Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Peranan Virgin Coconunt Oil pada Pelayanan Gizi Klinik Safitri, Asrini; Nurmadilla, Nesyana; Gayatri, Sri Wahyuni
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 2 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v3i2.92

Abstract

Medium Chain Triglyceride (MCT) merupakan jenis asam lemak yang mempunyai ikatan kimia lebih pendek daripada jenis asam lemak lain. Terdiri dari 6 – 10 rantai karbon. MCT merupakan asam lemak unik yang mempunyai rantai karbon dengan panjang dari C6-C12 yang bersifat jenuh (asam kaproat, kaprilat, kaprat, dan laurat). MCT diperoleh melalui proses esterifikasi gliserol dengan asam lemak yang mempunyai rantai karbon C6 dan C12 yang diturunkan dari minyak berkadar laurat tinggi, terutama minyak kelapa. Sumber MCT yang ketersediaanya berlimpah di Indonesia adalah minyak kelapa (Virgin Coconut Oil). Minyak kelapa yang mengandung 92,1% lemak jenuh, setelah dikonsumsi sesampainya didalam saluran pencernaan, karena ukuran molekulnya yang kecil (medium size), segera dapat diserap melalui dinding usus, tanpa harus mengalami proses hidrolisis dan enzimatis, dan langsung dipasok kedalam aliran darah dan dibawa kedalam organ liver untuk dimetabolisasi. Didalam liver minyak kelapa ini diproses untuk memproduksi energi saja dan bukan kolesterol dan jaringan adiposa. Energi yang dihasilkan digunakan untuk meningkatkan pembakaran seluler dari ujung rambut sampai ujung kaki dan mengaktifkan fungsi semua kelenjar endokrin, organ tubuh, dan jaringan tubuh. Dalam pelaksanaan klinis MCT dalam hal ini VCO dapat digunakan untuk indikasi klinis seperti malabsorpsi, pasien HIV dan kaheksia,program penurunan berat badan dan aktivitas fisik seperti olahragawan.
Perbandingan Kolesterol-LDL Penderita Obesitas Dengan Dan Tidak Hipertensi Di RS. Ibnu Sina Makassar Suleha, Andi; Murfat, Zulfitriani; Gayatri, Sri Wahyuni; Ardiansar, Abdul Mubdi
Wal'afiat Hospital Journal Vol 4 No 2 (2023): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v4i2.111

Abstract

Obesitas merupakan kondisi adanya lemak berlebih dalam tubuh yang dapat menyebabkan abnormalitas profil lipid sebagai pemicu penyakit kardiovaskuler yang kebanyakan terjadi di negara-negara berkembang. Hipertensi merupakan penyebab pertama kematian di dunia. Dislipidemia ditandai dengan kenaikan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL dan penurunan kadar kolesterol HDL. Untuk mengetahui perbedaan kadar kolesterol low-density lipoprotein (K-LDL) penderita obesitas dengan dan tidak hipertensi di RS. Ibnu Sina Makassar. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analitik observasional dengan metode case control. Analisis data menggunakan Mann Whitney U Test. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 orang yang terbagi menjadi kelompok obesitas tidak hipertensi dan obesitas dengan hipertensi masing-masing 16 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan sampel semunya perempuan (100%) terbanyak dari kalangan usia 39-59 tahun(56,3%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga(62,5%). Kadar K-LDL terbanyak kategori tinggi(81.3%). Rerata kadar K-LDL pasien obesitas dengan hipertensi(132,25±77 mg/dl) lebih tinggi dari obesitas tidak hipertensi (110,31±17.33 mg/dl). Dari hasil analisis didapatkan p-value yaitu 0.003. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar K-LDL pada penderita obesitas dengan dan tidak hipertensi di RS.Ibnu Sina Makassar.
The Effects of Olive Oil (Olea Europaea L.) on Cathallase Enzyme Levels in White Rats (Rattus Norvegicus) Wistar Strain of Obese Male Salmalia, Raisya Zahra; Gayatri, Sri Wahyuni; Zulfahmidah, Zulfahmidah; Syamsu, Rachmat Faisal; Rasfayanah, Rasfayanah
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i8.11023

Abstract

Obesity is a condition of the body resulting from excessive fat accumulation which leads to health problems. The increase in fat metabolism affects increased production of free radicals in the circulation and in adipocyte cells. Free radicals that increase in the body are not in line with antioxidant enzymes, causing a condition called oxidative stress. The body's defense mechanism against free radicals is the synthesis of antioxidants. When there is a decrease in the activity of endogenous antioxidants such as the catalase enzyme, it provides a strong indication of oxidative stress. The presence of polyphenols and monounsaturated fatty acids in olive oil is useful for preventing chronic damage that causes oxidative stress. The catalase enzyme can be used as a parameter for an uncontrolled increase in ROS (Reactive Oxygen Species) or disruption of the function of the antioxidant defense system. To determine changes in levels of the catalase enzyme in an obese male Wistar strain white rat (Rattus norvegicus) animal model that was given olive oil. This research used a true experimental laboratory with a pre- post test design. The results of the study were significant changes in catalase enzyme levels in the olive oil intervention group (p-value 0.003<0.05) on day 14 and day 28 with (p-value 0.002<0.05 and 0.005<0.05). In the group given olive oil, the effect on the level of catalase enzyme was most significant on day 28 (p-value 0.002<0.05).
Prevalensi Preeklamsia Yang Terjadi Pada Tahun 2020 – 2021 di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar Aqillah Rahis, Fadiah Dewi; Nulanda, Mona; Syamsu, Rachmat Faisal; Dewi, Anna Sari; Gayatri, Sri Wahyuni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9970

Abstract

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi preklampsia di tahun 2020 – 2021 di RSIA Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar, serta untuk mengetahui faktor resiko dari preklampsia di RSIA  Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi preklampsia di RSIA Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar tahun 2020 – 2021  adalah sebanyak 108 orang pasien Ibu hamil dengan sebaran jumlah ibu hamil yang terdiagnosis preeklampsia pada tahun 2020 sebanyak 78 orang dan tahun 2021 sebanyak 30 orang. Faktor risiko ibu hamil yang terdiagnosis preeklampsia di RSIA Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar Tahun 2020 – 2021, ditemukan hasil bahwa usia dan Hasil IMT (Indeks Massa Tubuh) : Berdasarkan berat badan dan tinggi badan ditemukan yang mendominasi yaitu usia 20 – 35 tahun. IMT (Indeks Massa Tubuh), ditemukan hasil yang mendominasi yaitu obesitas kelas I. Proteinuira, dari hasil yang ditemukan adanya peningkatan pada proteinuria.
Efek Pemberian Minyak Buah Zaitun (Olea Europaea L) Dosis Rendah Terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Obesitas Ahmad, Muh. Yusuf Ashadin; Gayatri, Sri Wahyuni; Zulfahmida, Zulfahmida; Kartika, Andy Visi; K, Diyana Kartika
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9975

Abstract

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian Minyak Zaitun terhadap Kadar MDA (Malondialdehid) Tikus Obesitas. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pendekatan pre-post only control group design dilakukan pada Tikus (Rattus Norvegicus) berusia 3 – 4 bulan yang disonde hingga berat badan >30 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan peningkatan kadar MDA (Malondialdehid) pada Tikus (Rattus Norvegicus) normal. Didapatkan peningkatan  kadar MDA (Malondialdehid) pada Tikus (Rattus Norvegicus) obesitas tanpa diberi Minyak Zaitun. Didapatkan peningkatan kadar MDA (Malondialdehid) pada Tikus (Rattus Norvegicus) dengan obesitas yang diberi Minyak Zaitun. Tidak adanya pengaruh yang signifikan pemberian Minyak Zaitun dosis rendah terhadap Kadar MDA (Malondialdehid) pada Tikus yang obesitas.
Karakteristik Gejala Klinis Dan Histopatologis Pasien Kanker Serviks Di RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar Zul-ayman, Ahmad Emil; Gayatri, Sri Wahyuni; Zulfahmidah, Zulfahmidah; Rijal, Syamsu; Amalia, Rizki
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16981

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks adalah jenis kanker yang tumbuh di leher rahim. WHO 2020 memperkirakan sebanyak 604.000 kasus baru dan 342.000 kematian disebabkan oleh kanker serviks. Menurut The Global Cancer Observatory 2020, kasus kanker serviks di Indonesia meningkat berjumlah 36,633 (17,2%) dengan kematian sejumlah 234.511. Jumlah penderita kanker serviks di Sulawesi Selatan mencapai 536 di tahun 2017. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik gejala klinis dan histopatologis pasien kanker serviks di RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan sumber data sekunder rekam medis dari RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar periode 2022-2023. Hasil dan kesimpulan: Tipe sel kanker serviks terbanyak di RS Ibnu Sina YW-UMI tahun 2022-2023 adalah Squamous Cell Carsinoma (79.1%). Kelompok usia pasien penderita kanker serviks terbanyak adalah usia 36-45 tahun (35.4%). Gejala kanker serviks terbanyak adalah nyeri perut bagian bawah (44.8%). Terapi kanker serviks paling sering diberikan adalah terapi medikamentosa (47.9%). Stadium kanker serviks terbanyak adalah stadium IIB (39.6%). Kata kunci: Gejala klinis, histopatologis, Kanker serviks, RS Ibnu Sina-YW UMI.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi Siswa SMA 4 Makassar Gayatri, Sri Wahyuni; Iskandar, Darariani; Safitri, Asrini; Abdi, Dian Amelia; Razak, Kaisar
Jurnal BALIRESO Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v9i2.334

Abstract

Effects of omega-3-enriched eggs on HDL cholesterol: an in vivo study Sahabuddin, Ratu Balqis Naailah; Kamaluddin, Irna Diyana Kartika; Khalid, Nur Fadhillah; Gayatri, Sri Wahyuni; Masdipa, Andi
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v23i3.28908

Abstract

Background: Low high-density lipoprotein (HDL) cholesterol remains an important risk factor for cardiovascular disease. Functional foods enriched with omega-3 fatty acids may offer a practical dietary approach to improving lipid profiles. Purpose: To evaluate the effects of omega-3 enriched eggs on HDL cholesterol levels in Wistar rats compared with regular eggs and a standard diet. Methods: Fifteen male Wistar rats were randomly assigned to three groups: control (standard diet), regular egg, and omega-3 enriched egg. Egg yolk preparations were administered orally via gastric gavage for 14 days. HDL cholesterol was measured before and after the intervention using an enzymatic colorimetric assay. Data were analyzed using paired t-tests for intragroup comparisons and one-way ANOVA with Tukey post-hoc testing for between-group differences. Results: The omega-3 enriched egg group showed a significant increase in HDL cholesterol (from 39.83 ± 6.08 to 66.32 ± 4.35 mg/dL; p = 0.001), while increases in the regular egg (p = 0.093) and control groups (p = 0.454) were not significant. ANOVA indicated significant differences among groups (F (2,12) = 6.308, p = 0.013), with post-hoc analysis confirming higher HDL levels in the omega-3 group compared with the control group (p = 0.011). Conclusion: Omega-3 enriched eggs elicited a substantial increase in HDL cholesterol compared with regular eggs and a standard diet, supporting their potential as a functional food for improving lipid profiles. Further studies with larger samples, extended intervention periods, and human participants are recommended to validate their clinical relevance.
Karakteristik Pasien Gizi Buruk Pada Balita di Puskesmas Gilireng Kabupaten Wajo 2024 Purnamasari, Sri; Makmum, ⁠Armanto; Gayatri, Sri Wahyuni; Darussalam, Andi Husni Esa; Nurmadilla, Nesyana
Health and Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HEME January 2026
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v8i1.1840

Abstract

Latar Belakang: Gizi buruk pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi yang tinggi. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan prevalensi kekurangan gizi (underweight) sebesar 19,6%. Di Puskesmas Gilireng Kabupaten Wajo, masalah gizi buruk masih menjadi tantangan yang kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, sanitasi, dan pengetahuan ibu. Penelitian ini dilakukan untuk memahami karakteristik pasien gizi buruk dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kasus gizi buruk pada balita, meliputi usia, jenis kelamin, riwayat kelahiran, pemberian ASI, kejadian infeksi, sanitasi lingkungan, pengetahuan ibu, kondisi ekonomi, dan riwayat imunisasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 44 balita yang mengalami gizi buruk di Puskesmas Gilireng Kabupaten Wajo. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan wawancara, kemudian dianalisis secara univariat untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas balita dengan gizi buruk berusia 13-59 bulan (86,4%), dengan proporsi lebih tinggi pada jenis kelamin perempuan (70,45%). Sebanyak 68,2% balita lahir prematur, dan hanya 20,5% yang mendapatkan ASI eksklusif. Kejadian infeksi berulang juga menjadi masalah, dengan 45,5% balita sedang mengalami infeksi. Dari segi sanitasi, 54,5% balita menggunakan air sungai sebagai sumber utama. Selain itu, 75% ibu tidak memiliki pengetahuan gizi yang memadai, dan 63,6% balita tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Kesimpulan: Penelitian ini mengindikasikan perlunya peningkatan edukasi gizi untuk ibu, peningkatan cakupan imunisasi, dan intervensi pada balita berisiko tinggi. Penguatan peran posyandu dalam pemantauan pertumbuhan juga sangat diperlukan untuk mengatasi masalah gizi buruk.
Comparative Analysis Of Glutation Perioxidase (GPx) Levels In Obesity And Non-Obesity Teenagers Ismaya, Fausiah; Gayatri, Sri Wahyuni; Pramono, Sigit Dwi; Bamahry, Aryanti R.; Utami, Dian Fahmi
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10377

Abstract

Obesitas pada remaja telah menjadi masalah kesehatan global yang meningkat, dengan dampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kadar glutation peroksidase (GPx) pada remaja obesitas dan non-obesitas serta mengeksplorasi hubungannya dengan obesitas. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan sampel 50 remaja. Pengukuran kadar GPx dilakukan menggunakan spektrofotometer, dan analisis data menggunakan uji T-test dan uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar GPx pada remaja obesitas (109.68 U/g) lebih tinggi dibandingkan dengan non-obesitas (81.20 U/g), yang menunjukkan peningkatan stres oksidatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa obesitas berhubungan dengan peningkatan stres oksidatif, yang berpotensi mempengaruhi kesehatan metabolik remaja jangka panjang. Disarankan untuk mengembangkan program intervensi yang lebih berbasis bukti dan memperhatikan faktor gender dan sosial-ekonomi dalam pencegahan obesitas.