Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Laporan Kasus: Penatalaksanaan Asma Berat Pada Pasien Dengan Pneumonia Dan Diabetes Mellitus Mustofa, Syazili; Dewi, Meidiana Kartika; Putri, Giska Tri; Kurniawaty, Evi; Sirait, Felicya Rosari Hasianna; Soemarwoto, Retno Ariza
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21076

Abstract

Asma adalah penyakit saluran napas yang bersifat heterogen dan kronis. Asma sering kali disertai dengan berbagai penyakit penyerta yang dapat memengaruhi intensitas klinis dan tingkat keparahan asma. Di sini kami menyajikan laporan kasus seorang pasien yang didiagnosis dengan asma berat, infeksi kronis, dan penyakit degeneratif. Seorang wanita berusia 69 tahun dengan asma berat yang tidak terkontrol menderita mengi dan sesak napas yang terus-menerus. Pasien didiagnosis menderita asma 12 tahun sebelumnya. Sesak napas dipengaruhi oleh cuaca dingin, aktivitas berat, dan disertai suara mengi. Keluhan lainnya termasuk demam dan batuk. Asmanya tidak terkontrol meskipun menggunakan budesonide 160 µg + formoterol 4,5 µg dua kali sehari. Pasien juga memiliki hipertensi dan diabetes melitus yang tidak terkontrol. Pemeriksaan spirometri menunjukkan pola obstruktif dengan obstruksi jalan napas yang reversibel setelah pemberian bronkodilator. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan jumlah sel darah putih, gula darah tinggi, HbA1c 10,1%, dan ditemukan hifa pada kultur dahak. Pasien diberikan terapi aminophylline secara IV, vancomycin, furosemide, methylprednisolone, dan salbutamol 3,01 mg + budesonide 0,5 mg. Kasus ini menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam penatalaksanaan asma berat pada pasien dengan komorbiditas infeksi dan diabetes. Evaluasi menyeluruh terhadap penyakit komorbid menjadi kunci untuk mencapai kontrol penyakit yang optimal.
Keberhasilan Pleurodesis Bleomisin Pada Pneumotoraks Spontan Sekunder Berulang Akibat Tuberkulosis Paru: Laporan Kasus Mustofa, Syazili; Fitri, Reggina Annisa; Choerunnisa, Nida; Soemarwoto, Retno Ariza; Putri, Giska Tri; Busman, Hendri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.23187

Abstract

Pneumotoraks spontan sekunder merupakan komplikasi serius tuberkulosis paru dengan risiko kekambuhan yang tinggi. Dilaporkan seorang perempuan 17 tahun dengan tuberkulosis paru yang mengalami pneumotoraks berulang meskipun telah dilakukan pemasangan chest tube. Pasien kemudian menjalani pleurodesis menggunakan bleomisin, dengan hasil resolusi klinis dan radiologis lengkap tanpa kekambuhan selama 2 bulan follow-up. Temuan ini menunjukkan bahwa pleurodesis bleomisin berpotensi menjadi pilihan terapi yang efektif pada pneumotoraks spontan sekunder berulang terkait tuberkulosis, terutama pada kasus yang tidak responsif terhadap chest tube. Secara klinis, pendekatan ini dapat dipertimbangkan sebagai alternatif minimal invasif pada pasien dengan kontraindikasi tindakan bedah atau risiko kekambuhan yang tinggi.