Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi Penghulu Guna Meningkatkan Kompetensi dalam Menulis Muzakkir, Muzakkir; Fadhlain, Said; Juliana, Rena; Samwil, Samwil
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 3, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v3i1.3675

Abstract

The Ministry of Religions' success indicator for religious advice is reflected in the level of the community's satisfaction index with the performance of the head of the KUA in providing an excellent service to the community. For this reason, it is important to promote academic work for the headmen that is the result of researching or studying Islamic marriage law, developing the headmen, or improving the services of the KUA in areas related to the headmen. The results achieved through this community service activity are fostering the talents and interests of the headmen in writing and the creativity in improving their writing skills, at least encouraging them to write as a Muslim intellectual tradition. As evidence, there were several headmen who submit assignments in the form of scientific writing for guidance. In addition, the results of this activity add to the nuances and insights of the headmen in writing and learn how to write scientific writing techniques in the form of journals and books as a link between society and government and vice versa. 
Bimbingan Literasi Media Dalam Perspektif Jurnalistik Bagi Calon Insan Pers pada Harian Serambi Indonesia Muzakkir, Muzakkir; Maulina, Putri; Murhaban, Murhaban; Juliana, Rena; Samwil, Samwil; Farizal, Teuku
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 4, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v4i1.5379

Abstract

Di era milenial sekarang ini, perkembangan informasi media sosial (medsos) tidak selalu menjadi rahmat bagi  manusia. Artinya, banyak informasi yang berdampak negatif bahkan menjadi petaka disebarkan. Karenanya, diperlukan kecerdasan literasi media untuk memahami, menganalisis, mengintepretasi, dan mendekonstruksiperspektif jurnalistik bagi calon insan pers dalam penggunaan media sosial seperti internet, bagi kebutuhan kehidupan insan, terutama dalam menghadapi media baru (new media). Tujuannya, menjadi karya kreatif dan inovatif bagi calon insan pers dan wahana transformasi pengetahuan serta kreasi seni bagi publik atau bagi masyarakat yang berminat membaca. Manfaatnya, menjadikan pribadi calon insan persn yang ‘melek media’, dan mampu mengeluarkan pendapat secara kritis atas informasi atau pesan yang dapat diserap dari media. Senantiasa bersikap terhadap isu, permasalahan yang muncul  secara bijak, tidak mudah terbawa arus dan tergiring opininya menuju hal yang bersifat negatif. Targetnya, calon insan pers mampu melahirkanpemahaman  dan konsep menulis dengan baik dan memiliki intuisi (nurani) yang tajam terhadap aspek kehidupan dan peristiwa.Menggunakan metode ceramah dan diskusi, caranya menampilkan materi dalam bentuk power point. Hasilnya, calon insan pers dapat melahirkan karya berkualitas yang memiliki fungsi pemberi informasi tentang suatu situasi dan keadaan terhadap peristiwa agar pengguna media lebih memahami tentang isu yang dikonstruksi oleh calon insan pers untuk selanjutnya  diakses ke publik.
Adat Istiadat dan Faktor-Faktor Yang Dapat Menghilangkannya (Studi Kasus di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan) Subhi, Muhibbul; Nasir, M.; Samwil, Samwil; Ridha, Ismu; Syam, Futri; Nafisah, Raudhatun; Nova, Mirza Adia
AL-UKHWAH - JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Vol. 3 No. 1 (2024): Al-Ukhwah: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/jau.v3i1.3231

Abstract

Abstract This article attempts to discuss about the factors that can eliminate customs in an area. Customs are behaviors that a community of people for generations. Customs may also transform from time to time according to developments over time, customs can even disappear from an area due to several supporting factors. This research started with the question, how can the customs disappear from an area. This research uses a descriptive analysis study, namely analyzing the social phenomena of the Sawang community in carrying out traditional processions. Data was obtained from informants who knew about customs; traditional leaders, religious leaders, scholars and several communities in Sawang District, South Aceh Regency. The research results show that customs will be lost due to several factors such as tsunamis, the arrival of foreign cultures, the disappearance of scholars, and the influence of technology and major wars. We have seen many of these four factors and have proven effective in eliminating customs in a place. Keywords: Factor, Eliminate, Costums, Culture, Aceh.
Peran Panglima Laot Dalam Adaptasi Nelayan Tangkap Di Pulau Banyak Aceh Singkil Mursyidin, Mursyidin; Sopar, Sopar; Yulianda, Riki; Abdillah, Ligar; Sariyanti, Lilis; Samwil, Samwil
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.242-249

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang bagaimana peran panglima laot dalam adaptasi nelayan tangkap di Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk menganalisis peran panglima laot di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, melalui pendekatan konstruktivis. Penelitian ini dilakukan di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh. Pengumpulan data lapangan yang dibutuhkan peneliti gunakan metode wawancara mendalam atau indefth interview dan observasi lapangan secara partisipatif. Wawancara dilakukan terhadap Panglima laot dan juga nelayan yang bertempat tinggal di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Pengolahan dan analisa data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa panglima   laot   secara umum memiliki   peran   untuk   mengatur   segala   hal   yang berkaitan dengan pesisir dan kelautan di wilayah adatnya. Panglima Laot dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempunyai batas-batas wilayah kewenangan yang diatur melalui ketentuan adat laot yang termaktub dalam Qanun Aceh Nomor 10 tahun 2008 tentang Lembaga Adat. Peran panglima laot dalam adaftasi nelayan tangkap meliputi peran dalam menentukan waktu melaut, peran dalam menentukan alat tangkap yang digunakan, peran dalam menggunakan teknologi modern sebagai fasilitas melaut serta peran dalam kehidupan sosial masyarakat nelayan tangkap
PERAN SITUS BERSEJARAH DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH: Studi Kasus di Situs Makam Po Teumeureuhom Aceh Jaya alfadhil, Musa; Samwil; Sopar; Khairan; Asra, Saiful
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2025): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v13i1.295

Abstract

Abstract Learning history through historical sites, like the Poe Teumeureuhom tomb in Aceh Jaya, can boost students' historical awareness by connecting lessons to relevant local history. However, this study found that even though these historical sites are close to several schools, activities that involve visiting them for history lessons are quite rare. The lack of integration of local history into the curriculum and the underutilization of historical sites as learning resources diminish students' understanding of their cultural identity. By using a site-based learning approach, students can learn history not just through theory but also by directly appreciating local historical values. This article suggests several steps to address these issues, such as incorporating local history into the curriculum, using technology to spread historical information, and organizing educational pilgrimage activities. The goal is to strengthen historical awareness and enhance pride in cultural heritage among students in Aceh Jaya.
Pasang Surut Partisipasi Masyarakat Sipil dalam Pembentukan Kebijakan Publik di Aceh Afrizal Tjoetra; Cut Asmaul Husna; Samwil Samwil; Raihal Fajri
Jurnal Sosiologi Andalas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsa.9.2.141-157.2023

Abstract

Acehnese Civil Society Organizations have formed policy products, laws, and derivative products, such as the formation of Law Number 11 of 2006 concerning the Government of Aceh. The government started this law after signing an agreement between the Indonesian government and the Free Aceh Movement. However, the public participation has decreased in forming several Qanuns. The study aims to discover why public participation in policy formation in Aceh has decreased the supporting and inhibiting factors. The research was conducted using qualitative methods. Data was collected through literature study and interviews. The research results show the ebb and flow of civil society participation in the formation of public policy: (1) changes in behavior and government institutions, but followed by community apathy due to the lack of feedback on input in the discussion of laws and regulations; (2) increasing the capacity of public institutions or organizations, but followed by a decrease in the number of NGOs that focus on public policy advocacy; (3) ease of public access to information, but no impact on open government management and community welfare; and (4) social changes that support participation of civil society in the formation of laws and regulations. Meanwhile, the results also show the supporting factors, such as the availability of resources and guarantees for fulfilling public rights. The inhibiting factors for ongoing public participation in policy formation consist of the availability of resources, socio-cultural factors, and the lack of feedback or follow-up on public input
Mewujudkan Sekolah Ramah Lingkungan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kuala Kabupaten Nagan Raya Sopar, Sopar; Samwil, Samwil; Abdillah, Ligar; Yulianda, Riki; Maifizar, Arfriani; Lestari, Yeni Sri; Yana, Rahma Husna; Sariyanti, Lilis; Asra, Saiful
Mitra Abdimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/mabdimas.v5i1.1662

Abstract

This article is titled Creating an Environmentally Friendly School for Students, particularly within the environment of SMA Negeri 1 Kuala, Nagan Raya Regency, Aceh Province. The purpose of this community service is to realize an environmentally friendly school for students, especially within the environment of SMA Negeri 1 Kuala, Nagan Raya Regency, Aceh Province.The approach method used in this community service is the Focus Group Discussion (FGD) through socialization with 21 (twenty-one) students from Class XI Science at SMA Negeri 1 Kuala, Nagan Raya Regency, Aceh Province. The planned activity is in the form of a socialization session, which will be followed by a question-and-answer session, discussions, and writing practices for the participants. At the beginning of the socialization, the team presented the material using a PowerPoint presentation for 20 minutes, followed by a Q&A session and discussion for 90 minutes, and concluded with a 10-minute summary. This community service aims to create an environmentally friendly school, particularly in environmental management, to support the Go Green School program. Students, educational staff, the school committee, teachers, and the principal play an active role in each stage of the activities, including classroom explanations, planning environmentally friendly school activities such as Go Green School, and implementing the LISA (Lihat Sampah Ambil — See Trash, Pick It Up) program. All participants felt that activities like this are important and requested continuous guidance in the future due to their many benefits. Environmental management, cleanliness, and greening activities within the Go Green School program, along with their practical implementation in schools, can provide insights to students to enhance their skills and behavior in implementing environmentally friendly schools. This includes social friendliness, physical environmental friendliness, Go Green School, and Adiwiyata schools.
Peran Panglima Laot Dalam Adaptasi Nelayan Tangkap Di Pulau Banyak Aceh Singkil Mursyidin, Mursyidin; Sopar, Sopar; Yulianda, Riki; Abdillah, Ligar; Sariyanti, Lilis; Samwil, Samwil
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.242-249

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang bagaimana peran panglima laot dalam adaptasi nelayan tangkap di Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk menganalisis peran panglima laot di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, melalui pendekatan konstruktivis. Penelitian ini dilakukan di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh. Pengumpulan data lapangan yang dibutuhkan peneliti gunakan metode wawancara mendalam atau indefth interview dan observasi lapangan secara partisipatif. Wawancara dilakukan terhadap Panglima laot dan juga nelayan yang bertempat tinggal di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Pengolahan dan analisa data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa panglima   laot   secara umum memiliki   peran   untuk   mengatur   segala   hal   yang berkaitan dengan pesisir dan kelautan di wilayah adatnya. Panglima Laot dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempunyai batas-batas wilayah kewenangan yang diatur melalui ketentuan adat laot yang termaktub dalam Qanun Aceh Nomor 10 tahun 2008 tentang Lembaga Adat. Peran panglima laot dalam adaftasi nelayan tangkap meliputi peran dalam menentukan waktu melaut, peran dalam menentukan alat tangkap yang digunakan, peran dalam menggunakan teknologi modern sebagai fasilitas melaut serta peran dalam kehidupan sosial masyarakat nelayan tangkap
RRI Play Go: Revolutionizing Radio Broadcasting Through Media Convergence Akbar, Yusran; Muzakkir, Muzakkir; Samwil, Samwil
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v17i1.30323

Abstract

The development of information media in line with global advancements has facilitated access to communication and the exchange of information for individuals worldwide. Radio Republik Indonesia (RRI), as a public broadcasting medium, has adapted to the changing media landscape through the implementation of the RRI Play Go application. This study aims to analyze the development and implementation of RRI Play Go, focusing on RRI Meulaboh. A qualitative descriptive method was employed, involving direct observation and interviews with RRI Meulaboh employees. The findings reveal that RRI Play Go, as a digital radio platform, provides user-friendly features such as location-based broadcasts, access to educational content, live streaming, and interactive communication. Media convergence, facilitated by digitalization, has enabled RRI Meulaboh to maintain its relevance, expand its reach, and continue its mission of providing informative and educational content to the public.
Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui BUMK di Kampung Gosong Telaga Selatan, Aceh Singkil Tjoetra, Afrizal; Samwil, Samwil; Sani, Adam; Aduwina, Aduwina; Asra, Saiful
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v16i2.28941

Abstract

Coastal communities are frequently associated with various limitations, making them synonymous with poverty despite having significant social capital to effect change through their potential. As a coastal community, the GosongTelaga Selatan community has tried to develop its potential by developing mangrove tourism through BUMK (village-owned enterprises). This article aims to describe the community's efforts and the factors that influence the community's economy through BUMK Bina Lestari. This study used a qualitative method with a descriptive approach, with data obtained through observation and interviews. This study showed that the community and government's efforts to boost the community's economy through BUMK had no significant impact. The reason is that the choice of BUMK policies, which focus on establishing ecotourism, has not been well planned. The supporting factors for the choice of BUMK policies in developing ecotourism are the availability of abundant mangrove forests, panoramic beauty, and an open community culture accepting various people visiting tourist sites. At the same time, the factors inhibiting the success of these efforts are the lack of facilities and infrastructure, the lack of local production, and the lack of publications and promotions.AbstrakMasyarakat di kawasan pesisir sering dilekatkan dengan berbagai keterbatasan sehingga identik dengan kemiskinan. Padahal masyarakat memiliki modal sosial yang besar untuk menciptakan perubahan melalui potensi yang mereka miliki. Masyarakat Gosong Telaga Selatan sebagai masyarakat pesisir telah mencoba mengembangkan potensi yang dimiliki dengan mengembangkan pariwisata Mangrove melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Artikel bertujuan untuk mendeskripsikan tentang usaha dan faktor yang memengaruhi upaya yang dilakukan masyarakat dan pemerintah Kampung Gosong Telaga Selatan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui BUMK Bina Lestari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Kajian ini menunjukkan bahwa upaya yang telah dilakukan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui BUMK belum memberikan dampak yang signifikan. Penyebabnya adalah pilihan kebijakan BUMK yang berfokus pada pembentukan ekowisata belum terprogram dengan baik. Adapun faktor pendukung pilihan kebijakan BUMK dalam mengembangkan ekowisata adalah ketersediaan hutan Mangrove yang melimpah, keindahan panorama dan budaya masyarakat yang terbuka dalam menerima berbagai masyarakat yang berkunjung ke lokasi wisata. Sedangkan faktor penghambat keberhasilan upaya tersebut adalah minimnya sarana dan prasarana, minimnya hasil produksi lokal, serta minimnya publikasi dan promosi.