p-Index From 2021 - 2026
9.373
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bahasa dan Sastra Asas: Jurnal Sastra Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Equilibrium: Jurnal Pendidikan Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran PAEDAGOGIA BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Jurnal Basicedu SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Bahasa Indonesia Prima Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Inovasi Penelitian Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Pengabdian UNDIKMA ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Jurnal Komunitas Bahasa Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Jurnal Basicedu Innovative: Journal Of Social Science Research Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) Sawerigading ALFABETA
Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI RELIGIUSITAS DALAM CERPEN AIR MATA TAHAJUD SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER Rizky Trisna Saputra; Dewi Kusumaningsih; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i2.463

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberi kontribusi yang bermanfaat dalam memperkaya pemahaman tentang hubungan antara sastra, agama, dan pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif terhadap cerpen-cerpen terpilih yang mengangkat tema religiusitas. Melalui pendekatan ini, peneliti menganalisis cara nilai-nilai religiusitas yang disampaikan dalam cerpen, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter pembaca. Guru dan pendidik dapat menggunakan cerpen sebagai bahan pembelajaran untuk membantu siswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai agama secara lebih konkret dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pembelajaran, cerpen tidak hanya membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak seperti kebaikan, kejujuran, dan keadilan, tetapi juga memberikan contoh konkret dalam bentuk karakter dan situasi yang dihadapi dalam cerita.
MAKNA ROMANTISME DALAM LIRIK LAGU PENJAGA HATI KARYA NADHIF BASALAMAH: ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE Rahma Fatiya; Mufahanim Ananda Putri; Windi Kartika Wati; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i2.476

Abstract

Lagu merupakan salah satu cara seseorang mengungkapkan perasaan mereka agar dapat tersampaikan kepada banyak orang. Salah jenis lagu yang banyak disukai orang yaitu jenis musik romantis, salah satu lagu yang lirik lagunya cukup romantis yaitu terdapat pada lagu “Penjaga Hati” karya Nadhif Basalamah dalam lagu tersebut dapat mengungkapkan perasaan seseorang yang sangat memuja kekasih hatinya dan rela melakukan apapun demi sang pujaan hati. Dalam penelitian ini penulis ingin menyajikan sebuah makna romantisme dalam lirik lagu “Penjaga Hati” karya Nadhif Basalamah, dengan menggunakan semiotika oleh Ferdinand De Saussure, penulis akan mencoba mengungkap makna-makna yang terdapat dalam lirik lagu tersebut. Kata-kata yang dipakai oleh sang penulis lagu sangat berisi banyak makna, selain itu lagu ini sangat dikenal oleh banyak anak mudah bahkan dari awal dirilisnya lagu ini. Oleh karena itu penulis memilih lagu ini sebagai objek penelitian agar kalimat-kalimat dapat diartikan melalui analisis semiotika Ferdinand De Saussure.
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL HARMONI KARYA HERUKA Meilisa Nurhana; Dimas Oky Kurnianto; Taufik Nur Hidayah; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i3.502

Abstract

Konflik batin tokoh yang dimunculkan dalam novel untuk menentukan kualitas, kemenarikan dan intensitas suatu karya sastra. Penulisan artikel ini memiliki tujuan yaitu mendeskripsikan informasi tentang konflik batin tokoh utama dalam sebuah novel. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini yaitu novel Harmoni karya Heruka yang akan dikaji dengan kajian psikologi sastra. Data yang digunakan berbentuk kutipan kalimat dalam novel Harmoni yang menyatakan konflik batin tokoh utama dalam novel. Sumber data berasal dari novel Harmoni karya Heruka yang menyatakan adanya konflik batin tokoh utama dalam novel. Teknik pengambilan data menggunakan teknik simak, dan catat. Teknik simak yaitu menyimak dengan seksama novel Harmoni dan memahami setiap tokohya terutama tokoh utama. Selanjutnya, menggunakan teknik catat untuk memasukkan data yang sudah dipilih dan sesuai dengan kriteria penelitian ke dalam catatan untuk dianalisis Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin tokoh utama dalam novel Harmoni karya Heruka ini membuktikan secara spesifik beberapa kutipan yang mengadung konflik batin seperti kekesalan, kekecewaan, kesedihan, gelisah, trauma, bersalah, cinta, dll. Pada beberapa kutipan tersebut banyak menungkapkan konflik batin tokoh utama yaitu kekesalan dengan beberapa tokoh dalam novel ini.     
PESAN MORAL DALAM NOVEL SEPERTI HUJAN YANG JATUH KE BUMI: ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE Dwi Mei Murtini; Fadila Nurhaliza; Yulia Puspasari; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i3.506

Abstract

Novel "Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi" menyajikan kisah mendalam tentang kehidupan dan transformasi melalui metafora hujan. Dengan lirisme yang menghanyutkan, pengarang mengeksplorasi perjalanan karakter utama yang sejalan dengan turunnya setiap tetes hujan. Hujan dalam novel ini menjadi simbol perubahan, kesucian, dan pembersihan, menciptakan ikatan antara keadaan alam dan emosi manusia. Penulis memadukan keindahan alam dengan kompleksitas hubungan manusia, memperlihatkan bahwa seperti hujan yang tak bisa dihindari, perubahan adalah  integral dari kehidupan. Dalam penggambaran lanskap alam yang puitis, novel ini menawarkan perspektif yang memikat tentang keberagaman emosi manusia. Karakter-karakternya seperti titik-titik air yang menggumpal membentuk sungai kehidupan. Dengan gaya naratif yang mengalir, pembaca diundang untuk merenungkan arti kehidupan dan menemukan kedalaman dalam setiap detik yang dilewati. Keseluruhan, novel ini memberikan pengalaman membaca yang menyentuh dan menginspirasi, menjadikannya karya sastra yang menggugah perasaan dan merangkul keunikan perjalanan manusia di dunia ini. Keseluruhan, novel ini memberikan pengalaman membaca yang menyentuh dan menginspirasi, menjadikannya karya sastra yang menggugah perasaan dan merangkul keunikan perjalanan manusia di dunia ini. Artikel ini juga menyoroti bagaimana novel ini berhasil menggambarkan keindahan sederhana, mengajak pembaca untuk menemukan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini menggarisbawahi nilai sastra dan pesan filosofis yang melibatkan pembaca dalam refleksi mendalam tentang eksistensi manusia.
PERGULATAN BATIN SASANA DALAM NOVEL PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Dwi Faradylla Nur Khasanah; Dwi Mei Murtini; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i1.671

Abstract

This research examines the inner struggle in the novel "Pasung Jiwa" by Okky Madasari using a literary psychology approach. This novel tells the story of Sasana's life journey, which experiences deep inner conflict due to dissatisfaction with her identity and freedom. Sasana, who was born as a man, feels trapped in societal norms and expectations that shackle the expression of his identity. The analysis shows that Sasana experienced an identity crisis which led to the search for individual freedom, passing through various stages of the hierarchy of needs. Data collection in this research used reading, listening and note-taking techniques. The results of this research explain that the character Sasana in the novel "Pasung Jiwa" by Okky Madasari, which was studied using literary psychology, has psychological deviation factors, causes of deviation, and sociocultural factors. The psychological deviation factors experienced by Sasana include depression, anxiety and dissociative disorders. This research also reveals that Sasana deviation is influenced by cognitive and sociocultural factors that suppress individual freedom. In a sociocultural context, this novel reflects criticism of social norms that are rigid and do not provide space for the expression of individuality. The novel "Pasung Jiwa" not only offers a personal narrative but also a deep social reflection. Through a literary psychology approach, this research provides insight into the complexity of the human mind and the importance of individual freedom in a broader social context.
TINJAUAN KRITIK SOSIAL TERHADAP LAGU BENTO KARYA IWAN FALS BERTAFSIR POLITIK Mufahanim Ananda Putri; Taufik Nur Hidayah; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i4.674

Abstract

Reflects the overall substance of the article's content and allows  Music is part of works of art that functions as a fairly effective means of mass communication to the public. This research aims to analyze and interpret the political elements in the song Bento by Iwan Fals. Through a political literary criticism approach, this article examines how Iwan Fals uses his lyrics to the song Bento as a medium to voice criticism of government policies, social injustice and other political issues. The method used is text analysis with a qualitative approach, where several lyrics in the song Bento by Iwan Fals which are considered to have political content are analyzed in depth.
KONFLIK GENDER DALAM NOVEL GADIS KRETEK KARYA RATIH KUMALA Wahyuning Larasati; Afifah Luqman Sadida; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i1.678

Abstract

Novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala merupakan renungan serius mengenai permasalahan gender dalam budaya Indonesia, khususnya di bidang rokok kretek. Kajian ini akan melihat bagaimana konflik gender direpresentasikan dalam karya tersebut, serta bagaimana karakter perempuan menghadapi ketidaksetaraan gender dan patriarki. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini mengungkap narasi-narasi yang menggambarkan konflik gender melalui interaksi sosial antara laki-laki dan perempuan, serta peran perempuan dalam bisnis rokok kretek, yang terkadang terabaikan dalam sejarah arus utama. Hasilnya menunjukkan bahwa Ratih Kumala tidak hanya menampilkan sejarah keluarga dan bisnis rokok kretek, namun juga mengecam ketidakadilan gender yang sedang berlangsung. Kisah ini menggambarkan bagaimana perempuan menunjukkan kekuatan dan kegigihan mereka di dunia yang didominasi laki-laki, memberikan suara kepada orang-orang yang sering diabaikan. Kajian ini menekankan perlunya mengakui dan memahami kontribusi perempuan dalam sejarah dan budaya, serta perlunya upaya berkelanjutan untuk mencapai kesetaraan gender.
POTRET WAJAH SOSIAL POLITIK INDONESIA DALAM PUISI GUS MUS “NEGERI HAHA HIHI” Yheshinta Nabilla Navayanesty D.T; Rima Listiawati; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i1.691

Abstract

The author criticizes through literary works during the New Order period which was one of the downtrodden periods of the Indonesian people. The existence of the poem "The Land of Haha Hihi" by K.H Mustofa Bisri or known as Gus Mus was written as a form of resistance because the rights as the people were taken away and the people continued to experience oppression. The poem describing the socio-political situation during the transition period to the Reform era is considered a sharp social criticism of various problems that hit the country, such as corruption, social inequality, abuse of power, and moral crisis in this study in general aiming to find out how socio-political thinking on Gus Mus's thinking in poetry is studied. In principle, Mustofa Bisri's poem can be used as material in criticizing social and political problems in Indonesia both during the New Order period and today. Based on the study conducted on the poem "The Land of Haha Hihi", it can be seen that the socio-political element is very thick in the poem. The method used is a qualitative method with a review of literary sociology, based on the results of the analysis, it can be concluded that in the analysis there are elements of social and political criticism. The cause of social criticism is the existence of social disparities and social injustice. Meanwhile, the cause of political criticism is power. This is the focus of the author to find social and political criticism in this research.
ALEGORI DALAM LIRIK LAGU BERMAKNA RELIGIUSITAS GUNA MENINGKATKAN PEMAHAMAN Dwi Faradylla Nur Khasanah; Rima Listiawati; Khofifah Nur Khasanah; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i4.737

Abstract

The use of language styles in a literary work, especially songs, aims to increase the aesthetic effect or beauty so that it gives the impression of attracting someone's attention to reading or listening. This paper aims to describe the meaning of religious songs through the use of allegorical language. Qualitative descriptive methods were used as this research method. The three song objects used in this study were taken through YouTube media in 2024, including a song by Saujana titled “Sepohon Kayu”, Chrisye's song “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”, and a song by Fatin Shidqia titled “Oh Tuhan”. This data was used to investigate the meaning of religiosity in song lyrics. Researchers use documentation techniques in collecting research materials which are of course valid. Apart from that, researchers also use listening techniques, recording techniques, and data analysis techniques. After research, this study shows the use of allegorical language styles in these songs and proves an understanding of the meaning of religiosity in them. Through this research, it can provide a better understanding and become a powerful tool for conveying spiritual or religious messages in songs that have a meaning of religiosity.
MENGGALI KONFLIK BATIN TOKOH TANIA PADA NOVEL “DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN” KARYA TERE LIYE UNTUK MENINGKATKAN MORALITAS Duwi Rahayu Ningsih; Dianita Siti Lestari; Feby Rani Sokawati; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1241

Abstract

This article discusses the inner conflicts of the main character in a novel by Tere Liye entitled Fallen Leaves Never Hate the Wind. The aim of this research is to analyze the inner conflicts experienced by Tania, who is the main character, as well as the factors that cause the conflicts experienced. The method used in this research is descriptive qualitative. The approach used in this analysis is literary psychology. The results of this research show that people experience various types of inner conflict, namely love, anger, doubt, sadness and guilt. Each of these conflicts is triggered by situations experienced by the main character, such as the uncertainty of unrequited love and the loss of his mother. This research also found that Tania's inner conflict had a significant impact on her mental health, causing feelings of jealousy, deep sadness and anxiety. The conclusion of this research confirms that the inner conflict experienced by Tania reflects complex and universal emotional challenges. Tania's experience as the main character gives readers insight into the importance of understanding and accepting feelings in facing life's difficulties.
Co-Authors Adam Yogantara Afifah Luqman Sadida Agus Purdianto Anik Setiyawati Anita Tri Tyaswanti Anjani, Ghifara Firdausa Vidi Annissa, Nurul Huda Fitri Areza, Rhezina Juni Arie Hermawan Ayu Diah Rahmawati Berlyana Rahmawati Cahyani, Tiara Regita Charin Setya Handayani Charin Setya Handayani Denisa Chotijah Larasati Dewi Astuti Dewi Kusumaningsih Diah Ayu Nurhidayati Dianita Siti Lestari Dila Nimas Nurdadi Dila Nimas Nurdadi Dimas Oky Kurnianto Duwi Rahayu Ningsih Dwi Faradylla Nur Khasanah Dwi Mei Murtini Dwi Tindika Eka Karunianing Hapsari Ernisa Prastiwi Esti Ambarwati Fadila Nurhaliza Fajar Alfian Fajar Ali Mashuri Fatyimah, Wiwit Nur Febiola, Risa Feby Rani Sokawati Finas Restu Dwi Saputri Ilham Bagus Pangestu Ilham Bagus Pangestu Indah Lylys Mustika Indah Surya Ningrum Indah Surya Ningrum Inna Tinita Rahayu Ita Retnowati Jasinta Nurvielya Anmawar Jelita Zakaria Keysha Elia Putri Febryanti Khasanah, Khofifah Nur Khofifah Nur Khasanah Kusumawati, Kurnia Layla Lusia Ningrum Listiawati, Rima Mega Ayu Wardani Meidawati Suswandari, Meidawati Meilisa Nurhana Mufahanim Ananda Putri Muhlis Fajar Wicaksana Murtini, Dwi Mei Musa, Moh Zein Mustika, Indah Lylys Mustofa, Ibnu Abdulah Nugroho, Adit Nur Khasanah, Dwi Faradylla Nurratri Kurnia Sari Pardyatmoko Pauline Dewi Juliani Setyaningsih Putri, Ina Hamung Ragita Gusniar Nazila Ragita Gusniar Nazila Rahma Fatiya Rima Listiawati Risa Febiola Ritha Amalia Darmansyah Rizka Lulu Hanifah Rizky Trisna Saputra Romadona, Tantri Galih Rustinar, Eli Santika, Desintia Mutiara Saptono Hadi, Saptono Saputri, Hidayah Nurul Septiari, Wahyu Dini Sifa, Nurul Hidayah Laylatul Sobron Adi Nugraha Sovia Dwi Astuti Sri Muryati Sri Muryati Sri Muryati Sri Wahono Sri Wahono Saptomo Sukarno Sukarno Sukarno Sulis Septy Anisya Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Syaharani, Cindi Taufik Nur Hidayah Thalia Aurora Wardani Putri Wahyu Dini Septiari Wahyu Krisna Adi Ismaya Wahyuning Larasati Windi Kartika Wati Wisnu Putri Febriani Yayas Wulandari Yheshinta Nabilla Navayanesty D.T Yulia Puspasari