Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Siap Merencanakan Karier melalui Pelatihan Perencanaan Karier pada Siswa Kelas XI MAN Sidoarjo Setyoningtias, Khasdyah dwi dewi; Fatmawiyati, Jati; Rahmi, Yaumul; Mahardiana, Lina; Nugraha, Arya Yudha; Panulung, Danang Alifian Gandang
Flourishing Journal Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i62025p325-332

Abstract

A key issue in Madrasah Aliyah (MA) and other Islamic religious schools is the lack of focus on career planning in learning activities. Therefore, this study focuses on illustrating how career planning training, especially related to the selection of further study majors, makes students more aware of the careers they will pursue. Career planning is a form of student readiness in planning their future lives after graduation. The focus of this study is to determine the impact of career planning training on students' understanding of careers and college major planning. Using experimental quantitative methods, comparing the results of pre- and post-tests using career planning instruments, followed by 108 students. The study found that there was a difference of 3.54 (significance 0.00 <0.05), meaning that this career planning training was able to provide changes in students' understanding of career plans, with 73 students in the group who slowly understood the concept of career planning in their future lives. It is hoped that this study will provide an overview that schools, students, and related parties can provide regular career training programs so that students are better prepared in planning their careers. AbstrakPermasalahan pada sekolah berbasis agama Islam, salah satunya pada tingkatan Madrasah Aliyah (MA) adalah perencanaan karier yang belum menjadi fokus dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Perencanaan karier menjadi langkah awal untuk memberikan gambaran karier dan pemilihan jurusan perkuliahan nantinya. Maka penelitian ini berfokus untuk menggambarkan bahwa dengan pelatihan perencanaan karier khususnya berkaitan dengan pemilihan jurusan studi lanjut menjadikan siswa lebih paham terhadap karier yang akan dijalaninya. Perencanaan karier merupakan bentuk dari kesiapan siswa dalam merencanakan kehidupan selanjutnya ketika telah lulus. Fokus penelitian ini mengetahui dampak pelatihan perencanaan karier siswa terhadap pemahaman karier dan perencanaan jurusan perkuliahan. Menggunakan kuantitatif eksperimental membandingkan hasil sebelum dan sesudah tes menggunakan instrumen perencanaan karier yang diikuti oleh 108 siswa. Temuan penelitian bahwa terdapat perbedaan 3,54 (signifikansi 0,00 < 0,05), artinya pelatihan perencanaan karier ini mampu memberikan perubahan pemahaman rencana karier pada siswa, dengan 73 siswa berada pada kelompok yang perlahan memahami konsep perencanaan karier dalam kehidupan yang akan datang. Besar harapan dari penelitian ini dapat memberikan gambaran bahwa sekolah, siswa maupun pihak terkait untuk memberikan program pelatihan karier secara berkala agar siswa lebih siap dalam merencanakan kariernya.
Program Penguatan Pendidikan Inklusif untuk Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan bagi Guru di Sekolah Dasar Islam Al-Irsyad Kota Tarakan Retno Sulistiyaningsih; Ali Syahidin Mubarok; Rizka Fibria Nugrahani; Helga Graciani Hidajat; Jati Fatmawiyati; Yusandi Rezki Fadhli
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7315

Abstract

Program pendidikan inklusif bertujuan menjamin akses serta kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak, tanpa memandang perbedaan kemampuan maupun latar belakang. Dalam implementasinya, pengembangan kompetensi guru menjadi kebutuhan mendesak yang dapat difasilitasi melalui psikoedukasi penguatan pendidikan inklusif. Program ini dilaksanakan melalui pendekartan psikoedukasi yang terdiri dari 3 tahapan utama, yakni identifikasi kebutuhan mitra, program penguatan pendidikan inklusif, dan evaluasi. Program ini membantu guru memahami karakteristik siswa secara lebih mendalam, mengelola kelas secara efektif, serta meningkatkan kepekaan terhadap kebutuhan khusus peserta didik. Partisipasi aktif guru selama kegiatan menjadi indikator penting keterlibatan dan komitmen mereka terhadap penerapan nilai-nilai inklusif di sekolah. Melalui psikoedukasi, diharapkan lahir tindak lanjut berupa program pengembangan berkelanjutan yang memperkuat kemampuan guru dalam mendampingi siswa sesuai kebutuhan individualnya, sehingga tercipta lingkungan belajar yang ramah, setara, dan berkeadilan bagi semua.
Program Psikoedukasi Pengenalan Ragam Profesi pada Anak Pekerja Migran Indonesia di Sentul, Malaysia Roni Setiawan; Jati Fatmawiyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 7, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v7i2.11112

Abstract

Anak-anak pekerja migran menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya termasuk keterbatasan akses layanan kesehatan dan pendidikan formal. Pemerintah telah berupaya dalam pemenuhan hak anak terhadap pendidikan, namun tingkat literasi anak pekerja migran cukup rendah, termasuk literasi karier. Program psikoedukasi ini bertujuan meningkatkan literasi karier anak pekerja migran Indonesia di Malaysia melalui pengenalan keberagaman profesi. Program dilaksanakan selama lima sesi, mencakup kegiatan ceramah, diskusi, role play, dan praktik kewirausahaan, dengan menggunakan modul dan media pohon cita-cita. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang profesi konvensional dan kekinian, serta keterampilan dasar untuk perencanaan karier. Secara psikologis, kegiatan refleksi memperkuat kesadaran diri dan motivasi peserta untuk mengeksplorasi pilihan karier. Secara sosial, diskusi kelompok dan role play memperkuat keterampilan komunikasi dan kolaborasi peserta. Visualisasi aspirasi melalui pohon cita-cita memberikan rasa kepemilikan terhadap tujuan mereka. Meskipun demikian, evaluasi menunjukkan perlunya perencanaan karier yang lebih komprehensif dan peningkatan keterlibatan peserta dalam sesi kewirausahaan. Dengan pendekatan holistik, program ini membuka peluang implementasi serupa untuk mendukung hak pendidikan anak pekerja migran, membantu mereka meraih potensi secara optimal, dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat.
Introduction to Various Professions Through Psychoeducation for Children of Migrant Workers in Malaysia Jati Fatmawiyati; Ninik Setiyowati; Retno Sulistiyaningsih; Roni Setiawan; Nur Hafif; Shohenuddin Shohenuddin
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i1.9769

Abstract

Children of Indonesian migrant workers in Malaysia face limited access to formal education due to administrative and citizenship constraints. This situation leads to minimal career literacy, restricting their knowledge about various professions in society. As a result, these children often struggle with motivation and confidence in exploring career options that align with their potential and aspirations. This community service program aims to enhance the career literacy of migrant workers’ children through psychoeducational interventions. The method involves structured career psychoeducation sessions that introduce various professions, career pathways, and skill development opportunities. The program includes interactive discussions, career visualization activities, and hands-on workshops conducted in community learning centers where migrant workers' children receive informal education. Data collection was carried out through pre- and post-intervention assessments, including observations, interviews, and questionnaires to measure changes in career awareness and motivation. The results indicate that psychoeducation significantly improves children's understanding of different professions and the educational paths required to pursue them. Moreover, the program boosts their confidence in career planning and reduces anxiety about their future employment prospects. By providing psychological support and structured career guidance, this approach helps children develop skills and aspirations aligned with their career interests. Thus, psychoeducation serves as an effective strategy in supporting the children of Indonesian migrant workers in Malaysia, enabling them to unlock their full potential and prepare for the workforce more confidently and competently.
Improving the Skills of Implementing Inclusive Education at PAUD RA Khadijah Tabanan Bali Retno Sulistiyaningsih; Ali Syahidin Mubarok; Ike Dwiastuti; Helga Graciani Hidajat; Jati Fatmawiyati; Hajarotul Annisa Windraguri; Jesicha Ramadhani Puteri Hardinata; Choirul Rozi; Oky Bagas Prasetyo; Akhmad Farroh Hasan
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i1.9758

Abstract

Being a basic level educational institution appointed as the organizer of inclusion education in Tabanan Regency, RA Khadijah seeks to provide the best service to parents of students who have children with special needs. This appointment occurs because of students with special needs received to study at RA Khadijah, supported by the desire of teachers to learn about the implementation of inclusion education, especially knowledge about handling children with special needs. This community services uses the Asset Based Community Development (ABCD) approach to maximize the resources owned by RA Khadijah. ABCD implemented using discovery, dream, design, define and destiny. Data collection using a questionaries to know the differences before and after community service established. This approach was chosen because the assets owned by RA Khadijah are complete, so it is necessary to empower appropriate so that the implementation of inclusion education can be carried out optimally. The result of this service is that RA Khadijah is able to inventory the strengths possessed for the implementation of inclusion education including the conditions and location of the school, the school environment and most importantly the teachers who conduct the initiative of self-development related to the knowledge and handling of children with needs by participating in activities such as webinars, following the groups on social media and present experts related to children with special needs. The teachers in RA Khadijah no one has an extraordinary educational background or psychology. This community service also concluded that the ownership of qualified human resources became one of the important assets in the development of services to the community, in this case the handling of children with special needs with the background of non -extraordinary non -educational educators. The limitations of this community service lie in the lack of support for teachers to be able to develop better teachers regarding inclusive education. The results of this community service aim to show the importance of maximum support from various parties to provide proper education, especially in the theme of inclusive education.