Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

VERSE IN THE MIDST OF GAZA:  Finding Love In Religious Texts During The Humanitarian Crisis In Palestine Nugroho; Taufiqurrahman; Trilipi, Desi
AL-ADYAN Vol 20 No 2 (2025): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/aladyan.v19i2.28372

Abstract

This study examines how the concepts of love (mahabbah) and compassion (rahmah) in religious texts, particularly the Qur'an and the Bible, can be reactualized as the foundation of an ethic of solidarity amidst the humanitarian crisis in Gaza. The protracted crisis in Gaza demonstrates the irony of how religion is often used to justify conflict, even though it contains the teachings of universal love. Using the hermeneutics of love, liberation theology, and ethics of empathy, this study explores how verses about mercy and agape have transformed into practices of interfaith solidarity, ranging from donation drives and communal prayer to advocacy for justice. It also highlights the challenges of the politicization of religion and narratives of hatred that hijack sacred texts for the sake of power. The results of this study emphasize that rediscovering verses about love can serve as a foundation for a global ethic for caring for humanity amidst the wounds of Gaza. Religion, ultimately, is not merely an identity, but a bridge that embraces all of humanity.   Keywords: Agape, Gaza, Hermeneutics, Mercy, Solidarity
Yin dan Yang dalam Ajaran Tridharma (Studi Makna Simbolik Praktik Keagamaan di Kelenteng Kwa Cheng Bio Palembang) Putri Ayu Muthiah Ningrum; Wijaya; Nugroho
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.956

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna simbol Yin dan Yang dalam praktik sembahyang sehari-hari pada ajaran Tridharma di Kelenteng Kwa Cheng Bio Palembang. Yin dan Yang dipahami sebagai dua prinsip yang saling berlawanan namun tidak terpisahkan, yang membentuk keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan, termasuk dalam praktik keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan pemuka agama di kelenteng. Analisis data menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang memandang simbol sebagai tanda yang menghasilkan makna melalui relasi antara representamen, objek, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol Yin dan Yang hadir secara konsisten dalam berbagai unsur ritual sembahyang, seperti penggunaan dupa, lilin, persembahan, tata ruang altar, serta orientasi ruang ibadah. Simbol-simbol tersebut merepresentasikan keseimbangan antara aspek Yin yang mencerminkan ketenangan dan spiritualitas, dan aspek Yang yang melambangkan energi dan dinamika kehidupan. Dalam ajaran Tridharma, sembahyang tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ibadah ritual, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai keseimbangan dan keharmonisan hidup yang selaras dengan alam, kehidupan sosial, dan kehendak Tuhan.
PELATIHAN PENULISAN BUKU AMANAT BUYUT KAMPUNG ADAT URUG SEBAGAI WARISAN LUHUR DAN KEARIFAN LOKAL DENGAN PENDEKATAN LITERASI KULTURAL Yogi Purnama; Nugroho; Permana, Adi; Nayala Ukhty; Tristha Godeliva S
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5632

Abstract

Amanat buyut kampung adat urug bukan sekedar petuah sesepuh ataupun simbolik budaya semata namun berisi tentang aturan hidup dan bermasyarakat serta aturan pertanian yang merupakan kearifan lokal dan warisan budaya yang wajib dipertahankan. Upaya untuk mempertahankan amanat buyut dilakukan dengan menyusun buku amanat buyut dengan pendekatan literasi kultural. Literasi kultural dipilih karena dapat mengukur kemampuan dalam memahami, menafsirkan dan berinteraksi dengan berbagai aspek budaya. Dengan pendekatan literasi kultural diharapkan adanya empati dan penghargaan atas budaya lokal seperti halnya amanat buyut pada kampung adat urug