Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EMPOWERING COASTAL COMMUNITIES BY DEVELOPING PROCESSED FISH PRODUCTS INNOVATIVE BASED ON LOCAL POTENTIAL IN BUNGKUTOKO SUB-DISTRICT, KENDARI CITY Jafriati, Jafriati; Salsabila, Syefira; Hadi, Arie Toursino; Nurmaladewi, Nurmaladewi; Akifah, Akifah; Al Mahmud, Nabil; Pratiwi, Putri Awalinda; Yasrul, Yasrul; Maliany, Nur Satya; Putry, Gigih Dwiandiny Purwanto
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v10i1.3166

Abstract

This empowerment program aims to strengthen the capacities of coastal women in Bungkutoko Subdistrict through the development of innovative fish-based products using local potential. The situational analysis indicated limited diversification of processed fish products, low digital marketing skills, and weak household economic resilience. The program addressed these needs through training on processing fish into Abon WaPesisir with various flavors, nutrition education, the use of appropriate technology (fish floss mixer, vacuum sealer, standing pouches), preparation of production SOPs, branding enhancement, and digital marketing training using social media and online marketplaces. In addition, the activities integrated the strengthening of women's roles through mentoring, group learning, and entrepreneurial soft‑skills development. The results showed increases in participants' knowledge, production skills, food hygiene practices, and digital marketing capabilities. The group succeeded in producing more than 50 packages of ready‑to‑sell fish floss with more consistent quality, modern packaging design, and the “Abon WaPesisir” brand. Participants were also able to create promotional content, manage social media accounts, and begin expanding their marketing networks. Overall, the program had positive impacts, including enhanced self‑confidence, strengthened business capacity, and greater opportunities to improve household income among coastal families.
EVALUASI KINERJA PETUGAS PUSKESMAS ABELI KOTA KENDARI DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING BERDASARKAN VARIABEL PSIKOLOGIS TAHUN 2025 Jannah, Zahratul; Bahar, Hartati; Akifah, Akifah
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi prioritas dalam pembangunan kesehatan di Indonesia karena berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Keberhasilan upaya pencegahan dan penanganan stunting tidak terlepas dari kinerja petugas kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk variabel psikologis seperti persepsi, sikap, kepribadian, proses belajar, dan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja petugas Puskesmas Abeli Kota Kendari dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting berdasarkan variabel psikologis tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap informan utama yang terdiri dari tenaga kesehatan serta informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi, sikap, kepribadian, dan proses belajar petugas berada pada kategori baik, yang tercermin dari pemahaman dan keterlibatan aktif dalam program stunting. Namun demikian, aspek motivasi masih menghadapi kendala yang dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya, beban kerja, serta dukungan lingkungan yang belum optimal. Dengan demikian, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan motivasi kerja, serta dukungan institusional yang berkelanjutan guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program penurunan stunting.
STUDI  EPIDEMIOLOGI KEJADIAN KERACUNAN PROGRAM MAKANAN BERGIZI GRATIS PADA SISWA SMA DI KOTA BAUBAU TAHUN 2025 Maemuna, Nurmut; Lestari, Hariati; Akifah, Akifah
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keracunan makanan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih sering terjadi dan dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), terutama pada program makanan massal seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Meskipun umumnya tidak menyebabkan kematian, kejadian ini dapat berdampak pada gangguan kesehatan siswa serta menurunkan aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran epidemiologi kejadian keracunan makanan pada siswa SMA di Kota Baubau tahun 2025 berdasarkan distribusi orang (person), tempat (place), dan waktu (time). Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional deskriptif dengan rancangan case report. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA yang mengalami kejadian keracunan makanan sebanyak 170 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, serta didukung data sekunder dari dinas kesehatan. Analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (51%) dan berada pada kelompok usia 16–18 tahun (78%). Jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi adalah nasi (36,9%) dan ayam kuah santan (18,8%). Gejala yang paling sering dialami adalah sakit perut, pusing, mual, dan muntah, serta sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah (51,2%). Berdasarkan distribusi tempat, kasus terbanyak terjadi pada kelas XII (41,2%) dan mayoritas responden tidak melakukan pengobatan (67%). Berdasarkan waktu, puncak kejadian terjadi pada 16 September 2025 dengan masa inkubasi berkisar 4–35 jam. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kejadian ini merupakan KLB dengan sumber paparan tunggal, sehingga diperlukan peningkatan pengawasan keamanan pangan dalam program MBG.