Penelitian ini membahas peran integrasi spiritualitas dalam strategi pembelajaran penemuan (discovery learning) sebagai upaya pembentukan karakter siswa yang kuat dan beretika. Integrasi nilai-nilai spiritual dalam proses belajar tidak hanya meningkatkan motivasi belajar siswa, tetapi juga berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan kesadaran diri, empati, disiplin, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Dimensi spiritual dan sosial mampu membentuk etika, integritas, serta kepemimpinan inklusif untuk mendukung interaksi sosial yang harmonis di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dukungan guru sebagai teladan moral dan lingkungan pembelajaran yang kondusif memperkuat proses internalisasi nilai spiritual. Konsep Spiritual Quotient (SQ) menjadi dasar motivasi yang mengarahkan siswa pada tujuan hidup bermakna, memperkuat kedisiplinan dan partisipasi aktif. Implikasi praktis meliputi pengembangan kurikulum holistik, pelatihan guru, serta kolaborasi dengan orang tua untuk menjaga kesinambungan nilai spiritual. Disarankan studi lanjutan yang mengevaluasi dampak jangka panjang integrasi spiritualitas terhadap pembentukan karakter dan prestasi akademik siswa dengan kajian longitudinal dan pendekatan eksperimen.