Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN SANITASI DENGAN KEBERADAAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KELURAHAN OESAPA KOTA KUPANG Arraniri, Bisriansyah; Sahdan, Mustakim; Rahayu, Tanti; Setyobudi, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48230

Abstract

Air merupakan elemen yang sangat krusial bagi keberlangsungan hidup manusia, baik dalam sektor pertanian, kegiatan domestik, maupun aktivitas perkantoran. Air minum yang memenuhi standar seharusnya bersifat bening, tidak memiliki warna, rasa, maupun bau. Kualitas air minum yang menurun secara mikrobiologi dapat menyebabkan penyakit yang diakibatkan oleh air minum salah satunya yaitu diare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara sanitasi tempat, sanitasi peralatan, serta higiene penjamah dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada depot air minum isi ulang yang beroperasi di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Adapun populasi dalam penelitian ini terdiri dari 60 depot air minum isi ulang yang berada di wilayah Kelurahan Oesapa. Sampel penelitian ini menggunakan teknik sampling random yaitu semua populasi dijadikan sampel, namun yang bersedia menjadi sampel berjumlah 50 depot. Variabel penelitian ini terdiri dari sanitasi tempat, sanitasi peralatan, dan higiene penjamah sebagai variabel independen dan variabel dependen yaitu keberadaan bakteri Escherichia coli pada depot air minum isi ulang. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner observasi checklist. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi tempat, sanitasi peralatan, serta higiene penjamah dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada depot air minum isi ulang, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p < 0,05. Ketidakhubungan ini disebabkan oleh tidak ditemukannya bakteri Escherichia coli pada sampel air minum isi ulang yang diperiksa.
GAMBARAN KELUHAN SUBJEKTIF KELELAHAN MATA PADA PEGAWAI PENGGUNA KOMPUTER DI KPU KABUPATEN SABU RAIJUA Bunga, Yunanda Alesandra; Setyobudi, Agus; Oematan, Grouse T.S
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47162

Abstract

Perkembangan teknologi digital menjadikan komputer sebagai alat utama dalam menunjang aktivitas kerja di berbagai sektor, termasuk instansi pemerintahan. Penggunaan komputer dalam durasi panjang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, salah satunya adalah kelelahan mata. Kondisi ini sering diabaikan meskipun berdampak pada kenyamanan dan produktivitas kerja. Fenomena ini perlu menjadi perhatian, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Sabu Raijua yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan mata dan masih minim penelitian sejenis. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 31 orang yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Visual fatigue Index (VFI) dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 responden (61%) mengalami kelelahan mata. Keluhan lebih banyak dialami oleh responden berusia ≥45 tahun (38,7%), laki-laki (41,9%), masa kerja >4 tahun (41,9%), penggunaan handphone >2 jam/hari (45,2%), tidak melakukan istirahat mata (16,1%), memiliki kelainan refraksi (41,9%), serta bekerja menggunakan komputer >4 jam/hari (25,8%) dan tanpa komputer <2 jam/hari (38,7%). Sebagian besar responden juga tidak menggunakan anti-glare screen (54,8%), kacamata anti radiasi (48,4%), dan bekerja dengan jarak monitor <50 cm (61,3%). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kelelahan mata umum terjadi pada pegawai pengguna komputer dengan durasi kerja visual tinggi dan kebiasaan kerja yang belum ergonomis. Diperlukan perhatian khusus pada aspek ergonomi dan edukasi perlindungan mata untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap penglihatan.
PENGEMBANGAN RUMAH KOMUNIKASI STUNTING MODEL KESKA DI DESA OINLASI, KECAMATAN MOLO SELATAN-KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Picauly, Intje; Landi, Soleman; Taloim, Aristarkhus; Setyobudi, Agus
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.504

Abstract

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 bahwa prevalensi stunting di Desa Oinlasi 37.2% lebih tinggi dari Kabupaten TTS (32.1%) daun jauh diatas angka rata-rata nasional (19.8%). Angka ini mencerminkan kondisi lapangan yang sulit akses terhadap pangan bergizi, air bersih, sanitasi layak, dan layanan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode kaji tindak inovasi dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan serta meningkatkan ekonomi keluarga berisiko Stunting. Kegiatan ini dilaksanakan untuk pengembangan inovasi rukom stunting dengan metode kaji tindak terkait aspek pemanfaatan lahan pakarangan dalam pemenuhan aspek kemandirian pangan di Wilayah Pelayanan Polindesa Desa Oinlasi Kecamatan Molo Selatan Kabupaten TTS dibulan Juli - September 2025. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tersedianya lokasi percontohan pemanfaatan lahan pekarangan dengan model pertanian hidroponik terintegrasi dengan peternakan kandang ayam atau Model KESKA dapat terus digalakkan dalam upaya memenuhi asupan gizi protein hewani, kemandirian pangan serta meningkatkan pendapatan keluarga
Peningkatan Pengetahuan Siswa di SMAN 1 Lobalain, Kabupaten Rote Ndao Parameswari Gustam, Tasalina Yohana; Setyobudi, Agus; Sir, Amelya B
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7154

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi semakin menjadi ancaman kesehatan masyarakat, termasuk pada kelompok usia remaja. Kurangnya pengetahuan mengenai faktor risiko dan dampak jangka panjang tekanan darah tinggi menjadi salah satu pemicu rendahnya kesadaran preventif di kalangan pelajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai PTM, khususnya hipertensi, melalui penyuluhan dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, dengan melibatkan 35 siswa sebagai peserta aktif. Materi yang disampaikan mencakup definisi hipertensi, faktor risiko, dampak terhadap organ tubuh, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar PTM dan pentingnya gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan. Diskusi yang berlangsung juga mengungkap adanya miskonsepsi umum yang berhasil diluruskan selama sesi berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang komunikatif dapat menjadi solusi efektif dalam membangun kesadaran kesehatan sejak usia sekolah. Hasil pengabdian ini penting sebagai langkah awal membentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap kesehatan dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
Ergonomic Risk Analysis on Traditional Weaving Workers on Semau Island Kupang Regency Ruliati, Luh Putu; Setyobudi, Agus; Talahatu, Anna Henny; Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 21 No 2 (2023): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol21.Iss2.1044

Abstract

Musculoskeletal disorder has caused casualty on traditional weaving workers. With manual equipment that uses no electricity, the workers do not apply anthropometry into their daily labor; resulting in working with bent position. Such condition forces the workers to be in a non-ergonomic work position. The research objective was to determine the relationship between work fatigue, workload, and work attitude with musculoskeletal disorders in traditional weaving workers. This research is an analytic descriptive research with a cross sectional study design. The sample in this study was 38 traditional weavers. The results showed that there was a relationship between work fatigue, workload, and work attitude with musculoskeletal disorders in traditional weaving workers on Semau Island, Kupang Regency with p-value <0.05. Workers can be given counseling and pamphlets regarding ergonomic and comfortable work, so as to avoid occupational safety and health problems.
Optimalisasi Proses Pemasakan Garam Tradisional Melalui Ergonomi dan Teknologi Bahan Bakar Oli Bekas Setyobudi, Agus; Ruliati, Luh Putu; Romeo, Petrus; Aspatria, Utma
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1728

Abstract

Pekerja pemasak garam di Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang menghadapi tantangan sikap kerja ergonomis dan ketergantungan pada bahan bakar konvensional yang kurang efisien dan berisiko terhadap kesehatan serta lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan serta menerapkan postur kerja ergonomis guna meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, pelatihan teknis, dan pendampingan langsung kepada kelompok pemasak garam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan energi, pengurangan keluhan fisik seperti nyeri punggung dan leher, serta peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya ergonomi dan keberlanjutan energi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa intervensi terpadu melalui teknologi bahan bakar alternatif dan edukasi ergonomi mampu memberikan dampak positif terhadap kualitas kerja dan keberlanjutan usaha garam lokal.
Hubungan antara Peran Individu, Iklim Organisasi, dan Tuntutan Pekerjaan dengan Stres Kerja pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Kota Kupang Yusuf Monito Kana Lede; Setyobudi, Agus; Christina Rony Nayoan; Ruliati, Luh Putu
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.4661

Abstract

Work stress does not appear suddenly, but is influenced by three main factors, namely individual factors, organizational factors (including individual roles and job demands), and environmental factors such as organizational climate. Stress in SLB teachers has a broad impact, both on teachers, students, and school institutions. The impacts include psychological and physical disorders, decreased performance, and serious health problems if not treated. This study was conducted at SLB Negeri Pembina Kupang City which has diverse student characteristics, such as blind, deaf, mentally retarded, physically disabled, and autism. This condition makes teachers face different challenges compared to teachers in other SLBs, so this study is considered relevant. The purpose of this study was to determine the factors related to work stress in SLB teachers. The study used an analytical observational approach with a cross-sectional design, implemented in May 2025. Data were collected through questionnaires from 35 teachers selected by simple random sampling from a total of 55 teachers. Data analysis was carried out using the chi-square test with a significance level of 0.005. The results show that individual roles have a significant relationship with work stress (p = 0.003), job demands are also significant (p = 0.002), and organizational climate is significantly related to work stress (p = 0.002).
RUMAH KOMUNIKASI STUNTING SEBAGAI WADAH PEMBENTUKAN PERILAKU DAN KEMANDIRIAN GIZI PANGAN DI WILAYAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Picauly, Intje; Marni, Marni; Landi, Soleman; Oematan, Grouse; Setyobudi, Agus
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.518

Abstract

Data SSGI tahun 2024 bahwa prevalensi stunting di Desa Oinlasi 37.2% lebih tinggi dari Kabupaten TTS (32.1%) daun jauh diatas angka rata-rata nasional (19.8%). Angka ini mencerminkan kondisi lapangan yang sulit akses terhadap pangan bergizi, air bersih, sanitasi layak, dan layanan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku tentang pangan, gizi dan kesehatan; meningkatkan kemandirian pangan serta meningkatkan ekonomi keluarga berisiko Stunting. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode kaji tindak terkait aspek edukasi pangan, gizi dan kesehatan serta pemanfaatan lahan pakarangan dalam pemenuhan aspek kemandirian pangan di Wilayah Pelayanan Polindesa Desa Oinlasi Kecamatan Molo Selatan Kabupaten TTS dibulan Juli - Agustus 2025. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terjadinya perubahan perilaku masyarakat terkait pangan, gizi dan kesehatan serta tersedianya lokasi percontohan pemanfaatan lahan pekarangan beserta hasil Perikanan dan peternakan terintegrasi dengan pertanian hidroponik (3K:Kolam, Kandang dan Kebun) atau Kebun Gizi. Disarankan agar kegiatan Inovasi RUKOM Stunting ini dapat terus digalakkan dalam upaya perubahan perilaku masyarakat untuk hidup bergizi dan sehat, mandiri pangan serta meningkatkan pendapatan keluarga.
Educational Leadership Models in Supporting Organizational Change Management in the Rice Milling Industry setyobudi, agus; Hartono, Sri
International Journal of Educational Insights and Innovations Vol. 2 No. 4 (2025): December 2025 - International Journal of Educational Insights and Innovations (
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organizational change has become an unavoidable necessity for the rice milling industry as it responds to technological advancement, market competition, and increasing demands for efficiency and quality. In this context, leadership that emphasizes learning, capacity building, and adaptive behavior plays a strategic role in guiding organizational transformation. This study aims to examine educational leadership models and their contribution to supporting effective change management within the rice milling industry. The research adopts a qualitative descriptive approach through case studies involving rice milling enterprises undergoing organizational change. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document analysis, and were analyzed using thematic analysis to identify leadership practices, change strategies, and their impacts on organizational performance. The findings indicate that educational leadership characterized by participatory decision-making, continuous learning, and empowerment of human resources significantly facilitates the change management process. Leaders who function as educators are able to enhance employee readiness, reduce resistance to change, and foster a culture of innovation and collaboration. This study concludes that the integration of educational leadership principles into organizational change management contributes to sustainable organizational development in the rice milling industry. The results are expected to provide theoretical contributions to leadership and change management studies, as well as practical implications for industry leaders facing similar transformation challenges.
Pengelolaan Sampah sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Lingkungan dan Derajat Kesehatan Masyarakat di RW 005 Kelurahan Lasiana, Kelapa Lima, Kota Kupang Setyobudi, Agus; Fernandez, Ergayona Purwaningsih Kensli; Mbaha, Erick Ndjuru; Hangge, Eufrasia Rofania; Koroh, Eunike Algiandra; Onlani, Feni Efelin; Mitang, Flora Oktavinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.4051

Abstract

Pengelolaan sampah merupakan salah satu aspek penting dalam upaya peningkatan kesehatan lingkungan dan derajat kesehatan masyarakat. Lingkungan yang tidak dikelola dengan baik, khususnya terkait dengan keberadan sampah yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan, seperti gangguan pernapasan akibat pembakaran sampah serta penurunan kualitas lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan intervensi terhadap kondisi lingkungan yang sesuai hasil observasi yang telah dilakukan sebelumnya. Pelaksanaan kegiatan di RT 021 dan RT 022/RW 005 Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, pada bulan Januari 2026. Metode yang digunakan meliputi observasi lingkungan, wawancara, pengisian kuesioner kepada 117 kepala keluarga, serta pelatihan dan edukasi pengolahan sampah. Intervensi yang dilaksanakan berupa edukasi pemilahan sampah, demonstrasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos padat, serta edukasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait edukasi sebesar 58%, untuk demonstrasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan pengolahan sampah plastik menjadi BBM telah dipahami oleh masyarakat yang ditandai dengan antusiasme saat tanya jawab dari masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakt ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga serta berkontribusi pada peningkatan kesehatan lingkungan dan derajat kesehatan masyarakat.