Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

Pendidikan kesehatan kegawatdaruratan stroke pada ibu rumah tangga Sasmito, Priyo; Susilawati , Susi; Royani, Royani; Madani, Ultra; Sumartini, Sri; Purwanti, Nunuk Sri; Wirawan, Nandar
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i2.446

Abstract

Background: The incidence, paralysis, and death due to stroke in Indonesia are increasing. Generally, people do not understand the signs of stroke and the importance of immediate assistance for stroke sufferers. Housewives are the component of the family who are most often at home, where strokes often begin. Purpose: To increase the knowledge of housewives in recognizing the signs of acute stroke, emergencies that can occur, and efforts that can be made to prevent stroke. Method: This counseling uses a lecture method with leaflet media for housewives in Sudimara Barat Village. Results: A total of 13 participants attended this counseling. Education was carried out by providing material on the understanding of stroke, causes of stroke, signs and symptoms of stroke, risk factors for stroke, stroke complications, foods to avoid in stroke patients, how to prevent recurrent stroke and how to modify the home environment. The average knowledge of participants increased from 40% to 80%. Conclusion: Health education on stroke emergencies can increase housewives' knowledge of stroke emergencies and preventive measures that can be taken. With increased knowledge, it is hoped that it can increase public awareness of the importance of immediate assistance for acute stroke. Keywords: Acute stroke; Emergencies; Health education; Housewives Pendahuluan: Angka kejadian, kelumpuhan, dan kematian akibat stroke di Indonesia kian meningkat. Umumnya masyarakat kurang memahami tanda-tanda stroke serta pentingnya pertolongan segera pada penderita stroke. Ibu rumah tangga adalah komponen dalam keluarga yang paling sering berada di rumah, dimana stroke seringkali berawal. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga dalam mengenali tanda-tanda terjadinya stroke akut, kegawatdaruratan yang dapat terjadi, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stroke. Metode: Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah dengan media leaflet pada ibu rumah tangga di Kelurahan Sudimara Barat. Hasil: Sebanyak 13 partisipan menghadiri penyuluhan ini. Edukasi dilakukan dengan pemberian materi mengenai pengertian tentang stroke, penyebab terjadinya stroke, tanda dan gejala stroke, factor resiko terjadinya stroke, komplikasi stroke, makanan yang dihindari pada pasien stroke, cara mencegah stroke berulang dan cara memodifikasi lingkungan rumah. Rata-rata pengetahuan partisipan meningkat dari 40% menjadi 80%. Simpulan: Penyuluhan kesehatan tentang kegawatdaruratan stroke dapat meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga tentang kegawatdaruratan stroke serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan. Dengan meningkatnya pengetahuan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pertolongan segera pada stroke akut.
Pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) pada kader kesehatan Sasmito, Priyo; Royani, Royani; Ayinun, Aminah; Kurnelia, Ega; Nadiya, Della; Susiyanti, Hera; Dasopang, Ramadhana S.M.; Asminah , Asminah; Octavia, Marta; Mahdawarti, Mahdawarti; Pramesty, Merrina; Lisdawati, Riska; Mardesela, Ega; Gunawan, Gunawan; Sartika, Sartika; Herdiana, Herdiana; Fitriani, Ayu; Munisah, Yeni; Barus, Lidya Hariaty; Setiawan, Agus
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i3.447

Abstract

Background: Most cardiac arrests occur outside of hospital settings (Out-of-Hospital Cardiac Arrest/OHCA). The low knowledge and skills of the public regarding Basic Life Support (BLS) in cardiac arrest cases is one of the factors that contribute to the low survival rates of patients experiencing cardiac arrest. Health cadres are considered to have higher health awareness than other groups in the general population, and they have the potential to receive training and education on Basic Life Support (BLS). Purpose: To improve the understanding and skills of health cadres regarding the provision of Basic Life Support (BLS) for out-of-hospital cardiac arrest. Method: Training was provided to health cadres in the Lengkong Gudang Timur area, Serpong, Tangerang. The material was delivered through an interactive lecture using leaflets and flipcharts as media. Participants' skills were trained using role-play methods with phantom devices. All participants underwent a pre-test and post-test before and after the training. Results: A total of 11 health cadres participated in the activity. Participants' knowledge about cardiac arrest and Basic Life Support (BLS) increased from an average of 53.6% in the pre-test to 85.4% in the post-test, with an average improvement of 31.8%. Conclusion: Basic Life Support (BLS) training for health cadres can improve both knowledge and skills. Further intensive training is needed to enhance retention and confidence in performing Basic Life Support (BLS) in actual cardiac arrest situations. Collaboration between the government, health organizations, and communities is needed to develop affordable and accessible training programs for all groups. Keywords: Basic Life Support; Emergency; Out-of-Hospital Cardiac Arrest; Training Pendahuluan: Sebagian besar henti jantung terjadi di luar rumah sakit (Out-of Hospital Cardiac Arrest/OHCA). Rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada kasus henti jantung merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya peluang hidup pasien dengan henti jantung. Kader kesehatan dinilai memiliki kesadaran kesehatan yang lebih tinggi dibanding kelompok masyarakat awam lainnya memiliki potensi untuk diberi pelatihan dan edukasi mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD).  Tujuan: Untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader kesehatan mengenai pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk henti jantung di luar rumah sakit. Metode: Pelatihan diberikan kepada kader kesehatan yang berada di wilayah Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangerang. Sebanyak 11 orang kader kesehatan terlibat dalam kegiatan ini. Pemberian materi dilakukan dengan metode ceramah interaktif menggunakan media leaflet dan lembar balik. Keterampilan peserta dilatih menggunakan metode role play dengan media phantom. Semua peserta diberikan pre-test dan post-test sebelum dan setelah pelatihan. Hasil:. Pengetahuan mengenai henti jantung dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) peserta dari rata-rata 53.6% saat pre-test menjadi 85.4% saat post-test dengan peningkatan rata-rata sebesar 31.8%. Simpulan: Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada kader kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Diperlukan pelatihan lanjutan yang lebih intensif untuk meningkatkan retensi dan kepercayaan diri dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada setting henti jantung yang sebenarnya. Perlu ada kolaborasi antara pemerintah, organisasi kesehatan, dan komunitas dalam menyusun program pelatihan yang terjangkau dan mudah diakses oleh semua kalangan.
Kegiatan deteksi dini penyakit kardiovaskuler melalui pemeriksaan 3D human disease Astuti, Novia Dwi; Istiana, Fuji; Iswidowati , Irma Tri; Setyowati , Ayu Wulandari; Sasmito, Priyo
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i4.999

Abstract

Background: Cardiovascular disease is a leading cause of death in Indonesia, making early detection crucial for reducing morbidity and mortality. Purpose: To detect potential cardiovascular disorders non-invasively and quickly. Methods: A health screening using 3D Human Disease technology was conducted during a plenary session of the Dharma Wanita Persatuan (DWP) of the Tuban Regency Regional Disaster Management Agency (BPBD) involving 25 members and 10 BPBD staff. The method used included a 3D Human Disease examination, which utilizes a laptop to detect the entire human body, providing immediate analysis of the condition of organs and the circulatory system. This was followed by a brief interview regarding lifestyle and interpretation of the results. Results: Some participants showed early signs of cardiovascular disorders, such as hypertension and metabolic disorders, as indicated by the device's interpretation. Most of those diagnosed with cardiovascular disorders were members over 40 years of age. Conclusion: This activity demonstrates that a technology-based preventive approach can increase health awareness and become part of a routine health screening program within women's organizations. Suggestion: This activity demonstrates the need for further examinations by medical personnel and increased health education for Dharma Wanita members. Keywords: Cardiovascular disease; Early detection; 3D Human Disease Pendahuluan: Penyakit kardiovaskuler merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, sehingga upaya deteksi dini menjadi sangat penting dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Tujuan: Untuk mendeteksi potensi gangguan kardiovaskuler secara non-invasif dan cepat. Metode: Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan menggunakan teknologi 3D Human Disease dalam kegiatan pleno Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban sebanyak 25 anggota dan 10 staf BPBD Kabupaten Tuban. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan menggunakan alat 3D Human Disease yang menggunakan perantara lapotop ini mampu mendeteksi seluruh tubuh manusia dengan hasil langsung menganalisis kondisi organ dan sistem peredaran darah, dilanjutkan dengan wawancara singkat terkait gaya hidup dan interpretasi hasil pemeriksaan. Hasil: Menunjukkan bahwa sebagian peserta menunjukkan indikasi awal gangguan kardiovaskuler, seperti hipertensi dan gangguan metabolik yang ditunjukkan di interpretasi alat tersebut, dengan sebagian besar yang terdeteksi gangguan kardiovaskuler adalah anggota dengan usia di atas 40 tahun. Simpulan: Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan preventif berbasis teknologi dapat meningkatkan kesadaran kesehatan dan menjadi bagian dari program rutin pemeriksaan kesehatan di lingkungan organisasi perempuan. Saran: Kegiatan ini adalah perlunya pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis serta peningkatan edukasi kesehatan bagi anggota Dharma Wanita.
Co-Authors Abdul Ghofur Afianti Sulastri, Afianti Agus Setiawan AHMADI Akmal, Samsul Al-Hidayat, Rahmat Aljufri, Salim Amaliah, Lili Amsyah, Ummul Khairi Anggraeni, Surti Apparesya, Nabila Afifah Aprila, Rizki Ari Riswanto, Ari Arifani, Nisa Asminah , Asminah Assayuti, Abdul Aziz Aulia, Gina Ayinun, Aminah Ayu Fitriani Azmi, Liza Ulil Azzahra, Bella Rakhmawati Barus, Lidya Hariaty Baso, Andi Sabirin Bernadus, Janno Berty Bradly Cecep Eli Kosasih cindy, Aghestine Amara Darmawardana, Arif Dasopang, Ramadhana S.M. Deviana, Elina Dian Rizeki Finarti, Dian Rizeki Diana Ulfah Eka Nursafitri Elis, Andi Erynda, Revina Fiandany Faiqatul, Nainie Gayatri, Sri Wahyuni Gunawan Gunawan Hanifah, Siti Nur HARTONO, SOETANTO Haryanti, Eka Hasanah Hasanah Herdiana, Herdiana Heryanto Nur Muhammad Hilda, Aril Hutasoid, Daud Letare Ihsan , Farly Innekerisnawati, Duwi Islamiani, Ayudita Istiana, Fuji Iswidowati , Irma Tri Joko Prasetyo Jubaedah, Ade Khairani, Wittin Komariah, Elis Kurnelia, Ega Kurniawan Kusuma, Fitriana Kusuma, Widya Tresna Librianty, Nurfanida Lie, Sukirman Linda Amalia Lisdawati, Riska Madani, Ultra Mahdawarti, Mahdawarti Mallinah, Mallinah Mardesela, Ega Maryam, Andi Mita Sonaria Mukhofi, Lutfi Mulyati, Leli Mulyatiindo, Leli Munandar, Ihsan Haris Munaya Fauziah Munisah, Yeni Mutohharoh, Hopipah Nadiya, Della Nahdah Nahdah Nina Sutresna Novena Simanjutak, Shania NOVIA DWI ASTUTI Nugroho, Kurnia Arik Nunuk Sri Purwanti Nurhajra, Andini Nurlaila, Riffalni Dela Octavia, Marta Pramesty, Merrina Prasetya , Fika Indah Prasetya, Fika Indah R, Retno Pramudyaningtyas Rafi, Rafi Rahmawati, Silviah Rasmita, Dina Ratnasari, Lina Robertus, Sumardi Royani Royani ROYANI ROYANI Rustini, Ira Sartika Sartika Setiono, Agus Setyowati , Ayu Wulandari Shinta Dewi, Yasmin Siti Romlah Sitorus, Astrid Napita Sri Sumartini Supriandi Supriandi, Supriandi Susilawati , Susi Susilawati, Susilawati Susiyanti, Hera Syafridawita, Yetti Tafwidhah, Yuyun Thursina, Fazrian Titin Sutini Treesia Sujana Tyas, Eka Suryaning Umairahmah, Nafa Wieminaty, Aldi Febrian Wirawan, Nandar Yektiningtyastuti Yektiningtyastuti Yulianingsih, Nengsih Yuly Peristiowati Yuniardiningsih, Erisa Yusuf Iskandar Zulfikri, Agung