p-Index From 2021 - 2026
9.373
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bahasa dan Sastra Asas: Jurnal Sastra Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Equilibrium: Jurnal Pendidikan Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran PAEDAGOGIA BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Jurnal Basicedu SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Bahasa Indonesia Prima Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Inovasi Penelitian Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Pengabdian UNDIKMA ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Jurnal Komunitas Bahasa Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Jurnal Basicedu Innovative: Journal Of Social Science Research Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) Sawerigading ALFABETA
Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Cerminan Novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi Terhadap Karakteristik Siswa Generasi Sekarang Anjani, Ghifara Firdausa Vidi; Romadona, Tantri Galih; Putri, Ina Hamung; Sudiatmi, Titik
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18043

Abstract

This study examines the characteristics of reflection in the novel Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi in relation to the characteristics of today's generation of students. The novel, which carries the theme of difficulties and ideals, describes the lives of students in Pondok Madani, which are filled with various obstacles in achieving their dreams. This study aims to analyze how the ideals conveyed in this novel reflect the characteristics of today's generation who face technological developments, social problems, and pressure in achieving life goals. The methodology used in this research is qualitative with a descriptive approach. The results of the analysis show that the protagonist, Alif Fikri, represents the characteristics of today's generation, such as resilience, ingenuity, and enthusiasm to face various challenges. The findings of this study reveal that the novel Negeri 5 Menara not only functions as an inspirational narrative, but also has significant relevance in the character building of students. The novel is able to instill the values of independence, critical thinking, and high motivation in realizing dreams, despite facing various limitations that are also experienced by the characters in the story. The characters in this novel come from different backgrounds, but they are able to work together and respect each other's differences, in accordance with the challenges of today's generation living in a multicultural society. In addition, the novel emphasizes the importance of spiritual awareness as the main foundation in building a balanced life, so that it can help students deal with the pressures of life in the modern era that often make them lose their direction and purpose. Values such as the importance of education, friendship, courage in the face of failure, and the spirit of sharing knowledge displayed in this novel are very relevant for the character building of today's students. The novel also has the potential to be an effective learning material in integrating moral values and character education in schools. This research highlights that Negeri 5 Menara can be a source of motivation for students to face contemporary issues with optimism, perseverance, and collaborative spirit. Values such as knowledge, tolerance and courage raised in the story are crucial in shaping students who not only excel academically but also have strong moral character. Thus, Negeri 5 Menara offers great potential as a learning medium capable of effectively integrating character education in the school environment.
Peran Pendidikan Moral Novel Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 Karya Pidi Baiq dalam Pembentukan Karakter Remaja Dewi Astuti; Keysha Elia Putri Febryanti; Esti Ambarwati; Titik Sudiatmi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6272

Abstract

Pendidikan moral dan pembentukan karakter merupakan dua hal fundamental yang perlu ditanamkan sejak dini dalam kehidupan seseorang. Pendidikan moral tidak hanya terbatas pada pembelajaran di ruang kelas, melainkan juga dapat diperoleh dari berbagai media, termasuk sastra. Oleh karena itu, artikel ini berupaya mengkaji bagaimana novel Dilan Dia Adalah Dilanku tahun 1990 berperan dalam menyampaikan nilai-nilai moral yang dapat membantu membentuk karakter positif pada pembacanya. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan wawasan bagi pembaca tentang peran penting sastra sebagai media pendidikan moral yang efektif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk menggali makna dan peran pendidikan moral dalam novel Dilan Dia Adalah Dilanku tahun 1990 karya Pidi Baiq. Beberapa nilai moral utama yang dianalisis dalam novel ini meliputi cinta dan persahabatan, rasa hormat dan tanggung jawab, serta keberanian untuk menjadi diri sendiri. Novel Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 merupakan karya yang mengisahkan perjalanan cinta dan persahabatan melalui kisah sederhana yang sangat relevan bagi kehidupan remaja. Melalui cerita ini, pembaca diajak memahami berbagai nilai moral, seperti kehangatan dalam persahabatan, sikap hormat terhadap orang tua dan teman, tanggung jawab dalam menjalin hubungan, serta keberanian untuk menjadi diri sendiri. Dengan memetik pelajaran dari cerita ini, remaja dapat memperkaya pengalaman moral mereka dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih beretika, bertanggung jawab, serta siap menghadapi dinamika dalam pergaulan
Ekspresif Religiositas Puisi "Doa Malam" Karya Joko Pinurbo: Semiotik Charles Sanders Peirce Murtini, Dwi Mei; Sudiatmi, Titik; Septiari, Wahyu Dini
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.3694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekspresif makna religiositas puisi “Doa Malam” karya Joko Pinurbo yang melalui teori semiotik Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Wujud data penelitian ialah kutipan pada puisi "Doa Malam" karya Joko Pinurbo. Teknik studi pustaka dan catat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang termasuk data penelitian kemudian dianalisis untuk memberikan penjelasan. Hasil penelitian menemukan bahwa tanda-tanda semiotik dalam puisi ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai sarana untuk mengkomunikasikan relasi pendoa dengan Tuhan secara mendalam. yang memungkinkan pembaca untuk merasakan kedalaman religiositas dari sudut pandang pendoa. Puisi ini mengingatkan kita bahwa religiositas dapat hadir dalam bentuk perenungan pribadi yang tidak selalu terlihat atau terucapkan. Melalui ikon yang melambangkan kedamaian alam, indeks yang menunjukkan kedekatan personal dengan Tuhan, dan simbol yang menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang indah dan menenangkan, "Doa Malam" menciptakan ruang untuk mengalami religiositas yang mendalam. Dengan demikian, analisis semiotik ini memperlihatkan bahwa tanda-tanda dalam puisi bukan sekadar unsur estetika, melainkan cara bagi penyair untuk mengekspresikan makna religiositas yang tersembunyi di balik kata-kata. Peirce menunjukkan bahwa ikon, indeks, dan simbol memiliki peran yang saling melengkapi untuk menciptakan pemahaman religius yang lebih menyeluruh dalam karya sastra Melalui analisis ini, dapat disimpulkan bahwa teori semiotik Peirce memungkinkan interpretasi yang lebih komprehensif terhadap makna religiositas dalam puisi Joko Pinurbo, serta memperkaya pemahaman mengenai ekspresi religius yang dihadirkan dalam karya sastra.
Analisis Tindak Tutur pada Iklan Pemasaran Produk Lokal di Media Sosial Twitter X Wisnu Putri Febriani; Suparmin, Suparmin; Titik Sudiatmi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan tindak tutur dalam iklan pemasaran produk lokal yang dipublikasikan di media sosial Twitter, yang kini dikenal sebagai X. Kajian ini berfokus pada bagaimana strategi kebahasaan dimanfaatkan oleh pengiklan untuk membangun komunikasi yang persuasif dan memengaruhi audiens secara efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian analisis isi (content analysis). Sumber data terdiri dari delapan iklan produk lokal yang mencakup teks, gambar, serta elemen verbal dan visual lainnya, yang dikumpulkan selama periode tertentu. Analisis dilakukan berdasarkan teori tindak tutur oleh John L. Austin, dengan langkah-langkah berupa pengumpulan data, identifikasi unsur kebahasaan yang mengandung tindak tutur, klasifikasi jenis tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi), deskripsi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi merupakan bentuk dominan dalam tuturan iklan. Hal ini menandakan bahwa iklan-iklan tersebut secara sadar dirancang untuk mendorong tindakan konsumen melalui ajakan, perintah halus, maupun pernyataan yang menonjolkan keunggulan produk. Temuan ini menunjukkan bahwa pengiklan produk lokal di Twitter X secara sadar memilih strategi kebahasaan tertentu untuk menciptakan efek komunikasi yang efektif dalam pemasaran digital.
Merintis Literasi Masyarakat Melalui One Home One Library di Kelurahan Sukoharjo Jawa Tengah Muhlis Fajar Wicaksana; Titik Sudiatmi; Wahyu Dini Septiari
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 3 No. 1 (2022): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v3i1.5013

Abstract

This community service aims to realize the RW Literacy Village. 01 Sukoharjo Village through the One Home One Library Community Literacy Movement. Partners The target of this service is the RW. 01 Kelurahan Sukoharjo consists of 4 neighborhood units (RT), starting from RT. 01 to RT. 04. The method of implementing community service activities is through socialization of the establishment of literacy villages, reading week activities with children and youth in the neighborhood, internet surfing week, and digital literacy trainings. The result of this service activity is to provide social change in the RW. 01 Kelurahan Sukoharjo is good in the fields of education, lifestyle, and improving the literacy culture of the community.
Nominalisasi Melalui Proses Afiks pada Proposal Tugas Akhir Mahasiswa Kebidanan Giri Satria Husada Wonogiri Muryati, Sri; Wicaksana, Muhlis Fajar; Sudiatmi, Titik
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.12335

Abstract

The Affixed Nominalization of Final Assigment Proposal Student of Giri Satria Husada Midwifery in Wonogiri  Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan nominalisasi dengan afiksasi dan fungsinya dalam teks proposal tugas akhir mahasiswa kebidanan. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan data berupa kata nominalisasi melalui afiksasi dalam kalimat pada teks proposal tugas akhir mahasiswa kebidanan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan teknik catat. Adapun  analisis data yang digunakan yakni metode padan  dan metode agih. Hasil penelitian ini adalah (1) nominalisasi yang ditemukan yakni nomina hasil pelekatan afiks pe-, -an, -nya, ke-an, per-an, dan pe-an; nominalisasi yang dihasilkan berasal dari verba, adjektiva, dan konjungsi; (2) fungsi penggunaan nominalisasi yakni: tercipta kepadatan leksikal sehingga terjadi pemadatan informasi, penyajian ide abstrak dengan pengedepanan tema/topik sehingga tulisan bersifat objektif, menghubungkan makna antarkalimat/paragraf sehingga menjadi padu. Kata kunci: Afiksasi, nominalisasi, proposal The aim of this research is to reveal affixed nominalization and its function in final assignment proposal of midwifery student. This research method is a qualitative method with data in the form of nominalization lexical through affixation in the midwifery students final project proposal sentences. The data collection techniques employed in this research are reading and recording techniques. Whereas, the data analysis was conducted by exerting the padan and agih methods. The results of this research are as follows: (1) the affixed nominalization which is found in this research are non-noun words with pe-, -an, -nya, ke-an, per-an, and pe-an; the nominalizations are as result of adjective and conjunction, (2) the utilization of nominalization function are: creating lexical density. It is therefore information can be compressed, presenting abstract idea by prioritizing themes/topics. As a result, the writing can be objective in connecting sentence/paragraph. Thus, it can be coherent. Keyword: Student Literacy Tour, Pantun, Student Awareness, Student Confidence, School Action Research
Education of the Character of the Main Characters in the Novel Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya by Rusdi Mathari (Analysis of Literature Psychology) Charin Setya Handayani; Sudiatmi, Titik; Suparmin
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2022): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/060101

Abstract

This research aims to describe how the character in the main character and also the structure of his personality, especially about character education in the novel by Rusdi Mathari entitled "Feeling Smart, Stupid Only Tak Have" which was analyzed using the literary psychology approach of Sigmund Freud (Id, Ego, Superego), character education itself is the basis for starting a stage of individual learning. The method used in this study is a qualitative descriptive method using a critical discourse analysis approach, which is an approach that leads that knowledge is obtained from social interaction. The data source used is one of the novels by Rusdi Mathari, the data used are the words and sentences used by the author to describe the main character taken in terms of character education. The main character in this novel is an old village resident who is considered by the residents as an insane parent, namely Cak Dlahom, but the assessment of the surrounding residents is different from what the author describes in his writing. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan karakter tokoh utama dan struktur kepribadiannya, khususnya dalam hubungan dengan pendidikan karakter dalam novel karya Rusdi Mathari yang berjudul “Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya” yang dianalisis dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud (Id, Ego, Superego), pendidikan karakter merupakan landasan untuk memulai suatu tahap belajar individu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan analisis wacana kritis, yaitu merupakan pendekatan yang mengarah bahwa pengetahuan didapatkan dari interaksi sosial. Sumber data yang digunakan adalah salah satu novel karya Rusdi Mathari, data yang digunakan merupakan kata-kata dan kalimat yang digunakan penulis untuk mendeskripsikan tokoh utama yang diambil dari segi pendidikan karakternya. Tokoh utama dalam novel ini merupakan seorang penduduk kampung tua yang dianggap warga sebagai orangtua kurang waras yaitu Cak Dlahom, akan tetapi penilaian warga sekitarnya berbeda dengan apa yang penulis gambarkan dalam tulisannya.
Peran Pendidikan Moral Novel Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 Karya Pidi Baiq dalam Pembentukan Karakter Remaja Dewi Astuti; Keysha Elia Putri Febryanti; Esti Ambarwati; Titik Sudiatmi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6272

Abstract

Pendidikan moral dan pembentukan karakter merupakan dua hal fundamental yang perlu ditanamkan sejak dini dalam kehidupan seseorang. Pendidikan moral tidak hanya terbatas pada pembelajaran di ruang kelas, melainkan juga dapat diperoleh dari berbagai media, termasuk sastra. Oleh karena itu, artikel ini berupaya mengkaji bagaimana novel Dilan Dia Adalah Dilanku tahun 1990 berperan dalam menyampaikan nilai-nilai moral yang dapat membantu membentuk karakter positif pada pembacanya. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan wawasan bagi pembaca tentang peran penting sastra sebagai media pendidikan moral yang efektif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk menggali makna dan peran pendidikan moral dalam novel Dilan Dia Adalah Dilanku tahun 1990 karya Pidi Baiq. Beberapa nilai moral utama yang dianalisis dalam novel ini meliputi cinta dan persahabatan, rasa hormat dan tanggung jawab, serta keberanian untuk menjadi diri sendiri. Novel Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 merupakan karya yang mengisahkan perjalanan cinta dan persahabatan melalui kisah sederhana yang sangat relevan bagi kehidupan remaja. Melalui cerita ini, pembaca diajak memahami berbagai nilai moral, seperti kehangatan dalam persahabatan, sikap hormat terhadap orang tua dan teman, tanggung jawab dalam menjalin hubungan, serta keberanian untuk menjadi diri sendiri. Dengan memetik pelajaran dari cerita ini, remaja dapat memperkaya pengalaman moral mereka dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih beretika, bertanggung jawab, serta siap menghadapi dinamika dalam pergaulan
BUDAYA KEARIFAN LOKAL PADA CERITA RAKYAT ISLAMI SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA (Local Wisdom Culture in Islamic Folklore as An Indonesian Language Teaching Material) Muhlis Fajar Wicaksana; Titik Sudiatmi
SAWERIGADING Vol 27, No 1 (2021): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2021
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v27i1.865

Abstract

AbstractThis study aims to develop the prototype of Indonesian language teaching material for the aspect of speaking skills by adopting the local culture and determine the level of stakeholder acceptance of the developed teaching material. This study was conducted using a research and development approach. The research samples were gathered using a purposive sampling technique. The data were obtained through the following stages: a focus group discussion (FGD) on the prototype of teaching material, evaluation of the prototype by expert judgment, limited and large-scale tryouts; and the stakeholder acceptance of teaching material. Data analysis was performed using a t-test by comparing the outcomes of learning using the developed learning material and the outcomes of learning using the provided material (compulsory book). The results of this study have depicted that the outcomes of teaching material prototype development are evaluated in terms of content feasibility, presentation feasibility, and linguistic feasibility. Evaluation on the stakeholder acceptance has revealed that the developed teaching material in the form of a calendar appears to be more effective than the teaching material in the form of a compulsory book. A calendar increases students’ interest and comfort while also teaching them to be more self-directed in their learning. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe bahan ajar bahasa Indonesia (aspek keterampilan berbicara) dengan mengadopsi budaya lokal dan untuk mengetahui keberterimaan stakeholders atas bahan ajar hasil pengembangan. Metode penelitian melalui pendekatan penelitian dan pengembangan. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui beberapa tahapan, yaitu focus group discussion (FGD) protipe bahan ajar, evaluasi prototipe oleh expertjudgement, uji coba terbatas dan uji coba lebih luas, keberterimaan stakeholders bahan ajar. Teknik analisis data melalui uji t-test dengan membandingkan hasil pembelajaran melalui produk hasil pengembangan dengan produk yang sudah digunakan (buku paket). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa hasil pengembangan prototipe bahan ajar berupa aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian, dan kelayakan kebahasaan. Keberterimaan stakeholders menunjukkan bahan ajar berbentuk kalender lebih efektif (produk hasil pengembangan) dibandingkan dengan bahan ajar yang berbentuk buku paket. Bahan ajar kalender membawa siswa lebih tertarik, lebih nyaman, dan melatih siswa untuk mandiri. 
MAKNA MAJAS NOVEL 5 CM KARYA DONNY DHIRGANTORO KAJIAN STILISTIKA DAN IMPLEMENTASINYA Sulis Septy Anisya; Titik Sudiatmi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i4.182

Abstract

The research aims to study the figure of speech used in Donny Dhirgantoro’s novel, 5 Cm. The purpose of this research is to describe the types of figure of speech and the definition according to the context of Donny Dhirgantoro’s 5 Cm and its implementation of literature study for students in high school. The research is qualitative. The descriptive method used in order to obtain the description of language style. Based on the result of data analysis, it can be concluded that: (1) there are four figures of speech discovered, namely similarity, contrast, association, and repetition. The total number of figures of speech is 72. Similarity consists of 12 personifications, 13 similes, 13 metaphors; contrast has 5 hyperboles, 1 litotes, 3 antithesis; association has 3 metonymies, 1 synecdoche part pro toto, 10 synecdoche totem pro parte, 3 ellipsis; repetition consists of 1 antanaclasis, 6 repetitions, and 1 parallelism, (2) the meaning delivered through four figures of speech is varied since it depends on the context. However, the author used mostly tke personification figure of speech in order to make the story alive so that the readers will be willing be read the stories. The used of parable is the authot’s effort to create strong affection between two things compared in order to make the reader can be able to catchthe intended meanings of the author. Next, the used of metaphor figure of speech is the author’s efford to disguise the purpose of consideration for thar persong – the person in question did not feel offended, do not feel embarred or humiliated the public, and (3) the implementation of the novel of literature study for students in high school considers a) three important aspects, namely language, psychology, culture and b) syllabus, standard competence, basic competence and lesson plan.
Co-Authors Adam Yogantara Afifah Luqman Sadida Agus Purdianto Anik Setiyawati Anita Tri Tyaswanti Anjani, Ghifara Firdausa Vidi Annissa, Nurul Huda Fitri Areza, Rhezina Juni Arie Hermawan Ayu Diah Rahmawati Berlyana Rahmawati Cahyani, Tiara Regita Charin Setya Handayani Charin Setya Handayani Denisa Chotijah Larasati Dewi Astuti Dewi Kusumaningsih Diah Ayu Nurhidayati Dianita Siti Lestari Dila Nimas Nurdadi Dila Nimas Nurdadi Dimas Oky Kurnianto Duwi Rahayu Ningsih Dwi Faradylla Nur Khasanah Dwi Mei Murtini Dwi Tindika Eka Karunianing Hapsari Ernisa Prastiwi Esti Ambarwati Fadila Nurhaliza Fajar Alfian Fajar Ali Mashuri Fatyimah, Wiwit Nur Febiola, Risa Feby Rani Sokawati Finas Restu Dwi Saputri Ilham Bagus Pangestu Ilham Bagus Pangestu Indah Lylys Mustika Indah Surya Ningrum Indah Surya Ningrum Inna Tinita Rahayu Ita Retnowati Jasinta Nurvielya Anmawar Jelita Zakaria Keysha Elia Putri Febryanti Khasanah, Khofifah Nur Khofifah Nur Khasanah Kusumawati, Kurnia Layla Lusia Ningrum Listiawati, Rima Mega Ayu Wardani Meidawati Suswandari, Meidawati Meilisa Nurhana Mufahanim Ananda Putri Muhlis Fajar Wicaksana Murtini, Dwi Mei Musa, Moh Zein Mustika, Indah Lylys Mustofa, Ibnu Abdulah Nugroho, Adit Nur Khasanah, Dwi Faradylla Nurratri Kurnia Sari Pardyatmoko Pauline Dewi Juliani Setyaningsih Putri, Ina Hamung Ragita Gusniar Nazila Ragita Gusniar Nazila Rahma Fatiya Rima Listiawati Risa Febiola Ritha Amalia Darmansyah Rizka Lulu Hanifah Rizky Trisna Saputra Romadona, Tantri Galih Rustinar, Eli Santika, Desintia Mutiara Saptono Hadi, Saptono Saputri, Hidayah Nurul Septiari, Wahyu Dini Sifa, Nurul Hidayah Laylatul Sobron Adi Nugraha Sovia Dwi Astuti Sri Muryati Sri Muryati Sri Muryati Sri Wahono Sri Wahono Saptomo Sukarno Sukarno Sukarno Sulis Septy Anisya Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Suparmin Syaharani, Cindi Taufik Nur Hidayah Thalia Aurora Wardani Putri Wahyu Dini Septiari Wahyu Krisna Adi Ismaya Wahyuning Larasati Windi Kartika Wati Wisnu Putri Febriani Yayas Wulandari Yheshinta Nabilla Navayanesty D.T Yulia Puspasari