p-Index From 2021 - 2026
10.008
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Sosial Budaya SOSIOLOGI NUSANTARA At-Tawassuth: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) IKRA-ITH EKONOMIKA Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurnal Kajian Gender dan Anak Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Areopagus : Jurnal Pendidikan dan Teologi Kristen Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Aceh Anthropological Journal Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP) Studia Sosia Religia: Jurnal Studi Agama-Agama Jurnal Abdi Mas Adzkia Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Malikussaleh Social and Political Reviews Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Comprehensive Science Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Jurnal Mahasiswa Kreatif Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS) Sosial : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Aceh Anthropological Journal

KEARIFAN LOKAL MINUMAN TRADISIONAL TUAK DALAM MERAJUT HARMONI SOSIAL DI TAPANULI BAHAGIAN UTARA Firmando, Harisan Boni
Aceh Anthropological Journal Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v4i2.3121

Abstract

: Tulisan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana minuman tradisional tuak sebagai bagian dari kearifan lokal bermanfaat bagi individu dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bagi individu tuak merupakan minuman yang bermanfaat bagi kesehatan sedangkan bagi masyarakat tuak berfungsi sebagai alat untuk bersosialisasi. Seiring dengan produksi tuak yang berkualitas perlu dilakukan pengembangan kedai (lapo) tuak menjadi tempat yang bersih dan nyaman, sehingga pengunjung yang datang dapat menjadi pelanggan. Kepercayaan Batak tradisional menjadikan tuak sebagai sajian untuk roh-roh nenek moyang atau orang yang sudah meninggal, kini penyajian tuak menjadi berkembang pada berbagai acara dukacita dan sukacita. Dengan demikian minuman tradisional tuak memiliki fungsi kesehatan, fungsi ekonomi, fungsi sosial, fungsi keagamaan (religi), dan fungsi simbolik sehingga dapat merajut harmoni sosial.
Kearifan Lokal Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu dalam Merajut Harmoni Sosial di Kawasan Danau Toba Firmando, Harisan Boni
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i1.4613

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana sistem kekerabatan dalihan na tolu sebagai bagian dari kearifan lokal bermanfaat bagi individu dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi dokumen dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bagi individu sistem kekerabatan dalihan na tolu merupakan pedoman dalam berperilaku sedangkan bagi masyarakat dalihan na tolu memiliki fungsi simbolik dalam segala aspek kehidupan. Sistem kekerabatan dalihan na tolu bersifat religius magis sehingga menjadi norma dalam masyarakat yang menyebabkan masyarakat dapat hidup harmonis.  Seiring dengan perkembangan zaman yang begitu pesat perlu dilakukan pelestarian nilai-nilai sistem kekerabatan dalihan na tolu karena mengedepankan prinsip musyawarah, persaudaraan, persahabatan dan kerukunan dalam segala bidang kehidupan. Dengan demikian sistem kekerabatan dalihan na tolu memiliki fungsi sosial, fungsi keagamaan, dan fungsi simbolik sehingga dapat merajut harmoni sosial.
AKTUALISASI STATUS SOSIAL MELALUI UPACARA ADAT MASYARAKAT BATAK TOBA DI KAWASAN DANAU TOBA Harisan Boni Firmando
Aceh Anthropological Journal Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v6i1.5721

Abstract

This paper aims to see the extent to which the provision of food and drink in the traditional ceremonies of the Batak Toba people is a means of actualizing social status. This study uses qualitative methods with data collection techniques of observation, interviews, document studies and focus group discussions (FGD). The results show that there is a relationship between culture and social status, where traditional ceremonies are the arena for the Toba Batak community to actualize social status. Actualization of social status is carried out through efforts to give gifts in the form of giving and receiving food and drinks in various traditional ceremonies among relatives. In principle, the provision of food and drink is only given in a perfunctory manner, in accordance with the rules or habits that have been carried out by the ancestors or previous parents, but now there has been a change. Ironically, the change is not because of important situations and needs, but because of self-actualization efforts to show family identity or someone who is in a high social class.Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pemberian makanan dan minuman dalam upacara adat masyarakat Batak Toba menjadi sarana aktualisasi status sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi dokumen dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat relasi antara budaya dan status sosial, dimana upacara adat menjadi arena masyarakat Batak Toba untuk mengaktualisasikan status sosial. Aktualisasi status sosial dilakukan melalui usaha-usaha memberikan hadiah yang berupa pemberian dan penerimaan makanan dan minuman dalam berbagai upacara adat di antara unsur kerabat. Pemberian makanan dan minuman pada prinsipnya hanya diberikan ala kadarnya, sesuai dengan aturan atau kebiasaan yang telah dijalankan oleh leluhur atau orang tua terdahulu, namun kini telah terjadi perubahan. Ironisnya perubahan tersebut bukan karena situasi dan kebutuhan yang penting, namun karena adanya upaya mengaktualisasikan diri untuk menunjukkan identitas keluarga atau seseorang yang berada pada kelas sosial yang tinggi.
KEARIFAN LOKAL MINUMAN TRADISIONAL TUAK DALAM MERAJUT HARMONI SOSIAL DI TAPANULI BAHAGIAN UTARA Harisan Boni Firmando
Aceh Anthropological Journal Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v4i2.3121

Abstract

: Tulisan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana minuman tradisional tuak sebagai bagian dari kearifan lokal bermanfaat bagi individu dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bagi individu tuak merupakan minuman yang bermanfaat bagi kesehatan sedangkan bagi masyarakat tuak berfungsi sebagai alat untuk bersosialisasi. Seiring dengan produksi tuak yang berkualitas perlu dilakukan pengembangan kedai (lapo) tuak menjadi tempat yang bersih dan nyaman, sehingga pengunjung yang datang dapat menjadi pelanggan. Kepercayaan Batak tradisional menjadikan tuak sebagai sajian untuk roh-roh nenek moyang atau orang yang sudah meninggal, kini penyajian tuak menjadi berkembang pada berbagai acara dukacita dan sukacita. Dengan demikian minuman tradisional tuak memiliki fungsi kesehatan, fungsi ekonomi, fungsi sosial, fungsi keagamaan (religi), dan fungsi simbolik sehingga dapat merajut harmoni sosial.
Kearifan Lokal Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu dalam Merajut Harmoni Sosial di Kawasan Danau Toba Harisan Boni Firmando
Aceh Anthropological Journal Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v5i1.4613

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana sistem kekerabatan dalihan na tolu sebagai bagian dari kearifan lokal bermanfaat bagi individu dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi dokumen dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bagi individu sistem kekerabatan dalihan na tolu merupakan pedoman dalam berperilaku sedangkan bagi masyarakat dalihan na tolu memiliki fungsi simbolik dalam segala aspek kehidupan. Sistem kekerabatan dalihan na tolu bersifat religius magis sehingga menjadi norma dalam masyarakat yang menyebabkan masyarakat dapat hidup harmonis.  Seiring dengan perkembangan zaman yang begitu pesat perlu dilakukan pelestarian nilai-nilai sistem kekerabatan dalihan na tolu karena mengedepankan prinsip musyawarah, persaudaraan, persahabatan dan kerukunan dalam segala bidang kehidupan. Dengan demikian sistem kekerabatan dalihan na tolu memiliki fungsi sosial, fungsi keagamaan, dan fungsi simbolik sehingga dapat merajut harmoni sosial.
Co-Authors Ade Putera Arif Panjaitan Ade Putera Arif Panjaitan Agnessy Siahaan Agnessy Siahaan Albiner Siagian Bambang T. J. Hutagalung Bambang T. J. Hutagalung Bambang T.J Hutagalung Bawamenewi, Diani Danila Mendrofa Desnia Silaban Elisabeth Harianja Elvri T Simbolon Elvri T Simbolon Ester Harianja Fatizaro Gulo Feriel Amelia Sembiring, Feriel Amelia Harahap, Betsaida Heriando H. Manik Herlina Saragih Jemaya Putri Judika Juniarta Nainggolan Jupalman W Simbolon Jupalman Welly Simbolon Jupalman Welly Simbolon Kerisman Eriyadi Kerisman Eriyadi Lase, Sudirman Liyus Waruwu Lumbantobing, Roida Manalu, Dita Irene Br Manurung, Hanna Maringan Sinambela Maringan Sinambela Marlinawati Sitiumorang Martua Sihaloho Martua Sihaloho Masniar H. Sitorus Masniar Herawati Sitorus Masniar Hernawati Sitorus Masniar Hernawaty Sitorus Mery Silalahi Mery Silalahi Nadeak, Tio R.J Nike Widia Purnama Telaumbanua Oktober Tua Aritonang Panagitab Nababan Panggabean, Daniel Panjaitan, Ade Putera Panjaitan, Ade Putera Arif Panjaitan, Ade Putra Arif Pasaribu, Hartamuti Pestaria Naibaho Prof. Dr. Ir Albiner Siagian M.Si Purba, Omta Rasi Dewinta Berutu Ratna Saragih Regina Ratna Bawamenewi Regina Ratna Bawamenewi Restu Samosir Restu Samosir Robert J.T. Sitio Robert J.T. Sitio Robert Sibarani, Robert Rusmauli Simbolon Rusmauli Simbolon Sandra Ronauli Sihombing Saragih, Rafika Dear Sebastinus Gulo Sihombing, Swiamanto Silaban, Priska Natalia Silaban, Rina Kesia Simbolon, Elvri T. Simbolon, Elvri Teresia Simbolon, Jupalman W. Simbolon, Rusmauli Sinambela, Maringan Sintong Haleluya Simanungkalit Sintong Haleluya Simanungkalit Siregar, Ista Yuliana Ria Siregar, Suriani Marsaulina Sitindaon, Wensdy Sitopu, Elisamark Sitorus, Masniar Hernawati Sudirman Lase Sudirman Lase Sudirman Lase T.J Hutagalung, Bambang Tambunan, Mida Rotua Telaumbanua, Eben Haezarni Thrisia Yohana Sitohang Tio R J Nadeak Tio RJ Nadeak Tiurma Berasa Tomos FH Lumbanraja Warseto Freddy Sitombing Wediawati Simanjuntak Wensdy Sitindaon Yulia K. S. Sitepu Yulia K.S Sitepu Yulia K.S Sitepu Yulia Kurnia Sari Sitepu Yulia Kurnia Sari Sitepu Zebua, Okirdayanti