Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KORELASI ASPEK KOGNITIF TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS Anshari, Muhammad; Haluruk, John Davison; Aipipidely, Diana; Setyobudi, Agus
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 4 (2025): Vol. 7 No. 4 Edisi 3 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i4.3355

Abstract

Abstract: Tuberculosis (TB) remains one of the most significant public health issues globally. During treatment, the length of the treatment period often causes patients to feel bored. The aim of this study was to determine the correlation between cognitive aspects and the level of adherence to tuberculosis treatment. The research design used in this study was cross-sectional. The study was conducted at the Pacar Keling Health Center in September 2024. The study population consisted of all pulmonary TB patients at the Pacar Keling Health Center, totaling 37 patients. The sample size was 34 patients. The sampling technique used in this study was simple random sampling. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods. The results of the study showed a relationship between the level of knowledge (p-value: 0.000) and motivation (p-value: 0.004) with tuberculosis treatment adherence. It is recommended that the health center implement health promotion activities based on self-care to address patient non-adherence in improving adherence to the treatment program and enhancing the health status of pulmonary tuberculosis patients.Keywords: Compliance, Motivation, Knowledge.
HUBUNGAN SANITASI DENGAN KEBERADAAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KELURAHAN OESAPA KOTA KUPANG Arraniri, Bisriansyah; Sahdan, Mustakim; Rahayu, Tanti; Setyobudi, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48230

Abstract

Air merupakan elemen yang sangat krusial bagi keberlangsungan hidup manusia, baik dalam sektor pertanian, kegiatan domestik, maupun aktivitas perkantoran. Air minum yang memenuhi standar seharusnya bersifat bening, tidak memiliki warna, rasa, maupun bau. Kualitas air minum yang menurun secara mikrobiologi dapat menyebabkan penyakit yang diakibatkan oleh air minum salah satunya yaitu diare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara sanitasi tempat, sanitasi peralatan, serta higiene penjamah dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada depot air minum isi ulang yang beroperasi di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Adapun populasi dalam penelitian ini terdiri dari 60 depot air minum isi ulang yang berada di wilayah Kelurahan Oesapa. Sampel penelitian ini menggunakan teknik sampling random yaitu semua populasi dijadikan sampel, namun yang bersedia menjadi sampel berjumlah 50 depot. Variabel penelitian ini terdiri dari sanitasi tempat, sanitasi peralatan, dan higiene penjamah sebagai variabel independen dan variabel dependen yaitu keberadaan bakteri Escherichia coli pada depot air minum isi ulang. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner observasi checklist. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi tempat, sanitasi peralatan, serta higiene penjamah dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada depot air minum isi ulang, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p < 0,05. Ketidakhubungan ini disebabkan oleh tidak ditemukannya bakteri Escherichia coli pada sampel air minum isi ulang yang diperiksa.
GAMBARAN KELUHAN SUBJEKTIF KELELAHAN MATA PADA PEGAWAI PENGGUNA KOMPUTER DI KPU KABUPATEN SABU RAIJUA Bunga, Yunanda Alesandra; Setyobudi, Agus; Oematan, Grouse T.S
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47162

Abstract

Perkembangan teknologi digital menjadikan komputer sebagai alat utama dalam menunjang aktivitas kerja di berbagai sektor, termasuk instansi pemerintahan. Penggunaan komputer dalam durasi panjang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, salah satunya adalah kelelahan mata. Kondisi ini sering diabaikan meskipun berdampak pada kenyamanan dan produktivitas kerja. Fenomena ini perlu menjadi perhatian, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Sabu Raijua yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan mata dan masih minim penelitian sejenis. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 31 orang yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Visual fatigue Index (VFI) dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 responden (61%) mengalami kelelahan mata. Keluhan lebih banyak dialami oleh responden berusia ≥45 tahun (38,7%), laki-laki (41,9%), masa kerja >4 tahun (41,9%), penggunaan handphone >2 jam/hari (45,2%), tidak melakukan istirahat mata (16,1%), memiliki kelainan refraksi (41,9%), serta bekerja menggunakan komputer >4 jam/hari (25,8%) dan tanpa komputer <2 jam/hari (38,7%). Sebagian besar responden juga tidak menggunakan anti-glare screen (54,8%), kacamata anti radiasi (48,4%), dan bekerja dengan jarak monitor <50 cm (61,3%). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kelelahan mata umum terjadi pada pegawai pengguna komputer dengan durasi kerja visual tinggi dan kebiasaan kerja yang belum ergonomis. Diperlukan perhatian khusus pada aspek ergonomi dan edukasi perlindungan mata untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap penglihatan.
PENGEMBANGAN RUMAH KOMUNIKASI STUNTING MODEL KESKA DI DESA OINLASI, KECAMATAN MOLO SELATAN-KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Picauly, Intje; Landi, Soleman; Taloim, Aristarkhus; Setyobudi, Agus
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.504

Abstract

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 bahwa prevalensi stunting di Desa Oinlasi 37.2% lebih tinggi dari Kabupaten TTS (32.1%) daun jauh diatas angka rata-rata nasional (19.8%). Angka ini mencerminkan kondisi lapangan yang sulit akses terhadap pangan bergizi, air bersih, sanitasi layak, dan layanan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode kaji tindak inovasi dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan serta meningkatkan ekonomi keluarga berisiko Stunting. Kegiatan ini dilaksanakan untuk pengembangan inovasi rukom stunting dengan metode kaji tindak terkait aspek pemanfaatan lahan pakarangan dalam pemenuhan aspek kemandirian pangan di Wilayah Pelayanan Polindesa Desa Oinlasi Kecamatan Molo Selatan Kabupaten TTS dibulan Juli - September 2025. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tersedianya lokasi percontohan pemanfaatan lahan pekarangan dengan model pertanian hidroponik terintegrasi dengan peternakan kandang ayam atau Model KESKA dapat terus digalakkan dalam upaya memenuhi asupan gizi protein hewani, kemandirian pangan serta meningkatkan pendapatan keluarga
Peningkatan Pengetahuan Siswa di SMAN 1 Lobalain, Kabupaten Rote Ndao Parameswari Gustam, Tasalina Yohana; Setyobudi, Agus; Sir, Amelya B
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7154

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi semakin menjadi ancaman kesehatan masyarakat, termasuk pada kelompok usia remaja. Kurangnya pengetahuan mengenai faktor risiko dan dampak jangka panjang tekanan darah tinggi menjadi salah satu pemicu rendahnya kesadaran preventif di kalangan pelajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai PTM, khususnya hipertensi, melalui penyuluhan dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, dengan melibatkan 35 siswa sebagai peserta aktif. Materi yang disampaikan mencakup definisi hipertensi, faktor risiko, dampak terhadap organ tubuh, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar PTM dan pentingnya gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan. Diskusi yang berlangsung juga mengungkap adanya miskonsepsi umum yang berhasil diluruskan selama sesi berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang komunikatif dapat menjadi solusi efektif dalam membangun kesadaran kesehatan sejak usia sekolah. Hasil pengabdian ini penting sebagai langkah awal membentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap kesehatan dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
The Occurrence of Asthenopia among Online Gamers in Kupang City, East Nusa Tenggara Welkis, Anggie Elzha Yulindri; Berek, Noorce Christin; Setyobudi, Agus
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejhpb.2024.09.01.07

Abstract

Background: Data from WHO shows that asthenopia cases in the world range from 75-90%. Astenopia can result from excessive efforts of the vision system to obtain the quality of vision it should. Excessive online gaming habits have the potential to result in decreased vision quality. This problem needs to be considered because asthenopia is an early symptom sign of more serious visual impairment. This study aimed to discover an overview of the incidence of asthenopia among online game players in Kupang City based on the duration, distance of smartphones, body position, and eye rest while playing online games. Subjects and Method: It was a descriptive study conducted in Kupang City from March to April 2023. With a total of 378 online game players aged 15-24 years selected by purposive sampling. The dependent variable was the incidence of asthenopia. The independent variables were the duration of playing online games, the viewing distance of smartphone, body position, and eye rest. The data collection techniques used was questionnaires. The data were presented descriptively. Results: A total of 367 people (97.1%) complained about symptoms of eyestrain (asthenopia), 251 people (66.4%) played online games with a duration of >2 hours and other 127 people (33.6%) played online games <2 hours. 277 people (73.3%) used smartphones with a distance of <30 cm and other 101 people (26.7%) with a distance of >30 cm. 184 people (48.7%) played online games while lying down and 194 people (51.3%) sitting. 187 people (49.5%) did not do eye rest and as many as 191 people (50.5%) did eye rest consisting of 53 people (14.0%) doing micro break, 55 people (14.6%) doing mini break and 83 people (22.0%) doing maxi break. Conclusion: Different types of asthenopia have been discovered. The most common incidence of asthenopia is experienced by online game players with risky viewing distance of smartphone.
Ergonomic Risk Analysis on Traditional Weaving Workers on Semau Island Kupang Regency Ruliati, Luh Putu; Setyobudi, Agus; Talahatu, Anna Henny; Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 21 No 2 (2023): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol21.Iss2.1044

Abstract

Musculoskeletal disorder has caused casualty on traditional weaving workers. With manual equipment that uses no electricity, the workers do not apply anthropometry into their daily labor; resulting in working with bent position. Such condition forces the workers to be in a non-ergonomic work position. The research objective was to determine the relationship between work fatigue, workload, and work attitude with musculoskeletal disorders in traditional weaving workers. This research is an analytic descriptive research with a cross sectional study design. The sample in this study was 38 traditional weavers. The results showed that there was a relationship between work fatigue, workload, and work attitude with musculoskeletal disorders in traditional weaving workers on Semau Island, Kupang Regency with p-value <0.05. Workers can be given counseling and pamphlets regarding ergonomic and comfortable work, so as to avoid occupational safety and health problems.
Optimalisasi Proses Pemasakan Garam Tradisional Melalui Ergonomi dan Teknologi Bahan Bakar Oli Bekas Setyobudi, Agus; Ruliati, Luh Putu; Romeo, Petrus; Aspatria, Utma
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1728

Abstract

Pekerja pemasak garam di Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang menghadapi tantangan sikap kerja ergonomis dan ketergantungan pada bahan bakar konvensional yang kurang efisien dan berisiko terhadap kesehatan serta lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan serta menerapkan postur kerja ergonomis guna meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, pelatihan teknis, dan pendampingan langsung kepada kelompok pemasak garam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan energi, pengurangan keluhan fisik seperti nyeri punggung dan leher, serta peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya ergonomi dan keberlanjutan energi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa intervensi terpadu melalui teknologi bahan bakar alternatif dan edukasi ergonomi mampu memberikan dampak positif terhadap kualitas kerja dan keberlanjutan usaha garam lokal.
Hubungan antara Peran Individu, Iklim Organisasi, dan Tuntutan Pekerjaan dengan Stres Kerja pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Kota Kupang Yusuf Monito Kana Lede; Setyobudi, Agus; Christina Rony Nayoan; Ruliati, Luh Putu
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.4661

Abstract

Work stress does not appear suddenly, but is influenced by three main factors, namely individual factors, organizational factors (including individual roles and job demands), and environmental factors such as organizational climate. Stress in SLB teachers has a broad impact, both on teachers, students, and school institutions. The impacts include psychological and physical disorders, decreased performance, and serious health problems if not treated. This study was conducted at SLB Negeri Pembina Kupang City which has diverse student characteristics, such as blind, deaf, mentally retarded, physically disabled, and autism. This condition makes teachers face different challenges compared to teachers in other SLBs, so this study is considered relevant. The purpose of this study was to determine the factors related to work stress in SLB teachers. The study used an analytical observational approach with a cross-sectional design, implemented in May 2025. Data were collected through questionnaires from 35 teachers selected by simple random sampling from a total of 55 teachers. Data analysis was carried out using the chi-square test with a significance level of 0.005. The results show that individual roles have a significant relationship with work stress (p = 0.003), job demands are also significant (p = 0.002), and organizational climate is significantly related to work stress (p = 0.002).
RUMAH KOMUNIKASI STUNTING SEBAGAI WADAH PEMBENTUKAN PERILAKU DAN KEMANDIRIAN GIZI PANGAN DI WILAYAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Picauly, Intje; Marni, Marni; Landi, Soleman; Oematan, Grouse; Setyobudi, Agus
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.518

Abstract

Data SSGI tahun 2024 bahwa prevalensi stunting di Desa Oinlasi 37.2% lebih tinggi dari Kabupaten TTS (32.1%) daun jauh diatas angka rata-rata nasional (19.8%). Angka ini mencerminkan kondisi lapangan yang sulit akses terhadap pangan bergizi, air bersih, sanitasi layak, dan layanan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku tentang pangan, gizi dan kesehatan; meningkatkan kemandirian pangan serta meningkatkan ekonomi keluarga berisiko Stunting. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode kaji tindak terkait aspek edukasi pangan, gizi dan kesehatan serta pemanfaatan lahan pakarangan dalam pemenuhan aspek kemandirian pangan di Wilayah Pelayanan Polindesa Desa Oinlasi Kecamatan Molo Selatan Kabupaten TTS dibulan Juli - Agustus 2025. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terjadinya perubahan perilaku masyarakat terkait pangan, gizi dan kesehatan serta tersedianya lokasi percontohan pemanfaatan lahan pekarangan beserta hasil Perikanan dan peternakan terintegrasi dengan pertanian hidroponik (3K:Kolam, Kandang dan Kebun) atau Kebun Gizi. Disarankan agar kegiatan Inovasi RUKOM Stunting ini dapat terus digalakkan dalam upaya perubahan perilaku masyarakat untuk hidup bergizi dan sehat, mandiri pangan serta meningkatkan pendapatan keluarga.