Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Medical education in clerkship: From here and out Prananjaya, Bintang Arroyantri; Syulthoni, Zain Budi; Maritska, Ziske; Nudhar, Lathifah; Aini, Syarifah; Suryani, Puji Rizki; Ikhsan, Diyaz Syauki
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 8 No 02 (2024): Qanun Medika Vol 08 No 02 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v8i02.21094

Abstract

The COVID-19 pandemic has changed many things in the medical education system. This change requires adaptation and modification from education providers, teachers, and students. A virtual learning system has been implemented instead of a face-to-face learning system. However, this makes several challenges and issues that must be considered. Virtual learning is considered less attractive and interactive and not effective in teaching clinical skills. For student clerks, the reduced time to undergo education in the hospital leads to fewer case exposures. Another problem is the facilities and infrastructure. Several ways to solve this problem have been implemented while minimizing risk and taking strict precautions. Some institutions modify and innovate to maximize the effectiveness of learning activities. In addition to technical and effectiveness issues, changes in the education system also have an impact on the mental health of medical students, therefore it is important for institutions to be sensitive to changes and risks to students' mental health during the pandemic.
Panic Disorder with Agoraphobia in Post-Trauma Epilepsy Patient: a Case Report Fitriani, Fatimah; Ami Putra, Gumilar Fardhani; Syulthoni, Zain Budi
Journal of Medicine and Health Technology Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j30466865.v1i1.1116

Abstract

Epilepsy is a significant health problem in society. Epilepsy prominently affects a person's quality of life, including social and psychological aspects, with the community’s negative attitude and stigmatization also contributing to the decline of quality of life. Psychiatric comorbidities such as anxiety and mood disorders are found to be the most common comorbidities in epilepsy. We reported a 31-year-old male with anxiety, palpitations, headache, and nausea. These complaints were often felt by the patient in a crowded place and his wife did not accompany him. These complaints have been felt by the patient since his father died in 2014. He also had a history of seizures after an accident in 2008, although the seizures had been decreased to 3 to 4 times a month. The patient always worried that the seizure would recur. Examinations showed severe anxiety and moderate depression. EEG showed functional disturbances with epileptogenic potential. CT scan showed gliosis and temporal bone defect. The patient was diagnosed with post-trauma epilepsy and agoraphobia. The patient was treated with antiseizure, sleeping pills, antidepressants, cognitive behavioral therapy, psychotherapy, relaxation therapy, and family psychoeducation. 1 week after treatment, the headache was significantly reduced, and the patient reported sleeping better. This report showed the importance of assessing and treating psychiatric comorbidities in patients with epilepsy to improve their quality of life.
Determinants of Smoking Behaviour Among Indonesian Elementary School Students: A Cross-Sectional Study Hidayah, Rizka Nurul; Jason, Jason; Sakina, Sakina; Syulthoni, Zain Budi; Syafira Eljatin, Dwinka
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.4897

Abstract

Indonesia faces a critical public health challenge with one of the highest smoking rates globally, including among elementary school children. Understanding the determinants of this early smoking behavior is essential for developing effective prevention strategies. This study, Determinants of Smoking Behaviour Among Indonesian Elementary School Students: A Cross-Sectional Study, aimed to identify the factors associated with smoking behavior among elementary school students in Bojonegoro Regency, Indonesia. A cross-sectional study was conducted using secondary data from a Ministry of Health survey. The sample consisted of 1,071 students from grades 4–6 across 20 elementary schools, selected via total population sampling. Data were analyzed using Chi-square tests to examine associations between smoking status and variables such as gender, grade level, knowledge, and environmental exposure. The prevalence of ever having smoked was 8.7%, exclusively among boys. Significant risk factors (p < 0.01) included being male, higher grade level, having smoking family members, having peers who smoke, and witnessing people smoke at school—notably, teachers and community members. Surprisingly, children who knew the dangers of smoking had a higher smoking prevalence. Smoking behavior in elementary students is strongly influenced by environmental exposure and gender. Prevention requires a multi-faceted approach, including strict smoke-free policies in schools, targeted anti-smoking education for boys, and community-wide interventions to reduce children's exposure to smoking role models.
Aplikasi Media Pembelajaran Tiga Dimensi tentang Penyakit Akibat Rokok Pada Siswa Sekolah Dasar Hidayah, Rizka Nurul; Putra, Gumilar Fardhani Ami; Syulthoni, Zain Budi; Furaidah, Erna; Rangkuti, Rahmah Yasinta; Ridhoi, Ahmad; Fitriani, Fatimah Nur; Indriastuti, Endah; Karimah, Rumman
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9109

Abstract

Rokok sebagai salah satu penyebab utama berbagai penyakit serius, termasuk penyakit jantung, kanker paru-paru, dan gangguan pernapasan menyebarkan dampak tanpa memandang usia. Anak-anak, terutama siswa sekolah dasar, sangat rentan terhadap dampak negatif dari paparan asap rokok. Namun, metode pembelajaran yang digunakan saat ini sering kali kurang efektif dalam menyampaikan informasi yang kompleks dan penting ini. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan inovatif untuk meningkatkan literasi kesehatan siswa tentang bahaya rokok. Solusi yang ditawarkan adalah pengembangan media pembelajaran tiga dimensi yang interaktif dan menarik untuk mengedukasi siswa tentang bahaya rokok melalui visualisasi penyakit akibat merokok. Metode pembelajaran diaplikasikan dengan membentuk kelompok kecil agar komunkasi lebih efektif dan diskusi berjalan terbuka serta fokus siswa dapat tersalurkan dengan optimal. Pengetahuan siswa diukur dengan pre-test dan posttest pada sebelum dan setelah materi. Hasil pelaksanaan menggambarkan media ini memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan interaktif, sehingga siswa dapat memahami materi secara komprehensif melalui audio, visual dan kinestetik.
Peningkatan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Skrining HPV DNA kepada Masyarakat di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Karimah, Rumman; Indriastuti, Endah; Eljatin, Dwinka Syafira; Soraya, Fira; Fitriani, Fatimah Nur; Haykal, Muhammad Nazhif; Hidayah, Rizka Nurul; Sari, Desiana Widityaning; Rangkuti, Rahmah Yasinta; Nurhayati, Lely; Syulthoni, Zain Budi; Fadli, Sonny
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9141

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab kematian paling sering kedua akibat kanker pada wanita di Indonesia, dengan sebagian besar kasus berhubungan dengan infeksi persisten Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi. Deteksi dini melalui skrining berbasis HPV Deoxyribonucleic Acid (DNA) direkomendasikan sebagai metode paling sensitif untuk mencegah progresi lesi prakanker menjadi kanker invasif.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui program skrining HPV DNA. Kegiatan melibatkan peserta perempuan diatas 30 tahun dan mencakup edukasi kesehatan reproduksi wanita, pemeriksaan HPV DNA secara gratis, serta survei kepuasan layanan. Hasil skrining HPV DNA menunjukkan bahwa 75 peserta (97%) memiliki hasil negatif untuk HPV risiko tinggi (High Risk-HPV atau HR-HPV) dan 2 peserta (3%) memiliki hasil positif untuk HR-HPV. Selain itu, survei kepuasan menunjukkan sebagian besar peserta menilai proses layanan sangat baik, terutama pada keramahan petugas (96% tingkat tertinggi), manfaat pemeriksaan (88%), serta kejelasan prosedur dan hasil pemeriksaan. Peserta juga memberikan masukan agar kegiatan serupa dilakukan secara rutin dan diperluas untuk skrining penyakit lain yang dapat dicegah. Program ini menunjukkan bahwa skrining HPV DNA dapat diterima dengan baik, meningkatkan literasi kesehatan, dan berpotensi menjadi model implementasi deteksi dini berkelanjutan di institusi pendidikan.
Program Skrining Prostate-Specific Antigen sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Prostat di Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Tahun 2025 Karimah, Rumman; Indriastuti, Endah; Eljatin, Dwinka Syafira; Soraya, Fira; Fitriani, Fatimah Nur; Haykal, Muhammad Nazhif; Hidayah, Rizka Nurul; Sari, Desiana Widityaning; Rangkuti, Rahmah Yasinta; Nurhayati, Lely; Syulthoni, Zain Budi; Fadli, Sonny
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9145

Abstract

Kanker prostat merupakan salah satu kanker penyebab utama mortalitas pada pria, dan deteksi dini melalui pemeriksaan prostate-specific antigen (PSA) berperan penting dalam mencegah keterlambatan diagnosis. Program skrining ini diselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan akses deteksi dini pada kelompok pria berisiko khususnya untuk civitas akademika ITS dan masyarakat sekitar. Kegiatan meliputi edukasi mengenai pengetahuan umum, faktor risiko, dan gejala kanker prostat, kemudian diikuti pemeriksaan PSA secara gratis. Hasil skrining menunjukkan bahwa 75% peserta memiliki kadar PSA normal (<4,0 μg/L), sementara 25% peserta memiliki kadar PSA tidak normal (4,0 μg/L). Nilai PSA tinggi memiliki beberapa kemungkinan, di antaranya prostatitis, benign prostatic hyperplasia, pasca-ejakulasi/ digital rectal examination yang dilakukan dalam 48-72 jam sebelum pemeriksaan, aktivitas fisik berat sebelum pemeriksaan, atau kanker prostat. Peserta dengan PSA normal direkomendasikan melakukan pemeriksaan ulang setiap 1–2 tahun, sedangkan peserta dengan PSA tinggi disarankan berkonsultasi ke dokter spesialis urologi untuk evaluasi lanjutan. Program ini menegaskan pentingnya skrining PSA berbasis komunitas sebagai strategi efektif untuk meningkatkan deteksi dini dan mempercepat penatalaksanaan pada kasus berisiko tinggi untuk dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat. Kegiatan ini juga berhasil memperoleh penghargaan rekor MURI untuk skrining PSA dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 420 peserta.
Peningkatan Literasi Kesehatan Reproduksi Masyarakat Melalui Seminar Awam Kanker Serviks dan Prostat di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Ridhoi, Ahmad; Ramadani, Muhammad Rifqi Nur; Njoto, Edwin Nugroho; Arifianto, Dhany; Pamungkas, Yuri; Syulthoni, Zain Budi
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9147

Abstract

Kanker serviks dan kanker prostat merupakan penyebab morbiditas utama di Indonesia yang seringkali terlambat dideteksi akibat rendahnya literasi kesehatan serta hambatan psikologis berupa rasa takut dan tabu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran deteksi dini civitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui pendekatan promotif yang komprehensif. Metode pelaksanaan meliputi penyelenggaraan seminar awam kesehatan reproduksi yang menghadirkan pakar Onkologi Ginekologi dan Urologi, serta diintegrasikan dengan layanan pendaftaran skrining on-site gratis. Evaluasi efektivitas program dilakukan menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test terhadap 91 responden. Hasil analisis menunjukkan dampak positif yang signifikan, dengan peningkatan skor pengetahuan kumulatif sebesar 21% dan skor sikap sebesar 26%. Strategi integrasi layanan terbukti sukses menjembatani kesenjangan perilaku, di mana 100% peserta menyatakan niat melakukan skrining dan 73,3% di antaranya langsung mendaftar pemeriksaan HPV DNA dan PSA di lokasi kegiatan. Selain itu, media komunikasi berbasis komunitas (WhatsApp) teridentifikasi sebagai saluran promosi paling efektif menjangkau kelompok usia risiko tinggi. Disimpulkan bahwa model edukasi berbasis pakar yang disertai akses layanan langsung merupakan strategi intervensi yang efektif untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan kanker.