Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Skrining Malaria Puskesmas Hebeybhulu Yoka Kota Jayapura Tuturop, Katarina L; Asriati; Pariaribo, Konstantina M; Adimuntja, Natalia; Bouway, Dolfinus Yufu; Yufuai, Agustina; Assa, Inriyanti
The Community Engagement Journal Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS CENDERAWASIH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52062/thecommen.v7i2.4567

Abstract

Clinical manifestations and laboratory examinations can help diagnose malaria. Several methods, such as molecular-based tests, RDT, and microscopic examination by reading thick and thin blood smears, can be used to diagnose malaria through laboratory tests. RDT is an alternative method for malaria diagnosis that targets Plasmodium antigens. It has been widely used around the world. Public Health students from Cenderawasih University, in collaboration with the Hebeybhulu Yoka Health Center, conducted malaria screening using anamnesis and blood examination methods with RDT. The screening practice started on Tuesday, November 4, 2024, and will continue until November 13, 2024. collecting samples from patients receiving treatment at Puskesmas Hebeybhulu Yoka. Based on the screening results, the biggest risk factor contributing to malaria cases is stagnant water, such as ditches, with 11 positive cases (21.2%). Respondents who tested positive for malaria were 82.7%, with 13.6% testing positive for tertian malaria, 2.5% for tropical malaria, and 1.2% for mixed malaria.
Pola Asuh Pemberian Makan Balita dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kota Jayapura: Natalia Paskawati Adimuntja*1, Lisda Oktavia Madu Pamangin2, Asriati3 Adimuntja, Natalia Paskawati
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 3 (2023): Volume 14 No. 3 (2023)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v14i3.971

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Data EPPGBM 14 Puskesmas di Kota Jayapura per November 2022 menunjukkan prevalensi stunting balita tertinggi di Puskesmas Jayapura Utara (98,37%), terendah di Puskesmas Elly Uyo (5,12%). Tujuan penelitian mengetahui faktor yang berhubungan dengan pola asuh pemberian makan balita dalam upaya pencegahan stunting di Kota Jayapura. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Lokasi penelitian akan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Abepura Kota Jayapura. Waktu penelitian 6 bulan. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita di Wilayah Kerja Puskesmas Abepura Kota Jayapura. Sampel penelitian ini adalah balita usia 6-59 bulan dengan jumlah 100 responden. Cara penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Wawancara mengggunakan kuesioner. Analisis data yakni analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square (x2) dan uji Fisher Exact. Hasil penelitian diperoleh bahwa ibu balita dengan pola asuh pemberian makan yang tinggi sebanyak 62 orang (52,5%), sedangkan yang memiliki pola asuh pemberian makan rendah sebanyak 56 orang (47,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan pengetahuan ibu (p-value 0,042) dan dukungan keluarga (p-value 0,004) signifikan bermakna dengan pola asuh pemberian makan balita dalam upaya pencegahan stunting di Kota Jayapura. Sedangkan faktor pendidikan ibu (p-value = 0,667), pekerjaan ibu (p-value = 0,608), status ekonomi keluarga (p-value = 0,320) dan dukungan petugas kesehatan (p-value = 0,221) tidak signifikan bermakna dengan pola asuh pemberian makan balita dalam upaya pencegahan stunting di Kota Jayapura. Disarankan Ibu yang memiliki balita dapat meningkatkan pemahaman dan mampu menerapkan pola asuh pemberian makan yang responsif. Kata Kunci: Pola Asuh; Pemberian Makan; Stunting
A Comparative Analysis of Social Media Addiction Levels Between Male and Female Adolescents in Jayapura City Asriati, Asriati; Issac, Fransina Alfonsina; Adimuntja, Natalia Paskawati; Nabuasa, Chrisin Debora
Miracle Journal of Public Health Vol 8 No 2 (2025): Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v8i2.491

Abstract

Social media users among teenagers have increased in Jayapura City since the COVID-19 pandemic. Excessive use of social media can lead to addiction, which can result in decreased sleep quality, psychological problems, increased non-communicable diseases, and other health problems. This study aims to examine the level of social media addiction among teenagers based on age and gender. This study uses a cross-sectional study design. The sample consisted of 297 respondents aged 15-19 years at SMA Negeri 2 Jayapura. The sampling technique used accidental sampling. The instrument used was the Internet Addiction Test (IAT) questionnaire. Statistical tests used Pearson Correlation and Independent t-tests. There was a significant relationship between age and the level of social media addiction (p-value=0.030), there was a difference in the level of social media addiction between males and females (p-value=0.002), and there was no difference in the level of addiction based on class (p-value =0.687). Age and gender are related to the level of social media addiction among adolescents in Jayapura City. There is a need to improve digital literacy with a gender-sensitive approach to reduce the impact of depression, anxiety, and body image disorders. In addition, strengthening regulations on social media use and increasing supervision and screen time restrictions from parents and school rules are necessary.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP DAN PRODUKTIVITAS LANSIA MELALUI PROGRAM SENAM, PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN TERPADU Harianja, Ristina Rosauli; Ayu, Nurul Fitri; Dewi, Citra Kumala; Izaac, Fransina Alfonsina; Rupilu, Vrensca C. M.; Nur, Syaharuddin; Violita, Fajrin; Asriati, Asriati; Adimuntja, Natalia Paskawati; Nabuasa, Christin Debora; Almira, Faridha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35826

Abstract

Abstrak: Tingginya angka harapan hidup menyebabkan jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat dan berpotensi menimbulkan permasalahan kesehatan seperti penyakit degeneratif, penurunan aktivitas fisik, serta menurunnya kualitas hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas lansia melalui pemeriksaan kesehatan dasar, senam lansia, serta penyuluhan kesehatan dengan demonstrasi Gym Chair. Kegiatan dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha Kabupaten Jayapura dengan melibatkan 26 peserta lansia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dan antusiasme lansia dalam melakukan aktivitas fisik. Evaluasi kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 100% terkait bentuk latihan Gym Chair maupun manfaatnya bagi kesehatan. Pendekatan partisipatif melalui kolaborasi antara akademisi dan mitra sosial terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemandirian lansia untuk menjaga kesehatannya.Abstract: The increasing life expectancy in Indonesia has led to a growing elderly population, which potentially contributes to various health problems such as degenerative diseases, decreased physical activity, and reduced quality of life. This community service activity aimed to improve the quality of life and productivity of the elderly through basic health examinations, elderly exercise programs, and health education accompanied by a Gym Chair demonstration. The activity was conducted at the Tresna Werdha Social Home in Jayapura Regency and involved 26 elderly participants. The results showed an increase in participation and enthusiasm among the elderly in performing physical activities. The findings also indicated a 100% improvement in participants’ knowledge regarding Gym Chair exercises and their health benefits. A participatory approach through collaboration between academics and social partners proved effective in increasing awareness and independence among the elderly in maintaining their health.
EDUKASI PENCEGAHAN MALARIA MELALUI GAMES EDUKATIF PADA ANAK USIA SEKOLAH Adimuntja, Natalia Paskawati; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Nurdin, Muhammad Akbar; Bangalino, Dyvano Mars Rezki; Rumlaklak, Margaretha Falentine; Rego, Melvy Lisandra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29086

Abstract

Abstrak: Tingkat penularan (endemisitas) malaria di Kampung Kayo Batu berada pada tingkat III angka API > 100%. Akibatnya anak-anak di Rumah Belajar Harvard Kampung Kayo Batu berisiko menderita malaria. Tujuan pengabdian untuk meningkat softskill dan hardskill anak terkait upaya pencegahan malaria. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan melalui games edukatif ular tangga dan poster. Mitra kegiatan yaitu anak-anak di Rumah Belajar Harvard Kampung Kayo Batu berjumlah 50 orang. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner pre dan post test yang terdiri dari 10 pertanyaan. Kegiatan pengabdian telah terlaksana dengan baik, mayoritas anak-anak mengetahui bahwa nyamuk adalah satu-satunya vector penyebab malaria. Namun masih banyak anak yang belum memahami tentang malaria dapat menyebabkan gangguan fungsi otak dan hati (40.0%) dan perilaku nyamuk malaria yang aktif menggigit pada malam hari (64.0%), serta terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan peserta kegiatan edukasi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dengan metode penyuluhan menggunakan bantuan media permainan edukatif ular tangga dan poster. Nilai rata-rata sebelum edukasi adalah 8,28 meningkat menjadi 9,76 setelah edukasi.Abstract: The level of malaria transmission (endemicity) in Kayo Batu Village is at level III with API > 100%. As a result, children at the Harvard Learning House in Kayo Batu Village are at risk of suffering from malaria. The purpose of community service is to improve children's soft skills and hard skills related to malaria prevention efforts. The form of activity carried out is counseling through educational games of snakes and ladders and posters. The activity partners are children at the Harvard Kampung Kayo Batu Learning House totaling 50 people. The activity evaluation uses a pre- and post-test questionnaire consisting of 10 questions. The community service activity has been carried out well, the majority of children know that mosquitoes are the only vector that causes malaria. However, there are still many children who do not understand that malaria can cause brain and liver dysfunction (40.0%) and the behavior of malaria mosquitoes that actively bite at night (64.0%), and there is an increase in the average knowledge of educational activity participants before and after education is carried out with the counseling method using the help of educational games of snakes and ladders and posters. The average value before education was 8.28, increasing to 9.76 after education.
SKRINING DAN EDUKASI PERILAKU CERDIK DALAM UPAYA PENCEGAHAN PREHIPERTENSI PADA REMAJA Adimuntja, Natalia Paskawati; Asti, Helen Try Juni; Asriati, Asriati; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Violita, Fajrin; Izaac, Fransina Alfonsina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36768

Abstract

Abstrak: Prevalensi hipertensi menurut kabupaten/kota di Papua, Kota Jayapura menempati urut kedua tertinggi yakni sebesar 35,03%. Penelitian analisis perilaku “CERDIK” penyakit tidak menular untuk pencegahan hipertensi pada remaja di Kota Jayapura pada tahun 2024 diterdapat 50.7% remaja memiliki perilaku “CERDIK PTM” untuk pencegahan hipertensi kurang dan 49.3% perilaku “CERDIK PTM” untuk pencegahan hipertensi baik. Tujuan pengabdian adalah mengetahui status kesehatan tekanan darah dan tingkat pengetahuan tentang perilaku “CERDIK” untuk pencegahan prehipertensi pada remaja. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa skrining dan edukasi perilaku “CERDIK” untuk pencegahan prehipertensi. Mitra kegiatan yaitu siswa-siswi sekolah menengah atas Kalam Kudus Jayapura berjumlah 34 orang. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner pre dan post test yang terdiri dari 5 pertanyaan. Hasil skrining tekanan darah menunjukkan bahwa Sebagian besar berada pada kategori normal yaitu 31 orang (91,2%), responden yang berada pada kategori hipertensi tingkat 1 sebanyak 2 orang (5,9%) dan responden yang mengalami pre hipertensi ada 1 orang (2,9%). Sedangkan dari hasil kegiatan edukasi diketahui bahwa terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan peserta kegiatan edukasi pencegahan pre hipertensi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi.Abstract: Prevalence of hypertension by district/city in Papua, Jayapura City ranks second highest at 35.03%. The study of the analysis of the behavior of "CERDIK" non-communicable diseases for the prevention of hypertension in adolescents in Jayapura City in 2024 found that 50.7% of adolescents had "CERDIK PTM" behavior for the prevention of hypertension less and 49.3% had "CERDIK PTM" behavior for the prevention of hypertension well. The purpose of the community service was to determine the health status of blood pressure and the level of knowledge about "CERDIK" behavior for the prevention of prehypertension in adolescents. The form of activities carried out was screening and education of "CERDIK" behavior for the prevention of prehypertension. The activity partners were 34 students Kalam Kudus senior high school in Jayapura. The activity evaluation used a pre- and post-test questionnaire consisting of 5 questions. The results of the blood pressure screening showed that the majority were in the normal category, namely 31 people (91.2%), respondents who were in the category of hypertension level 1 were 2 people (5.9%) and respondents who experienced pre-hypertension were 1 person (2.9%). Meanwhile, from the results of educational activities, it was found that there was an increase in the average knowledge of participants in pre-hypertension prevention educational activities before and after the education was carried out.
Analysis of Strengths and Difficulties in Adolescent Mental Health in Jayapura City: A Cross-Sectional Study Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Adimuntja, Natalia Paskawati; Izaac, Fransina Alfonsina
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v13i1.22173

Abstract

Early detection of mental health problems among adolescents remains limited. This cross-sectional study aimed to analyze the mental health profiles of school-age adolescents and to compare mean rank scores for emotional, behavioral, hyperactivity, peer, and prosocial aspects by education level. The research was conducted from August to October 2024; subject were 397 adolescents aged 11–17 years from 12 secondary schools in four districts in Jayapura City. The results shows that only 51.1% of adolescents fell into the normal category for emotional problems. Significant differences were found in behavioral problems (p = 0.000) and prosocial behavior (p = 0.000) between junior high and high school students, whereas no significant differences were observed in emotional problems (p = 0.099), hyperactivity (p = 0.216), or peer problems (p = 0.511). These results highlight that behavioral and prosocial issues differ by education level, while emotional, hyperactivity, and peer issues do not. The study underscores the importance of early detection and targeted interventions to address behavioral and prosocial challenges among adolescents.
Potensi Paparan Media Sosial pada Gejala Hiperaktivitas Remaja di Kota Jayapura Asriati, Asriati; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Juniasti, Helen Try; Adimuntja, Natalia Paskawati; Violita, Fajrin; Nurdin, Muhammad Akbar; Mayabubun, Maria Papuana Natalia; Taa, Marlessy Christina
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22236

Abstract

ABSTRACT Social media use (SMU) among children and adolescents has increased since the Covid-19 pandemic. SMU can become addictive and is related to the emergence of health problems, such as symptoms of attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). This study aims to determine the relationship of SMU among adolescents in Jayapura to the risk of attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). This was a cross-sectional survey in August 2024. The samples in this study were from 301 adolescents aged 15-19 years at SMAN 2 Jayapura. Data analysis using the Pearson correlation test. Most respondents were female (50,8%), and most respondents parent jobs were Civil Servants (38,9%). A total of 46 people (15.28%) of respondents had ADHD symptoms, women were more likely to show ADHD symptoms (18,2%), and as many as 33 people (10.96%) of adolescents who experienced social media addiction were in the severe category. The correlation between social media addiction and ADHD symptoms is positive with a moderate correlation strength (r = 0.5419; p-value 0.000), so there is a significant relationship between social media addiction and the incidence of ADHD. Adolescents who experience increased social media addiction also experience increased ADHD symptoms. Appropriate management and policies are needed in the prevention and control of social media usde and ADHD in children and adolescents. Parents and schools should pay more attention to adolescents with internet and social media addiction, and ADHD symptoms should be carefully evaluated. Keywords: Social Media, ADHD, Adolescents.  ABSTRAK Penggunaan media sosial (SMU) di antara anak-anak dan remaja telah meningkat sejak pandemi Covid-19. SMU dapat menjadi adiktif dan terkait dengan munculnya masalah kesehatan, seperti gejala gangguan hiperaktif defisit perhatian (ADHD). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan penggunaan media sosial di kalangan remaja di Jayapura dengan risiko ADHD. Penelitian ini adalah survei cross-sectional pada Agustus 2024. Sampel dalam penelitian ini berasal dari 301 remaja berusia 15-19 tahun di SMAN 2 Jayapura. Analisis Data menggunakan uji Korelasi Pearson. Sebagian besar responden adalah perempuan (50,8%), dan sebagian besar responden pekerjaan orang tua adalah pegawai negeri sipil (38,9%). Sebanyak 46 orang (15,28%) responden mengalami gejala ADHD, remaja perempuan lebih cenderung menunjukkan gejala ADHD (18,2%), dan sebanyak 33 orang (10,96%) remaja yang mengalami kecanduan media sosial ada di kategori berat. Korelasi antara kecanduan media sosial dan gejala ADHD positif dengan kekuatan korelasi sedang (r = 0,5419; p-value 0,000), sehingga ada hubungan yang signifikan antara kecanduan media sosial dan kejadian ADHD. Remaja yang mengalami peningkatan kecanduan media sosial juga mengalami peningkatan gejala ADHD. Manajemen dan kebijakan yang tepat diperlukan dalam pencegahan dan kontrol penggunaan media sosial dan risiko ADHD pada anak -anak dan remaja. Orang tua dan sekolah harus lebih memperhatikan remaja dengan kecanduan internet dan media sosial, dan gejala ADHD harus dievaluasi dengan cermat. Kata Kunci: Media Sosial, ADHD, Remaja.
Co-Authors Almira, Faridha Amin, Annisa Rizky Ananda Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati, Asriati Ayu, Nurul Fitri B. Hutadjulu, Marlina Bangalino, Dyvano Mars Rezki Bouway, Dolfinus Bouway, Dolfinus Y. Citra Kumala Dewi Claritha Angelita Kyeuw-Kyeuw Dolfinus Y Bouway Dolfinus Yufu Bouway Frans Asmuruf Hasmi Hasmi Hasmi Helen Try Juni Asti Helen Try Juniasti Imbiri, Frits Inriyanti Assa Inriyanti Assa Inriyanti Assa Iribaram, Ibrahim Ismail Irma Puspitasari, Irma Issac, Fransina Alfonsina Ita, Nora Izaac, Fransina Alfonsina Juniasti, Helen Try Katarina L. Tuturop Katarina L. Tuturop Katarina Lodia Tuturop Katarina Lodia Tuturop Katarina Tuturop Konstantina Martina Pariaribo Konstantina Pariaribo Kristina Hutasoit lamria simanjuntak Lina Ba’ka Lisda Oktavia Madu Pamangin Mamoribo, Sherly Mamoribo, Sherly Novita Maturbongs, Margaretha Rosari Mayabubun, Maria Papuana Natalia Mayor, Anita Feronika Nabuasa, Chrisin Debora Nabuasa, Christin Debora Nurdin, Muhammad Akbar Pamangin, Wilda Wijayani Pariaribo, Konstantina Pariaribo, Konstantina M Pariaribo, Konstantina Marthina Rahim, Muh. Taufik Rizal Rego, Melvy Lisandra Ristina Rosauli Harianja Rumlaklak, Margaretha Falentine Rupilu, Vrensca C. M. Sarni Rante Allo Bela Serliana, Fadila Syaharuddin Nur Taa, Marlessy Christina Tappy, Melkior Tingginehe, Rosmin Mariati Tuturop, Katarina Tuturop, Katarina L Tuturop, Katarina Lodia Violita, Fajrin Wahyuti, Wahyuti Wakum, Arnold Yane Tambing Yufuai, Agustina Yufuai, Agustina R Yufuai, Agustina Regina Zul Fikar Ahmad Zulfikar Ahmad