Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERBANDINGAN METODE LOT SIZING EOQ, POQ, DAN LUC DALAM PERENCANAAN MATERIAL BERBASIS MRP PADA INDUSTRI PLASTIK Ardiansyah, Ahmad; Sumarsono; Mayasari, Andhika; Muflihah, Nur
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.9518

Abstract

Ketidaktepatan dalam perencanaan bahan baku dapat menyebabkan overstock atau kekurangan stok, yang berdampak pada meningkatnya biaya dan terganggunya produksi. PT. X menghadapi tantangan serupa karena belum sepenuhnya mengimplementasikan sistem perencanaan material berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tiga metode lot sizing Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), dan Least Unit Cost (LUC) dalam sistem Material Requirement Planning (MRP) guna menentukan metode optimal dalam pengadaan bahan baku. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengintegrasikan data hasil peramalan bulanan ke dalam sistem MRP, kemudian membandingkan masing-masing metode berdasarkan total biaya dan frekuensi pemesanan. Hasil menunjukkan bahwa LUC memberikan total biaya terendah sebesar Rp19,70 miliar, diikuti POQ Rp20,24 miliar dan EOQ Rp20,84 miliar. Integrasi MRP dan lot sizing terbukti efektif untuk mengoptimalkan pengadaan bahan baku.
ANALISIS PERENCANAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING DENGAN PERBANDINGAN BEBERAPA LOT SIZING: STUDI KASUS UKM TAHU Hermawan, Faris; Sumarsono; Nur Muflihah; Fatma Ayu Nuning Farida Afiatna
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.9783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan kebutuhan bahan baku dan menyusun penjadwalan pengadaan bahan baku secara optimal menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) pada UKM Tahu Pak Miaji. UKM Tahu masih menggunakan sistem pemesanan bahan baku kedelai secara harian tanpa perencanaan jangka panjang, yang menyebabkan tingginya biaya pemesanan dan potensi ketidakefisienan dalam pengelolaan persediaan. Metode yang digunakan meliputi tahap peramalan kebutuhan bahan baku dengan Software Minitab dan analisis beberapa metode Forecasting seperti Holt-Winters, serta penentuan ukuran lot (Lot Sizing) menggunakan metode Lot for Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), dan Least Unit Cost (LUC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode peramalan terbaik adalah Holt-Winters Additive dengan nilai Mean Absolute Deviation (MAD) terendah sebesar 397. Berdasarkan 4 metode pendekatan untuk penentuan lot, yaitu LFL, EOQ, POQ, dan LUC. Metode POQ menghasilkan total biaya pengadaan paling rendah sebesar Rp. 2.553.128.168. Dibandingkan dengan sistem pemesanan harian UKM yang menghasilkan total biaya sebesar Rp. 2.629.536.668. Penerapan metode MRP mampu menekan biaya pengadaan bahan baku pada UKM Tahu. Dengan demikian, MRP terbukti efektif dalam mengoptimalkan pengadaan bahan baku, mengurangi biaya, dan mendukung kelancaran proses produksi di UKM Tahu.
RANCANG BANGUN DAN EVALUASI MESIN PENCACAH DAUN KERING SEBAGAI PUPUK KOMPOS Dinang pratama, Defrian; Iri, Minto; Sumarsono; Muflihah, Nur
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.10701

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merancang dan mengevaluasi mesin pencacah daun kering sebagai solusi pengolahan sampah organik khususnya daun kering menjadi pupuk kompos. Permasalahan yang ditemukan adalah pada tempat penyimpanan kayu di Mojokerto yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan kebakaran akibat penumpukan daun. Penelitian ini menggunakan pendekatan design thinking melalui lima tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Mesin dirancang menggunakan motor AC 135 watt dengan sistem bilah putar dalam silinder vertikal. Hasil pengujian kinerja menunjukkan kapasitas pencacahan sebesar 13,17 kg/jam dengan ukuran partikel rata-rata 6 mm. Kehalusan pencacahan mencapai 88% dengan konsumsi daya sebesar 0,135 kWh/jam atau sekitar Rp182,75. Mesin ini mampu mencacah daun dengan kapasitas 13,17 kg/jam dengan efisiensi operasional sebesar 79% (berkategori “sangat baik”). Validasi dilakukan oleh dua orang validator yang masing-masing memberikan skor fungsional dan kelayakan berkisar antara 75%–83%. Mesin ini menggunakan motor berdaya 135 watt yang beroperasi pada 3000 RPM, yang dikonversi melalui sistem transmisi 2:3 untuk menghasilkan kecepatan poros 2000 RPM. Uji kapasitas dan evaluasi kuantitatif menunjukkan bahwa mesin ini efektif untuk digunakan masyarakat dalam mengolah limbah daun menjadi kompos yang bermanfaat.
Social Network Analysis dalam Komunikasi Pembelajaran Inklusif Sekolah Tinggi Global: Sebuah Kajian Literatur Review Sopiyani Solihah; Muhamad Anang Rivai; Munajar, Munajar; Diah Ajeng Purwani; Sumarsono
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v5i2.7265

Abstract

Inclusive education in higher education faces serious challenges, particularly in relation to communication, which has not been able to ensure equal participation of students with disabilities. Globally, only about 30% of SDG targets related to disability are on track for achievement. This indicates a gap between inclusive education policy and practice. In the big picture of this study, communication is positioned as a key element that connects inclusive pedagogy, collaborative learning, accessibility, and student learning outcomes. This study aims to map trends, actors, centrality, and patterns of research collaboration and networks between countries, authors, and organizations during the period 2015–2025. The methods used were a systematic bibliometric-based literature review and Social Network Analysis (SNA) of 242 Scopus documents as the population, with 92 articles selected as samples using PRISMA and visualized using VOSviewer. The results show a sharp increase in publications since 2021, peaking in 2025, with the keywords higher education, inclusive education, communication, and disability at the center of the network. The global collaboration network is dense but dominated by Global North countries. In addition, inclusive communication acts as the main mediator between pedagogical strategies and student learning outcomes. This study recommends strengthening equitable collaboration and context-based research in the Global South to enrich the discourse on global inclusive education.