Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Scientific Journal

Relationship Between Education Level, Age and Knowledge of Pregnant Women with Antenatal Care Status Fegita, Primadella; Hikmah, Miftahul; Malik, Rifkind
Scientific Journal Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.294 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i2.41

Abstract

Background: Maternal mortality in Indonesia was still quite high. To reduce the mortality rate of the government made a health care program for pregnant women, namely antenatal care services (ANC). Education, knowledge and age of mothers were one of the determinants of maternal death. The purpose of this study was to determine the relationship of formal education levels, maternal age and level of knowledge with health to ANC. Method: Observational analytic research type with a cross-sectional approach, using primary data, namely quizerer and secondary book data KIA. Data were analyzed univariate and bivariate using Spearman Rho test. Results: Univariate analysis, pregnant women with a higher education level of 7 people (21.9%), while 8 people (25.0%), 17 people (53.1%); Pregnant women with the same high and low knowledge level, 50%; Mother's age <20 years and> 35 years 10 people (31.3%) and mothers age 20-35 years 22 people (68.8%); Pregnant women with a complete ANC status of 15 people (46.9%), and 17 people were incomplete (53.1%); Spearman Rho Bivariat Test, the relationship of the level of formal education and the level of maternal knowledge with ANC P <0.05, while maternal age relations with ANC P> 0.05. Conclusion: The majority of pregnant women with low educated with the age range of 20-35 years. There was a significant and direct relationship between the level of education and the level of knowledge with ANC status.
Karakteristik Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Gemilastari, Ranti; Zeffira, Laura; Malik, Rifkind; Tri Septiana, Vina
Scientific Journal Vol. 3 No. 1 (2024): SCIENA Volume III No 1, January 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i1.125

Abstract

Pendahuluan : Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) tidak hanya menyebabkan angka kematian bayi tetapi juga pada masalah kesehatan lainnya. Bayi BBLR memiliki peluang kematian delapan kali lebih besar dibandingkan dengan bayi tidak BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kejadian BBLR di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang Tahun 2018-2021 berdasarkan indikator usia kehamilan, jenis kelamin, usia ibu, paritas, status gizi, ANC, cara persalinan, dan jarak kelahiran. Tujuan : Untuk mengetahui kejadian bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di RSI Siti Rahmah Padang. Metode : Analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi observasional. Populasi pada penelitian ini yaitu ibu yang memiliki bayi BBLR di RSI Siti Rahmah Padang yang sudah mendapat perawatan. Teknik pengambilan sampel didalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mengalami Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebesar 83.3% dan BBLSR sebesar 16.7%. Distribusi frekuensi usia kehamilan ibu terbanyak adalah tidak berisiko yaitu 20 orang (42.9%), jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yaitu 23 orang (65.7%), usia ibu terbanyak adalah tidak berisiko yaitu 23 orang (65.7%), paritas terbanyak adalah berisiko yaitu 20 orang (57.1%), status gizi ibu (LILA) terbanyak adalah KEK yaitu 21 orang (60%), ANC terbanyak adalah tidak lengkap yaitu 23 orang (65.7%), jenis persalinan terbanyak adalah SC yaitu (91.4%), jarak kelahiran terbanyak adalah berisiko <2 tahun yaitu 14 orang (40%). Kesimpulan : Prevalensi BBLR adalah 83.3%, dengan kebanyakan bayi laki-laki (67.5%) dan ibu berusia 20-35 tahun (65.7%) mengalami kondisi ini. Faktor risiko termasuk status gizi ibu, frekuensi pemeriksaan kehamilan yang rendah, dan metode persalinan. BBLSR terjadi pada 16.7% kasus, dengan bayi perempuan dan ibu dengan pemeriksaan kehamilan 0-3 kali lebih berisiko. Data menunjukkan pentingnya pemantauan kehamilan dan nutrisi ibu untuk mengurangi risiko BBLR dan BBLSR.
Hubungan Kualitas Tidur dan Status Gizi Dengan Kejadian Akne Vulgaris Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Ramadhani, Sri Putri; Malik, Rifkind; Primawati, Irma; Rizki Saputra, Muhammad
Scientific Journal Vol. 3 No. 3 (2024): SCIENA Volume III No 3, May 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i3.127

Abstract

Latar belakang : Akne vulgaris dapat terjadi akibat kualitas tidur yang buruk dan status gizi. Tidur terlalu larut malam menyebabkan peningkatan aktivitas hormon androgen yang berperan penting dalam regulasi mekanisme produksi sebum selain itu berat badan diatas normal juga berpengaruh terhadap produksi sebum. Sebum yang berlebihan akan menyebabkan kulit menjadi berminyak dan dapat menimbulkan sumbatan pada kelenjar pilosebasea yang mengakibatkan timbulnya akne vulgaris. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dan status gizi dengan tingkat kejadian akne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Metode : Jenis penelitian adalah observasional analitik. Kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), status gizi dinilai menggunakan rumus indek massa tubuh dan kejadian akne menggunakan klasifikasi lehmann. Sampel dipilih secara simple random sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi crosstab dan analisa bivariat menggunakan uji chi square serta pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 25.0. Hasil : Sebagian besar responden yang mengalami akne vulgaris adalah perempuan yaitu 29 orang (29,0%), memiliki kualitas tidur buruk adalah perempuan yaitu 42 orang (42,0%), memiliki status gizi gemuk adalah perempuan yaitu 19 orang (19,0%), terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian akne vulgaris (p=0,019), dan terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian akne vulgaris (p=0,001). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian akne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah.