Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENERAPKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA SOAL NON-RUTIN BERBASIS LITERASI NUMERASI DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Jihan Ferina; Andi Aras; Zulfiqar Busrah; Nurwahida
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.763

Abstract

Kemampuan siswa dalam menerapkan pemahaman konsep matematika pada soal non-rutin berbasis literasi numerasi masih menjadi tantangan, terutama ketika soal menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi. Selain faktor kognitif, tingkat ketahanan siswa yang tercermin dalam Adversity Quotient (AQ) diduga memengaruhi cara siswa merespons kesulitan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam menerapkan pemahaman konsep matematika pada soal non-rutin berbasis literasi numerasi ditinjau dari kategori AQ (Quitter, Camper, dan Climber). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 12 siswa kelas X MAN 1 Parepare. Pengumpulan data dilakukan melalui angket AQ, tes tertulis soal non-rutin yang disusun berdasarkan proses literasi matematis (merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan), wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tipe AQ memiliki karakteristik berbeda dalam proses literasi matematis. Siswa tipe Quitter cenderung berhenti pada tahap merumuskan dan menunjukkan daya juang rendah. Siswa tipe Camper mampu merumuskan dan sebagian menggunakan strategi, namun kurang konsisten pada tahap interpretasi. Sementara itu, siswa tipe Climber menunjukkan proses penyelesaian yang lebih sistematis, reflektif, dan gigih. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan menyelesaikan soal non-rutin tidak hanya ditentukan oleh penguasaan konsep, tetapi juga oleh ketahanan dalam menghadapi kesulitan. Oleh karena itu, penguatan Adversity Quotient penting dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa.
PENGETAHUAN LOKAL NELAYAN BUGIS DALAM ESTIMASI JARAK DAN WAKTU: KAJIAN ETNOMATEMATIKA PADA AKTIVITAS MELAUT Sri Wahyuni; Zulfiqar Busrah; Andi Aras; Azmidar Azmidar
De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/defermat.v9i1.2521

Abstract

This study aims to uncover the concept of ethnomathematics in the practice of distance and time estimation in the fishing activities of Bugis fishermen on the coast of Cempae, Parepare City. The study used a qualitative approach with ethnographic methods. Data were obtained through participatory observation and in-depth interviews with three informants, then analyzed using the Spradley model which includes domain analysis, taxonomy, components, and cultural themes. The results show that fishermen utilize local knowledge in determining direction, distance, and time through natural signs such as islands, seabirds, water color, and the position of the sun (lettu esso ri ulunna). Four main domains were found, namely determining position using islands and seabirds as directional references, determining distance based on fishing experience, determining time through the position of the sun and weather conditions, and observing marine environmental conditions through water color and ocean currents. These four domains are interrelated in supporting fishermen's fishing activities. The cultural theme reveals the integration of local knowledge with mathematical concepts through measuring, counting, locating, and designing activities. The estimation carried out by fishermen remains relevant because it is contextual and adaptive.