Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Determination Of Liquefaction Sediment Volume In Balaroa VillageUsing The Geoelectric Resistance Type Method Asgar; M. Rusydi; Rustan Efendi; Moh. Dahlan Th Musa; Badaruddin
Tadulako Science and Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Tadulako Science and Technology Journal
Publisher : LPPM Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/sciencetech.v2i2.17299

Abstract

Introduction: Research has been carried out titled "Determining the Volume of Liquefaction Sediment Using the Geoelectric Resistivity Type Method in Balaroa Village". Methods: This research aims to identify subsurface lithology and determine the volume of liquefaction sediment in Balaroa Village. This research uses the resistivity method Wenner configuration. Result and Discussion: Measurements were carried out in 4 passes with the distance between electrodes on Tracks 1 - 3 being 7 m and on Track 4 a distance of 10 m. From the results of measurements and data interpretation, it was obtained that the type resistance value was 2.98 - 436.14 Ωm with lithology in the form of clay, sand, and gravel. The calculated volume of liquefaction sediment in Balaroa Village is 370,883 m³. Conclusion: Clay and sand rocks are liquefaction sediments with resistance values of less than 67.86 Ωm. Meanwhile, gravel and building debris are non-liquefaction rocks with resistance values of more than 67.86 Ωm. The calculated liquefaction sediment in Balaroa Village is around 370,883 m³. The volume of liquefaction sediment increases in thickness in the eastern part, which is caused by morphological conditions that tend to be more gentle in that part.
Seni Tilawah Al-Qur’an Dalam Pembentukan Karakter Mastur; Mu'aidi; Sabaruddin; Badaruddin
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 7 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.904 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v7i1.1523

Abstract

Read the Qur’an in tartil, but it is an inseparable part of human existence as a cultured creature who has creativity, taste, and intention. Art is a part of culture. Culture is the result of cultivation creation for humans themselves, and society grows because of culture. Muhsin Salim further explained that art as the embodiment of a sense of beauty, in general, is for the welfare of life. Art arises through the recitation of the Koran which is the result of the process of learning the songs of the Koran. Understanding character is innate, heart, soul, personality, character, behavior, personality, nature, character, temperament, character. The character is personality, behavior, character, character, and character. Character refers to a series of attitudes, behaviors, motivations, and skills. Learning is an effort to teach students. Meanwhile, according to Suyudi, learning is a process to acquire knowledge, while knowledge is a way to obtain truth or value, and truth is a statement without hesitation that begins with an attitude of doubt first. The art of reading the Qur'an known as An-Naghom fil Qur'an means to beautify the sound of the recitation of the Qur'an. Learn ways or methods of humming, singing, and beautifying the sound of the recitation of the Qur'an. The art of reading the Qur'an is an oral science. Based on the description above, it can be concluded as follows: In general, the implementation of character education at the Nurul Quran Praya Islamic Boarding School, Central Lombok has been carried out in an integrated manner in the learning process, both held in formal education such as Islamic Junior High Schools and Madrasah Aliyah institutions as well as extracurricular programs developed in hostels, such as the Al-Quran Recitation art education program, implementation of integrated character education at the vision-mission level, and the goals of the Nurul Qur’an Praya Islamic Boarding School, Central Lombok. Character formation through the art of recitation of the Qor’an includes characters related to perseverance, patience, responsibility, cooperation, and religion. These characters grow from the processes of habituation that take place continuously through education in the art of recitation of the Koran. The most prominent characters include the character of perseverance, patience, responsibility, cooperation, and religion. Indicators of the formation of the character of students through the art of recitation of the Koran can be seen from values such as the patience of students, the character of responsibility, obedience, and obedience, a climate of cooperation, and the religious situation that characterizes the lives of students. The religious atmosphere is reflected in the culture of greetings, clothing and clothing, obedience and obedience of students, manners, worship, reciting, and morals that are reflected in the lives of students in the Al-Quran Recitation art program at the Nurul Qur’an Praya Islamic Boarding School, Central Lombok.   Keywords: Character Formation, Santri, Art of Recitation.
Pelatihan Penyusunan Artikel Ilmiah Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Akademik Mahasiswa. Mongsidi, Wolter; Saifu; Badaruddin; Jud; Muhammad Rusli; Sariul
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v3i1.300

Abstract

Pelatihan Penyusunan Artikel Ilmiah dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah sesuai kaidah akademik. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah yang layak publikasi. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung dengan pendampingan intensif dalam penggunaan aplikasi mendeley dan pengelolaan referensi ilmiah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan 90% dalam pemahaman mahasiswa terhadap struktur artikel ilmiah, kemampuan sitasi, dan penggunaan perangkat lunak pendukung penulisan. Selain itu, mahasiswa menunjukkan peningkatan motivasi untuk menulis dan mempublikasikan karya ilmiah. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan budaya akademik produktif di kalangan mahasiswa dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di perguruan tinggi.
KOLABORASI STAKEHOLDERS BERBASIS MODAL SOSIAL DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KECAMATAN TELUK DALAM, KABUPATEN NIAS SELATAN Harita, Versi Oktaviani; Badaruddin; Suriadi, Agus; Sudarwati, Lina; Saladin, T. Ilham
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6658

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan kebijakan sosial pemerintah yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga miskin. Namun, efektivitas program tidak hanya bergantung pada penyaluran bantuan tunai, melainkan juga pada dinamika sosial dan kolaborasi para pemangku kepentingan di tingkat lokal. Penelitian ini menganalisis bagaimana modal sosial bonding, bridging, dan linking dimanfaatkan dalam implementasi PKH di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari keluarga penerima manfaat (KPM), aparatur desa, pendamping PKH, serta tokoh masyarakat dan agama. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memahami konstruksi sosial yang terbentuk dari interaksi antar-aktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bonding social capital tercermin dalam solidaritas KPM yang saling mengingatkan kewajiban program. Bridging social capital tampak melalui koordinasi desa, pendamping, dan KPM dalam forum pertemuan. Linking social capital terlihat dari peran pendamping PKH dan aparatur desa yang menjaga legitimasi program di mata masyarakat. Tantangan yang muncul antara lain keterbatasan akses desa terhadap sistem SIKS-NG, resistensi sebagian KPM terhadap kewajiban program, serta kecemburuan sosial akibat ketidaktepatan sasaran. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan PKH di Teluk Dalam dipengaruhi tidak hanya oleh mekanisme administratif, tetapi juga oleh kekuatan modal sosial yang menopang hubungan antar-stakeholders. Kolaborasi berbasis nilai sosial dan budaya lokal menjadi kunci untuk memperkuat efektivitas program perlindungan sosial di tingkat desa.
Influence of Discipline, Motivation, and Facilities on Employee Performance at Parepare Trade Office Ibrahim; Machmud, Mulyana; Hasanuddin; Badaruddin
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 5 (2025): JIMKES Edisi September 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i5.3639

Abstract

Employee performance in public institutions is shaped by organizational and behavioral factors, with work discipline, motivation, and work facilities being critical in determining productivity and service quality. This study examines the individual and collective impacts of these factors on employee performance at the Trade Office of Parepare City. Using a quantitative approach, the research involved all 45 employees as respondents through a saturated sampling technique. Data were analyzed using multiple linear regression to evaluate the significance of each variable. The findings indicate that work discipline significantly enhances performance, with a t-value of 2.997 exceeding the critical threshold of 2.018. Motivation also has a significant positive effect, evidenced by a t-value of 2.899. However, work facilities show no significant impact, with a t-value of -0.199. Collectively, these variables significantly influence performance, as demonstrated by an F-value of 3.189 surpassing the critical value of 2.82. The study concludes that fostering work discipline and motivation is essential for improving employee performance in public sector organizations, while the role of work facilities appears less impactful when already adequate.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN VOKASIONAL UNTUK MENUMBUHKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MEMODIFIKASI PERALATAN PERTANIAN PADA LAHAN TERABATAS (TERASSERING) Badaruddin; Hendra Jaya; Sabran
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 7, Issue 2, Agustus 2020
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan vokasional merupakan bagian dari konsep keterampilan hidup (life skills) dalam sistem persekolahan. Selama ini keterampilan vokasional lebih banyak diberikan pada Sekolah Menengah Kejuruan, sedangkan bagi remaja seperti tidak begitu penting. Keterampilan vokasional pada remaja dapat diberikan melalui pelajaran keterampilan. pembelajaran berbasis potensi lokal dapat diselenggarakan melalui tiga cara, yaitu pengintegrasian dalam kajian yang relevan, muatan lokal, dan keterampilan yang berorientasi pada pembuatan hasil karya yang ditunjang oleh pengetahuan, sikap, keterampilan, dan produk yang dihasilkan dalam hal ini inovasi dalam bidang pertanian. Peroses modifikasi alat pemotong padi kelompok Remaja Desa Pala’e kabupaten Sinjai dapat dilihat pada penjelasan berikut ini: Modifikasi Alat Pemotong Padi: a) Menyiapkan Alat berupa Kunci dan perkakas; b) Menyiapkan bahan berupa desain penyangga batang padi (Hal ini didesain agar batang padi tidak berhamburan); c) Menyiapkan bahan berupa pisau piringan bulat (Didesain khusus untuk memotong batang padi). Berdasarkan kegiatan diperoleh bahwa warga remaja desa Pala’e dapat menggunakan hasil pelatihan dan keterampilan dengan sangat baik. Hal ini dilihat melalui tahapan dalam merencanakan hingga menghasilkan hasil produk yang layak dipasarkan, kemampuan mengidentifikasi alat yang akan dimodifikasi. Kegiatan pendampingan yang dilaksanakan pada remaja Desa Pala’e adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian berwirusaha bagi remaja desa Pala’e dalam memodifikasi alat pemotong padi telah berjalan secara optimal. Melalui proses pelatihan dan mengedepankan pendekatan diskusi dalam megidentifikasi dan membantu mengatasi masalah yang dihadapi remaja desa Palae. Dengan peran pendamping sebagai fasilitator, dan motivator memudahkan warga kelompok remaja desa Palae dalam merencanakan usaha. Sebagai fasilitator, pendamping memberikan berbagai macam informasi yang dibutuhkan dan sesuai dengankebutuhan remaja dalam menjalankan usaha yang digeluti. Sebagai motivator, pendamping memberikan dorongan motivasi untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha kepada remaja desa Palae. Dengan pemanfaatan hasil pelatihan keterampilan oleh warga kelompok remaja dan peran pendamping memberikan dampak pada kehidupan warga kelompok remaja khususnya dalam kemandirian usaha, hal demikian dapat ditunjukkan perubahan sikap dan perilaku seperti percaya diri, berani mengambil resiko, berjiwa kepemimpinan dan bertanggung jawab. Mampu mengelola sendiri usaha, menjalin kemitraan usaha dan bahkan membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat yang berada disekitarnya. Disamping itu terdapat peningkatan aspek ekonomi dan aspek status sosial. Peningkatan ekonomi yang dimaksud adalah peningkatan pendapatan.
Factors Influencing Vocational High School Graduates' Pathways to Higher Education, Civil Service, and Entrepreneurship: A Study in the East Coast Region of Aceh: English M, Syukurdi; Badaruddin; Lubis, Suwardi; Charloq
Asian Multidisciplinary Research Journal of Economy and Learning Vol. 3 No. 2 (2026): Human Agency in Complex Systems: Sustainability Transitions and Regional Develo
Publisher : CV. ARGA FARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70471/3d11jn20

Abstract

Vocational high school graduates in the East Coast Region of Aceh face notable challenges in deciding whether to continue their education or enter the workforce. This study analyzes the factors influencing their decisions to pursue higher education, careers in public service (police, military, civil service), or entrepreneurship. A Simple Linear Regression analysis reveals that 92.43% of graduates opt for higher education or public service roles, while 54.45% choose entrepreneurship. The preference for higher education and public service is driven by the desire for socioeconomic mobility, with familial and environmental influences playing critical roles. The findings highlight the need for targeted policies to address the low entrepreneurial interest among vocational graduates, particularly by reducing barriers such as lack of resources and mentorship. Aligning vocational training programs with labor market demands can better support graduates in making informed career decisions. These insights contribute to improving vocational education outcomes and fostering regional economic development.