Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBANTUAN APLIKASI LECTORA INSPIRE PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK KELAS V SEKOLAH DASAR Nadila; Vika Martahayu; Erika Fitri Wardani
JBES (Journal Basic Education Skills) Vol 3 No 3 (2025): JBES (Journal Basic Education Skills)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/jbes.v3i3.343

Abstract

This research was motivated by students' boredom in learning activities, necessitating engaging learning media that align with the current technological era, namely the 4.0 industrial revolution, or in other words, digital-based learning. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The research subjects were fifth-grade students of SD Negeri 12 Muntok. The development of interactive multimedia using the Lectora Inspire application for science learning in fifth-grade elementary school aimed to produce valid, practical, and effective learning media. The validity of the product was assessed through validation by media experts (70%, valid category), content experts (100%, highly valid), and language experts (96%, highly valid). Practicality was evaluated through a small-scale trial (5 students, 96%, highly practical), a large- scale trial (20 students, 86%, highly practical), and teacher assessment (97.5%, highly practical). The effectiveness of the product was demonstrated through pre-test and post-test analyses, which showed a significant improvement in students’ understanding after using the multimedia. Interactive features such as animations, simulations, and practice questions made the material more engaging and easier to understand. Based on validation and trial results, this interactive multimedia was deemed highly valid, highly practical, and effective in enhancing science learning outcomes for fifth-grade elementary students. This media offers an innovative solution to support a more interactive and effective learning process.
A ANALISIS TINGKAT KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA PADA MATA KULIAH MULTIMEDIA PEMBELAJARAN Nadila; Granita
Al-'Adad: Jurnal Tadris Matematika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan literasi digital mahasiswa Pendidikan Matematika pada mata kuliah Multimedia Pembelajaran di Universitas islam negeri Sultan Syarif Kasim Riau . Literasi digital merupakan keterampilan penting abad ke-21, terutama dalam konteks pendidikan berbasis teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 33 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa angket tertutup dengan skala likert yang disusun berdasarkan empat indikator literasi digital, yaitu: kemampuan pencarian internet, panduan arah hypertext, evaluasi konten informasi, dan penyusunan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori sedang dengan persentase 63.63% untuk keempat indikator tersebut. Meskipun tidak ditemukan responden dalam kategori rendah pada beberapa indikator, penguatan kemampuan masih dibutuhkan, khususnya dalam aspek berpikir kritis dan analitis. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan strategi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan literasi digital secara kognitif, pedagogis, dan afektif.
Land Dispute Conflict Reviewed from the Perspective of Agrarian Politics (A Study in Penandingan Village, Rantau Bayur District, Banyuasin Regency) Nadila; Kun Budianto; Reni Apriani
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.2662

Abstract

This study discusses the land dispute conflict in Penandingan Village, Rantau Bayur District, Banyuasin Regency, from the perspective of agrarian politics. The conflict arose due to the construction of the Extra High Voltage Air Transmission (SUTET) project by PT PLN (Persero), which created tensions between the local community and the company regarding land ownership, clarity of compensation, and overlapping land certificates. This research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach to explore the dynamics of agrarian politics and the impacts of the conflict. The findings reveal that this conflict reflects the inequality of land ownership, the weakness of legal protection for local communities, and the limited involvement of residents in development decision-making processes. Although conflict resolution efforts have been carried out through mediation, they have not addressed the root causes, namely fair land redistribution and formal legal recognition of land managed by communities for generations. The agrarian conflict in Penandingan Village demonstrates the weak implementation of agrarian reform and the lack of state support for rural communities, indicating the urgent need for fair, transparent, and pro-people agrarian policies to prevent similar conflicts in the future.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KELUARGA DALAM MERAWAT PENDERITA HIPERTENSI nadila; Nadila Cesar Wuri; Ardiansyah; Tasya Anggraini
Journal Of Nursing Science Research Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Nursing Science Research
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/36qsqh82

Abstract

Family stress is a psychological and emotional response that arises due to pressure during caring for family members with chronic diseases including hypertension. This study aims to determine the factors associated with family stress in caring for patients with hypertension. This study used a cross-sectional design and data analysis techniques using the Chi-square test, with a sample of 106 respondents taken by purposive sampling from all families caring for patients with hypertension in the Girimaya Community Health Center Working Area in 2025. The results showed that factors significantly associated with family stress were financial burden (ρ = 0.000), level of knowledge (ρ = 0.000), employment status (ρ = 0.010), duration of illness (ρ = 0.000), and complications (ρ = 0.007). The conclusion of this study is that financial burden, level of knowledge, employment status, duration of illness, and complications in Hypertension patients have a relationship with the level of family stress in caring for Hypertension patients in the Girimaya Community Health Center Working Area in 2025. It is hoped that patient families can increase their knowledge about Hypertension management through health education, while the community health center can expand health promotion programs for families/caregivers. This study is also expected to be a reference for educational institutions and a basis for developing further research with a wider range of variables.
Penguatan Peran Aparat Desa Kotandelu melalui Pelatihan Teknologi Digital Canva dan AI sebagai Upaya Modernisasi Administrasi Desa: Pengabdian Zaina Anwar; Tiara Oktaviani; Helena Hale; Veronika Dua Riong; Sisilia Dua Bura; Maria Hestiana; Hasriani; Yeyen; Nadila; Yohanis Marianus Deku; Rony Hacarmawi Nauf; Fransiska Fritilia; Vinsesnsuis Herianto Ndori
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4903

Abstract

Administrasi desa yang masih dikelola secara manual sering menjadi hambatan dalam mewujudkan tata kelola desa yang modern, efisien, dan transparan. Aparat Desa Kotandelu masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital, terutama dalam penyusunan dokumen resmi dan pembuatan desain publikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat peran aparat desa melalui pelatihan penggunaan aplikasi desain Canva dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai upaya modernisasi administrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan tahapan observasi awal, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya penguatan peran aparat desa dalam melaksanakan administrasi dan publikasi dengan lebih cepat, efisien, dan mandiri. Canva memudahkan aparat desa menghasilkan media informasi tanpa bergantung pada pihak luar, sedangkan AI membantu mempercepat penyusunan dokumen administratif dengan akurasi tinggi. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa literasi digital berperan penting dalam meningkatkan efektivitas kerja aparatur desa dan kualitas layanan publik. Dengan demikian, pelatihan Canva dan AI terbukti menjadi strategi sederhana namun tepat sasaran dalam mendorong penguatan peran aparat desa di era digital. Ke depan, penguasaan teknologi digital diharapkan dapat diperluas agar aparat desa semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menghadirkan layanan administrasi yang lebih profesional, transparan, dan inovatif.
Peningkatan Kesadaran Mitigasi Bencana Alam pada Siswa SDK Kotandelu melalui kegiatan Simulasi Gempa Bumi: Pengabdian Yohanis Marianus Deku; Sisilia Dua Bura; Fransiska Fritilia; Nadila; Zaina Anwar; Tiara Oktaviani; Helena Hale; Veronika Dua Riong; Maria Hestiana; Hasriani; Yeyen; Ronny Hacarmawi Nauf
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4904

Abstract

Kegiatan mitigasi bencana merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa terhadap ancaman bencana alam, khususnya gempa bumi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 03 September 2025 di Aula SDK Kotandelu dengan peserta seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Sebelum kegiatan dimulai, guru terlebih dahulu mengarahkan siswa untuk berkumpul, mengingat mereka belum pernah memperoleh materi terkait bencana alam sebelumnya. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, simulasi gempa bumi, serta pemutaran lagu edukatif tentang mitigasi bencana. Berdasarkan hasil kegiatan, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, baik saat menerima materi maupun saat mengikuti simulasi. Beberapa siswa juga aktif bertanya mengenai penyebab terjadinya gempa bumi, yang menunjukkan adanya rasa ingin tahu dan pemahaman yang berkembang. Hasil ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menegaskan bahwa edukasi bencana melalui pendekatan partisipatif dan simulasi nyata dapat meningkatkan kesiapsiagaan anak-anak di sekolah. Dengan demikian, kegiatan mitigasi bencana ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan dasar dalam menghadapi gempa bumi secara lebih tenang dan terarah.
Dampak Program Sosialisasi Posyandu Reamaja Terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Remaja di Desa Kotandelu: Pengabdian Maria Hestiana; Hasriani; Yeyen; Ronny Hacarmawi Nauf; Yohanis Marianus Deku; Sisilia Dua Bura; Fransiska Fritilia; Nadila; Zaina Anwar; Tiara Oktaviani; Helena Hale; Veronika Dua Riong
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4905

Abstract

Kesehatan remaja merupakan aspek penting dalam keberlanjutan pembangunan masyarakat, sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan yang menekankan pentingnya kesehatan anak dan peserta didik untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Masa remaja adalah fase transisi yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental, sehingga diperlukan pendekatan promotif dan preventif melalui program terintegrasi. Posyandu Remaja hadir sebagai inovasi layanan kesehatan berbasis masyarakat yang memberikan edukasi mengenai gizi, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta pencegahan stunting.Sosialisasi Posyandu Remaja di Desa Kotandelu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka yang dilaksanakan pada 21 Agustus 2025 bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan. Kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, kolaborasi dengan kader posyandu dan bidan desa, serta pemeriksaan kesehatan sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari remaja, peningkatan pemahaman tentang manfaat Posyandu Remaja, serta terbentuknya motivasi untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan rutin.Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan Posyandu Remaja di Desa Kotandelu dapat berjalan secara berkelanjutan, menjadi wadah pembinaan, komunikasi, serta pencegahan masalah kesehatan remaja, sehingga tercipta generasi yang sehat, produktif, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan desa. Dampak nyata yang terlihat adalah meningkatnya kedisiplinan remaja untuk hadir secara rutin di posyandu, kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini, serta tumbuhnya perilaku hidup sehat seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan bergizi, dan menghindari perilaku berisiko. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kepedulian sosial remaja terhadap lingkungan dan teman sebaya. Secara keseluruhan, sosialisasi Posyandu Remaja di Desa Kotandelu mampu membentuk generasi muda yang sehat, produktif, percaya diri, dan berdaya saing, serta diharapkan berkontribusi bagi kemajuan desa secara berkelanjutan.
Counteracting the Impact of Online Gender-Based Violence of False Allegations Using the 5R Method on UNIMUDA Sorong Students, Southwest Papua Rumlus, Muhamad Hasan; Pamungkas, Agfajrina Cindra; Nadila
Ilomata International Journal of Social Science Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijss.v7i1.1972

Abstract

Advances in digital technology in addition to bringing benefits also pose new risks in the form of Online Gender-Based Violence (KBGO), one of which is false accusations or false accusations that can damage students' reputations. This condition is rampant in the campus environment, including at UNIMUDA Sorong, Southwest Papua, where students are a vulnerable group due to low digital literacy in identifying and handling KBGO cases. The research method used was a quantitative approach through a survey of 159 students with two stages, namely a pre-test to measure initial understanding and a post-test to see the impact of the intervention. The results showed a significant improvement in students' understanding of KBGO, courage to refuse, and case reporting skills after the intervention. The findings also point to other forms of GBV such as cyberbullying, impersonation, and non-consensual image sharing.