Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kompetensi Komunikasi Digital Guru PAUD untuk Memperkuat Kolaborasi dengan Orang Tua Milenial dan Gen Z Upik Elok Endang Rasmani; Bambang Winarji; Jumiatmoko Jumiatmoko; Novita Eka Nurjanah; Nurul Shofiatin Zuhro; Anjar Fitrianingtyas
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1635

Abstract

Perkembangan teknologi dan digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi, termasuk dalam layanan pendidikan anak usia dini. Orang tua dari generasi milenial dan Generasi Z semakin aktif memanfaatkan berbagai platform digital untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi mengenai perkembangan anak. Namun, belum adanya standar baku komunikasi digital di lembaga PAUD sering menimbulkan ketidakkonsistenan dalam penyampaian informasi kepada orang tua, yang diperparah oleh keterbatasan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi digital guru PAUD dalam menjalin hubungan yang efektif dengan orang tua generasi milenial dan Gen Z, serta membantu penyusunan standar operasional prosedur (SOP) komunikasi digital di sekolah. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dengan pola kolaboratif yang melibatkan mitra dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Pelatihan dilaksanakan melalui metode pemaparan materi oleh ahli, diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung. Melalui kegiatan ini diharapkan guru mampu menerapkan keterampilan komunikasi digital secara konsisten dalam interaksi sehari-hari dengan orang tua, sehingga tercipta komunikasi yang lebih efektif, transparan, dan profesional dalam mendukung layanan pendidikan anak usia dini.
Pelatihan Artificial Intelligence untuk Guru PAUD dalam Mengembangkan Berpikir Kritis dan Kreatif Anak Usia Dini dalam Mendukung Keberhasilan SDGs Upik Elok Endang Rasmani; Anjar Fitrianingtyas
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1636

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya Artificial Intelligence (AI), menghadirkan tantangan bagi pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam menyiapkan anak menghadapi era digital. Anak usia dini perlu dibekali keterampilan berpikir kritis dan kreatif sejak dini sebagai bagian dari kompetensi abad ke-21 yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 4 tentang pendidikan berkualitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam memanfaatkan AI secara pedagogis guna merancang pembelajaran inovatif yang menstimulasi keterampilan berpikir kritis dan kreativitas anak usia dini. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan kolaboratif, yang melibatkan mitra secara aktif pada tahap identifikasi masalah, perencanaan program, pelaksanaan tindakan, serta evaluasi dan refleksi. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan dengan metode pemaparan ahli, diskusi, tanya jawab, dan praktik terbimbing. Kegiatan ini melibatkan 30 satuan PAUD dari total 301 satuan PAUD di Kota Surakarta, dengan pembatasan jumlah peserta karena keterbatasan waktu dan pendanaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan AI mampu meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru PAUD dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam pembelajaran, sehingga berpotensi mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PAUD serta pencapaian SDGs 4.
PHBS dalam Tinjauan Pedagogi Bermain dan Internalisasi Moral Anak Usia Dini Jumiatmoko Jumiatmoko; Upik Elok Endang Rasmani; Nurul Shofiatin Zuhro; Anjar Fitrianingtyas; Novita Eka Nurjanah
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 8 No 2 (2026): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v8i2.4825

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan keterampilan hidup mendasar bagi anak usia dini, namun implementasi pembelajarannya masih sering berfokus pada kepatuhan dan mengabaikan proses internalisasi moral. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bagaimana pedagogi berbasis bermain dapat menstimulasi PHBS sekaligus menumbuhkan nilai-nilai moral pada anak usia dini. Penelitian dilaksanakan dengan mengikuti pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Data disintesis dari berbagai studi yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 dari berbagai laman indeksasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pedagogi berbasis bermain yang bersifat simulatif, gamifikasi, dan konstruktif secara signifikan meningkatkan literasi kesehatan sekaligus menstimulasi perkembangan moral anak. Studi ini juga menemukan bahwa hidden curriculum dalam aktivitas bermain mampu mentransformasikan instruksi yang bersifat eksternal menjadi kesadaran moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pedagogi berbasis bermain merupakan sarana penting bagi stimulasi perkembangan anak secara holistik. Oleh karena itu, pendidik perlu mengintegrasikan stimulasi perkembangan moral dalam berbagai aktivitas bermain guna mewujudkan pendidikan yang berkelanjutan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN ANAK DENGAN MEDIA LOTTO ANGKA BERWARNA Dannisa Tri Hapsari; Warananingtyas Palupi; Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 13, No 1 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i1.99836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan dengan media lotto angka berwarna pada anak usia 4-5 tahun. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelas A yang berjumlah 24 anak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas oleh Kemmis Mc Taggart. Penelitian ini dilakukan selama 2 siklus, dengan setiap siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Sumber data penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu anak dan guru kelas kelompok A, sedangkan sumber data sekunder didapat dari arsip atau dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian dan dokumentasi pada saat anak menggunakan media lotto angka berwarna dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketuntasan kemampuan mengenal lambang bilangan dengan media lotto angka berwarna pada anak kelompok A usia 4-5 tahun meningkat dari pratindakan terdapat 10 anak (41,66%) tuntas, siklus I terdapat 14 anak (58,33%) tuntas, dan siklus II terdapat 21 anak (87,50%) tuntas. Berdasarkan uraian data di atas dapat disimpulkan bahwa menggunakan media lotto angka berwarna dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada kelompok A usia 4-5 tahun.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU MAKAN ANAK Anisa Rosilawati Qurotul A'yun; Anayanti Rahmawati; Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i1.72063

Abstract

Picky eater ialah permasalahan yang dihadapi oleh mayoritas orang tua ketika menangani anaknya contohnya seperti anak yang rewel saat diberi makan, anak yang sulit makan dan anak yang cenderung memilih makanan. Salah satunya yang memengaruhi kebiasaan makan anak ialah pola asuh orang tua. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) mengetahui apakah terdapat hubungan antara pola asuh demokratis dengan perilaku makan,  (2) mengetahui apakah terdapat hubungan antara pola asuh otoriter dengan perilaku makan serta (3) mengetahui apakah terdapat hubungan antara pola asuh permisif dengan perilaku makan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel berjumlah 54 orang tua dari TK Aisyiyah 20 Pajang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengunaan kuesioner mengenai pola asuh orang tua yaitu The Psychometric Properties of Parenting Styles and Dimensions Questionnaire - Short Form (PSDQ-SF) dan kuesioner perilaku makan yaitu Children Eating Behaviour Questionnaire (CEBQ) yang dibagikan kepada wali murid di TK Aisyiyah 20 Pajang dan wawancara dengan guru kelas mengenai perilaku makan ketika berada di sekolah. Penelitian menunjukkan hasil bahwa berdasarkan perhitungan Spearman didapat koefisien 0,965, maka terdapat hubungan di antara model pola asuh orang tua dengan perilaku makan anak.
PENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI KEGIATAN EKSPERIMEN SAINS ANAK USIA 5-6 TAHUN Haliza Aprilia Nurjannah; Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 13, No 2 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i2.99917

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu bagian aspek perkembangan anak yang mengalami berkembang cukup pesat. Kemampuan berpikir kritis membentuk anak untuk memiliki pribadi yang teliti, bertanggung jawab, tidak mudah menyerah, dan memiliki karakter yang baik dalam membuat keputusan. Faktanya, tidak semua anak memiliki kemampuan berpikir kritis yang berkembang dengan optimal. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan eksperimen sains pada anak usia 5-6 tahun. Indikator penelitian ini yaitu mengobservasi, merumuskan masalah, menganalisis, dan mengevaluasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 20 anak. Sumber data penelitian ini adalah guru dan anak. Teknik pengumpulan data dengan tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik uji validitas dengan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif. Tahap prosedur penelitian dilakukan mulai dari tahap perancanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis mengalami peningkatan dimulai pratindakan yang diperoleh ketuntasan 25%, ketuntasan 40% pada siklus I, dan ketuntasan 75% pada siklus II. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan melalui kegiatan eksperimen sains dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KESETARAAN GENDER MELALUI METODE ROLE-PLAYING PADA ANAK KELOMPOK B Niken Suci Dwi Anggraini Apriana; Warananingtyas Palupi; Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 12, No 3 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i3.73035

Abstract

Kesetaraan gender merupakan hal yang masih menjadi polemik dikalangan Masyarakat Indonesia dikarenakan budaya patriarki yang masih melekat. Oleh karena itu penelitian bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kesetaraan gender melalui metode role playing pada anak kelompok B. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini meliputi anak kelompok B, informan (guru kelas B), dan dokumen (RPPH, buku penilaian, instrument penilaian anak, analisis hasil evaluasi belajar anak, dan rekaman proses pembelajaran). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil dari tindakan penelitian yang telah dilakukan tentang peningkatan pemahaman kesetaraan gender anak kelompok B, yaitu anak yang mendapatkan nilai tuntas pada kondisi awal (pratindakan) sebanyak 9% (2 anak), sedangkan pada siklus I 46% (10 anak), dan pada siklus II 82% (18 anak). Hasil tersebut sudah melebihi target indikator yang ditetapkan peneliti yaitu 80%. Hal ini membuktikan bahwa adanya peningkatan pemahaman kesetaraan gender setelah diberikan stimulasi melalui metode role playing pada anak kelompok B.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA HURUF UNTUK ANAK USIA 5 - 6 TAHUN Alifah Rosita Yahya; Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.101245

Abstract

Membaca adalah langkah awal yang penting bagi anak usia dini. Pada tahap ini, anak mulai mengenali bunyi, huruf, suku kata, dan kata-kata yang mewakilinya. Membaca merupakan indikator penting keberhasilan di masa depan, baik dalam dunia akademis, aktivitas sosio-emosional, dan kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini yaitu meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui permainan ular tangga huruf pada anak usia 5-6 tahun. Subjek penelitian ini yakni anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 20 anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas selama 2 siklus. Data penelitian dikumpulkan dengan cara observasi, tes unjuk kerja, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan uji validitas dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan persentase untuk mengukur besar peningkatan kemampuan membaca anak setelah penerapan permainan ular tangga huruf. Analisis kualitatif memakai model Miles & Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya pengaruh permainan ular tangga huruf dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan keberhasilan siklus, yaitu dari 50% menjadi 90%. Penelitian ini bermanfaat bagi peneliti lain untuk mengembangkan kemampuan membaca permulaan melalui permainan ular tangga huruf. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menciptakan media yang lebih awet, inovatif, serta mengeksplorasi faktor lain agar kegiatan lebih menarik dan sesuai kebutuhan mereka.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Riska Fahmawati; Upik Elok Endang Rasmani; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 1 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i1.102288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak berusia 5-6 tahun dan orang tua di PAUD IT Nur Hidayah Surakarta. Sedangkan untuk sampelnya merupakan seluruh populasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yakni non probability sampling dengan jenis sampling jenuh. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara dan kuesioner. Validitas instrumen berdasarkan pertimbangan expert judgement dan bantuan SPSS 25 for Windows. Reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh demokratis, otoriter, permisif dengan kemandirian anak yang ditunjukkan dari hasil uji korelasi masing-masing sebesar 0,844, 0,764, 0,780 dengan signifikansi kurang dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ketiga pola asuh memiliki hubungan dengan kemandirian anak. Sehingga bisa dikatakan bahwa pola asuh merupakan satu dari beberapa faktor yang mempengaruhi kemandirian anak.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MEDIA PUZZLE ANGKA INTERAKTIF Intan Tri Permadani; Anjar Fitrianingtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 3 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i3.116209

Abstract

Kemampuan berhitung merupakan salah satu aspek kognitif yang penting dikembangkan pada anak usia dini sebagai dasar dalam memahami konsep matematika selanjutnya. Penguasaan kemampuan kemampuan berhitung pada sebagaian anak masih belum optimal. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan media puzzle angka interaktif. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek sebanyak 25 anak pada Kelompok B. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing dibagi menjadi tiga kali pertemuan. Indikator yang diukur adalah kemampuan membilang, mengurutkan angka, pengenalan konsep angka, serta mengaitkan lambang bilangan. Metode pengumpulan datanya berupa observasi, unjuk kerja, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya berupa analisis kuantitatif dan analisis kualitatif dengan cara triangulasi sumber. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat diketahui bahwa ada peningkatan kemampuan berhitung anak, dimana persentasenya naik dari 24% (pratindakan) menjadi 52% pada siklus I, meningkat menjadi 92% pada siklus II. Capaian tersebut telah melampaui batas ketuntasan minimal sebesar 75%. Dengan demikian, penggunaan media puzzle angka interaktif efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun.