Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Overview of knowledge level clinical students of Faculty of Dentistry Hasanuddin University regarding burning mouth syndrome: Tinjauan tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin mengenai sindrom mulut terbakar Usman, Nur Asmi; Febrianti, Salsa; Mauliana, Anggun; Marlina, Erni; Israyani; Harlina; Yusran, Ali
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v14i3.1292

Abstract

Burning mouth syndrome (BMS), or glossopyrosis, is a condition characterised by a burning sensation or pain in certain areas of the oral cavity, particularly the tongue, without any changes to the surface of the oral tissue. Some data indicate that BMS suffer-ers are not being treated properly, highlighting the importance of clinical education about BMS for practitioners. This study explo-res the level of knowledge of professional students about BMS. This descriptive analytical cross-sectional study used a ques-tionnaire to collect data, with 74.2% of respondents demonstrating good knowledge of BMS and showing motivation to learn after completing the Clinical Readiness Programme. It was concluded that professional students have a good level of knowledge about BMS, but further research is needed, especially among undergraduate dental students, to increase awareness and knowledge about BMS.
Peran Papan Interaktif Digital Dalam Meningkatkan Efektivitas Belajar Siswa Fitra Rahmadani Mustafa; Harlina; Marlina Matutu; Khaerunnisa; Lia Nurhayati
JAMBURA Elementary Education Journal Vol 6 No 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2, DESEMBER TAHUN 2025
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jeej.v6i2.4461

Abstract

Studi ini mengeksplorasi peran multifaset Papan Interaktif Digital (PID), atau sering disebut Interactive Flat Panel (IFP), dalam meningkatkan efektivitas belajar siswa secara signifikan. Dengan mengadopsi pendekatan penelitian kualitatif melalui tinjauan literatur yang ekstensif, investigasi ini secara sistematis mensintesis temuan-temuan akademis terkini mengenai implementasi PID, dampaknya yang mendalam terhadap keterlibatan, motivasi, dan pemahaman konseptual siswa, tantangan umum yang ditemui selama adopsi, serta strategi berbasis bukti untuk pemanfaatan optimalnya. PID terbukti memfasilitasi lingkungan belajar yang dinamis, sangat interaktif, dan kolaboratif, yang secara demonstratif meningkatkan motivasi siswa, mendorong pemahaman konsep yang lebih mendalam, dan melayani beragam gaya belajar secara efektif, termasuk siswa dengan kebutuhan pendidikan khusus. Meskipun memiliki manfaat pedagogis yang substansial, adopsi PID yang luas seringkali terhambat oleh tantangan kritis seperti infrastruktur teknologi yang tidak memadai, terutama di daerah terpencil atau kurang terlayani, serta tingkat kompetensi guru yang bervariasi dalam mengintegrasikan alat-alat canggih ini ke dalam praktik pedagogis mereka. Oleh karena itu, implementasi yang efektif dan berkelanjutan memerlukan pengembangan infrastruktur yang kuat dan merata, program pengembangan profesional guru yang komprehensif dan berkelanjutan yang berfokus pada pedagogi digital, serta sistem dukungan teknis yang konsisten. Tinjauan literatur komprehensif ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang bernuansa dan dapat ditindaklanjuti bagi para pendidik, administrator pendidikan, dan pembuat kebijakan, memungkinkan mereka untuk secara strategis memaksimalkan potensi transformatif PID dalam menciptakan lingkungan belajar yang menarik, adil, dan sangat efektif bagi semua siswa di era digital.
Overview of knowledge level clinical students of Faculty of Dentistry Hasanuddin University regarding burning mouth syndrome: Tinjauan tingkat pengetahuan mahasiswa kedokteran gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin mengenai sindrom mulut terbakar Nur Asmi Usman; Salsa Febrianti; Anggun Mauliana; Erni Marlina; Israyani; Harlina; Ali Yusran
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burning mouth syndrome (BMS), atau glossopyrosis, adalah kondisi sensasi rasa terbakar atau nyeri pada beberapa daerah di rongga mulut, khususnya lidah, tanpa perubahan pada permukaan jaringan mulut. Data menunjukkan penderita BMS tidak ditangani dengan baik sehingga perlu ditekankan pentingnya upaya pendidikan untuk edukasi klinis tentang BMS kepada praktisi. Penelitian ini mengeksplorasi gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa profesi terkait BMS. Penelitian deskriptif analitik desain cross sectional menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data yaitu 74,2% responden menunjukkan pengetahuan yang baik tentang BMS menunjukkan motivasi belajar setelah menyelesaikan Clinical Readiness Program. Disimpulkan bahwa mahasiswa profesi memiliki tingkat pengetahuan tentang BMS dengan baik namun penelitian lebih lanjut diperlukan terutama pada mahasiwa FKG tingkat dasar untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang BMS.
Analysis of dentists' knowledge and skill levels in providing dental and oral health services to HIV/AIDS patients in Parepare City, South Sulawesi: Analisis level pengetahuan dan keterampilan dokter gigi dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut pasien HIV/AIDS Kota Parepare Sulawesi Selatan Putri, Andi Anggun Mauliana; Marlina, Erni; Usman, Nur Asmi; Harlina; Yusran, Ali; Masadah, Rina
Makassar Dental Journal Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Issue 1 April 2026
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v15i1.823

Abstract

HIV/AIDS remains a global health issue in Indonesia, with the city of Parepare, South Sulawesi, recording an increase in cases. The crucial role of dentists in managing HIV/AIDS patients requires optimal preparedness, which is measured by their knowledge and attitudes. This study evaluated changes in the knowledge, attitudes, and behaviour of 46 dentists in Parepare after an educational seminar and hands-on intervention. This observational study used a cross-sectional series design with questionnaires administered before and after the intervention. Data analysis used the Wilcoxon test and paired sample t-test. The intervention successfully increased the average knowledge score (p=0.162) and attitude score (p=0.876), although these increases were not statistically significant. However, the dentists' behaviour scores showed a significant increase (p=0.022), indicating the effectiveness of the intervention in triggering changes in clinical practice. It was concluded that educational seminars and hands-on training are effective in improving the behaviour of dentists in treating HIV/AIDS patients. Continuing education programmes are urgently needed to ensure improved quality of dental care for people with HIV/AIDS
The prevalence of traumatic ulcers among fixed orthodontic appliance wearers among dental students at Hasanuddin University: Prevalensi ulkus traumatik pada pengguna ortodontik cekat pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Harlina; Ihsan, Muhammad
Makassar Dental Journal Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Issue 1 April 2026
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of fixed orthodontic appliances can cause trauma to the soft tissues of the oral cavity due to friction from components such as brackets and archwires. Traumatic ulcers are one of the most common lesions and can cause pain and functional impairment. This article presents the prevalence of traumatic ulcers among students using fixed orthodontic appliances at the Faculty of Dentistry, Hasanuddin University. A descriptive observational study with a cross-sectional design was conducted using a sample of 64 respondents selected via purposive sampling. Data collection was carried out through a questionnaire regarding the history of traumatic ulcers and an intraoral examination to determine the actual prevalence. The prevalence of traumatic ulcers was 46.88%. The most common location was the buccal mucosa (66.7%), and the most common cause was brackets (53.3%). It is concluded that the prevalence of traumatic ul-cers among users of fixed orthodontic appliances remains relatively high, thus necessitating preventive education and regular monitoring.