p-Index From 2021 - 2026
9.046
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bahasa dan Sastra Asas: Jurnal Sastra Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Equilibrium: Jurnal Pendidikan Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Proceeding of International Conference on Art, Language, and Culture BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Jurnal Basicedu SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Inovasi Penelitian Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Pengabdian UNDIKMA ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Jurnal Komunitas Bahasa Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Educate: Journal of Community Service in Education Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Jurnal Basicedu Innovative: Journal Of Social Science Research Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

PERGULATAN BATIN SASANA DALAM NOVEL PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Dwi Faradylla Nur Khasanah; Dwi Mei Murtini; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i1.671

Abstract

This research examines the inner struggle in the novel "Pasung Jiwa" by Okky Madasari using a literary psychology approach. This novel tells the story of Sasana's life journey, which experiences deep inner conflict due to dissatisfaction with her identity and freedom. Sasana, who was born as a man, feels trapped in societal norms and expectations that shackle the expression of his identity. The analysis shows that Sasana experienced an identity crisis which led to the search for individual freedom, passing through various stages of the hierarchy of needs. Data collection in this research used reading, listening and note-taking techniques. The results of this research explain that the character Sasana in the novel "Pasung Jiwa" by Okky Madasari, which was studied using literary psychology, has psychological deviation factors, causes of deviation, and sociocultural factors. The psychological deviation factors experienced by Sasana include depression, anxiety and dissociative disorders. This research also reveals that Sasana deviation is influenced by cognitive and sociocultural factors that suppress individual freedom. In a sociocultural context, this novel reflects criticism of social norms that are rigid and do not provide space for the expression of individuality. The novel "Pasung Jiwa" not only offers a personal narrative but also a deep social reflection. Through a literary psychology approach, this research provides insight into the complexity of the human mind and the importance of individual freedom in a broader social context.
TINJAUAN KRITIK SOSIAL TERHADAP LAGU BENTO KARYA IWAN FALS BERTAFSIR POLITIK Mufahanim Ananda Putri; Taufik Nur Hidayah; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i4.674

Abstract

Reflects the overall substance of the article's content and allows  Music is part of works of art that functions as a fairly effective means of mass communication to the public. This research aims to analyze and interpret the political elements in the song Bento by Iwan Fals. Through a political literary criticism approach, this article examines how Iwan Fals uses his lyrics to the song Bento as a medium to voice criticism of government policies, social injustice and other political issues. The method used is text analysis with a qualitative approach, where several lyrics in the song Bento by Iwan Fals which are considered to have political content are analyzed in depth.
KONFLIK GENDER DALAM NOVEL GADIS KRETEK KARYA RATIH KUMALA Wahyuning Larasati; Afifah Luqman Sadida; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i1.678

Abstract

Novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala merupakan renungan serius mengenai permasalahan gender dalam budaya Indonesia, khususnya di bidang rokok kretek. Kajian ini akan melihat bagaimana konflik gender direpresentasikan dalam karya tersebut, serta bagaimana karakter perempuan menghadapi ketidaksetaraan gender dan patriarki. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini mengungkap narasi-narasi yang menggambarkan konflik gender melalui interaksi sosial antara laki-laki dan perempuan, serta peran perempuan dalam bisnis rokok kretek, yang terkadang terabaikan dalam sejarah arus utama. Hasilnya menunjukkan bahwa Ratih Kumala tidak hanya menampilkan sejarah keluarga dan bisnis rokok kretek, namun juga mengecam ketidakadilan gender yang sedang berlangsung. Kisah ini menggambarkan bagaimana perempuan menunjukkan kekuatan dan kegigihan mereka di dunia yang didominasi laki-laki, memberikan suara kepada orang-orang yang sering diabaikan. Kajian ini menekankan perlunya mengakui dan memahami kontribusi perempuan dalam sejarah dan budaya, serta perlunya upaya berkelanjutan untuk mencapai kesetaraan gender.
POTRET WAJAH SOSIAL POLITIK INDONESIA DALAM PUISI GUS MUS “NEGERI HAHA HIHI” Yheshinta Nabilla Navayanesty D.T; Rima Listiawati; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i1.691

Abstract

The author criticizes through literary works during the New Order period which was one of the downtrodden periods of the Indonesian people. The existence of the poem "The Land of Haha Hihi" by K.H Mustofa Bisri or known as Gus Mus was written as a form of resistance because the rights as the people were taken away and the people continued to experience oppression. The poem describing the socio-political situation during the transition period to the Reform era is considered a sharp social criticism of various problems that hit the country, such as corruption, social inequality, abuse of power, and moral crisis in this study in general aiming to find out how socio-political thinking on Gus Mus's thinking in poetry is studied. In principle, Mustofa Bisri's poem can be used as material in criticizing social and political problems in Indonesia both during the New Order period and today. Based on the study conducted on the poem "The Land of Haha Hihi", it can be seen that the socio-political element is very thick in the poem. The method used is a qualitative method with a review of literary sociology, based on the results of the analysis, it can be concluded that in the analysis there are elements of social and political criticism. The cause of social criticism is the existence of social disparities and social injustice. Meanwhile, the cause of political criticism is power. This is the focus of the author to find social and political criticism in this research.
ALEGORI DALAM LIRIK LAGU BERMAKNA RELIGIUSITAS GUNA MENINGKATKAN PEMAHAMAN Dwi Faradylla Nur Khasanah; Rima Listiawati; Khofifah Nur Khasanah; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i4.737

Abstract

The use of language styles in a literary work, especially songs, aims to increase the aesthetic effect or beauty so that it gives the impression of attracting someone's attention to reading or listening. This paper aims to describe the meaning of religious songs through the use of allegorical language. Qualitative descriptive methods were used as this research method. The three song objects used in this study were taken through YouTube media in 2024, including a song by Saujana titled “Sepohon Kayu”, Chrisye's song “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”, and a song by Fatin Shidqia titled “Oh Tuhan”. This data was used to investigate the meaning of religiosity in song lyrics. Researchers use documentation techniques in collecting research materials which are of course valid. Apart from that, researchers also use listening techniques, recording techniques, and data analysis techniques. After research, this study shows the use of allegorical language styles in these songs and proves an understanding of the meaning of religiosity in them. Through this research, it can provide a better understanding and become a powerful tool for conveying spiritual or religious messages in songs that have a meaning of religiosity.
MENGGALI KONFLIK BATIN TOKOH TANIA PADA NOVEL “DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN” KARYA TERE LIYE UNTUK MENINGKATKAN MORALITAS Duwi Rahayu Ningsih; Dianita Siti Lestari; Feby Rani Sokawati; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1241

Abstract

This article discusses the inner conflicts of the main character in a novel by Tere Liye entitled Fallen Leaves Never Hate the Wind. The aim of this research is to analyze the inner conflicts experienced by Tania, who is the main character, as well as the factors that cause the conflicts experienced. The method used in this research is descriptive qualitative. The approach used in this analysis is literary psychology. The results of this research show that people experience various types of inner conflict, namely love, anger, doubt, sadness and guilt. Each of these conflicts is triggered by situations experienced by the main character, such as the uncertainty of unrequited love and the loss of his mother. This research also found that Tania's inner conflict had a significant impact on her mental health, causing feelings of jealousy, deep sadness and anxiety. The conclusion of this research confirms that the inner conflict experienced by Tania reflects complex and universal emotional challenges. Tania's experience as the main character gives readers insight into the importance of understanding and accepting feelings in facing life's difficulties.
Peningkatan Kemampuan Public Speaking bagi Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah Watukelir dengan Metode Bermain Peran Septiari, Wahyu Dini; Pardyatmoko; Suparmin, Suparmin; Kusumaningsih, Dewi; Sudiatmi, Titik
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 5 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara guru dan siswa di SMK Muhammadiyah Watukeril melalui teknik role-playing. Keterampilan berbicara di depan umum sangat penting dalam pendidikan, karena membantu menyampaikan ide dan informasi dengan percaya diri. Metode role-playing dipilih karena menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Dalam kegiatan ini, siswa dan guru berlatih berbicara di depan umum melalui simulasi berbagai situasi, seperti presentasi, debat, dan dialog. Tujuannya adalah mengurangi ketegangan, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan memperkuat kemampuan menyampaikan pesan secara jelas dan persuasif. Simulasi dirancang untuk mewakili berbagai skenario dunia nyata, memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengatasi tantangan berbicara di depan umum. Dengan berlatih dalam suasana yang santai, mereka dapat berbicara dengan percaya diri di hadapan banyak orang. Guru juga terlibat sebagai peserta, sehingga kolaborasi antara guru dan siswa dapat lebih intensif. Guru berperan penting dalam merealisasikan program pelatihan public speaking secara berkelanjutan di sekolah. Dengan penerapan metode ini, keterampilan public speaking siswa dan guru di SMK Muhammadiyah Watukeril diharapkan meningkat, baik dari segi percaya diri, kelancaran, maupun kemampuan menyampaikan pesan secara efektif.
Narasi kehidupan dalam metafora pada lirik lagu “Anak jalanan” karya Shandy Sondoro Hermawan, Arie; Sudiatmi, Titik; Suparmin, Suparmin
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan metafora dalam lirik lagu “Anak Jalanan” karya Sandhy Sondoro sebagai medium penggambaran realitas kehidupan anak jalanan. Fokus analisis terletak pada identifikasi jenis metafora dan representasinya dalam menggambarkan kehidupan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif dengan metode deskriptif, karena data yang dikumpulkan berupa lirik lagu dalam bentuk kata-kata. Data dianalisis dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan metafora berdasarkan teori metafora konseptual Lakoff dan Johnson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam lirik lagu “Anak Jalanan” ditemukan tiga jenis metafora, yaitu metafora struktural, metafora orientasional, dan metafora ontologis. Metafora struktural digunakan untuk menggambarkan posisi sosial anak jalanan sebagai kelompok marginal dalam kehidupan metropolitan. Metafora orientasional merepresentasikan kondisi emosional anak jalanan yang penuh kegelisahan dan ketidakpastian meskipun berada di tengah keramaian kota. Sementara itu, metafora ontologis berfungsi untuk memaknai konsep abstrak seperti restu dan dukungan sosial sebagai unsur penting dalam membentuk kehidupan anak jalanan. Melalui penggunaan metafora tersebut, lirik lagu “Anak Jalanan” tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sebagai media kritik sosial dan sarana untuk membangun empati terhadap kehidupan anak jalanan.
Co-Authors Adam Yogantara Afifah Luqman Sadida Agus Purdianto Anik Setiyawati Anita Tri Tyaswanti Anjani, Ghifara Firdausa Vidi Annissa, Nurul Huda Fitri Ayu Diah Rahmawati Berlyana Rahmawati Cahyani, Tiara Regita Charin Setya Handayani Charin Setya Handayani Dewi Astuti Dewi Kusumaningsih Diah Ayu Nurhidayati Dianita Siti Lestari Dila Nimas Nurdadi Dila Nimas Nurdadi Dimas Oky Kurnianto Duwi Rahayu Ningsih Dwi Faradylla Nur Khasanah Dwi Mei Murtini Dwi Tindika Ernisa Prastiwi Esti Ambarwati Fadila Nurhaliza Fajar Alfian Fajar Ali Mashuri Fatyimah, Wiwit Nur Febiola, Risa Feby Rani Sokawati Finas Restu Dwi Saputri Hermawan, Arie Ilham Bagus Pangestu Indah Lylys Mustika Indah Surya Ningrum Indah Surya Ningrum Inna Tinita Rahayu Ita Retnowati Jasinta Nurvielya Anmawar Jelita Zakaria Keysha Elia Putri Febryanti Khasanah, Khofifah Nur Khofifah Nur Khasanah Kusumawati, Kurnia Larasati, Denisa Chotijah Layla Lusia Ningrum Listiawati, Rima Mega Ayu Wardani Meidawati Suswandari, Meidawati Meilisa Nurhana Mufahanim Ananda Putri Muhlis Fajar Wicaksana Murtini, Dwi Mei Musa, Moh Zein Mustika, Indah Lylys Mustofa, Ibnu Abdulah Nugroho, Adit Nur Khasanah, Dwi Faradylla Pangestu, Ilham Bagus Pardyatmoko Pauline Dewi Juliani Setyaningsih Prastiwi, Ernisa Putri, Ina Hamung Ragita Gusniar Nazila Rahma Fatiya Rima Listiawati Risa Febiola Ritha Amalia Darmansyah Rizka Lulu Hanifah Rizky Trisna Saputra Romadona, Tantri Galih Rustinar, Eli Santika, Desintia Mutiara Saptono Hadi, Saptono Sari, Nurratri Kurnia Sawitri Sawitri Septiari, Wahyu Dini Singgih Subiyantoro Sobron Adi Nugraha Sovia Dwi Astuti Sri Muryati Sri Muryati Sri Muryati Sri Wahono Sri Wahono Saptomo Sukarno Sukarno Sukarno Sulis Septy Anisya Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Syaharani, Cindi Taufik Nur Hidayah Thalia Aurora Wardani Putri Wahyu Dini Septiari Wahyu Krisna Adi Ismaya Wahyuning Larasati Windi Kartika Wati Wisnu Putri Febriani Yayas Wulandari Yheshinta Nabilla Navayanesty D.T Yulia Puspasari