Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Counseling and Humanities Review

Gambaran Kesiapan Menikah Pada Calon Pengantin di Kecamatan Pariaman Tengah Ananda, Arrivalona Rahma; Putriani, Lisa; Syukur, Yarmis; Sukmawati, Indah; Putra, Ade Herdian
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001270chr2025

Abstract

Pernikahan merupakan salah satu sarana untuk mencapai kebahagiaan. Namun, tidak semua pernikahan dapat berjalan dengan harmonis, salah satunya disebabkan oleh kurangnya kesiapan menikah pada calon pengantin. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gambaran kesiapan menikah pada calon pengantin di Kecamatan Pariaman Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan jenis data interval dan sumber data primer. Instrumen  yang digunakan yaitu skala kesiapan menikah yang diadopsi dari penelitian Putriani, (2015) yang telah teruji validitas serta reabilitas yang memadai dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar  0.931. Berdasarkan pengolahan data instrumen kepada 60 orang calon pengantin di Kecamatan Pariaman Tengah menunjukkan secara keseluruhan kesiapan menikah calon pengantin berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 48,3%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas calon pengantin telah memenuhi sebagian besar aspek kesiapan menikah sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Duvall dan Miller (1985). Namun, masih terdapat calon pengantin yang berada pada kategori sedang. Oleh karena itu, diperlukan pelayanan Bimbingan dan Konseling untuk membantu calon pengantin agar memiliki kesiapan menikah yang matang.
Turning Points dalam Perjalanan Identitas Profesional Konselor Indonesia: sebuah Studi Naratif Arafani, Adnan; Putra, Ade Herdian; Syahri, Lia Mita; Handani, Tri
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001275chr2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap turning points dalam proses pembentukan identitas profesional seorang konselor senior di Indonesia. Menggunakan pendekatan naratif dengan analisis tematik melalui NVivo 12 Pro, studi ini mengidentifikasi dua kategori besar turning point, yaitu internal (kesadaran spiritual, komitmen pribadi, dan refleksi identitas) dan eksternal (pengaruh tokoh signifikan, regulasi institusional, dan penugasan formal). Temuan menunjukkan bahwa proses perkembangan identitas profesional bersifat reflektif, kontekstual, dan sarat spiritualitas. Narasi partisipan memperlihatkan bahwa profesi konseling tidak hanya dipahami sebagai karier, tetapi juga sebagai panggilan hidup yang berakar pada nilai Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi desain pendidikan dan pengembangan diri konselor, wacana islamisasi konseling, serta menekankan pentingnya pendekatan naratif dalam memahami dinamika identitas profesional berbasis nilai lokal. Studi ini merekomendasikan ekosistem pengembangan identitas professional agar dikondisikan untuk terjatinya turning point secara organik dan  integrasi nilai spiritual dalam kurikulum pendidikan konselor di negara mayoritas Muslim.
Exploring School Enrollment Trends in Indonesia Through Time Series Analysis to Inform Counselling and Communication Strategies Yollanda, Mutia; Weisha, Ghea; Pratiwi, Lidya; Putra, Ade Herdian; Putra, Robi Jaya; Yaser, Mishbah El
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001299chr2025

Abstract

A time series analysis of School Enrollment Rates across different age groups in Indonesia from 2003 to 2024 was conducted using ARIMA modelling. Data were segmented into four age groups: 7 to 12, 13 to 15, 16 to 18, and 19 to 24 years. Stationarity testing required first-order differencing, and ARIMA models were selected based on autocorrelation and partial autocorrelation structures. The ARIMA(1,1,0) model showed the best fit for the younger groups, capturing the gradual and predictable participation trends influenced by long-term education policies and stable school enrollment patterns. Forecast accuracy was evaluated using Mean Absolute Percentage Error (MAPE) and Mean Squared Error (MSE), revealing excellent accuracy for ages 7 to 12 with MAPE 0.036 percent and MSE 0.001, and for ages 13 to 15 with MAPE 0.089 percent and MSE 0.008. Forecasts for ages 16 to 18 showed moderate accuracy, while results for 19 to 24 indicated greater variability. These findings inform the development of age-specific guidance counselling and public communication strategies to address distinct educational challenges. The study underscores the utility of interpretable forecasting models in supporting evidence-based education policy and planning.
Self-Esteem Remaja Broken Home Ditinjau dari Jenis Kelamin Liwa, Salsha Nadilla; Handayani, Puji Gusri; Taufik, Taufik; Putriani, Lisa; Putra, Ade Herdian
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001277chr2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat self-esteem siswa laki-laki dan perempuan dari keluarga broken home di SMP Negeri 12 Padang serta menguji perbedaan signifikan antar keduanya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif dengan skala Likert berdasarkan empat aspek self-esteem menurut Coopersmith (power, significance, virtue, competence) melalui 40 item pernyataan dan total sampel 51 siswa. Hasil menunjukkan secara umum tingkat self-esteem siswa laki-laki berada pada kategori tinggi (75,83%), demikian pula siswa perempuan (75,28%). Pada siswa laki-laki aspek virtue dan competence lebih menonjol, sedangkan siswa perempuan didominasi aspek virtue. Aspek power dan significance masih menjadi tantangan bagi kedua kelompok. Uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara tingkat self-esteem siswa laki-laki dan perempuan. Temuan ini mengindikasikan bahwa jenis kelamin tidak memengaruhi tingkat self-esteem siswa broken home di SMP Negeri 12 Padang sehingga intervensi guru BK sebaiknya menitikberatkan pada penguatan aspek power dan significance. Sekolah diharapkan mengembangkan program konseling kelompok dan kegiatan pembinaan kepercayaan diri menyeluruh yang berkelanjutan dan berbasis kekuatan siswa aktif.
Transformasi Kompetensi Guru BK: Optimalisasi Soft Skill dan Hard Skill untuk Penguatan Keterampilan Siswa di Kota Payakumbuh Fikri, Miftahul; Putra, Ade Herdian; Arafani, Adnan; Adlya, Soeci Izzati; Handani, Tri; Syahri, Lia Mita
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001320chr2025

Abstract

This community service activity aimed to strengthen the competence of guidance and counseling teachers in Payakumbuh City through training on the use of Curipod as an innovative interactive platform in counseling services. The program was designed to optimize the balance between soft skills such as empathy, communication, collaboration, and creativity, and hard skills including the mastery of digital technology, program design, and data-based planning. The activity was carried out in the Hall of the Payakumbuh City Education Office and involved guidance and counseling teachers from various schools. The training included the introduction of Curipod features, practical sessions in designing counseling scenarios, and reflective discussions to integrate interactive technology into counseling services. The results showed a significant improvement in teachers’ skills in operating Curipod, designing creative service scenarios, and presenting materials interactively, as assessed by the service team. The training also enhanced teachers’ confidence and encouraged them to adopt more innovative approaches in counseling practices. These findings confirm that Curipod can be an effective medium to support creative counseling services that are relevant to the characteristics of the digital generation. The implication of this program is the need for continuous training and institutional support to ensure the sustainable implementation of interactive technology in school counseling services.
Pelatihan Mindfulness Based Cognitive Therapy bagi Guru Bimbingan dan Konseling untuk Mereduksi Kecanduan Judi Online dan Agresivitas Remaja Ardi, Zadrian; Jasril, Ilmiyati Rahmy; Guspa, Anindra; Yendi, Frischa Meivilona; Putra, Ade Herdian
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001326chr2025

Abstract

Online counseling training based on Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) for guidance and counseling teachers was conducted in response to the increasing phenomenon of online gambling addiction and aggressive behavior among adolescents. This phenomenon has become a serious concern in Payakumbuh City because it affects students' academic, psychological, and social aspects. This Community Service Program aims to improve the capacity of guidance and counseling teachers in understanding, internalizing, and applying the MBCT approach in school counseling services. The training was held on August 9, 2025, at the Payakumbuh City Education Office Hall, involving guidance and counseling teachers from various schools. The implementation method consisted of two stages, namely an introduction to online counseling for online gambling addiction and aggressive behavior in adolescents, as well as training in MBCT techniques through practical simulations and group discussions. Evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments to measure participants' understanding and skills. The training results showed an increase in understanding from 52 percent to 91 percent and in skills from 48 percent to 88 percent. Participants also developed plans to implement MBCT in their respective schools and built a collaborative network among guidance counselors. These findings indicate that participatory training combining theory and practice is effective in strengthening the professional competence of guidance counselors. The MBCT approach is considered relevant as a strategy for preventing and intervening in risky adolescent behavior, especially when combined with online counseling technology that expands access to services in schools.