Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik kerang bulu (Anadara antiquata) dan potensinya sebagai abon Michael Ricky Sondak; Hari Minantyo; Ika Yohanna Patiwi; Ratu Padma Ap-Fatsah; Jason Lau

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v14i2.3798

Abstract

Shellfish are known food sources that contain various important nutrients such as protein, fat and minerals. The purpose of this research is to establish the properties of Anadara antiquata and whether it may be used as a supplementary material for manufacturing abon. This study was divided into two stages: characterisation of fresh Anadara antiquata and preliminary examination of its absorption potential. This test uses Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP MS) which is a very reliable and versatile element detection method for determining levels of Cd, Pb, As and Hg. Potential abon using in this research combining Anadara antiquata with Chanos chanos and the other one using the addition of tempeh. Heavy metals analysis results show that all samples had an Cd content below 0.1 mg/kg, the weight Pb value was below 0.3 mg/kg, As value below 1,0 mg/kg and not detected Hg for all samples. All samples having a heavy metal content are below the threshold determined through SNI No 7690.1:2013. The addition of tempeh to the abon of Anadara antiquata can increase protein content with the highest number at 25.6%.
Inovasi nugget nangka muda sebagai alternatif produk olahan ditinjau dari uji sensori Hari Minantyo Hari

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v15i2.5411

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membuat inovasi nugget nangka muda sebagai alternatif produk olahan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, juga bisa menjadi makanan alternatif. Penelitian dilakukan di laboratorium Universitas Ciputra Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perbandingan komposisi antara daging ayam dengan nangka muda yaitu 0%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil penelitian dengan komposisi 100% menggunakan bahan dasar nangka muda memiliki hasil baik kedua setelah produk nugget dengan komposisi 0% sebagai kontrol. Hasil uji kesukaan panelis terhadap rasa bersifat tidak signifikan karena hasil dari uji pengulangannya > 0,05. Hal ini dibuktikan dari nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,160.Pada nilai komposisi bersifat signifikan yang berarti berpengaruh terhadap kesukaan panelis. Hal ini disebabkan karena nilai uji komposisi < 0,05 dan dibuktikan dari nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,001. Hasil nilai kesukaan terhadap aroma bersifat tidak signifikan karena hasil dari uji pengulangannya > 0,05. Hal ini dibuktikan dari nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,298. Untuk hasil dari uji ANOVA pada nilai komposisi bersifat signifikan yang berarti berpengaruh terhadap kesukaan panelis. Hal ini disebabkan karena nilai uji komposisinya < 0,05 dan dibuktikan dari nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,001. Hasil dari uji kesukaan panelis terhadap tekstur bersifat tidak signifikan karena hasil dari uji pengulangannya > 0,05. Hal ini dibuktikan dari nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,213. Untuk hasil dari uji ANOVA pada nilai komposisi bersifat signifikan yang berarti berpengaruh terhadap kesukaan panelis. Hal ini disebabkan karena nilai uji komposisisinya < 0,05 dan dibuktikan dari nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,001
Comparative microbiological, chemical, and sensory traits of aron fermentation in Tengger and laboratory scales Oki Krisbianto; Andre Yusuf Trisna Putra; Masdiana Chendrakasih Padaga; Hari Minantyo
AGROINTEK Vol 18, No 3 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i3.22236

Abstract

Aron, a traditional fermented food of the Tengger community, is made from white corn grown in Bromo and has received limited microbiological, chemical, and sensory research attention to date. The research objective was to compare microbiological, chemical, and sensory traits between in situ-produced aron on the slopes of Mount Bromo and ex situ-produced aron in a laboratory in Surabaya. A specific strain of lactic acid bacteria was isolated using de Man, Rogosa, and Sharpe (MRS) Agar from samples of sun-dried white corn. This strain was identified as Gram-positive cocci. In contrast, a different strain of Gram-positive bacilli was found in corn-soaking water, both in situ and in laboratory-fermented aron, on days 0, 7, and 16. Chemical analysis revealed no significant differences in protein, fat, and ash content between the two variables. However, laboratory-fermented aron exhibited higher moisture content. This discrepancy significantly influenced the hedonic texture data for aron, with in situ aron being perceived as drier and more mouth-soluble, while laboratory-fermented aron had a softer texture. Furthermore, the high microbial growth during the fermentation process resulted in aron with a distinct and relatively strong aroma that was less favored by the panelists. The difference in the fermentation location of white corn did not affect the types of lactic acid bacteria that thrived, the nutritional compound content, and the appearance of aron. The variation in the aroma of aron is believed to be primarily influenced by the number of bacteria rather than their specific strains.
KUALITAS SENSORI DAN MIKROBIOLOGIS PRODUK OLAHAN KERANG BULU (Anadara antiquata) Ika Yohanna Pratiwi; Anak Agung Ngurah Kenarya Dawawrata; Moonly Koespianto; Michael Ricky Sondak; Hari Minantyo
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 5 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/8yv6hg61

Abstract

Daging kerang merupakan suatu alternatif pengganti produk daging ayam dengan kandungan nutrisi yang tinggi.  Kerang memiliki kandungan protein yang tinggi dan kandungan lemak yang relatif rendah sehingga berpotensi untuk  dikembangkan sebagai produk pangan modern. Dalam penelitian ini, kerang diolah menjadi tujuh produk pangan berbeda (abon kerang, abon kerang tempe, abon kerang bandeng, nugget kerang, telur sembunyi, rolade kerang, dan bakso kerang  bandeng) dan digunakan dalam evaluasi aspek mikrobiologinya (angka lempeng total) dan sensoris (uji organoleptik). Hasilnya menunjukkan bahwa abon kerang, abon kerang tempe dan abon kerang bandeng menunjukkan hasil angka lempeng  total terendah, sementara telur sembunyi menunjukkan hasil angka lempeng total tertinggi. Bakso kerang bandeng disukai  oleh panelis dan mendapatkan penerimaan baik dalam hal penilaian keseluruhan, sementara abon kerang bandeng paling  tidak disukai oleh panelis dan mendapatkan penerimaan negatif dalam hal penilaian secara keseluruhan. 
Pemberdayaan Ekonomi Melalui Kewirausahaan: Pelatihan Inovasi Membuat Minuman Wedang Rempah dan Pletok Bersama DWP LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Minantyo, Hari; Irtanto, Devina; Nugraha, Kristian Agung; Leoparjo, Fabiola; Gracia, Trifosa Jesslyn; Christiabel, Epifania Mariani; Iasha, Rania Zahra; Cahyadi, Michael; Lim, Eunike Anglelica
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 9, No 1 (2025): Mei
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2025.v9i1.6153

Abstract

Indonesia mempunyai hasil rempah-rempah yang sangat banyak jenisnya dengan masih banyak yang belum optimal digunakan pada olahan minuman. Wedang rempah merupakan racikan minuman yang terdiri dari beberapa jenis rempah yang direbus dan ditambahkan perasa manis, bisa dari gula merah, gula palem, gula batu maupun gula pasir. Jenis rempah yang biasa digunakan dalam membuat wedang ini seperti jahe, temu lawak, kapulaga (bunga lawang), cengkih, serai, daun pandan, kayu secang, kayu manis, dan lainnya. Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk memberikan wawasan kepada kelompok Dharma Wanita LLDIKTI Wilayah VII. Ke depannya, hasil pelatihan ini bisa diterapkan pada masyarakat umum yang berwirausaha untuk menunjang wisata kuliner Indonesia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu partisipatif dan dilaksanakan dengan wawancara, membuat standar resep minuman, uji coba membuat minuman, dan praktik membuat produk minuman. Peserta diberikan kuesioner dengan tujuh pernyataan untuk diberikan penilaian dengan skala nilai 1 (sangat tidak setuju), 2 (tidak setuju), 3 (netral), 4 (setuju), dan 5 (sangat setuju). Hasil pelatihan menunjukkan bahwa minuman wedang rempah memiliki warna kuning kecokelatan, sedangkan pletok memiliki warna yang lebih transparan serta cerah. Keduanya memiliki rasa manis segar dan tekstur cair. Hasil produk minuman wedang rempah dan pletok ini disenangi dan bisa menjadikan ide bisnis dan peluang usaha untuk menunjang wisata kuliner. 
Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Produk Lokal melalui Pelatihan Inovasi Produk Sirup Mangrove bagi Ibu-Ibu PKK Leoparjo, Fabiola; Minantyo, Hari; Soediro, Moses; Suputri, Ni Putu Febriana Eka; Sulimto, Feliciana Octavia; Kamil, Ibrahim; Christopher, Vern
Journal Community Service Consortium Vol 5 No 1 (2025): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v5i1.5652

Abstract

Salah satu potensi pangan lokal di Kecamatan Wonorejo dan Keputih adalah buah mangrove, namun pemanfaatannya belum optimal karena rendahnya pengetahuan warga setempat mengenai pengolahan buah tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan UMKM dan ibu-ibu PKK di Kecamatan Wonorejo dan Keputih dalam memanfaatkan buah mangrove. Pelatihan ini memberikan keterampilan praktis, khususnya dalam mengolah mangrove menjadi sirup dan produk inovatif lainnya, sehingga dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi demonstrasi interaktif, praktik langsung, serta pelatihan perhitungan harga pokok produksi (HPP), yang membantu peserta dalam persiapan produk dan penetapan harga jual. Hasil pelatihan menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi. Mayoritas peserta menganggap resep mudah diikuti dan bermanfaat untuk usaha mandiri. Adapun kendala dalam ketersediaan bahan baku menunjukkan perlunya jaringan pemasok lokal yang andal. Secara keseluruhan, program ini berhasil memberdayakan peserta, membuka peluang ekonomi lokal, serta mendukung upaya konservasi mangrove di wilayah tersebut.
Penguatan Pembuatan Abon Berbahan Dasar Bandeng dan Limbahnya sebagai Inovasi Produk dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Nugraha, Kristian Agung; Irtanto, Devina; Minantyo, Hari; Grasielda, Ivana; Franoto, Catherine Lorena Valentina; Prastio, Bryan Budinata
Journal Community Service Consortium Vol 5 No 1 (2025): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v5i1.5656

Abstract

Kelurahan Wonorejo dan Keputih di Surabaya merupakan dua wilayah penghasil ikan bandeng terbesar yang memiliki potensi besar dalam pengembangan produk olahan ikan. Namun, pemanfaatan sumber daya ikan bandeng dan limbahnya masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pengolahan di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah ikan bandeng dan limbahnya menjadi produk inovatif berupa abon ikan bandeng dan abon limbah ikan bandeng. Metode yang digunakan meliputi pelatihan dan demonstrasi, serta evaluasi menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas peserta mengapresiasi produk yang dihasilkan dari segi kreativitas, daya simpan, rasa, dan potensi bisnisnya. Sebanyak 64 dari 76 responden sangat setuju bahwa produk memiliki potensi sebagai peluang usaha. Kegiatan ini mendorong praktik pengolahan pangan yang berkelanjutan, memperkuat ekonomi keluarga, dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.
Strategi Pemasaran Sponge Cake Dengan Subtitusi Aron Dan Kacang Bogor Dengan Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Minat Pasar Hanan, Radinka Ravee; Haqieqi, Sallis Bahihaqi; Minantyo, Hari; Nugraha, Kristian Agung
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v30i2.1892

Abstract

Food is one of the basic human needs, so having sufficient, nutritious and safe food is the human right of every Indonesian to create quality human resources to realize the country's development. Food demand is the sum of direct consumption, industrial needs and other needs. Direct consumption is food consumed directly by the public. The aim of this research is to find out marketing strategies sponge cake with substitution of aron and Bogor peanuts with utilization media social towards market interest, this research uses research methods qualitative, method qualitative examine the depth of facts or events, so that they are local and not in the context of generalizing empirical findings as general events. In this research, researchers will carry out and find out the final results on marketing strategies sponge cake substitution of aron and Bogor peanuts with the utilization media social media on market interest, where researchers will also take data and look for respondents to analyze marketing strategies for products sponge cake. Researchers conducted this research in the city of Surabaya located at Ciputra University Surabaya with assistance from google form as a media of analysis in this research. Keywords: sponge cake, marketing strategy, social media, aron flour and Bogor beans flour
Kreasi Sponge Cake dari Bubuk Wortel dan Bubuk Labu Kuning Ditinjau dari Uji Organoleptik Wangke, Kenzie Felicia; Minantyo, Hari
JURNAL GASTRONOMI INDONESIA Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Gastronomi Indonesia
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jgi.v13i1.1801

Abstract

This study aims to explore the use of carrot powder and pumpkin powder as substitutes for flour in making sponge cake, with a focus on organoleptic testing. Sponge cake is a popular pastry, but its conventional version raises health concerns. Carrot and pumpkin were chosen because they are rich in beta-carotene and other essential nutrients. The experiment was conducted with five different concentrations of flour substitution (0%, 25%, 50%, 75%, 100%) and two preparation methods: steaming and baking. Organoleptic tests were carried out to assess the quality of the product based on color, aroma, taste, and texture, with 90 panelists from Surabaya providing feedback on the sponge cake samples. The results of the organoleptic testing showed that the formulations with 25% (25% carrot powder and 75% pumpkin powder) and 50% (50% carrot powder and 50% pumpkin powder) flour substitution using carrot and pumpkin powders had the best results, with no significant difference in taste, aroma, and texture compared to the control sponge cake (no substitution). These formulations were the most favored by the panelists, showing the potential of using local ingredients as an alternative to wheat flour. This research is expected to offer innovation in the food industry, support food diversification by utilizing local products, and reduce dependence on imported wheat flour.
STRATEGI INOVASI PRODUK BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL: STUDI KASUS PENGEMBANGAN ABON IKAN BANDENG DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH UDANG DITINJAU DARI UJI ORGANOLEPTIK Irtanto, Devina; Hari Minantyo; Fabiola Leoparjo; Catherine Eugene Martono; Bryan Budinata; Catherine Lorena Valentina Franoto; Joaquin Levi Toreh
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 9 No. 3 (2025): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v9i3.17895

Abstract

As a maritime country, Indonesia is rich in fishery products, one of which is Wonorejo Village and Keputih Village. However, in both villages, there is an abundance of milkfish (chanos chanos) products which is a problem for the surrounding community due to the lack of knowledge about milkfish innovation products. The purpose of this product innovation is to utilize milkfish as a local product by adding shrimp waste while utilizing waste from the fishing industry. This study aims to evaluate excessive milkfish products that can be processed into shredded milkfish products with the addition of shrimp waste based on organoleptic tests which include aspects of color, aroma, taste, texture, and overall liking. Overall, shredded milkfish products with the addition of shrimp waste have the potential to be developed as an innovative food product that has added value and high selling value.
Co-Authors Anak Agung Ngurah Kenarya Dawawrata Andre Yusuf Trisna Putra Anggun, Jaqueline Vanessa Ap-Fatsah, Ratu Padma Aquilera, Ivana Ardhana, Annisa Naia Putri Audrey, Kendrick Aurelia Devina Sanjaya Baswara Yua Kristama Bryan Budinata Cahyadi, Michael Catherine Eugene Martono Catherine Lorena Valentina Franoto Christiabel, Epifania Mariani Christopher, Vern Clara Lucinda Theojaya Devina Irtanto Fabiola Leoparjo Franoto, Catherine Lorena Valentina Gde Satrya, I Dewa Gracia, Trifosa Jesslyn Hadipratista, Nabilah Sukma Hakeem, Firdi Aziz Hanan, Radinka Ravee Haqieqi, Sallis Bahihaqi Hartadji, Caecillia Hilda Yunita Wono I Dewa Gde Satrya Widyaduta Iasha, Rania Zahra Ika Yohanna Patiwi Ika Yohanna Pratiwi Imelda Agustina Ngawi Ivana Grasielda J.E Sutanto Jason Lau Jennifer Santoso Joaquin Levi Toreh Juliuska Sahertian Juliuska Sahertian Kaihatu, Thomas S Kamil, Ibrahim Kartika, Christiana Kenzie Felicia Wangke Kristanti, Essha Paulina Kristian Agung Nugraha Kuncoro, Regina Clara Kusumaningrum, Evita Mei Lau, Jason Laura Mahendratta Tjahjono Leonardo Pratama Liestya Padmawidjaja Lim, Eunike Anglelica Lutfiyah, Farida Hasna Martono, Catherine Eugene Masbudi, Rama Indrawan Masdiana Chendrakasih Padaga Matheo Sheva Hastono Michael Ricky Sondak Moonly Koespianto Moses Soediro Ngawi, Imelda Agustina Nurillah, Salman Haji Oki Krisbianto Oktaviana, Cerly Olivia Erlinda Junita Prajitno Patiwi, Ika Yohanna Poillot, Johanes Marco Prasetyon Sepsi Winarno Prastio, Bryan Budinata Puspita, Tabita Yunia Putri, Alma Rasikah Reviva Rafael Juan Chesna Tjoanda Rafael Juan Chesna Tjoanda Raharja, Zefnat Gusti Rama Indrawan Masbudi Ratu Padma Ap-Fatsah Regina Clara Kuncoro Samantha, Caitleen Santoso, Jennifer Sudibyo, Theodora Kezia Sulimto, Feliciana Octavia Suputri, Ni Putu Febriana Eka Suryaputra, Florencia Syaiful, Lucilla Bilkis Toreh, Joaquin Levi Trifosa Jesslyn Gracia v Yuwono Valerie Micelle Muljono Victor Kurniawan Yuwono Victor Yuwono Wangke, Kenzie Felicia Wike Laurenzia Warrauw Wirawan Dwi Radianto Wirawan ED Radianto Yedida Esther Giovanni Purnomo Yuwono, Victor Zamir, Nabilah Husniah