Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Menggunakan Media Interaktif Educaplay Terintegrasi Nilai Kejujuran untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Materi Fungsi Tangga di MAN Kota Surabaya Aulia Miftakhul Rohmah; Usman Yudi; Aning Wida Yanti
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.905

Abstract

Studi ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi dampak penggunaan media pembelajaran interaktif Educaplay, yang dikombinasikan dengan nilai kejujuran Islami, terhadap capaian belajar siswa kelas XII MAN Kota Surabaya dalam pokok bahasan fungsi tangga. Penelitian ini mengadopsi metodologi kuasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest–posttest untuk membandingkan performa belajar siswa sebelum dan setelah intervensi pembelajaran dilaksanakan. Partisipan studi mencakup 34 siswa yang ditentukan melalui metode purposive sampling, dengan kriteria seleksi didasarkan pada pencapaian akademik dan kesiapan belajar. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar matematika, yang meliputi soal pilihan ganda dan soal esai, dirancang berdasarkan indikator pencapaian kompetensi untuk materi fungsi tangga. Analisis data dilaksanakan dengan memanfaatkan statistik deskriptif guna memaparkan ciri-ciri prestasi belajar peserta didik. Selanjutnya, dilakukan pengujian normalitas sebagai landasan dalam menentukan metode analisis inferensial. Mengingat data yang ada tidak memenuhi asumsi distribusi normal, pengujian hipotesis dilaksanakan menggunakan metode Wilcoxon Signed Rank Test. Berdasarkan hasil analisis, nilai rata-rata Hasil belajar siswa meningkat sebesar 26,66 poin dari nilai rata-rata 53,41 pada tahap pretest menjadi 77,67 pada tahap posttest, dengan tingkat signifikansi 0,000 (< 0,05), menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Temuan ini mendukung gagasan bahwa Educaplay adalah alat interaktif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa. Selain itu, integrasi nilai kejujuran Islami menjadikan hasil belajar lebih bermakna karena mencerminkan kemampuan autentik siswa sekaligus mendukung pembentukan karakter positif.
Analisis Epistemologi Obstacle Siswa dalam Menyelesaikan Soal Statistika Ditinjau dari Gaya Belajar Tri Ulfia Rahmawati; Aning Wida Yanti; Suparto; Supranoto
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 19 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v19i3.105832

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi hambatan epistemologis yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal statistika berdasarkan perbedaan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan tiga peserta didik kelas X MAN 1 Lamongan, yang dipilih melalui angket gaya belajar berbasis model VAK. Data dikumpulkan melalui tes uraian, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa bergaya belajar visual mengalami hambatan epistemologis pada aspek prosedural dan teknik operasional; siswa auditori mengalami hambatan pada teknik operasional; sedangkan siswa kinestetik menghadapi hambatan yang lebih kompleks meliputi aspek konseptual, prosedural, dan teknik operasional. Temuan ini mengonfirmasi bahwa perbedaan gaya belajar berpengaruh terhadap jenis kesulitan epistemologis yang muncul dalam pembelajaran statistika. Penelitian ini berkontribusi dalam memperjelas hubungan antara karakteristik gaya belajar dan bentuk hambatan epistemologis, sehingga dapat menjadi dasar bagi guru untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan mampu meminimalkan kesulitan siswa dalam memahami konsep statistika.
Model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa pada materi struktur bumi Nasywa Nabilah Azzahra; Aning Wida Yanti; Nailil Inayah
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i1p9-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Surabaya pada materi Struktur Bumi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian sebanyak 24 siswa kelas VIII, dan enam siswa dipilih secara purposive sampling mewakili tiga kategori kemampuan (rendah, sedang, tinggi) berdasarkan hasil tes uraian pretest dan posttest. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, serta tes kemampuan berpikir analitis yang disusun berdasarkan tiga indikator berpikir analitis, yaitu: (1) menganalisis informasi dan membagi ke dalam bagian yang lebih kecil, (2) mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat, dan (3) mengidentifikasi atau merumuskan pertanyaan. Model pembelajaran RADEC diterapkan sesuai lima sintaks utamanya, yaitu: (1) Read; (2) Answer; (3) Discuss; (4) Explain; (5) Create. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir analitis siswa setelah penerapan model RADEC. Nilai rata-rata pretest sebesar 62,9 meningkat menjadi 78,1 pada posttest, dengan peningkatan paling signifikan pada indikator menganalisis dan membedakan sebab-akibat. Berdasarkan kategori kemampuan berpikir analitis, rentang nilai pretest berada pada skor 30–80, sedangkan rentang nilai posttest meningkat menjadi 50–90. Secara kualitatif, siswa menunjukkan keterlibatan aktif dalam membaca, berdiskusi, menjelaskan, serta menciptakan karya. Analisis data menunjukkan bahwa model RADEC efektif mendorong siswa untuk berpikir secara analitis, melalui proses belajar bertahap yang memfasilitasi eksplorasi informasi, refleksi, dan komunikasi ide. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran RADEC berpotensi dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa secara signifikan, serta menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk mendukung penguasaan keterampilan abad ke-21 pada pembelajaran IPA di jenjang SMP.