Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

The Relationship between Knowledge Level and Attitudes towards Sexually Transmitted Infectious Diseases Abduh, Anniza Putri; Abdi, Dian Amelia; Surdam, Zulfiyah; Yunita, Lisa; Gayatri, Sri Wahyuni
Journal La Medihealtico Vol. 5 No. 1 (2024): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v5i1.1009

Abstract

Sexually Transmitted Infections (STIs) are infectious diseases that can be transmitted from one person to another through sexual contact. Cases of sexually transmitted infections (STIs) continue to increase, the phenomenon of increasing and spreading cases of sexually transmitted infections that occur in high risk groups is very fast, one of those most at risk is teenagers, because teenagers are a transition period from childhood to older age. As they mature, teenagers will become more curious about everything, including sexual matters. To determine the relationship between knowledge and attitudes towards sexually transmitted infections. This type of research uses the approach used is a cross sectional study. The research was conducted at the Indonesian Muslim University, Campus II Jalan Urip Sumoharjo KM.05, Faculty of Medicine, with the research taking place from May 2022 to October 2023. Based on the research results, it shows that the respondents studied in this study tend to have good knowledge about sexually transmitted infections. The respondents studied in this study tended to have a good attitude towards sexually transmitted infections. There was a significant relationship between knowledge and attitudes towards sexually transmitted infections among students of the 2021 Class of Indonesian Muslim University Makassar Medical Education Study Program.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Rokok Elektrik Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Zamzami, Moh. Fadel; Nurmadilla , Nesyana; Dahliah; Anggita, Dwi; Gayatri, Sri Wahyuni
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9545

Abstract

Penggunaan rokok elektronik atau vape mengalami peningkatan signifikan di Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Faktor-faktor seperti lingkungan sosial, kepuasan psikologis, gaya hidup, serta pengetahuan turut memengaruhi perilaku merokok elektronik. Meski dianggap sebagai alternatif rokok konvensional, penggunaan vape tetap berisiko bagi kesehatan, termasuk penyakit paru seperti EVALI. Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan rokok elektrik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran. Metode penelitian yang digunakan merupakan analisis deskriptif menggunakan metode survei dengan alat kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengguna rokok elektrik memiliki pengetahuan yang baik tentang vape (55%), meskipun masih terdapat 13,7% yang memiliki pengetahuan kurang. Faktor lingkungan sosial juga berperan penting, dengan 58,8% responden berada dalam lingkungan yang mendukung penggunaan vape, dan 15,7% dalam lingkungan yang sangat mendukung. Selain itu, faktor kepuasan psikologis turut berpengaruh, di mana 47,1% pengguna merasa puas dengan penggunaan vape, sementara 17,6% merasa kurang puas. Faktor gaya hidup juga memiliki dampak, dengan 47,1% responden mengaku bahwa gaya hidup mereka berpengaruh terhadap penggunaan vape, dan 7,8% menyatakan bahwa gaya hidup mereka sangat berpengaruh. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa faktor pengetahuan, lingkungan sosial, kepuasan psikologis, dan gaya hidup memiliki peran dalam mendorong penggunaan rokok elektrik di kalangan mahasiswa Fakultas Kedokteran.
Pengaruh Anti-Depresan dari Formulasi Sediaan Inhalasi Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum Conyzoides L.) pada Model Hewan Depresi Jaya, Muhammad Alim; Gayatri, Sri Wahyuni; Wijaya, Muhammad Fajrin; Pratama, Melanie Ajeng; Nurhikma, Nurhikma
Action Research Literate Vol. 9 No. 1 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i1.2583

Abstract

Depresi merupakan gangguan suasana hati paling banyak di masyarakat, yang ditandai dengan perasaan sedih yang menetap. Antidepresan merupakan farmakologi utama dalam penanganan gangguan depresi. Namun, antidepresan memiliki kerja yang cukup lama dan efek samping yang besar. Sehingga diperlukan alternatif obat dengan efek samping yang kurang dan lebih efektif. Ageratum conyzoides L. merupakan tanaman herbal yang memiliki aktivitas farmakologi. Selain itu, belum ada pemberian obat secara inhalasi pada pasien depresi. Padahal, sediaan inhalasi dapat membantu penggunaan obat menjadi mudah dan praktis. Untuk menginvestigasi pengaruh sediaan inhalasi dari Ageratum conyzoides L. dalam memperbaiki gejala depresi pada mus musculus. Mus musculus dibagi secara acak dalam 6 kelompok (n=4), yaitu: 1) kontrol normal; 2) kontrol negatif: pemberian chronic mild stress (CMS); 3) Kontrol positif: pemberian CMS + fluoxetine 0,05 mg/kgBB; 4) Perlakuan 1: pemberian CMS + ekstrak Ageratum conyzoides L. (150 mg/kgBB); 5) Perlakuan 2: pemberian CMS + ekstrak Ageratum conyzoides L. (250 mg/kgBB); 6) Perlakuan 3: pemberian CMS + ekstrak Ageratum conyzoides L. (350 mg/kgBB) selama 14 hari. Selanjutnya, Forced Swimming Test dilakukan untuk menilai pengaruh Ageratum conyzoides L. dalam memperbaiki gejala mirip depresi pada mus musculus. Tidak ditemukan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif dengan perlakuan 1, 2, dan 3. Dan, kelompok perlakuan 2 memiliki kecenderungan lebih baik dibandingkan kelompok perlakuan lainnya dalam memperbaiki gejala mirip depresi. Ini menunjukkan kemungkinan potensi efek antidepresan dari ekstrak ini yang serupa dengan fluoxetine. Ageratum conyzoides L. memperbaiki gejala mirip depresi pada mus musculus dan mungkin memiliki mekanisme kerja yang mirip dengan fluoxetine.
The Relationship Between Smoking and Blood Glucose Levels in Active Smoking Fishermen in Banggae Sub-District, Majene District Zulkifli, Andi Aldita Nitamapia; Safitri, Asrini; Hamzah, Pratiwi Nasir; Iskandar, Darariani; Gayatri, Sri Wahyuni
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v11i4.1796

Abstract

Background: Smoking is a major risk factor for non-communicable diseases such as diabetes mellitus, and fishermen may have specific smoking habits that influence blood glucose levels. Objective: To analyze the relationship between smoking activity and random blood glucose levels among active fishermen in Banggae Sub-District, Majene District. Methods: This quantitative analytical study with a cross-sectional design involved 100 active fishermen selected using the Slovin formula, with data analyzed using Spearman correlation in SPSS. Results: Most respondents were young (45%) and middle-aged adults (46%), and 94% smoked filter cigarettes. A significant positive correlation was found between smoking activity and random blood glucose levels (r = 0.295, p = 0.003), indicating that higher smoking frequency and dependency were associated with elevated glucose levels. Conversely, no significant relationship was observed between dietary patterns and glucose levels (r = -0.081, p = 0.422). These findings suggest that smoking intensity, rather than food type, plays a more dominant role in glucose dysregulation among fishermen. Conclusion: Increased smoking activity is significantly correlated with higher random blood glucose levels, emphasizing the urgent need for smoking cessation interventions to reduce diabetes risk in this high-risk occupational group.
A Systematic Review: Early Warning System for Hospital Wards Sasmito, Priyo; Aljufri, Salim; Mulyati, Leli; Rasmita, Dina; Syafridawita, Yetti; Deviana, Elina; Komariah, Elis; Gayatri, Sri Wahyuni; Arifani, Nisa
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 2 (2024): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i2.782

Abstract

Most of the unexpected events occur in the hospital wards. An Early Warning System (EWS) is a system created to identify worsening patients outside the Intensive Care Unit (ICU). EWS is one of the requirements that must be met to get hospital accreditation. Hospitals have to choose the appropriate EWS to get optimal outcomes. This study aims to describe some of the EWS in the wards that have been researched and developed, as well as their performance in predicting severe adverse events (SAE). This study is a literature review design, conducting a systematic review by selecting relevant articles on Pub Med and Science Direct using the keyword "Early Warning Systems" in the 2018-2023 period. Out of 269 articles, only 12 articles that met the criteria. The selected articles are then systematically reviewed and analyzed. Based on the extraction results of 12 articles, 9 EWS were grouped into National Early Warning Score (NEWS) and its variants, Modified Early Warning Score (MEWS) and its variants, and EWS integrated with Electronic Medical Record (EMR). In choosing an EWS, hospitals must consider the complexity of the cases being managed and the capabilities of existing resources. The recommended EWS in hospital wards with limited resources is weighted EWS or EWS with combinations, such as NEWS and MEWS with variants. Meanwhile, hospitals that have used EMR can choose EWS integrated with EMR to increase their predictive value for SAE, as well as improve protocol compliance.
Karakteristik Hasil Pemeriksaan Laboratorium Pada Pasien Demam Berdarah Dengue di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2023 Iriani, Sastrawati Indah; Wahyu, Sri; Gayatri, Sri Wahyuni; Kartika, Irna Diyana; Nur, Muh. Jabal
Health and Medical Journal Vol 7, No 3 (2025): HEME September 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i3.1835

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Meskipun diagnosis dan manajemen demam berdarah dengue telah berkembang, masih terdapat keterbatasan data mengenai karakteristik hasil pemeriksaan laboratorium pada pasien demam berdarah dengue di RS Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis profil hematologi dan serologi pasien demam berdarah dengue. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik hasil pemeriksaan laboratorium pada pasien demam berdarah dengue di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2023, termasuk distribusi usia, jenis kelamin, derajat penyakit, serta kadar trombosit, leukosit, hematokrit, dan hasil serologi IgM/IgG. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Data sekunder diperoleh dari rekam medik 50 pasien demam berdarah dengue yang dirawat di RS Ibnu Sina Makassar pada tahun 2023. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan karakteristik variabel yang diteliti. Hasil: Mayoritas pasien demam berdarah dengue berusia 19-44 tahun, dengan total 37 orang, dan lebih banyak di antaranya adalah laki-laki, yaitu 26 orang. Kadar trombosit mengalami penurunan, dengan rerata <150.000/µL pada 45 pasien. Sebagian besar pasien memiliki kadar leukosit dalam rentang normal (4.000-11.000/µL), yakni sebanyak 40 orang, dan hematokrit juga berada dalam rentang normal pada 35 pasien. Hasil serologi menunjukkan bahwa 36 pasien mengalami infeksi primer (IgM+ IgG-). Dari segi derajat keparahan, mayoritas kasus berada pada Grade II, dengan 27 pasien, dan tidak ditemukan kasus demam berdarah dengue pada Grade III atau IV, menandakan dominasi derajat keparahan yang lebih rendah. Kesimpulan: Penelitian ini mengungkapkan bahwa mayoritas pasien demam berdarah dengue di RS Ibnu Sina Makassar mengalami infeksi primer dengan derajat keparahan rendah.
Peranan Multivitamin Pada Pasien Geriatri Dengan Pneumonia Safitri, Asrini; Nurmadilla, Nesyana; Gayatri, Sri Wahyuni
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.095 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.59

Abstract

Pneumonia dapat menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada geriatri. Proses penuaan sistem organ (di antaranya system respirasi, sistem imun, sistem pencernaan) dan faktor komorbid banyak berperan pada peningkatan frekuensi dan keparahan pneumonia pasien geriatri. Karakteristik dominan pneumonia pada pasien geriatric adalah presentasi klinisnya yang khas, yaitu jatuh dan bingung, sedangkan gejala klasik pneumonia sering tidak didapatkan. Pneumonia adalah inflamasi jaringan paru yang paling sering disebabkan oleh infeksi dan didefinisikan sebagai adanya infiltrate paru pada foto thoraks. Penyakit pneumonia sering kali diderita sebagian besar kelompok usia lanjut dan kelompok populasi dengan penyakit kronik, sebagai akibat dari kerusakan sistem imunitas tubuh. Bayi dan anak-anak juga rentan terhadap pneumonia karena respon imunitas mereka yang masih belum berkembang dengan baik. Gizi merupakan elemen kesehatan penting bagi populasi lanjut usia (lansia) dan mempengaruhi proses menua. Prevalensi malnutrisi meningkat pada populasi ini. Pneumonia merupakan salah satu penyakit kronik pada lansia yang berhubungan dengan malnutrisi. Hubungan antara malnutrisi dan penyakit paru sudah lama diketahui. Malnutrisi mempunyai pengaruh negatif terhadap struktur, elastisitas, dan fungsi paru, kekuatan dan ketahanan otot pernafasan, mekanisme pertahanan imunitas paru, dan pengaturan nafas. Sebaliknya, penyakit paru akan meningkatkan kebutuhan energi dan dapat mempengaruhi asupan diet menjadi menurun. Intervensi gizi pada pasien pneumonia ditujukan untuk mengendalikan anoreksia, memperbaiki fungsi paru, dan mengendalikan penurunan berat badan. Kebutuhan akan zat gizi diperhitungkan sesuai dengan hasil asesmen gizi.
Pengaruh Intensitas Olah Raga Terhadap Siklus Haid Atlet Gayatri, Sri Wahyuni; Safitri, Asrini
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 1 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v0i0.64

Abstract

Exercise and moderate physical activity have many benefits for people of all ages. Physical activity or sport has a bad impact if it is done excessively, especially for women. Excessive exercise can cause hypothalamic dysfunction which causes disturbances in GnRH secretion. This causes delayed menarche and menstrual cycle disorders. The main factor causing GnRH suppression in female athletes is excessive energy use that exceeds energy intake in athletes. In addition, professional athletes tend to have lower body weight which can cause menstrual dysfunction. The purpose of the study was to determine the effect of exercise intensity on the menstrual cycle of athletes. The type of research conducted is categorical analytic with the cohort method. There is no significant relationship between the type of sport that athletes engage in with the incidence of irregular menstrual cycles with the correlation value obtained p = 0.298. There is a relationship between the frequency of exercise on the incidence of irregular menstrual cycles with a correlation value of p = 0.03. There is a relationship between the duration of exercise on the incidence of irregular menstrual cycles with a correlation value of p = 0.03. The conclusion that there is a relationship between the frequency and duration of exercise on the menstrual cycle of athletes.
Gambaran Karakteristik Penderita Otitis Eksterna Gayatri, Sri Wahyuni; Sanna, A. Tenri; Arfah, Arni Isnaini; Surdam, Zulfiyah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 2 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v3i2.86

Abstract

Latar belakang: Otitis eksterna adalah suatu inflamasi dari saluran telinga bagian luar, terbagi atas otitis eksterna akut (otitis eksterna sirkumkripta, otitis eksterna difusa) dan otitis eksterna kronik. Kejadian otitis eksterna disebabkan berbagai faktor predisposisi tertentu, seperti perubahan pH kanalis dari asam menjadi basa dan trauma ringan akibat membersihkan telinga secara berlebihan. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik penderita otitis eksterna. Metode: Penelitian yang dilakukan adalah Literature Review dengan desain Narrative Review. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, berupa studi observasi dari beberapa literatur terkait karakteristik otitis eksterna. Referensi yang digunakan diperoleh melalui internet, baik berupa hasil penelitian ilmiah ataupun textbook. Hasil penelitian: Pada penelitian ini digunakan 9 jurnal yang ditelaah dengan karakteristik usia, jenis kelamin, etiologi, faktor risiko, gejala klinis dan jenis otitis eksterna. Hasil yang didapatkan yaitu, penderita otitis eksterna terbanyak pada kisaran usia 11-25 tahun, jenis kelamin perempuan, etiologi dengan Staphylococcus aureus, faktor risiko oleh trauma, kejadian dengan gejala nyeri atau otalgia, dan pada jenis otitis eksterna difusa. Kesimpulan: Otitis eksterna dapat terjadi pada semua orang dengan kejadian dipengaruhi oleh kebiasaan ataupun kondisi anatomis telinga sebagai faktor risiko.
Pengaruh Lama Penyimpanan Asi Di Freezer Terhadap Kadar Karbohidrat, Protein Dan Lemak Yang Terkandung Dalam Asi Gayatri, Sri Wahyuni; Muchsin, Achmad Harun; Ananda, Fadli; Nurmadilla, Nesyana
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 2 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v3i2.87

Abstract

Latar Belakang: Asi eksklusif adalah air susu ibu yang wajib diberikan atau disusukan pada bayi yang baru lahir sampai bayi menginjak usia 6 bulan. ASI mengandung komposisi nutrisi yang mendukung pertumbuhan bayi yang optimal dan pengembangannya. Selain nutrisi, ASI juga mengandung beberapa protein bioaktif yang dapat berkontribusi untuk pengembangan sistem kekebalan tubuh bayi dan memainkan peran penting dalam efek perlindungan terhadap jenis alergi tertentu, penyakit auto-imun dan gangguan metabolism. Tujuan; Untuk melihat pengaruh lama penyimpanan ASI di freezer terhadap kadar karbohidrat protein, dan lemak yang terkandung dalam ASI. Metode; Literatur Review dengan desan Narative Review Hasil; Dari 6 jurnal yang didapatkan diperoleh bahwa terdapat penurunan kadar karbohidrat, protein dan lemak yang terkandung dalam ASI selama proses penyimpanan di freezer. Kesimpulan; terdapat pengaruh antara lama penyimpanan dengan kadar Karbohidrat, Protein dan Lemak dalam ASI.