Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Penjualan Garam: Studi kasus pada Perempuan Penjual Garam di Daerah Pesisir Jeneponto Kapriani Kapriani; Andi Hendra Syam; Ikhsan Amar Jusman; Nuzul Fadilah; Rahmat Fauzi
Al-Buhuts Vol. 21 No. 2 (2025): Al-Buhuts
Publisher : Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ab.v21i2.6910

Abstract

The purpose of this study is to analyse the appropriate marketing strategies to increase salt sales. This study was conducted in the coastal area of Nasara, Bangkala District, Jeneponto. The type of research is descriptive qualitative research. Data collection was carried out through interviews with respondents who were the main informants in this study. The population in this study were women salt sellers along the coast of Nasara, Jeneponto Regency. The sampling method used purposive sampling with a sample size of 15 respondents. Data analysis used the IFAS, EFAS and SWOT analysis techniques. The results of the analysis included the S-O Strategy, which is to utilise the local image as a salt production centre through local branding, affordable prices, digital promotion, partnerships with local businesses, and capacity building through government training programmes. The W-O Strategy involves overcoming weaknesses through processing and packaging training, business assistance for PIRT permits, establishing cooperatives, utilising modern and traditional distribution channels, providing attractive kiosks, and digital media-based promotion. The S-T Strategy involves maintaining the quality and authenticity of local salt, building customer loyalty, and managing supplies to anticipate price fluctuations and seasonal changes. The W-T strategy involves forming cooperatives to overcome capital and distribution constraints, diversifying products, and developing emergency production plans with warehouse storage support.  
Analisis Pengaruh  Kompetensi dan Pelatihan terhadap Kinerja Personel Kepolisian Melalui Self Efficacy pada Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan Baharuddin Baharuddin; Andi Hendra Syam; Andi Irfan; Suwardy Suwardy
POINT: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 8 No. 1 (2026): POINT JURNAL
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/point.v8i1.3254

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan pelatihan terhadap kinerja personel kepolisian melalui Self Efficacy pada Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka digunakan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, dengan teknik analisis data menggunakan analisis path. Hasil penelitian bahwa kompetensi memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan efikasi diri anggota kepolisian. Pelatihan memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan kemampuan dalam diri anggota kepolisian. Kompetensi memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan kinerjua personel kepolisian. Pelatihan memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan kinerjua personel kepolisian. Self Efficacy memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan kemampuan dalam diri anggota kepolisian. Self Efficacy terbukti mampu memediasi secara signifikan pengaruh kompetensi terhadap kinerja personel kepolisian. Self Efficacy terbukti mampu memediasi secara signifikan pengaruh pelatihan terhadap kinerja personel kepolisian.
Peningkatan Green Brand Equity Umkm Kuliner Di Makassar Melalui Eco-Friendly Marketing Service Quality Dan Sustainable Value Co-Creation Andi Hendra Syam
Khazanah Journal: Economics, Muamalah & Entrepreneurship Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM STIE Tri Dharma Nusantara - Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53654/kh.v3i2.806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan pemasaran ramah lingkungan dan penciptaan nilai berkelanjutan terhadap ekuitas merek hijau di kalangan UMKM kuliner di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksploratif. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner skala Likert yang diberikan kepada 200 pelanggan UMKM kuliner di Makassar, yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEMPLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan pemasaran ramah lingkungan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ekuitas merek hijau, dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,482 dan nilai p < 0,05. Selain itu, penciptaan nilai berkelanjutan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ekuitas merek hijau, dengan nilai koefisien sebesar 0,391 dan nilai p < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas layanan pemasaran yang ramah lingkungan dan keterlibatan pelanggan dalam penciptaan nilai berkelanjutan dapat meningkatkan citra, kepercayaan, dan loyalitas pelanggan terhadap merek hijau UMKM kuliner. Studi ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan literatur pemasaran hijau dan Logika Dominan Layanan dalam konteks UMKM kuliner lokal. Secara praktis, temuan ini dapat berfungsi sebagai referensi bagi praktisi UMKM dan pemerintah daerah dalam merancang strategi pemasaran berkelanjutan untuk memperkuat daya saing UMKM di era ekonomi hijau.
Pengaruh Pengalaman Pelanggan Terhadap Word Of Mouth Pada Jasa Kuliner Di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Andi Hendra Syam; Hasiah
Forum Cendekia: Jurnal Ilmiah Multidisipliner Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : DPW FORSILADI SULSEL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman pelanggan terhadap word of mouth (WOM) pada jasa kuliner di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana pengalaman yang dirasakan pelanggan dapat mendorong perilaku rekomendasi sebagai bentuk promosi dari mulut ke mulut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data primer dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner berbasis skala Likert kepada 120 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,12, sedangkan WOM memiliki nilai rata-rata 4,05. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap WOM (β = 0,68; p < 0,05) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,46. Hal ini berarti 46% variasi WOM dapat dijelaskan oleh pengalaman pelanggan. Kesimpulannya, pengalaman pelanggan merupakan faktor penting yang mendorong peningkatan WOM pada jasa kuliner. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat teori experiential marketing dalam konteks usaha kuliner lokal serta memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan sebagai strategi pemasaran yang efektif dan berkelanjutan.
Pengaruh Kompensasi Dan Pengembangan Karier Terhadap Kinerja Karyawan PT Telkom Witel Sulbagsel Makassar Sulistiawati; Andi Hendra Syam; Nurmega
Forum Cendekia: Jurnal Ilmiah Multidisipliner Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : DPW FORSILADI SULSEL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan pengembangan karier terhadap kinerja karyawan pada PT Telkom Witel Sulbagsel Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi yang dinyatakan dalam penelitian adalah 92 karyawan tetap, sedangkan data yang dianalisis dalam pengolahan statistik berjumlah 50 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, dan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien regresi 0,726, t-hitung 5,994, dan signifikansi 0,000. Sebaliknya, pengembangan karier memiliki koefisien regresi positif sebesar 0,036, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan t-hitung 0,274 dan signifikansi 0,785. Model penelitian memiliki nilai R sebesar 0,760 dan R Square sebesar 0,577, sehingga kompensasi dan pengembangan karier secara bersama-sama menjelaskan 57,7% variasi kinerja karyawan, sedangkan 42,3% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menunjukkan bahwa kompensasi merupakan faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan kinerja karyawan, sedangkan pengembangan karier tetap penting sebagai bagian dari strategi pengelolaan sumber daya manusia jangka panjang.
Pengaruh Pelatihan Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Maros M. Randi Saputra; Andi Hendra Syam; Andi Novita Paramitha
Forum Cendekia: Jurnal Ilmiah Multidisipliner Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : DPW FORSILADI SULSEL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pelatihan dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 70 orang responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 29. Sebelum pengujian hipotesis dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan uji validitas, uji reliabilitas, serta uji asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, yang ditandai dengan nilai signifikansi sebesar 0,055 (lebih besar dari 0,05). Sementara itu, kepuasan kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai signifikansi sebesar 0,022 (kurang dari 0,05). Secara simultan, pelatihan dan kepuasan kerja bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, yang dibuktikan dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,007 (di bawah 0,05). Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,138 menunjukkan bahwa kedua variabel independen tersebut mampu menjelaskan 13,8% variasi kinerja pegawai, sedangkan sisanya sebesar 86,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai secara parsial, sedangkan pelatihan tidak, namun kedua variabel secara bersama-sama tetap memberikan pengaruh yang signifikan.
Strategi Word Of Mouth Dalam Meningkatkan Jumlah Member Baru: Studi Etnografi Pada Member Alif Gym Makassar Andi Hendra Syam; Rais
Khazanah Journal: Economics, Muamalah & Entrepreneurship Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM STIE Tri Dharma Nusantara - Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53654/kh.v2i3.657

Abstract

Word of Mouth (WOM) strategies have become a key driver in increasing the number of new members at Alif Gym Makassar. This study uses an ethnographic approach to analyze how WOM is formed, practiced, and interpreted by the gym's member community. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with 10 active members, and social media content analysis. The results show that WOM at Alif Gym develops through four main mechanisms: (1) personal recommendations as an emotional bridge to reduce anxiety among prospective members, (2) visual practices such as social media posts as a form of social validation, (3) the role of informal opinion leaders in disseminating healthy lifestyle innovations, and (4) WOM as a symbol of solidarity and collective identity. These findings reinforce the theories of symbolic interactionism (Blumer, 1969) and diffusion of innovation (Rogers, 2003), by demonstrating that the power of WOM lies in the authenticity of experiences and the collective socio-cultural context of the Bugis-Makassar community. This study provides practical implications for the fitness industry to optimize community-based marketing strategies and interpersonal relationships
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP STRES KERJA PADA KARYAWAN PT. BANK MANDIRI REGIONAL CARD CENTER (RCC) Pratiwi Umar, Dian; Hendra Syam, Andi; Hafipah, Hafipah
JURNAL LENTERA BISNIS Vol. 15 No. 3 (2026): JURNAL LENTERA BISNIS, SEPTEMBER 2026
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34127/jrlab.v15i3.2527

Abstract

This study aims to analyze the influence of the work environment and compensation on work stress among employees at PT. Bank Mandiri Regional Card Center (RCC). The study employs a quantitative approach with a causal-associative design and a cross-sectional study method. The study population consists of 133 permanent employees actively working in 2025. The sample was determined using stratified random sampling and Slovin's formula with a 5% margin of error, resulting in 100 respondents. Data were collected via questionnaires using a 1–5 Likert scale, supplemented by observations and interviews. Data analysis was conducted using descriptive statistics, validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination, utilizing SPSS software. The results indicate that the work environment has a significant negative effect on work stress, with a calculated t-value of -7.806 and a significance level of 0.000. Compensation also has a significant negative effect on work stress, with a calculated t-value of -5.600 and a significance level of 0.000. Simultaneously, the work environment and compensation significantly influence work stress, as evidenced by a calculated F-value of 43.855 and a significance level of 0.000. The Adjusted R-Square value of 0.464 indicates that these two variables explain 46.4% of the variation in work stress, while the remaining 53.6% is explained by factors outside the model. Descriptively, the mean scores were 3.59 for the work environment, 3.24 for compensation, and 2.75 for work stress. Thus, improving the quality of the work environment and establishing a fair and adequate compensation system can play a crucial role in mitigating employee work stress within the RCC unit.
Pengaruh Kompensasi dan Kompetensi terhadap Kinerja pegawai Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Dicky Zulkarnain Rona Gah; Andi Hendra Syam
Economics and Digital Business Review Vol. 3 No. 1 (2022): Agustus - January
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v3i1.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui seberapa besar kompensasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai kejaksaan tinggi sulawesi selatan dan Untuk mengetahui seberapa besar kompetensi berpengaruh terhadap kinerja pegawai kejaksaan tinggi sulawesi selatan. Pengambilan Sampel dalam penelitian ini digunakan sebanyak 42 responden. teknik pengumpulan datanya adalah dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. adapun Variabel penelitian adalah Kompensasi (X1), Kompetensi (X2), dan kinerja Pegawai (Y). penelitian ini menggunakan analisis validitas dan kuantitatif,untuk menguji tingkat realibilitasnya dengan menggunakan cronbach Alpha dan kemudian data di olah dengan Analisis Regresi Liniear Berganda. Pengujuan Hipotesis menggnakan Uji t dengan taraf signifikansi 5%. penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS Versi 25. Dari hasil analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa Kinerja Pegawai di pengaruhi oleh variable Kompensasi dan Kompetensi. Hasil dari Determinasi (R2) satu variable terikat. Yaitu sebesar 0.970, yang artinya variable kinerja mampu menjelaskan kinerja pegawai sebesar 97% sementara sisanya 3% dipengaruhi oleh factor variable lain yang tidak diteliti. dari hasil perhitungan Uji t dapat dilihat bahwa variable Kompensasi dan Kompetensi secara parsial Berpengaruh terhadap kinerja pegawai.