Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Struktur Beton Bertulang Gedung PT Astari Niagara Internasional Menggunakan Metode Analisis Pushover Sesuai SNI 1726-2019 Endah Purnamasari; Muhammad Nur Ikhsan; Raka Surya Pradana
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 8 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i8.7067

Abstract

The increasing demand for earthquake-resistant buildings requires structural performance evaluation methods that are capable of representing nonlinear behavior under seismic loading. This study aims to analyze the reinforced concrete structure of the Astari Niagara International, Ltd building using the Pushover method in ETABS and to evaluate the development of plastic hinges and the structural response under lateral loading based on SNI 1726:2019. The research employed a three-dimensional structural model with gravity, live, and seismic loads, while nonlinear static (pushover) analysis was performed by assigning plastic hinges to beams and columns. The evaluation referred to ATC-40, FEMA 356/FEMA 440, and Pranata (2006), including the interpretation of capacity curves, displacement response, and plastic hinge distribution. The modal analysis produced 12 vibration modes with a fundamental period of 0.577969 s and an elastic spectral displacement of 54.77 mm. The recorded capacity curves indicated maximum base shears of 16,737.67 kN in the X direction and 16,486.71 kN in the Y direction, while the Y direction exhibited greater displacement, indicating lower lateral stiffness. Plastic hinge development was dominated by the A–B and B–C performance ranges, with only a few hinges progressing to higher damage states. However, the nonlinear analysis did not reach convergence because the Dead Nonlinear case produced 34 null steps and two negative stiffness eigenvalues, resulting in unstable initial conditions for the PUSH X and PUSH Y analyses. Consequently, the capacity curves and plastic hinge distributions are descriptive only and cannot yet be used to determine the performance point, target displacement, ductility, or seismic performance level. Structural model improvement and successful convergence are required before a definitive seismic performance evaluation can be established.
Perencanaan Struktur Gedung Rumah Sakit 8 Lantai Menggunakan Aplikasi ETABS Dengan Analisis Time History Muhammad Nur Ikhsan; Hengky Dwi Christiyanto; Bella Saskia Rahma Ayu; Hoirudiyanto; Danu Fazril Mutaqin; Wahyudi
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.288

Abstract

Rumah sakit merupakan bangunan dengan Kategori Risiko IV berdasarkan SNI 1726:2019 yang wajib tetap berfungsi pascagempa untuk mendukung penanganan darurat, sehingga menuntut keandalan struktur yang lebih tinggi dibandingkan bangunan pada umumnya. Penelitian ini mengevaluasi kinerja struktur Gedung Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) 8 lantai menggunakan software ETABS V.20 melalui analisis non-linear dynamic time history pada tiga skenario magnitudo gempa, yaitu M 6,2, M 7,2, dan M 7,9. Setiap skenario diwakili oleh rekaman gempa aktual yang diskalakan (spectral matching) terhadap spektrum respons desain SNI 1726:2019: Christchurch (2011) dan Chi-Chi Taiwan-03/04 (1999) untuk M 6,2; Sierra El Mayor-Cucapah (2010) dan Kern County (1952) untuk M 7,2; serta Denali (2002) untuk M 7,9. Parameter yang dievaluasi meliputi gaya geser dasar, perpindahan maksimum, simpangan antar lantai, dan level kinerja struktur berdasarkan kriteria maximum total drift ATC-40. Hasil analisis menunjukkan bahwa simpangan antar lantai terbesar konsisten terjadi pada Lantai 6 di seluruh skenario, dengan nilai 27,8 mm (M 6,2), 33,5 mm (M 7,2), dan 38,6 mm (M 7,9), seluruhnya masih berada di bawah batas izin SNI 1726:2019 sebesar 40 mm untuk Kategori Risiko IV, meskipun margin keamanan menipis signifikan pada skenario M 7,9 (±97% dari batas izin). Berdasarkan kriteria maximum total drift, level kinerja struktur pada ketiga skenario berada dalam kategori Immediate Occupancy (IO), dengan margin yang semakin menyempit seiring peningkatan magnitudo.
Evaluasi Kinerja Seismik Struktur Beton Bertulang Gedung 25 Lantai Menggunakan Metode Pushover Berdasarkan SNI 1726:2019 Muhammad Nur Ikhsan; Ahmad Fauzi; Aksal Dio Saputra; Audyna Nadya Ade Putri; Rani Ulpa; Rizky Ardian; Eko Sriharyanto
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.289

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada pada wilayah cincin api (Ring of Fire) sehingga memiliki tingkat aktivitas gempa yang tinggi. Bangunan 25 Lantai termasuk ke dalam kategori bangunan dengan tingkat risiko tinggi sehingga harus tetap berfungsi setelah terjadi gempa. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan struktur yang mampu memberikan kinerja seismik yang baik. Penelitian ini bertujuan merencanakan struktur atas Gedung 25 Lantai menggunakan analisis dinamik Push Over sesuai SNI 1726:2019. Model struktur dibuat menggunakan perangkat lunak ETABS dengan sistem struktur beton bertulang. Pembebanan meliputi beban mati, beban hidup, dan beban gempa menggunakan rekaman percepatan gempa yang telah diskalakan terhadap spektrum respons desain. Parameter yang dievaluasi meliputi simpangan antar lantai (story drift), perpindahan total (displacement), gaya geser dasar (base shear), momen, gaya aksial, serta kebutuhan tulangan pada balok dan kolom. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur memenuhi persyaratan simpangan antar lantai berdasarkan SNI 1726:2019 serta memiliki kapasitas yang memadai dalam menahan beban gravitasi dan gempa.
Stabilitas Lereng Menggunakan Metode Fellenius Dan Bishop Simplified Penstock PLTM Padang Guci - 2 Bengkulu Nawan; Raka Surya Pradana; Riski Wahyudi; Muhammad Nur Ikhsan; Januari Yanto
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.429

Abstract

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Padang Guci-2 memerlukan analisis kestabilan lereng yang komprehensif karena area penstock berada pada wilayah bertopografi berbukit dengan kondisi geologi yang berpotensi mengalami kelongsoran. Ketidakstabilan lereng dapat mengganggu proses konstruksi maupun operasional pembangkit sehingga diperlukan evaluasi faktor keamanan lereng berdasarkan kondisi geoteknik setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi stratigrafi dan karakteristik tanah berdasarkan hasil investigasi lapangan dan pengujian laboratorium, menentukan nilai faktor keamanan lereng menggunakan metode Fellenius dan Bishop Simplified, serta mengevaluasi tingkat kestabilan lereng berdasarkan ketentuan SNI 8460:2017. Penelitian dilakukan melalui investigasi tanah menggunakan lima titik pengeboran (BH-01 sampai BH-05), pengujian laboratorium terhadap sifat fisik tanah, serta analisis kestabilan lereng menggunakan metode keseimbangan batas (Limit Equilibrium Method), yaitu metode Fellenius (Ordinary Method of Slices) dan Bishop Simplified. Parameter geoteknik yang digunakan dalam analisis meliputi berat isi tanah, kohesi, sudut geser dalam, kondisi stratigrafi, geometri lereng, serta muka air tanah yang diperoleh dari hasil investigasi lapangan dan pengujian laboratorium. Hasil investigasi menunjukkan bahwa lapisan penyusun lereng didominasi oleh tanah lempung (clay), lempung lanauan (silty clay), lempung berkerikil (gravelly clay), serta lapisan batuan claystone pada kedalaman yang lebih besar. Nilai Standard Penetration Test (SPT) meningkat seiring bertambahnya kedalaman yang menunjukkan peningkatan kepadatan dan kekuatan tanah. Hasil analisis kestabilan lereng menunjukkan bahwa metode Fellenius menghasilkan nilai Factor of Safety (FoS) sebesar 2,04, sedangkan metode Bishop Simplified menghasilkan nilai FoS sebesar 2,44. Kedua nilai tersebut lebih besar dari persyaratan minimum 1,50 berdasarkan SNI 8460:2017, sehingga lereng dinyatakan dalam kondisi stabil. Meskipun demikian, pemeliharaan sistem drainase permukaan dan bawah permukaan tetap diperlukan untuk mengurangi infiltrasi air hujan, menekan tekanan air pori, serta menjaga kestabilan lereng dalam jangka panjang.
OPTIMASI PENGENDALIAN PENYIMPANAN DI GUDANG BAHAN BAKU BISKUIT MENGGUNAKAN DEDICATED STORAGE DAN POKA YOKE DENGAN PENDEKATAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN HUMAN RELIABILITY ANALYSIS (HRA) Lifia Citra Ramadhanti; Yuni Pratiwi; Muhammad Nur Ikhsan; Angga Widyas Swara; Rakay Edhiargo Toyosito
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6956

Abstract

Abstract: A total of 41 picking error incidents were recorded at PT XYZ’s biscuit raw material warehouse between January and June, with operator inaccuracy identified as the primary cause (43.9%). These errors were driven by a wide variety of raw materials, similarities in physical product characteristics, and the absence of a structured error-prevention mechanism. This study integrates Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), Human Reliability Analysis (HRA) using the HEART method, Dedicated Storage, and Poka-Yoke to identify, quantify, and mitigate picking error risks. FMEA was used to prioritize risks based on the Risk Priority Number (RPN), while HRA-HEART was employed to measure the Human Error Probability (HEP). FMEA results revealed four high-priority failure modes: retrieving expired materials (RPN 400), placing materials in incorrect locations (RPN 392), selecting the wrong raw materials (RPN 392), and non-compliance with FIFO procedures (RPN 378). HRA results indicated the highest HEP values ​​in the tasks of issuing materials to production (72.8%), raw material retrieval (65.9%), and material placement (53.8%). Improvements were implemented using Dedicated Storage—based on the throughput-to-space requirement ratio—and Poka-Yoke measures, including barcode verification, a FIFO physical lock system, and a color-coded visual management system. These improvements reduced the RPN of all high-priority failure modes to below 100 and lowered the raw material retrieval HEP from 65.9% to 13.2%. Thus, the integration of FMEA, HRA, Dedicated Storage, and Poka-Yoke proved effective in mitigating picking error risks and enhancing warehouse operational reliability. Keyword: Picking error, FMEA, HRA, Dedicated Storage, Poka Yoke. Abstrak: Kesalahan pengambilan barang (picking error) di gudang bahan baku biskuit PT XYZ tercatat sebanyak 41 kejadian selama Januari–Juni, dengan ketidaktelitian operator sebagai penyebab dominan sebesar 43,9%. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya variasi bahan baku, kemiripan karakteristik fisik produk, serta belum adanya mekanisme pencegahan kesalahan yang terstruktur. Penelitian ini mengintegrasikan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), Human Reliability Analysis (HRA) dengan metode HEART, Dedicated Storage, dan Poka Yoke untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengurangi risiko picking error. FMEA digunakan untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan Risk Priority Number (RPN), sedangkan HRA-HEART digunakan untuk mengukur Human Error Probability (HEP). Hasil FMEA menunjukkan empat failure mode prioritas tinggi, yaitu pengambilan bahan kedaluwarsa (RPN 400), penempatan bahan tidak sesuai lokasi (RPN 392), salah pengambilan bahan baku (RPN 392), dan ketidaktaatan FIFO (RPN 378). Hasil HRA menunjukkan HEP tertinggi pada tugas pengeluaran bahan ke produksi sebesar 72,8%, pengambilan bahan baku 65,9%, dan penempatan bahan 53,8%. Perbaikan dilakukan melalui Dedicated Storage berdasarkan rasio throughput/kebutuhan ruang dan Poka Yoke berupa verifikasi barcode, FIFO Physical Lock System, serta Visual Management System berbasis kode warna. Hasil perbaikan menurunkan seluruh failure mode prioritas tinggi menjadi RPN <100 dan menurunkan HEP pengambilan bahan baku dari 65,9% menjadi 13,2%. Dengan demikian, integrasi FMEA, HRA, Dedicated Storage, dan Poka Yoke efektif dalam mengurangi risiko picking error dan meningkatkan keandalan operasional gudang. Kata kunci: picking error, FMEA, HRA, dedicated storage, poka yoke