Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EFEKTIVITAS SEDIAAN SPRAY EKSTRAK ETANOL DAUN MINT (Mentha piperita L.) SEBAGAI ANTI NYAMUK ALAMI Syafriadi, Syafriadi; Meilina, Rulia; Dewi, Revina; Kesumawati, Kesumawati; Husna, Asmaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4203

Abstract

Dampak dari gigitan nyamuk sangat merugikan bagi manusia, yang paling ringan diantaranya dapat menyebabkan gatal-gatal dan segala dampak yang ditimbulkannya juga sangat mengganggu aktifitas. Tujuan penelitian Mengetahui efektivitas sediaan spray ekstrak etanol daun mint (Mentha piperita L.) sebagai anti nyamuk alami serta mengetahui evaluasi sediaan spray ekstrak etanol daun mint (Mentha piperita L.). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboraturium. Spray diformulasikan dengan F0 tidak ada penambahan ekstrak, sedangkan pada F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%) ada penambahan ekstrak etanol daun mint, kemudian tahap evaluasi formulasi spray dan data uji efektivitas formulasi spray anti nyamuk dianalisis menggunakan metode statistik berupa uji One Way Anova. Hasil penelitian dari uji pH (5,5 – 4,5), daya sebar baik, tidak menimbulkan iritasi kulit, nilai uji hedonic (uji kesukaan) keterangan rata-rata suka dan efektifitas formulasi spray anti nyamuk untuk F0 terdapat 11 nyamuk yang hinggap dikarenakan tanpa kandungan ekstrak sedangkan F1, F2, F3 tidak terdapat nyamuk yang hinggap dikarenakan penambahan ekstrak etanol daun mint pada masing-masing formula. Kesimpulan penelitian adalah spray ekstrak etanol daun mint (Mentha piperita L.) sangat efektif untuk digunakan sebagai anti nyamuk alami dan hasil evaluasi formulasi spray meliputi uji pH, uji daya sebar, uji iritasi dan uji hedonic (uji kesukaan) dari Ekstrak daun mint (Mentha piperita L.) dapat digunakan sebagai anti nyamuk alami.Kata Kunci   : Daun mint, spray, ekstrak, anti nyamukThe impact of mosquito bites is very detrimental to humans, the mildest of which can cause itching and all the effects it causes are also very disturbing to activities. To determine the effectiveness of ethanol extract of mint leaves (Mentha piperita L.) spray preparation as a natural mosquito repellent and to determine the evaluation of ethanol extract of mint leaves (Mentha piperita L.) spray preparation. The research method used is laboratory experimental. The spray is formulated with F0 without the addition of extract, while in F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%) there is the addition of ethanol extract of mint leaves, then the stage of evaluating the spray formulation and mosquito repellent spray formulation test data are analyzed using statistical methods in the form of One Way Anova test. The results of the pH test (5.5 - 4.5), good spreadability, no skin irritation, hedonic test value (preference test) average description of likes and mosquito repellent spray formulation effectiveness for F0 there are 11 mosquitoes that perch because it does not contain extract while F1, F2, F3 there are no mosquitoes that perch due to the addition of ethanol extract of mint leaves in each formula. Conclusion of the spray formulation of ethanol extract from mint leaves (Mentha piperita L.) has shown high effectiveness as a natural mosquito repellent. The evaluation of the formulation includes pH testing, spreadability testing, irritation testing, and a hedonic test (preference test) to determine the suitability of mint leaf extract (Mentha piperita L.) as a natural mosquito repellent.Keyword : Mint leaf, spray, extract, mosquito repellent
Antidiabetes Ekstrak Daun Kembang Sepatu pada Mencit (Mus musculus) Meilina, Rulia; Yassirly, Yassirly; Kesumawati, Kesumawati; Dhirah, Ulfa Husna; Rezeki, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2866

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia karena gangguan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Tumbuhan yang dapat menurunkan kadar diabetes adalah kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) yang memiliki kandungan flavonoid, polifenol dan saponin yang bertindak sebagai antioksidan, antihipertensi dan bersifat hipoglikemia. Tujuan Penelitian untuk mengetahui efektivitas antidiabetes dari ekstrak daun kembang sepatu pada mencit. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium. Mencit diberikan ekstrak etanol daun kembang sepatu dosis 100 mg/Kg BB (K1), ekstrak etanol daun kembang sepatu dosis 200 mg/Kg BB (K2), ekstrak etanol daun kembang sepatu dosis 300 mg/Kg BB (K3), diberikan suspensi Glibenklamid (K+) dan Suspensi Na-CMC (K-). Hasil penelitian menggunakan program SPSS dengan uji ANOVA menunjukkan perlakuan dengan pemberian ekstrak daun kembang sepatu dosis optimal 300 mg/kg BB paling optimal menurunan kadar glukosa darah. Kesimpulan penelitian ini ekstrak daun kembang sepatu memiliki potensi sebagai antidiabetes. Saran peneli selanjutnya dapat mengembangkan potensi antidiabetes daun kembang sepatu secara molekuler.Kata kunci  : Antidiabetes, Kembang sepatu, Glibenklamid.Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion, insulin action or both. Plants that can reduce diabetes levels are hibiscus (Hibiscus rosa-sinensis L.) which contain flavonoids, polyphenols and saponins which act as antioxidants, antihypertensives and are hypoglycemic. The aim of the study was to determine the antidiabetic effectiveness of hibiscus leaf extract in mice. The research method is laboratory experimental. Mice were given ethanol extract of hibiscus leaves at a dose of 100 mg/Kg BW (K1), ethanol extract of hibiscus leaves at a dose of 200 mg/Kg BW (K2), ethanol extract of hibiscus leaves at a dose of 300 mg/Kg BW (K3), given Glibenclamide suspension (K+) and Na-CMC Suspension The results of the study using the SPSS program with the ANOVA test showed that treatment with hibiscus leaf extract at an optimal dose of 300 mg/kg BW was the most optimal in reducing blood glucose levels. The conclusion of this study is that hibiscus leaf extract has potential as an antidiabetic. The next researcher's suggestion is to develop the antidiabetic potential of hibiscus leaves molecularly. (K-).Keywords : Antidiabetic , Hibiscus rosa-sinensis, Glibenclamide
KEPASTIAN HUKUM DALAM PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE PADA PERKARA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Susanna, Eva; Kamaruzzaman, Yusnaidi; Fitriliana, Fitriliana; Hasan, Salwa Hayati; Kesumawati, Kesumawati
JOURNAL OF LAW AND GOVERNMENT SCIENCE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses legal certainty in the process of resolving domestic violence cases using the restorative justice approach method. The results of the study indicate that legal certainty in restorative justice is not the same as legal certainty in the criminal law trial process, restorative justice does not replace criminal law. Restorative justice functions as an alternative approach to resolving cases, especially cases that are minor or complaint offenses with a focus on restoring relations between the perpetrator, victim, and community. Legal certainty in the restorative justice approach to domestic violence cases is carried out in the form of peace efforts outside the court, namely the process of mediation and dialogue between the victim and the perpetrator by involving the victim's and perpetrator's families, and if necessary can involve stakeholders in the form of religious leaders and traditional leaders, who together deliberate to find a way out of the violence while still paying attention to efforts to restore the victim, and the perpetrator is responsible for his actions by setting aside the criminal process.
TINGKAT PEMAHAMAN MAHASISWA HUKUM TERHADAP SUMBER-SUMBER HUKUM ACARA PIDANA DI INDONESIA Fitriliana, Fitriliana; Lisnawati, Lisnawati; Suri, Murnia; Kesumawati, Kesumawati; M. Hafiz, M. Hafiz
JOURNAL OF LAW AND GOVERNMENT SCIENCE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSumber-sumber hukum acara pidana memegang peranan penting dalam membentuk kerangka hukum yang mengatur proses peradilan pidana di Indonesia ataupun sumber-sumber hukum acara pidana merupakan fondasi penting bagi mahasiswa hukum dalam memahami sistem peradilan pidana di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman mahasiswa hukum terhadap berbagai sumber hukum acara pidana, termasuk Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), peraturan pelaksana, yurisprudensi, dan doktrin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa dari berbagai jenjang semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun KUHAP dipahami secara umum oleh mayoritas responden, pemahaman terhadap sumber hukum lainnya masih tergolong rendah. Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan dalam literasi hukum yang perlu ditanggapi melalui metode pembelajaran yang lebih menyeluruh, kontekstual, dan berbasis pengalaman langsung. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan akademik seperti moot court, klinik hukum, dan forum diskusi terbimbing terbukti berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman tersebut. Dengan demikian, pengembangan metode pengajaran hukum acara pidana yang lebih aktif dan aplikatif menjadi sangat penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori secara tekstual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik hukum yang sesungguhnya.Kata Kunci: Tingkat Pemahaman, Mahasiswa Hukum, Hukum Acara Pidana
Formulasi Sediaan Face Spray Gel Dari Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Sebagai Pelembab Wajah Kesumawati, Kesumawati; Zuhra, Cut Hizqiya Al
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.4212

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid. Metabolit sekunder yang terdapat pada kelor termasuk antioksidan. Antioksidan yang berfungsi sebagai pelembab wajah adalah flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan sediaan face spray gel dari ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) serta sediaan face spray gel daun kelor (Moringa oleifera) berfungsi sebagai pelembab wajah. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Sediaan face spray gel di formulasikan dengan menambahkan ekstrak etanol daun kelor 1 gram (F1), ekstrak etanol daun kelor 2 gram (F2), dan ekstrak etanol daun kelor 3 gram (F3). Kontrol negatif digunakan blanko/tanpa ekstrak etanol daun kelor dan kontrol positif digunakan sediaan komersil NR Pengujian terhadap sediaan face spray gel meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji pola penyemprotan, hedonic test, uji iritasi, uji aktivitas antioksidan sediaan, dan uji efektivitas kelembaban kulit wajah. Data yang dianalisis adalah uji aktivitas antioksidan dan uji efektivitas kelembaban kulit wajah menggunakan software SPSS. Hasil yang diperoleh dari ekstrak etanol daun kelor dapat diformulasikan dalam sediaan face spray gel sebagai pelembab wajah dan memenuhi syarat pengujian diantaranya sediaan yang dihasilkan homogen, pH (6 – 7), viskositasnya yang baik, pola semprot yang baik, tidak menimbulkan iritasi kulit, nilai antioksidan yang baik dan face spray gel menunjukkan perubahan kondisi kulit wajah menjadi lebih hidrasi dengan penambahan ekstrak etanol daun kelor 3 gram. Kesimpulan penelitian adalah ekstrak etanol daun kelor dapat diformulasikan dalam sediaan face spray gel dengan kemampuan efektivitas kelembaban kulit wajah pada formula 3 dengan ekstrak etanol daun kelor 3 gram dalam rentang hidrasi 51 – 100%.Kata Kunci : ekstrak etanol daun kelor, face spray gel, pelembab wajah.Moringa oleifera contains secodary metabolites of alkaloid, flavonoid, tannin and steroid. Secondary metabolites found in moringa oleifera are antioxidants. Antioxidants that function as facial moisturizers are flavonoids. The purpose is to obtain face spray gel preparation from the ethanol extract of moringa oleifera leaves and the moringa oleifera leaf face spray gel preparation as face moisturizer. This study was conducted experimentally. Face spray gel was formulated with the addition of 1 gram moringa oleifera ethanol extract (F1), 2 gram moringa oleifera ethanol extract (F2), and 3 gram moringa oleifera ethanol extract (F3). Negative control used blanko/ without ethanol extract of moringa oleifera leaves and positive control used NR commercial preparations. Testing face spray gel preparation included organoleptic test, homogenity test, pH test, viscosity test, spray pattern test, hedonict test, irritation test, antioxidant activity teset, and moisture effectiveness test. The data analyzed were antioxidant activity test and moisture effectiveness test using SPSS. The result is ethanol extract of moringa oleifera leaves can be formulated as a face moisturizer and fulfills the requirements are homogeneous preparation, pH (6 – 7), good viscosity, good spray pattern, does not cause skin irritation, good antioxidant value and a face spray gel shows change in face skin conditions to become more hydrated with the addition of 3 gram ethanol extract of moringa oleifera leaves. The conclusion is ethanol extract of moringa oleifera leaves can be formulated as a face moisturizer with the moisture effectiveness of face skin in formula 3 with 3 gram ethanol extract of moringa oleifera in the hydration range of 51 – 100%.Keywords: ethanol extract of moringa oleifera, face spray gel, face moisturizer
Formulasi Sediaan Tabir Surya Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.) Meilina, Rulia; Dewi, Rahma; Kesumawati, Kesumawati; Kulla, Periskila Dina Kali; Rezeki, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2864

Abstract

Tabir surya merupakan kosmetik pelindung yang memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan kulit, dari pengaruh buruk paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengetahui aktivitas tabir surya dari ekstrak daun seledri. Metode penelitian secara eksperimental laboratorium. Sediaan tabir surya diformulasikan dengan menambahkan ekstrak seledri dengan komposisi 2% (F1), 4% (F2), 6% (F3) dan kontrol negatif. setiap sediaan tabir surya diukur nilai aktivitas tabir surya. Uji aktivitas formulasi menunjukkan bahwa ekstrak daun seledri memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Pada F1 sebesar 4,5553 SPF, F2 sebesar 7,3183 SPF, F3 sebesar 8,1573 SPF, sedangkan kontrol negatif tidak menghasilkan daya proteksi. Kesimpulan Formulasi sediaan tabir surya ekstrak daun seledri memiliki aktivitas tabir surya.Kata kunci: Tabir surya, daun seledri,  antioksidan, SPFSunscreen is a protective cosmetic that has a very important role in maintaining healthy skin, from the bad effects of sun exposure. This study aims to formulate and determine the activity of sunscreen from celery leaf extract. Laboratory experimental research methods. Sunscreen preparations are formulated by adding celery extract with a composition of 2% (F1), 4% (F2), 6% (F3) and negative control. For each sunscreen preparation, the value of sunscreen activity was measured. Formulation activity test showed that celery leaf extract has activity as a sunscreen. In F1 it was 4.5553 SPF, F2 was 7.3183 SPF, F3 was 8.1573 SPF, while the negative control did not produce any protection. Conclusion The formulation of celery leaf extract sunscreen has sunscreen activity.Keywords: Sunscreen; celery; antioxidants; SPF
Perbandingan Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Dan Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC) Terhadap Bakteri Gram Negatif Escherichia coli Azkia, Hanin; Kulla, Periskila Dina Kali; Zulwanis, Zulwanis; Kesumawati, Kesumawati; Astryna, Syarifah Yanti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3362

Abstract

Jeruk purut (Citrus hystrix DC) merupakan tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kulit buah dan daun Jeruk purut mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tannin, serta saponin yang terkenal sebagai senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas ekstrak etanol kulit buah dan daun jeruk purut dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium, dengan besar konsentrasi untuk masing-masing ekstrak yaitu 15%, 20%, 25% dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah jeruk purut menghasilkan rata-rata diameter zona hambat dari konsentrasi rendah ke tinggi sebesar 15.6 mm, 18.3 mm, 18.6 mm dan 19.3 mm. Sementara itu, ekstrak etanol daun menunjukkan rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk sebesar 13.6 mm, 14 mm, 15.3 mm dan 16.3 mm. Diameter zona hambat yang terbentuk dari kedua ekstrak masuk dalam kategori kuat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah dan daun jeruk purut mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan maka semakin besar diameter zona hambat yang terbentuk. Konsentrasi ekstrak etanol kulit buah dan daun jeruk purut sebesar 30% merupakan dosis terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Ekstrak etanol kulit buah jeruk purut memiliki sifat anti bakteri lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak etanol daun (berdasarkan luas diameter zona hambat yang terbentuk)Kata kunci : Jeruk purut (Citrus hystrix DC), Aktivitas anti bakteri, Escherichia coliKaffir lime (Citrus hystrix DC) is an herbal plant that is widely used by people in daily needs. Kaffir lime peel and leaves contain alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins which are known that compounds potentially to inhibit bacterial growth. This study aims to compare the activity of the ethanol extract of kaffir lime peels and leaves in inhibiting the growth of Escherichia coli. The research method used was laboratory experimental, with various doses of concentration is 15%, 20%, 25% and 25%. The results showed that the ethanol extract of kaffir lime peel with average diameter of the inhibition zone from low to high concentrations is 15.6 mm, 18.3 mm, 18.6 mm and 19.3 mm. Meanwhile, the ethanol extract of the leaves showed an average diameter of the inhibition zone formed of 13.6 mm, 14 mm, 15.3 mm and 16.3 mm. The diameter of the inhibition zone from the two extracts included in the strong category of antibacterial activity. Based on the results of the study it can be concluded that the ethanol extract of kaffir lime peels and leaves is able to inhibit bacterial growth. The higher the concentration of the extract used, the larger the diameter of the inhibition zone formed. Concentration of 30% ethanol extract of kaffir lime peel and leaves are the optimum dose for inhibiting bacterial growth. The ethanol extract of kaffir lime peel has stronger anti-bacterial activities than the ethanol extract of the leaves (based on the diameter of the inhibition zone)Keyword : Kaffir lime (Citrus hystrix DC), Anti bacterial activity, Escherichia coli
PENGARUH EFEK EKSTRAK UMBI BIT (Beta Vulgaris L.) DALAM MENGHAMBAT PENINGKATAN KADAR ASPARTATE AMINOTRANSFERASE (AST) DAN ALANIN AMINOTRANSFERASE (ALT) PADA MENCIT JANTAN Lestari, Widya; Meilina, Rulia; Kesumawati, Kesumawati; Rezeki, Sahbainur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4189

Abstract

Umbi bit (Beta Vulgaris L.) secara tradisional telah digunakan untuk berbagai penyakit salah satunya yaitu untuk menurunkan kadar Aspartate Aminotransferase (AST) dan Alanin Aminotransferase (ALT) sebagai zat aditif hepatoprotektor. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis yang efektif untuk mencapai efek penurunan kadar Aspartate Aminotransferase (AST) dan Alanin Aminotransferase (ALT) pada mencit (Mus musculus L.). Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan memvariasikan suspensi ekstrak umbi bit 100 mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB serta curcuma sebagai kontrol positif dan Na-CMC sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak umbi bit memiliki aktivitas hepatoprotektor dengan suspensi ekstrak umbi bit 100 mg/kgBB, suspensi ekstrak umbi bit 300 mg/kgBB dan suspensi ekstrak umbi bit 500 mg/kgBB berturut pada kadar Aspartate Aminotransferase (AST) diperoleh 245 U/L, 191 U/L dan 186 U/L sedangkan pada kontrol positif (curcuma) 166 U/L. Selanjutnya pada kadar Alanin Aminotransferase (ALT) diperoleh 65 U/L, 57 U/L dan 49 U/L sedangkan pada kontrol positif (curcuma) 43 U/L. Data hasil penelitian dianalisis dengan program SPSS yang di analisis menggunakan uji ANOVA (Analysis Of Varian) didapatkan nilai P Value (<0,05). Berdasarkan penghujian post hoc menunjukkan suspensi ekstrak umbi bit yang relatif sama dengan curcuma (kontrol positif) terhadap penurunan kadar Aspartate Aminotransferase (AST) yaitu suspensi ekstrak umbi bit 300 mg/kgBB. Sedangkan pada penurunan kadar Alanin Aminotransferase (ALT) ialah suspensi ekstrak umbi bit 500 mg/kgBB. Disarankan kepada pembaca untuk dapat lebih memanfaatkan umbi bit sebagai obat terapi hepatoprotektor.Kata kunci : Umbi bit (Beta Vulgaris L.), hepatoprotektor. Aspartate Aminotransferase dan Alanin Aminotransferase.Beetroot (Beta Vulgaris L.) has traditionally been used for various diseases, one of which is to reduce Aspartate Aminotransferase (AST) and Alanin Aminotransferase (ALT) levels as a hepatoprotector additive. The objectives of this research are to determine the effective dose to achieve the effect of reducing Aspartate Aminotransferase (AST) and Alanin Aminotransferase (ALT) levels in mice (Mus musculus L.). The method used is laboratory experiment by varying the suspension of beetroot extract 100 mg / kgBB, 300 mg / kgBB and 500 mg / kgBB and curcuma as positive control and Na-CMC as negative control. Research results shows that beetroot extract has hepatoprotector activity with beetroot extract suspension of 100 mg/kgBB, beetroot extract suspension of 300 mg/kgBB and beetroot extract suspension of 500 mg/kgBB respectively at Aspartate Aminotransferase (AST) levels obtained 245 U/L, 191 U/L and 186 U/L while in positive control (curcuma) 166 U/L. Furthermore, Alanin Aminotransferase (ALT) levels were obtained 65 U/L, 57 U/L and 49 U/L while in the positive control (curcuma) 43 U/L. The data from the study were analysed with the SPSS program using the ANOVA (Analysis of Variance) test which obtained a P value (<0.05). Based on post hoc testing, the suspension of beetroot extract which is relatively the same as curcuma (positive control) to reduce Aspartate Aminotransferase (AST) levels is a suspension of beetroot extract 300 mg/kgBB. While the decrease in Alanin Aminotransferase (ALT) levels is a suspension of beetroot extract 500 mg / kgBB. It is recommended to readers to be able to make more use of beetroot as a hepatoprotector therapy drug. Keywords : Beetroot (Beta Vulgaris L.), hepatoprotector. Aspartate Aminotransferase and Alanine Aminotransferase.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP BAKTERI Staphyloccoccus aureus Kesumawati, Kesumawati; Mulyadi, Heri; Fathia, Mona
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.4213

Abstract

Penyakit infeksi masih menempati urutan teratas penyebab kesakitan dan kematian di negara berkembang, termasuk Indonesia. Bakteri Staphylococcus aureus menjadi penyebab utama penyebab infeksi sehingga menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam pemakaian antibiotik. Pemakaian antibiotik yang terus menerus ini menimbulkan resistensi dan efek samping terapi. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional yang mengandung zat flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai antibakteri dan mengetahui konsentrasi ekstrak yang dapat menghasilkan zona hambat paling besar dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Bakteri Staphylococcus aureus akan di uji dengan ekstrak daun belimbing wuluh dengan konsentrasi masing- masing 10%, 20%, 40% dan 60%. Perlakuan kontrol positif akan diberi tetrasiklin dan perlakuan kontrol negatif akan diberi Dimethyl Sufoxide (DMSO). Dalam penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan. Pada penelitian ini dapat disimpulkan ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mempunyai aktivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan terbentuknya zona hambat (mm). Zona hambat yang paling besar dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus adalah konsentrasi 60%.Kata kunci : Antibakteri, Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.), Staphylococcus aureusInfectious diseases are still at the top of the list of causes of morbidity and mortality in developing countries, including Indonesia. Staphylococcus aureus bacteria are the main cause of infection causing a significant increase in the use of antibiotics. The continuous use of antibiotics creates resistance and side effects of therapy. The leaves of starfruit (Averrhoa bilimbi L.) are a plant that is used as a traditional medicine which contains flavonoids, tannins and saponins which have antibacterial effects. This study aims to determine the effectiveness of starfruit leaf extract (Averrhoa bilimbi L.) as an antibacterial and extract indicator that can produce the slowest zone in inhibiting the growth of S. aureus bacteria. The research was carried out experimentally. Staphylococcus aureus bacteria will be tested with starfruit leaf extract with a concentration of 10%, 20%, 40% and 60% respectively. The positive control treatment will be given tetracycline and the negative control treatment will be given Dimethyl Sufoxide (DMSO). In this study, a completely randomized design (CRD) was used. Each treatment was carried out 3 times. In this study, the ethanol extract of starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.) can be canceled, which has antibacterial activity which can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria by forming an inhibition zone (mm). The zone of inhibition that is greatest in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria is a concentration of 60%.Keywords: Antibacterial, Starfruit Wuluh (Averrhoa bilimbi L.), Staphylococcus aureus
Penetapan Kadar Lemak Dalam Daging Buah Pala (Myristica fragrans Houtt) Dengan Metode Gas Kromatografi dan Spektroskopi Massa Pardi, Pardi; Firjatullah, Teuku; Kesumawati, Kesumawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.4210

Abstract

Latar Belakang Masalah: Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan tanaman daerah tropis. Salah satu manfaat tanaman pala adalah daging buah pala yang memiliki persentase sebesar 77,8%. Daging buah pala dapat dimanfaatkan sebagai pengolahan minyak. Minyak pala memiliki kandungan kadar air, protein dan lemak. Untuk menentukan kadar lemak tersebut dapat menggunakan metode Gas Kromatografi dan Massa Spektroskopi (GC-MS). Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui penetapan kadar lemak dalam daging buah pala dengan metode gas kromatografi dan spektroskopi massa. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan melakukan kegiatan atau perlakuan tertentu pada suatu sediaan di laboratorium. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Farmasetika Universitas Ubudiyah Indonesia, laboratorium Mikrobiologi jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala dan laboratorium Teknik Pengujian Kualitas Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 Februari tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh buah pala yang terdapat di hutan Kabupaten Aceh Selatan. Adapun sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling yaitu sebagian daging buah pala yang terdapat di Desa Simpang Tiga Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan. Prosedur kerja awalnya dilakukan pengumpulan, herbarium, preparasi dan penentuan kadar lemak dalam daging buah pala. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini didapatkan 2 ml ekstrak kental daging buah pala. Kemudian hasil penelitian menggunakan metode GC-MS ditemukan kadar lemak myristin dalam minyak simplisia daging buah pala sebesar 1,05% dengan kenaikan suhu oven sebesar 2°C. Kesimpulan dan Saran: Adanya kadar lemak myristin dalam daging buah pala. Dengan demikian maka diharapkan minyak daging buah pala menjadi suatu produk usaha bagi masyarakat.Kata Kunci : Kadar Lemak, Daging Buah Pala & Metode GC-MSBackground: Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) is a tropical plant. One of the benefits of the nutmeg plant is the flesh of the nutmeg which has a percent of 77,8%. Nutmeg flesh can be used as oil processing. Nutmeg oil contains water, protein and fat content. To determine the fat content can use the method of Gas Chromatography and Mass Spectroscopy (GC-MS). Research Purposes: The purpose of this study was to determine of fat content in nutmeg flesh using gas chromatography and mass spectroscopy methods. Research Methodolog: This type of research is quantitative research by carrying out certain activities or treatments on a preparation in the laboratory. This research was conducted at the Pharmacy Laboratory, Ubudiyah University Indonesia, the Microbiology Laboratory Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Syiah Kuala University and the Environmental Quality Testing Engineering Laboratory Faculty of Engineering Syiah Kuala University. The research was conducted on 21 February 2022. The population in this study were all nutmeg found in the forests of South Aceh Selatan. The sample in this study was taken by purposive sampling, namely some of the nutmeg flesh found in Village Simpang Tiga, Sawang District, South Aceh Selatan. The initial working procedure was collection, herbarium, preparation and determination of fat content in nutmeg flesh. The Research Results: The results of this study obtained 2 ml of thick extract of nutmeg flesh. Then the results of the study using the GC-MS method found that the myristin fat content in nutmeg flesh was 1,05% with in temperature an oven variation of 2°C. Conclusion and Recommendations: The fat content of myristin in the flesh of a nutmeg. Thus, it is hoped that nutmeg flesh oil will become a business product for the community.Keywords : Fat Content, Nutmeg Flesh & GC-MS Method