p-Index From 2021 - 2026
9.046
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bahasa dan Sastra Asas: Jurnal Sastra Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Equilibrium: Jurnal Pendidikan Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Proceeding of International Conference on Art, Language, and Culture BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Jurnal Basicedu SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Inovasi Penelitian Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Pengabdian UNDIKMA ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Jurnal Komunitas Bahasa Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Educate: Journal of Community Service in Education Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Jurnal Basicedu Innovative: Journal Of Social Science Research Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI PENDIDIKAN MORAL NOVEL RANTAU 1 MUARA UNTUK MENUNJANG TERCAPAINYA PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MENGHADAPI ERA SOCIETY 5.0 Santika, Desintia Mutiara; Suparmin, Suparmin; Sudiatmi, Titik
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 2 (2023): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v6i2.18057

Abstract

Novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi ini menyajikan kisah menarik tentang usaha keras pejalanan hidup seseorang untuk membiayai keluarga, pendidikan dan mencari belahan jiwa. Tujuan penelitian ini untuk medeskripsikan jenis-jenis nilai pendidikan moral yang terdapat dalam novel Rantau 1 Muara. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan dalam isi bacaan novel tersebut. Jenis nilai pendidikan moral novel Rantau 1 Muara ditemukan ada 5 jenis niali pendidikan moral, yaitu nilai pendidikan moral percaya diri, rendah hati, teguh pendirian, berbakti, dan berprasangka baik.
IDEOLOGI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL BUMI KARYA TERE LIYE (TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA) Febiola, Risa; Wicaksana, Muhlis Fajar; Sudiatmi, Titik
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 2 (2023): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v6i2.20592

Abstract

Penelitian ini menggunakan analisis psikologi sastra untuk mendeskripsikan ideologi pendidikan karakter dalam novel Bumi karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Novel Bumi karya Tere Liye menjadi sumber data penelitian ini. Informasi dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan novel yang berkaitan dengan gagasan novel tentang pendidikan karakter. Metode analisis data yang digunakan adalah metode Miles dan Huberman, yang terdiri dari empat tahap: a) pengumpulan data, b) reduksi data, c) penyajian data, dan d) penarikan kesimpulan atau verifikasi. Temuan dari penelitian ini mencakup 14 data yang sejalan dengan filosofi pendidikan karakter, antara lain: 1) mengenal emosi diri, 2) kesadaran akan emosi orang lain, 3) mengelola emosi, 4) pengembangan hubungan interpersonal yang positif, 5) cinta kasih, 6) kepedulian, 7) persahabatan yang penuh pengabdian, 8) tidak mementingkan diri sendiri, 9) gotong royong, 10) moral, 11) pengharapan, 12) kejujuran, 13) kegelisahan, dan 14) penderitaan.
Tindak Tutur Direktif pada Vidoe Animasi di Chanel Youtobe NussaOfficial Episode “Maaf” part 1 Fatyimah, Wiwit Nur; Suparmin, Suparmin; Sudiatmi, Titik
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v8i2.2983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemakaian tindak tutur direktif dalam percakapan video animasi pada akun media sosial chanel youtube NussaOfficial Episode “Maaf” part 1. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, untuk memberi gambaran yang mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu teknik dokumentasi dan teknik catat, validitas data diupayakan melalui triangulasi. Analisis data yang dipakai yaitu pragmatik dengan  model interaktif untuk mengungkapkan makna dan konteks komunikasi. Penelitian ini mengungkapkan penggunaan tindak tutur direktif dalam video animasi 'Maaf Part 1' di NussaOfficial, menunjukkan efektivitas komunikasi. Oleh karena itu, data yang diperoleh penulis akan dijelaskan secara rinci dalam artikel ini. Alasan pemilihan ini karena penggunaan tindak tutur direktif penting agar tuturan yang baik dapat menjelaskan fungsi dan bentuk tindak tutur direktif. Dengan demikian, diperoleh data tentang penggunaan tindak tuturan direktif dalam kajian pragmatik. Hasil yang ditunjukkan dalam penelitian terdapat 24 data yang diantaranya yaitu 6 tindak tutur direktif perintah, 4 tindak tutur direktif permintaan, 3 tindak tutur direktif ajakkan, 4 tindak tutur direktif  larangan, 4 tindak tutur direktif  kritik, dan 3 tindak tutur direktif nasihat. Tindak tutur ini digunakan untuk menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kehidupanKata Kunci: Tindak tutur, Direktif, Video Animasi, Youtobe, NussaOfficial
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA NOVEL JANJI KARYA TERE LIYE DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Prastiwi, Ernisa; Sudiatmi, Titik; Suparmin, Suparmin
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 5 Number 1 February 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v5i1.51705

Abstract

This study aims to describe the form of inner conflict in the main character and the implementation of Indonesian language learning in Junior High School. This type of research is descriptive-qualitative, which produces sentence and dialogue data. Data collection techniques were carried out through reading, marking, and recording techniques. The research data was analyzed using qualitative descriptive data analysis techniques. The results showed that the inner conflict of the main character includes anxiety, doubt, and sadness. sadness, doubt, and anxiety in the main character that cannot be expressed. The id character of the main character is to do whatever he wants, even though it is very disturbing to people, as a balance to the deeds done by praying. Meanwhile, the form of his superego is that Bahar is willing to surrender himself to the police as the perpetrator of the main market arson, even though it was not his doing. The implementation of the main character's inner conflict in Indonesian language learning in high school is used as teaching material for teaching class XII literature in Indonesian language high school, according to KD 3.9, which analyzes the content and language of novels.
Karakteristik Cerminan Novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi Terhadap Karakteristik Siswa Generasi Sekarang Anjani, Ghifara Firdausa Vidi; Romadona, Tantri Galih; Putri, Ina Hamung; Sudiatmi, Titik
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18043

Abstract

This study examines the characteristics of reflection in the novel Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi in relation to the characteristics of today's generation of students. The novel, which carries the theme of difficulties and ideals, describes the lives of students in Pondok Madani, which are filled with various obstacles in achieving their dreams. This study aims to analyze how the ideals conveyed in this novel reflect the characteristics of today's generation who face technological developments, social problems, and pressure in achieving life goals. The methodology used in this research is qualitative with a descriptive approach. The results of the analysis show that the protagonist, Alif Fikri, represents the characteristics of today's generation, such as resilience, ingenuity, and enthusiasm to face various challenges. The findings of this study reveal that the novel Negeri 5 Menara not only functions as an inspirational narrative, but also has significant relevance in the character building of students. The novel is able to instill the values of independence, critical thinking, and high motivation in realizing dreams, despite facing various limitations that are also experienced by the characters in the story. The characters in this novel come from different backgrounds, but they are able to work together and respect each other's differences, in accordance with the challenges of today's generation living in a multicultural society. In addition, the novel emphasizes the importance of spiritual awareness as the main foundation in building a balanced life, so that it can help students deal with the pressures of life in the modern era that often make them lose their direction and purpose. Values such as the importance of education, friendship, courage in the face of failure, and the spirit of sharing knowledge displayed in this novel are very relevant for the character building of today's students. The novel also has the potential to be an effective learning material in integrating moral values and character education in schools. This research highlights that Negeri 5 Menara can be a source of motivation for students to face contemporary issues with optimism, perseverance, and collaborative spirit. Values such as knowledge, tolerance and courage raised in the story are crucial in shaping students who not only excel academically but also have strong moral character. Thus, Negeri 5 Menara offers great potential as a learning medium capable of effectively integrating character education in the school environment.
Peran Pendidikan Moral Novel Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 Karya Pidi Baiq dalam Pembentukan Karakter Remaja Dewi Astuti; Keysha Elia Putri Febryanti; Esti Ambarwati; Titik Sudiatmi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6272

Abstract

Pendidikan moral dan pembentukan karakter merupakan dua hal fundamental yang perlu ditanamkan sejak dini dalam kehidupan seseorang. Pendidikan moral tidak hanya terbatas pada pembelajaran di ruang kelas, melainkan juga dapat diperoleh dari berbagai media, termasuk sastra. Oleh karena itu, artikel ini berupaya mengkaji bagaimana novel Dilan Dia Adalah Dilanku tahun 1990 berperan dalam menyampaikan nilai-nilai moral yang dapat membantu membentuk karakter positif pada pembacanya. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan wawasan bagi pembaca tentang peran penting sastra sebagai media pendidikan moral yang efektif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk menggali makna dan peran pendidikan moral dalam novel Dilan Dia Adalah Dilanku tahun 1990 karya Pidi Baiq. Beberapa nilai moral utama yang dianalisis dalam novel ini meliputi cinta dan persahabatan, rasa hormat dan tanggung jawab, serta keberanian untuk menjadi diri sendiri. Novel Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 merupakan karya yang mengisahkan perjalanan cinta dan persahabatan melalui kisah sederhana yang sangat relevan bagi kehidupan remaja. Melalui cerita ini, pembaca diajak memahami berbagai nilai moral, seperti kehangatan dalam persahabatan, sikap hormat terhadap orang tua dan teman, tanggung jawab dalam menjalin hubungan, serta keberanian untuk menjadi diri sendiri. Dengan memetik pelajaran dari cerita ini, remaja dapat memperkaya pengalaman moral mereka dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih beretika, bertanggung jawab, serta siap menghadapi dinamika dalam pergaulan
HEGEMONI KEKUASAAN DALAM NOVEL 86 KARYA OKKY MADASARI Pangestu, Ilham Bagus; Suparmin, Suparmin; Sudiatmi, Titik
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i2.7861

Abstract

ABSTRAK: Teori hegemoni Gramsci memberikan pengaruh terhadap studi sastra. Sastra tidak hanya dipandang sebagai gejala yang diciptakan masyarakat saja, tetapi sastra mampu memberikan makna dan sudut pandangan tentang kekuatan sosial bagi pembacanya.  Teori hegemoni Gramsci dan sosiologi sastra digunakan untuk meninjau praktik hegemoni kekuasaan di lingkungan lembaga penegak hukum sebagai pemegang kekuasaan. Gramsci membagi dua wilayah kekuasaan sebuah negara yang meliputi masyarakat politi dan masyarakat sipil. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan pada penelitian ini untuk menganalisis dan menguraikan temuan berupa fakta bentuk-bentuk hegemoni kekuasaan pada novel 86 karya Okky Madasari. Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk-bentuk praktik hegemoni kekuasaan pada novel 86 karya Okky Madasari. Tinjauan bentuk-bentuk praktik hegemoni kekuasaan pada penelitian ini terbagi atas dua kelas sosial yaitu, masyarakat politik dan masyarakat sipil. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilaukan dengan teknik baca, catat dan dokumentasi. Analisis  data dilakukan dengan dengan identifikasi data, klasifikasi data, analisis data, penarikan simpulan dan pembahasan berdasarkan teori hegemoni Gramsci. Praktik hegemoni kekuasaan yang ditemukan pada penelitian ini sebagai berikut: 1) masyarakat politik yang memanfaatkan kedudukannya untuk menominasi masyarakat sipil melalui bentuk hegemoni kekuasaan berupa sikap penguasa yang berkuasa secara penuh, kekuasaan imbalan dan korup, bersikap kapitalis, sikap solidaritas identitas dan tindak mengancam dan memaksa. 2) masyarakat sipil yang menjadi objek hegemoni merepresentasikan sikapnya dengan cara menentang pemimpin dan penguasa, patuh pada pemimpin atau atasan dan berusaha menyingkirkan penentang.KATA KUNCI: hegemoni kekuasaan; novel 86; sosiologi sastraHEGEMONY OF POWER IN NOVEL 86 BY OKKY MADASARI ABSTRACT: Gramsci's theory of hegemony influences literary studies. Literature is not only seen as a symptom created by society, but literature is able to provide meaning and viewpoints about social power for its readers. Gramsci's theory of hegemony and sociology of literature are used to review the practice of hegemony of power within law enforcement agencies as power holders. Gramsci divides the two areas of power of a state which includes political society and civil society. A qualitative descriptive research method was used in this study to analyze and describe the findings in the form of facts on the forms of hegemony of power in Okky Madasari's novel 86. The purpose of this research is to find out the forms of power hegemony practices in novel 86 by Okky Madasari. An overview of the forms of power hegemony practices in this study are divided into two social classes, namely, political society and civil society. The data collection technique for this research was carried out using reading, note-taking and documentation techniques. Data analysis was carried out by identifying data, classifying data, analyzing data, drawing conclusions and discussing based on Gramsci's hegemonic theory. The practice of hegemony of power found in this study is as follows: 1) political society that takes advantage of its position to nominate civil society through forms of hegemony of power in the form of the attitude of the ruler having full power, rewarding and corrupt power, capitalist attitudes, attitudes of identity solidarity and acts of threat and coercion. 2) civil society which is the object of hegemony represents its attitude by opposing leaders and authorities, obeying leaders or superiors and trying to get rid of opponents.KEYWORDS: hegemony of power; novel 86; sociology of literature
Ekspresif Religiositas Puisi "Doa Malam" Karya Joko Pinurbo: Semiotik Charles Sanders Peirce Murtini, Dwi Mei; Sudiatmi, Titik; Septiari, Wahyu Dini
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.3694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekspresif makna religiositas puisi “Doa Malam” karya Joko Pinurbo yang melalui teori semiotik Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Wujud data penelitian ialah kutipan pada puisi "Doa Malam" karya Joko Pinurbo. Teknik studi pustaka dan catat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang termasuk data penelitian kemudian dianalisis untuk memberikan penjelasan. Hasil penelitian menemukan bahwa tanda-tanda semiotik dalam puisi ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai sarana untuk mengkomunikasikan relasi pendoa dengan Tuhan secara mendalam. yang memungkinkan pembaca untuk merasakan kedalaman religiositas dari sudut pandang pendoa. Puisi ini mengingatkan kita bahwa religiositas dapat hadir dalam bentuk perenungan pribadi yang tidak selalu terlihat atau terucapkan. Melalui ikon yang melambangkan kedamaian alam, indeks yang menunjukkan kedekatan personal dengan Tuhan, dan simbol yang menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang indah dan menenangkan, "Doa Malam" menciptakan ruang untuk mengalami religiositas yang mendalam. Dengan demikian, analisis semiotik ini memperlihatkan bahwa tanda-tanda dalam puisi bukan sekadar unsur estetika, melainkan cara bagi penyair untuk mengekspresikan makna religiositas yang tersembunyi di balik kata-kata. Peirce menunjukkan bahwa ikon, indeks, dan simbol memiliki peran yang saling melengkapi untuk menciptakan pemahaman religius yang lebih menyeluruh dalam karya sastra Melalui analisis ini, dapat disimpulkan bahwa teori semiotik Peirce memungkinkan interpretasi yang lebih komprehensif terhadap makna religiositas dalam puisi Joko Pinurbo, serta memperkaya pemahaman mengenai ekspresi religius yang dihadirkan dalam karya sastra.
Analisis Tindak Tutur pada Iklan Pemasaran Produk Lokal di Media Sosial Twitter X Wisnu Putri Febriani; Suparmin, Suparmin; Titik Sudiatmi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan tindak tutur dalam iklan pemasaran produk lokal yang dipublikasikan di media sosial Twitter, yang kini dikenal sebagai X. Kajian ini berfokus pada bagaimana strategi kebahasaan dimanfaatkan oleh pengiklan untuk membangun komunikasi yang persuasif dan memengaruhi audiens secara efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian analisis isi (content analysis). Sumber data terdiri dari delapan iklan produk lokal yang mencakup teks, gambar, serta elemen verbal dan visual lainnya, yang dikumpulkan selama periode tertentu. Analisis dilakukan berdasarkan teori tindak tutur oleh John L. Austin, dengan langkah-langkah berupa pengumpulan data, identifikasi unsur kebahasaan yang mengandung tindak tutur, klasifikasi jenis tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi), deskripsi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi merupakan bentuk dominan dalam tuturan iklan. Hal ini menandakan bahwa iklan-iklan tersebut secara sadar dirancang untuk mendorong tindakan konsumen melalui ajakan, perintah halus, maupun pernyataan yang menonjolkan keunggulan produk. Temuan ini menunjukkan bahwa pengiklan produk lokal di Twitter X secara sadar memilih strategi kebahasaan tertentu untuk menciptakan efek komunikasi yang efektif dalam pemasaran digital.
Merintis Literasi Masyarakat Melalui One Home One Library di Kelurahan Sukoharjo Jawa Tengah Muhlis Fajar Wicaksana; Titik Sudiatmi; Wahyu Dini Septiari
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 3 No. 1 (2022): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v3i1.5013

Abstract

This community service aims to realize the RW Literacy Village. 01 Sukoharjo Village through the One Home One Library Community Literacy Movement. Partners The target of this service is the RW. 01 Kelurahan Sukoharjo consists of 4 neighborhood units (RT), starting from RT. 01 to RT. 04. The method of implementing community service activities is through socialization of the establishment of literacy villages, reading week activities with children and youth in the neighborhood, internet surfing week, and digital literacy trainings. The result of this service activity is to provide social change in the RW. 01 Kelurahan Sukoharjo is good in the fields of education, lifestyle, and improving the literacy culture of the community.
Co-Authors Adam Yogantara Afifah Luqman Sadida Agus Purdianto Anik Setiyawati Anita Tri Tyaswanti Anjani, Ghifara Firdausa Vidi Annissa, Nurul Huda Fitri Ayu Diah Rahmawati Berlyana Rahmawati Cahyani, Tiara Regita Charin Setya Handayani Charin Setya Handayani Dewi Astuti Dewi Kusumaningsih Diah Ayu Nurhidayati Dianita Siti Lestari Dila Nimas Nurdadi Dila Nimas Nurdadi Dimas Oky Kurnianto Duwi Rahayu Ningsih Dwi Faradylla Nur Khasanah Dwi Mei Murtini Dwi Tindika Ernisa Prastiwi Esti Ambarwati Fadila Nurhaliza Fajar Alfian Fajar Ali Mashuri Fatyimah, Wiwit Nur Febiola, Risa Feby Rani Sokawati Finas Restu Dwi Saputri Hermawan, Arie Ilham Bagus Pangestu Indah Lylys Mustika Indah Surya Ningrum Indah Surya Ningrum Inna Tinita Rahayu Ita Retnowati Jasinta Nurvielya Anmawar Jelita Zakaria Keysha Elia Putri Febryanti Khasanah, Khofifah Nur Khofifah Nur Khasanah Kusumawati, Kurnia Larasati, Denisa Chotijah Layla Lusia Ningrum Listiawati, Rima Mega Ayu Wardani Meidawati Suswandari, Meidawati Meilisa Nurhana Mufahanim Ananda Putri Muhlis Fajar Wicaksana Murtini, Dwi Mei Musa, Moh Zein Mustika, Indah Lylys Mustofa, Ibnu Abdulah Nugroho, Adit Nur Khasanah, Dwi Faradylla Pangestu, Ilham Bagus Pardyatmoko Pauline Dewi Juliani Setyaningsih Prastiwi, Ernisa Putri, Ina Hamung Ragita Gusniar Nazila Rahma Fatiya Rima Listiawati Risa Febiola Ritha Amalia Darmansyah Rizka Lulu Hanifah Rizky Trisna Saputra Romadona, Tantri Galih Rustinar, Eli Santika, Desintia Mutiara Saptono Hadi, Saptono Sari, Nurratri Kurnia Sawitri Sawitri Septiari, Wahyu Dini Singgih Subiyantoro Sobron Adi Nugraha Sovia Dwi Astuti Sri Muryati Sri Muryati Sri Muryati Sri Wahono Sri Wahono Saptomo Sukarno Sukarno Sukarno Sulis Septy Anisya Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Syaharani, Cindi Taufik Nur Hidayah Thalia Aurora Wardani Putri Wahyu Dini Septiari Wahyu Krisna Adi Ismaya Wahyuning Larasati Windi Kartika Wati Wisnu Putri Febriani Yayas Wulandari Yheshinta Nabilla Navayanesty D.T Yulia Puspasari