Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pola Asuh Pemberian Makan Balita dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kota Jayapura: Natalia Paskawati Adimuntja*1, Lisda Oktavia Madu Pamangin2, Asriati3 Adimuntja, Natalia Paskawati
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 3 (2023): Volume 14 No. 3 (2023)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v14i3.971

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Data EPPGBM 14 Puskesmas di Kota Jayapura per November 2022 menunjukkan prevalensi stunting balita tertinggi di Puskesmas Jayapura Utara (98,37%), terendah di Puskesmas Elly Uyo (5,12%). Tujuan penelitian mengetahui faktor yang berhubungan dengan pola asuh pemberian makan balita dalam upaya pencegahan stunting di Kota Jayapura. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Lokasi penelitian akan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Abepura Kota Jayapura. Waktu penelitian 6 bulan. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita di Wilayah Kerja Puskesmas Abepura Kota Jayapura. Sampel penelitian ini adalah balita usia 6-59 bulan dengan jumlah 100 responden. Cara penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Wawancara mengggunakan kuesioner. Analisis data yakni analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square (x2) dan uji Fisher Exact. Hasil penelitian diperoleh bahwa ibu balita dengan pola asuh pemberian makan yang tinggi sebanyak 62 orang (52,5%), sedangkan yang memiliki pola asuh pemberian makan rendah sebanyak 56 orang (47,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan pengetahuan ibu (p-value 0,042) dan dukungan keluarga (p-value 0,004) signifikan bermakna dengan pola asuh pemberian makan balita dalam upaya pencegahan stunting di Kota Jayapura. Sedangkan faktor pendidikan ibu (p-value = 0,667), pekerjaan ibu (p-value = 0,608), status ekonomi keluarga (p-value = 0,320) dan dukungan petugas kesehatan (p-value = 0,221) tidak signifikan bermakna dengan pola asuh pemberian makan balita dalam upaya pencegahan stunting di Kota Jayapura. Disarankan Ibu yang memiliki balita dapat meningkatkan pemahaman dan mampu menerapkan pola asuh pemberian makan yang responsif. Kata Kunci: Pola Asuh; Pemberian Makan; Stunting
Analysis of Strengths and Difficulties in Adolescent Mental Health in Jayapura City: A Cross-Sectional Study Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Adimuntja, Natalia Paskawati; Izaac, Fransina Alfonsina
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v13i1.22173

Abstract

Early detection of mental health problems among adolescents remains limited. This cross-sectional study aimed to analyze the mental health profiles of school-age adolescents and to compare mean rank scores for emotional, behavioral, hyperactivity, peer, and prosocial aspects by education level. The research was conducted from August to October 2024; subject were 397 adolescents aged 11–17 years from 12 secondary schools in four districts in Jayapura City. The results shows that only 51.1% of adolescents fell into the normal category for emotional problems. Significant differences were found in behavioral problems (p = 0.000) and prosocial behavior (p = 0.000) between junior high and high school students, whereas no significant differences were observed in emotional problems (p = 0.099), hyperactivity (p = 0.216), or peer problems (p = 0.511). These results highlight that behavioral and prosocial issues differ by education level, while emotional, hyperactivity, and peer issues do not. The study underscores the importance of early detection and targeted interventions to address behavioral and prosocial challenges among adolescents.
Potensi Paparan Media Sosial pada Gejala Hiperaktivitas Remaja di Kota Jayapura Asriati Asriati; Lisda Oktavia Madu Pamangin; Helen Try Juniasti; Natalia Paskawati Adimuntja; Fajrin Violita; Muhammad Akbar Nurdin; Maria Papuana Natalia Mayabubun; Marlessy Christina Taa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22236

Abstract

ABSTRACT Social media use (SMU) among children and adolescents has increased since the Covid-19 pandemic. SMU can become addictive and is related to the emergence of health problems, such as symptoms of attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). This study aims to determine the relationship of SMU among adolescents in Jayapura to the risk of attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). This was a cross-sectional survey in August 2024. The samples in this study were from 301 adolescents aged 15-19 years at SMAN 2 Jayapura. Data analysis using the Pearson correlation test. Most respondents were female (50,8%), and most respondents parent jobs were Civil Servants (38,9%). A total of 46 people (15.28%) of respondents had ADHD symptoms, women were more likely to show ADHD symptoms (18,2%), and as many as 33 people (10.96%) of adolescents who experienced social media addiction were in the severe category. The correlation between social media addiction and ADHD symptoms is positive with a moderate correlation strength (r = 0.5419; p-value 0.000), so there is a significant relationship between social media addiction and the incidence of ADHD. Adolescents who experience increased social media addiction also experience increased ADHD symptoms. Appropriate management and policies are needed in the prevention and control of social media usde and ADHD in children and adolescents. Parents and schools should pay more attention to adolescents with internet and social media addiction, and ADHD symptoms should be carefully evaluated. Keywords: Social Media, ADHD, Adolescents.  ABSTRAK Penggunaan media sosial (SMU) di antara anak-anak dan remaja telah meningkat sejak pandemi Covid-19. SMU dapat menjadi adiktif dan terkait dengan munculnya masalah kesehatan, seperti gejala gangguan hiperaktif defisit perhatian (ADHD). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan penggunaan media sosial di kalangan remaja di Jayapura dengan risiko ADHD. Penelitian ini adalah survei cross-sectional pada Agustus 2024. Sampel dalam penelitian ini berasal dari 301 remaja berusia 15-19 tahun di SMAN 2 Jayapura. Analisis Data menggunakan uji Korelasi Pearson. Sebagian besar responden adalah perempuan (50,8%), dan sebagian besar responden pekerjaan orang tua adalah pegawai negeri sipil (38,9%). Sebanyak 46 orang (15,28%) responden mengalami gejala ADHD, remaja perempuan lebih cenderung menunjukkan gejala ADHD (18,2%), dan sebanyak 33 orang (10,96%) remaja yang mengalami kecanduan media sosial ada di kategori berat. Korelasi antara kecanduan media sosial dan gejala ADHD positif dengan kekuatan korelasi sedang (r = 0,5419; p-value 0,000), sehingga ada hubungan yang signifikan antara kecanduan media sosial dan kejadian ADHD. Remaja yang mengalami peningkatan kecanduan media sosial juga mengalami peningkatan gejala ADHD. Manajemen dan kebijakan yang tepat diperlukan dalam pencegahan dan kontrol penggunaan media sosial dan risiko ADHD pada anak -anak dan remaja. Orang tua dan sekolah harus lebih memperhatikan remaja dengan kecanduan internet dan media sosial, dan gejala ADHD harus dievaluasi dengan cermat. Kata Kunci: Media Sosial, ADHD, Remaja.
EDUKASI PENCEGAHAN MALARIA MELALUI GAMES EDUKATIF PADA ANAK USIA SEKOLAH Natalia Paskawati Adimuntja; Lisda Oktavia Madu Pamangin; Muhammad Akbar Nurdin; Dyvano Mars Rezki Bangalino; Margaretha Falentine Rumlaklak; Melvy Lisandra Rego
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29086

Abstract

Abstrak: Tingkat penularan (endemisitas) malaria di Kampung Kayo Batu berada pada tingkat III angka API > 100%. Akibatnya anak-anak di Rumah Belajar Harvard Kampung Kayo Batu berisiko menderita malaria. Tujuan pengabdian untuk meningkat softskill dan hardskill anak terkait upaya pencegahan malaria. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan melalui games edukatif ular tangga dan poster. Mitra kegiatan yaitu anak-anak di Rumah Belajar Harvard Kampung Kayo Batu berjumlah 50 orang. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner pre dan post test yang terdiri dari 10 pertanyaan. Kegiatan pengabdian telah terlaksana dengan baik, mayoritas anak-anak mengetahui bahwa nyamuk adalah satu-satunya vector penyebab malaria. Namun masih banyak anak yang belum memahami tentang malaria dapat menyebabkan gangguan fungsi otak dan hati (40.0%) dan perilaku nyamuk malaria yang aktif menggigit pada malam hari (64.0%), serta terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan peserta kegiatan edukasi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dengan metode penyuluhan menggunakan bantuan media permainan edukatif ular tangga dan poster. Nilai rata-rata sebelum edukasi adalah 8,28 meningkat menjadi 9,76 setelah edukasi.Abstract: The level of malaria transmission (endemicity) in Kayo Batu Village is at level III with API > 100%. As a result, children at the Harvard Learning House in Kayo Batu Village are at risk of suffering from malaria. The purpose of community service is to improve children's soft skills and hard skills related to malaria prevention efforts. The form of activity carried out is counseling through educational games of snakes and ladders and posters. The activity partners are children at the Harvard Kampung Kayo Batu Learning House totaling 50 people. The activity evaluation uses a pre- and post-test questionnaire consisting of 10 questions. The community service activity has been carried out well, the majority of children know that mosquitoes are the only vector that causes malaria. However, there are still many children who do not understand that malaria can cause brain and liver dysfunction (40.0%) and the behavior of malaria mosquitoes that actively bite at night (64.0%), and there is an increase in the average knowledge of educational activity participants before and after education is carried out with the counseling method using the help of educational games of snakes and ladders and posters. The average value before education was 8.28, increasing to 9.76 after education.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP DAN PRODUKTIVITAS LANSIA MELALUI PROGRAM SENAM, PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN TERPADU Ristina Rosauli Harianja; Nurul Fitri Ayu; Citra Kumala Dewi; Fransina Alfonsina Izaac; Vrensca C. M. Rupilu; Syaharuddin Nur; Fajrin Violita; Asriati Asriati; Natalia Paskawati Adimuntja; Christin Debora Nabuasa; Faridha Almira
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35826

Abstract

Abstrak: Tingginya angka harapan hidup menyebabkan jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat dan berpotensi menimbulkan permasalahan kesehatan seperti penyakit degeneratif, penurunan aktivitas fisik, serta menurunnya kualitas hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas lansia melalui pemeriksaan kesehatan dasar, senam lansia, serta penyuluhan kesehatan dengan demonstrasi Gym Chair. Kegiatan dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha Kabupaten Jayapura dengan melibatkan 26 peserta lansia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dan antusiasme lansia dalam melakukan aktivitas fisik. Evaluasi kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 100% terkait bentuk latihan Gym Chair maupun manfaatnya bagi kesehatan. Pendekatan partisipatif melalui kolaborasi antara akademisi dan mitra sosial terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemandirian lansia untuk menjaga kesehatannya.Abstract: The increasing life expectancy in Indonesia has led to a growing elderly population, which potentially contributes to various health problems such as degenerative diseases, decreased physical activity, and reduced quality of life. This community service activity aimed to improve the quality of life and productivity of the elderly through basic health examinations, elderly exercise programs, and health education accompanied by a Gym Chair demonstration. The activity was conducted at the Tresna Werdha Social Home in Jayapura Regency and involved 26 elderly participants. The results showed an increase in participation and enthusiasm among the elderly in performing physical activities. The findings also indicated a 100% improvement in participants’ knowledge regarding Gym Chair exercises and their health benefits. A participatory approach through collaboration between academics and social partners proved effective in increasing awareness and independence among the elderly in maintaining their health.
PENINGKATAN PRIMORDIAL PREVENTION DIABETES MELITUS PADA REMAJA PEDESAAN MELALUI EDUKASI CLEAN EATING Asriati Asriati; Christin Debora Nabuasa; Helen Try Juniasti; Lisda Oktavia Madu Pamangin; Natalia Paskawati Adimuntja
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30650

Abstract

Abstrak: Clean Eating merupakan pola makan bersih yang melibatkan konsumsi makanan yang alami, kaya akan makanan segar dan rendah produk olahan dan gula. Remaja saat ini gemar mengkonsumsi makanan dan minuman dengan proses pengolahan yang tinggi. Remaja pedesaan mendapatkan lebih banyak kemudahan dalam hal akses dan ketersediaan bahan makanan yang sehat dengan kondisi lingkungan yang mendukung. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan remaja pedesaan mengenai konsep Clean Eating sebagai salah satu langkah pencegahan primordial diabetes melitus. Metode pengabdian dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada remaja pedesaan di MAN Kabupaten Jayapura sebanyak 20 siswa. Sebagian besar responden berusia 17 tahun (47,2%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 12 orang (57,14%), pekerjaan orang tua paling banyak adalah swasta sebanyak 12 orang (57,14%). Sebelum diberikan edukasi, terdapat 19% remaja yang masih memiliki pengetahuan rendah mengenai pencegahan diabates. Setelah kegiatan edukasi, sebanyak 100% remaja memiliki tingkat pengetahuan tinggi. Terdapat perubahan proporsi pengetahuan siswa sebanyak 19% sebelum dan setelah sosialisasi mengenai clean eating sebagai bentuk pencegahan obesitas dan diabetes melitus pada remaja.Abstract: Clean Eating is a clean eating pattern that involves consuming natural foods, rich in fresh foods and low in processed products and sugar. Today's teenagers like to consume foods and drinks that are highly processed. Rural teenagers get more convenience regarding access and availability of healthy food ingredients with supportive environmental conditions. The purpose of community service is to introduce and increase the knowledge of rural teenagers about the concept of Clean Eating as one of the primordial prevention steps in rural teenagers with diabetes mellitus. The community service method was carried out by providing socialization to rural teenagers at MAN Jayapura Regency with as many as 20 students. Most respondents were 17 years old (47.2%), male as many as 12 people (57.14%), most parents jobs were private as many as 12 people (57.14%). Before being given education, 19% of teenagers still had low knowledge about diabetes prevention. After educational activities, 100% of teenagers had a high level of knowledge. Fewer students consumed risky foods, and most students consumed minimally processed foods such as vegetables and high-protein foods such as fish, tofu, and tempeh in the frequent category. There was a change in the proportion of student knowledge by 19% before and after socialization regarding clean eating as a form of preventing obesity and diabetes mellitus in adolescents.
Hubungan Pola Konsumsi Dengan Gizi Lebih Dan Obesitas Di Kota Jayapura Natalia Paskawati Adimuntja; Fajrin Violita; Asriati Asriati; Lisda Oktavia Madu Pamangin; Christin Debora Nabuasa
Madu Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 15, No 1: Juni 2026
Publisher : Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mjk.15.1.22-30.2026

Abstract

Overweight and obesity are risk factors for many chronic diseases, such as diabetes mellitus and cardiovascular disease, including heart disease and stroke, which are among the main causes of death worldwide. The prevalence of overweight in adults aged 18 years and over in Papua in 2023 was 14,2%. Meanwhile, the prevalence of obesity in Papua in 2023 was 31,3%. This study aims to determine the relationship between dietary habits and overnutrition and obesity in Jayapura city. This study used a cross sectional survey design. The population was all adult patients who visited the Abepura Community Health Center in Jayapura City, with a sample size of 100 respondents. The sampling technique used was accidental sampling. Data were collected through interviews using a questionnaire. The data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square (χ²) statistical test. The results of the study showed that 44 respondents (44,0%) experienced overnutrition and obesity and 56 respondents (56,0%) were not obese. The results of the bivariate analysis found that fast food consumption habits (p-value=0,000), soft drink consumption habits (p-value=0,004), fruit consumption habits (p-value=0,05), and vegetable consumption habits (p-value=0,044) were significantly associated with overweight and obesity among adults at the Abepura Community Health Center in Jayapura City. It is recommended that the community increase their understanding and awareness of the importance of maintaining ideal body weight through a high-fiber diet and avoiding fast food and soft drinks as an effort to prevent and control degenerative diseases.
Co-Authors Amin, Annisa Rizky Ananda Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati, Asriati B. Hutadjulu, Marlina Bouway, Dolfinus Bouway, Dolfinus Y. Christin Debora Nabuasa Christin Debora Nabuasa Citra Kumala Dewi Claritha Angelita Kyeuw-Kyeuw Dolfinus Y Bouway Dolfinus Yufu Bouway Dyvano Mars Rezki Bangalino Fajrin Violita Fajrin Violita Faridha Almira Frans Asmuruf Fransina Alfonsina Izaac Hasmi Hasmi Hasmi Helen Try Juniasti Helen Try Juniasti Imbiri, Frits Inriyanti Assa Inriyanti Assa Inriyanti Assa Iribaram, Ibrahim Ismail Irma Puspitasari, Irma Ita, Nora Katarina L. Tuturop Katarina L. Tuturop Katarina Lodia Tuturop Katarina Lodia Tuturop Katarina Tuturop Konstantina Martina Pariaribo Konstantina Pariaribo Kristina Hutasoit lamria simanjuntak Lina Ba’ka Lisda Oktavia Madu Pamangin Mamoribo, Sherly Mamoribo, Sherly Novita Margaretha Falentine Rumlaklak Maria Papuana Natalia Mayabubun Marlessy Christina Taa Maturbongs, Margaretha Rosari Mayor, Anita Feronika Melvy Lisandra Rego Nabuasa, Christin Debora Nurdin, Muhammad Akbar Nurul Fitri Ayu Pamangin, Wilda Wijayani Pariaribo, Konstantina Pariaribo, Konstantina M Pariaribo, Konstantina Marthina Rahim, Muh. Taufik Rizal Ristina Rosauli Harianja Sarni Rante Allo Bela Serliana, Fadila Syaharuddin Nur Tappy, Melkior Tingginehe, Rosmin Mariati Tuturop, Katarina Tuturop, Katarina L Tuturop, Katarina Lodia Violita, Fajrin Vrensca C. M. Rupilu Wahyuti, Wahyuti Wakum, Arnold Yane Tambing Yufuai, Agustina Yufuai, Agustina R Yufuai, Agustina Regina Zul Fikar Ahmad Zulfikar Ahmad