method used in this community service includes workshops and mentoring for target teachers. From the results of this community service, it can be concluded that this coaching was quite successful, as the workshop participants were very enthusiastic about the training activities. This can be seen from the percentage of target teacher attendance, which reached 100%, along with the presence of supervisory coordinators who supported this program. Apart from that, the results of the assistance show that the superior products that are characterized by the characteristics produced are tomatoes, cassava tubers, quality pineapples, superior coffee beans, and quality cocoa beans. Keywords:  community service, featured product, Workshop
Kajian Lintas Keilmuan: Pengelolaan Pertanian Berlandaskan Perintah Tuhan Azi, Paulus Yanuarius; Kaleka, Marten Umbu
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v5i1.2787

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjadikan petani sebagai pengelola bukan peminta-minta dalam mengimplementasi pelayanan dalam kasih dan berkat Tuhan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Alkitab yag diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia dan jurnal penelitian terdahulu. Metode penelitian menggunakan metode deskritif kualitatif dengan pendekatan eksposisi dengan menggunakan literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) Petani adalah aset gereja dan negara yang harus mendapatkan perhatian agar usahatani dapat berjalan secara berkelanjutan. Petani harus sejahtera sebagai pribadi yang sangat lemah dan rentan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai wakil Allah di dunia, 2) Dalam melakukan pekerjaan maupun kegiatan usaha dalam bidang pertanian harus berlandaskan kasih Allah dan berbelaskasih dengan mengikuti perintah dan teladan Yesus kristus sebagai Juruslamat umat manusia, 3) Berkat Tuhan Melalui Hasil Bumi yang membuktikan campur tangan Tuhan yang maha kuasa, penuh kasih, kemurahan, kebaikan dan pemeliharaan kepada manusia, dan 4) Pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan menggunakan hikmat yang dari Atas yakni Tuhan yang mahakuasa.
PENINGKATAN KAPASITAS PEMASARAN PRODUK PERTANIAN MELALUI PENYULUHAN DI DESA BOBA, KECAMATAN GOLEWA SELATAN, KABUPATEN NGADA Kaleka, Marten Umbu; Ngaku, Maria Alfonsa; Puspita, Victoria Ayu; Mawo, Theodorus; Taus, Igniosa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i2.8655

Abstract

Produk ini banyak diproduksi dan digunakan oleh masyarakat Kabupaten Ngada dan sekitarnya. Namun, produk ini mengalami penurunan penjualan akibat lemahnya aspek pemasaran. Petani cenderung menggunakan metode pemasaran tradisional yang kurang efisien dan belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan strategi pemasaran dan komunikasi bisnis kepada petani. Program ini meliputi penyuluhan dan pendampingan untuk mengkaji pasar potensial sebagai basis utama pemasaran produk dan membangun komunikasi bisnis untuk menjamin rantai pasok produk kelapa secara berkelanjutan. Dengan demikian, petani dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memasarkan produk, sehingga meningkatkan pendapatan dan keuntungan ekonomi. Metode yang digunakan dalam program ini adalah ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan pemasaran produk pertanian yang telah diselenggarakan di Desa Boba berhasil dilaksanakan dengan antusiasme peserta yang tinggi. Peserta memperoleh pengetahuan tentang pemilihan strategi pemasaran produk pertanian yang baik dan efektif, serta penentuan segmen dan target pasar produk pertanian. Dengan demikian, petani dapat menerapkan strategi pemasaran yang lebih baik dan meningkatkan penjualan produk.
ANALISIS DAMPAK PERONTOKAN PADI TERHADAP KEHILANGAN HASIL PADA VARIETAS KUSUMA 06 DI DESA PAPE KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA Neto Wuli, Rofinus; G.Ria, Klaudius; Umbu Kaleka, Marten; Umbu Limbu, Nataniel
Jurnal Pertanian Unggul Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4 No 1 ( 2025): Jurnal Pertanian Unggul, April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Padi merupakan komoditas tanaman pangan penghasil beras yang memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi indonesia. Beras sebagai makanan pokok yang sangat sulit digantikan oleh bahan pokok lainya, diantaranya jagung, umbi- umbian, dan sumber karbohidrat lainya. Dalam rangka meningkatkan produktivitas padi, maka perlu diperhatikan upaya-upaya yang mendukung hal tersebut, salah satunya adalah teknik budidaya tanaman padi. Pada dasarnya tahap perontokan perlu dilakukan untuk menghindari penurunan kualitas. Jangan menunda perontokan padi setelah dipanen, karena perontokan lebih dari satu malam akan mengakibatkan gabah akan berwarna hitam. Prinsip dasar proses perontokan padi adalah pemisahan atau pelepasan butir gabah dari tangkai malai, dan proses ini dapat dilakukan dengan cara manual (cara gebot) dan secara mekanis (power thresesr). Mesin Perontok Padi (power threser) adalah sebuah mesin yang digunakan untuk merontokkan padi. Mesin ini digunakan untuk membantu pekerjaan petani dalam merontokkan padi untuk memperoleh gabah, dulu petani merontokkan padi dengan cara yang konvensional atau sederhana, yaitu dengan menggeblokkan padi kegeblokkan padi yang berasal dari papan kayu dan bambu yang disusun seperti segitiga sembarang. Praktek Kerja Lapangan ini dilakukan di Desa Pape, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.
Analisis Nilai Tambah Ubi Talas Menjadi Kripik dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Kecamatan Riung Kabupaten Ngada Ngaku, Maria Alfonsa; Kaleka, Marten Umbu; Simo, Daniel
Jurnal Agroteknologi (Agronu) Vol 4 No 02 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/agronu.v4i02.1608

Abstract

This study aims to analyze the added value of taro processing into chips as a strategy to strengthen food security in Riung District, Ngada Regency. The method used is a quantitative descriptive approach with added value analysis using the Hayami method. Data were obtained through interviews, observations, and documentation of taro chip business actors and related agencies. The results of the study indicate that taro processing into chips provides significant economic added value with a taro chip added value ratio of 89.31% from the use of 200 kg of raw materials producing 350 Kg. In addition, the development of taro chip businesses can reduce dependence on imported food and become an alternative in supporting food security in the region. Policy support and training are needed for business actors to increase the productivity and competitiveness of taro processed products in local and regional markets. The conclusion with a high added value ratio, the taro processing business into chips in Riung District has proven to be profitable and has the potential to be developed. This business not only increases people's income, but also contributes to supporting food security
KONTRIBUSI SEKTOR PERTANIAN DAN SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN NAGEKEO Dea, Agnes Yunita; Kaleka, Marten Umbu
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 8 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v8i2.14609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagekeo dan menganalisis pengaruh sektor industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Nagekeo. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan maksud untuk mengetahui arah dan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial (uji t) Sektor pertanian bernilai positif dan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagekeo dengan nilai signifikansi sebesar 0.069 > 0,05 dan koefisien regresi sebesar 1.518 yang menjelaskan ketika Sektor Pertanian mengalami kenaikan sebesar 1%, maka pertumbuhan ekonomi akan mengalami peningkatan sebesar 1.518. Sektor industri pengolahan bernilai positif dan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagekeo dengan nilai signifikansi sebesar 0.229 > 0,05 dan koefisien regresi sebesar 19.319 yang menjelaskan ketika ketika Sektor Pertanian mengalami kenaikan sebesar 1%, maka pertumbuhan ekonomi akan mengalami peningkatan sebesar 19.319. Berdasarkan hasil uji secara simultan (uji f) dipeoleh nilai f hitung sebesar 38.524 dengan probabilitas 0,007 < 0,05 yang menunjukkan bahwa sektor pertanian dan industri pengolahan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagekeo.
KELAYAKAN DAN PENGEMBANGAN USAHA TOKO TANI TERNAK PADA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) TURE MOE DI DESA BORANI, KECAMATAN BAJAWA, KABUPATEN NGADA Kaleka, Marten Umbu; Seo, Amario Yohanes; Nono, Elfridus Andi Loke; Ngaku, Maria Alfonsa
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 9 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v9i1.15820

Abstract

Penelitian ini berjudul mengalisis potensi dan kelayakan usaha toko tani ternak pada bumdes di desa borani kecamatan bajawa kabupaten ngada. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang bersumber dari Desa Borani. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara mendalam (indeph interview), dokumentasi dan studi pustaka dengan menggunakan  analisis kelayakan seperti Net B/C, NPV, dan IRR dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi yang ada di desa borani cukup beragam mulai dari penduduknya yang didominasi oleh petani, peternak dan wiraswasta serta adanya dukungan dari pemerintah dan masyrakat setempat sehingga menjadikan pengembangan usaha toko tani ternak cukup stratgeis untuk dilaksanakan. Hasil analisis kelayakan usaha seperti Net Present Value lebih besar dari nol yakni Rp13.525.501,34, Net Benefit Cost Ratio lebih besar dari satu (1,2) dan Internal Rate of Return lebih besar dari suku bungan berlaku yakni sebesar 16% yang menerangkan usaha ini sangat layak untuk dilaksanakan karena memberikan manfaat bagi pengembang dan masyarakat dimasa yang akan datang.Kata Kunci: Kelayakan, Pengembangan, Usaha, BUMDes 
The Urgency of Implementing Green Theology in Dealing with the Environmental Crisis Yanuarius Azi, Paulus; Kaleka , Marten Umbu; Teftae , Oriensi Yakomina Kohe
Asian Journal of Environmental Research Vol. 2 No. 2 (2025): May-August
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/ajer.v2i2.383

Abstract

This study aims to analyze the current environmental crisis conditions, analyze the urgency of the Application of Green Theology in Overcoming the Environmental Crisis, Opportunities and Potential of Green Theology in Overcoming the Environmental Crisis. This study uses a qualitative research method with a literature study approach and textual analysis. The results of the study indicate that: 1) Indonesia's environmental conditions are concerning, serious efforts are needed to overcome them through public awareness, law enforcement, and environmentally friendly technology, with the concept of Ecological Repentance as one solution, 2) Green Theology is very important in overcoming the environmental crisis because it provides a holistic perspective on the relationship between humans and the environment. The implementation of Green Theology can help increase awareness and sustainable behavior, as well as promote environmental justice and interfaith cooperation. Thus, Green Theology can be a solution to overcome the environmental crisis and create a more sustainable future, and 3) Green Theology has great opportunities and potential in overcoming the environmental crisis by increasing awareness and sustainable behavior, as well as promoting environmental justice and cooperation between humans and nature. The implementation of Green Theology can be done through environmental education, sustainable lifestyles, and real actions to protect the environment, so as to reduce negative impacts on the environment and improve the quality of life.