Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Model Project Based Learning terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPS di Kelas V Sekolah Dasar Nuku, Amirah A.S.; Aras, Nurul Fitriah; Firmansyah, Arif; Muchdar, Muchdar
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7827

Abstract

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang mencakup berbagai ilmu-ilmu sosial yang diselenggarakan untuk program studi di sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas V SD Inpres 3 Talise, dimana kelas VA sebagai kelas kontrol dan VB sebagai kelas eksperimen. Siswa VA dan VB seluruhnya berjumlah 28 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes, angket, dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari uji validitas,  uji normalitas, reliabilitas, uji homogenitas, dan uji t dengan dukungan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata angket motivasi belajar eksperimen di kelas sebesar 3,11 Kategori Sangat Baik Rata-rata angket motivasi belajar kelas kontrol sebesar 2,51% dengan kategori baik, nilai hasil belajar pretest kelas kontrol sebesar 0,33 dan nilai posttest sebesar 0,89. Pada kelas eksperimen nilai pretest sebesar 0,43 dan posttest sebesar 1,00 dengan kategori signifikansi tinggi pada  taraf 5% yaitu <0,000. Jika 0,05 maka Ho ditolak. Artinya model pembelajaran berbasis proyek berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar IPS
Pembinaan Kajian Kemuslimahan dan Pengajian Rutinan Pada Majelis Ta’lim Langaleso Rahmawati, Dyah; Sani, Nurul Kami; Aras, Nurul Fitriah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i3.901

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanan pada majelis ta’lim di desa langaleso merupakan suatu lembaga yang menyelenggarakan pendidikan nonformal pada jenis bidang keagamaan Islam dengan memberikan pembinaan melalui kegiatan-kegiatan kajian Kemuslimahan dan Belajar mengaji sebagai salah satu bentuk pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dan penanaman sikap yang religious dalam mendalami ajaran agama Islam dengan baik. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman keagamaan dan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an melalui kegiatan kajian kemuslimahan, bimbingan belajar mengaji dan bimbingan belajar ilmu tajwid melalui tahapan observasi, persiapan, serta pelaksanaan program bimbingan pada majelis ta’lim. Hasil kegiatan pengabdian masyarakan menunjukkan adanya sikap antusias dan semangat belajar dalam memahami kajian kemuslimahan serta mampu memahami bacaan Al-qur’an sesuai dengan kaidah Ilmu tajwid dengan baik.
Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Sains Melalui Inkuiri Terbimbing di Sekolah Dasar Aras, Nurul Fitriah; Lestari, Mardi; Hidayat, Arif; Rahayu, Sri; Agus, Agus
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.850

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan pemahaman konsep dan KPS (Keterampilan Proses Sains). Desain penelitian menggunakan Pretest-Postest Control Group Design pada penelitian eksperimen semu. Tes berbentuk pilihan ganda yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pemahaman konsep dan KPS. Hasil penelitian yang dihasilkan yaitu, Pertama, ada perbedaan pemahaman konsep siswa yang belajar dengan model inkuri terbimbing dengan siswa yang belajar metode konvensional, dengan hasil skor rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi. Kedua, tidak ada perbedaan KPS siswa pada kedua kelas walaupun skor rata-rata kelas ekperimen lebih tinggi dibandingkan pencapaian kelas kontrol.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Tipe Novick di Sekolah Dasar Aras, Nurul Fitriah; Akina, Akina; Lestari, Mardi; Rahmat, Wildayanti
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3399

Abstract

Problematika hasil belajar siswa saat ini sangat dipengaruhi oleh model pembelajaran yang di berikan oleh pengajar di satuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran tipe Novick pada kelas V SD Inpres Bumi Sagu. Model pembelajaran koopratif tipe Novick terdiri dari tiga fase, yaitu: (1) mengungkap konsepsi awal siswa, (2) menciptakan konflik konseptual, (3) mengupayakan terjadinya akomodasi kognitif. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa observasi guru pada siklus I dan siklus II sebesar 82% dan 85%. Hasil observasi siswa siklus I dan Siklus II sebesar 82% dan 86%. Pelaksanaan tes awal diperoleh sebesar 40%. Mengalami peningkatan pada siklus I dan siklus II yaitu 80% dan 86,66%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar matematika siswa di sekolah dasar dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran Novick.
Pengaruh Model Project Based Learning terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPS di Kelas V Sekolah Dasar Nuku, Amirah A.S.; Aras, Nurul Fitriah; Firmansyah, Arif; Muchdar, Muchdar
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7827

Abstract

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang mencakup berbagai ilmu-ilmu sosial yang diselenggarakan untuk program studi di sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas V SD Inpres 3 Talise, dimana kelas VA sebagai kelas kontrol dan VB sebagai kelas eksperimen. Siswa VA dan VB seluruhnya berjumlah 28 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes, angket, dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari uji validitas,  uji normalitas, reliabilitas, uji homogenitas, dan uji t dengan dukungan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata angket motivasi belajar eksperimen di kelas sebesar 3,11 Kategori Sangat Baik Rata-rata angket motivasi belajar kelas kontrol sebesar 2,51% dengan kategori baik, nilai hasil belajar pretest kelas kontrol sebesar 0,33 dan nilai posttest sebesar 0,89. Pada kelas eksperimen nilai pretest sebesar 0,43 dan posttest sebesar 1,00 dengan kategori signifikansi tinggi pada  taraf 5% yaitu <0,000. Jika 0,05 maka Ho ditolak. Artinya model pembelajaran berbasis proyek berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar IPS
BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SELF CONTROL UNTUK MENGURANGI LONELINESS PADA SISWA Lestari, Mardi; Aras, Nurul Fitriah; Puswiartika, Dhevy; Hasan, Hasan; Wulandari, Ririn Ayu; Irawan, ANdi Wahyu
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 2 (2025): RISTEDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i2.206-214

Abstract

Loneliness pada siswa adalah kondisi yang disinyalir akibat dari kepribadian yang introvert, keluarga yang broken home, terlalu berekspektasi tinggi terhadap lingkungan, sering mendapatkan penolakan di lingkungan sekitar, kurangnya peran dan kasih sayang dari orang tua sehingga diperlukan penanganan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif bimbingan kelompok teknik self control untuk mengurangi loneliness pada siswa. sampel penelitian ini berjumlah 8 orang siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimental Non Equivalent Control Group Design. Instrumen pengumpulan data adalah angket loneliness. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan rumus mann whitney test. Hasil penelitian menunjukkan skor hasil tes awal siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki selisih 7,5, dimana rata-rata skor pre-test kelompok eksperimen (41.8) dan kelompok kontrol (34.3). Setelah diberikan perlakuan kelompok eksperimen memiliki selisih 4.5, skor rata-rata post-test kelompok eksperimen (31.6) dan kelompok kontrol (27.1). Bimbingan kelompok teknik self control efektif untuk mengurangi loneliness pada siswa.
THE ROLE OF FISHERMEN AND FARMERS IN INCREASING THE LEARNING MOTIVATION OF SDN 2 BINONTOAN STUDENTS Syahriono, Sitti Amriana; Dewi, Andi Imrah; Hariana, Kadek; Aras, Nurul Fitriah; Fasli, Muhammad
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i2.29733

Abstract

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas II SDN 2 Binontoan, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari orang tua siswa kelas II, guru kelas, serta siswa sebagai objek utama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak, keterbatasan waktu dalam membimbing belajar di rumah, serta minimnya komunikasi dan kerja sama dengan guru menjadi faktor utama rendahnya motivasi belajar siswa. Selain itu, kebutuhan dasar seperti ketersediaan ruang belajar yang nyaman, pola makan yang teratur, serta dukungan emosional juga berpengaruh terhadap motivasi belajar anak. Faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar meliputi lingkungan keluarga, dukungan emosional, pengawasan dan bimbingan orang tua, serta motivasi intrinsik siswa. Orang tua berperan dalam enam aspek utama, yaitu memberikan dorongan belajar, memberikan penghargaan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mengatur jadwal belajar, memberikan dukungan agar anak tidak mudah menyerah, serta berkomunikasi dengan guru mengenai perkembangan akademik anak. Namun, terdapat kendala dalam menjalankan peran ini, seperti keterbatasan ruang belajar yang memadai serta keterbatasan sumber belajar dan sarana prasarana. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang lebih erat antara orang tua dan pihak sekolah guna meningkatkan motivasi belajar siswa secara optimal..Abstract: This study aims to determine the role of parents in increasing the learning motivation of grade II students of SDN 2 Binontoan, North Tolitoli District, Tolitoli Regency. The method used in this study is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The subjects of the study consisted of parents of grade II students, class teachers, and students as the main objects of the study. The results of the study showed that the lack of parental attention to children's education, limited time in guiding learning at home, and minimal communication and cooperation with teachers were the main factors in low student learning motivation. In addition, basic needs such as the availability of a comfortable study room, regular eating patterns, and emotional support also affect children's learning motivation. Factors that influence learning motivation include the family environment, emotional support, parental supervision and guidance, and students' intrinsic motivation. Parents play a role in six main aspects, namely providing learning encouragement, giving rewards, creating a conducive learning environment, arranging learning schedules, providing support so that children do not give up easily, and communicating with teachers about children's academic development. However, there are obstacles in carrying out this role, such as limited adequate study space and limited learning resources and infrastructure. Therefore, closer cooperation is needed between parents and schools to optimally increase students' learning motivation.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DI SDN 2 TALISE Pendit, Sinta Satria Dewi; Zulnuraini; Rismawati , Gusti Ayu Made; Khairunisa; Aras, Nurul Fitriah
Guru Tua : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/gurutua.v8i1.231

Abstract

The purpose of this study was to test the effect of a realistic mathematical model to improve student learning outcomes. The method used in this study is Classroom Action Research (CAR). The instruments used consisted of essay tests, and observation sheets to observe teacher and student activities. Data analysis was carried out using quantitative and qualitative approaches that included student learning outcomes. The results of the study during two cycles showed a significant increase in student learning outcomes. At the time of the first test (pretest), the percentage of learning completeness was 4.5% with individual absorption of 42%. After the first cycle, the post-test results showed that student absorption increased to 79% and student learning completeness was 73%. In the second cycle, student absorption reached 91% and learning completeness was 100%. This means that all students can achieve grades according to the minimum competency criteria (KKM). This increase in learning outcomes is clearly reflected between the first and second cycles, student absorption from the first cycle to the second cycle increased by 27%. Therefore, this study can be successfully stated after using a realistic mathematical learning model, considering a significant increase in student learning outcomes.
Guided Inquiry Meets Audiovisual Media: Elevating Cognitive and Scientific Reasoning Skills Nurul Kami Sani; Muhammad Fachri B. Paloloang; Dyah Rahmawati; Nurul Fitriah Aras
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 3 (2024): September - Desember 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.3.2024.4655

Abstract

This study identifies the issues of insufficient effective teaching materials and minimal utilization of technology in education. Teaching models that do not involve student participation and the suboptimal use of educational media can hinder conceptual understanding and result in low cognitive learning outcomes and scientific reasoning skills among students. This study aims to explore the effectiveness of the Guided Inquiry model integrated with audiovisual media to enhance conceptual understanding and scientific reasoning in teaching static fluids. The research employs a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design, involving tenth-grade students from a senior high school in Palu during the 2023/2024 academic year. A cluster random sampling technique was used to select participants. Data collection was carried out using pretests and posttests to measure the improvement in both conceptual understanding and scientific reasoning. The results show an average normalized gain score of 0.59 for conceptual understanding, categorized as moderate, and 0.70 for scientific reasoning, categorized as high. Furthermore, a strong, significant correlation (r = 0.61) was found between conceptual understanding and scientific reasoning, indicating that the use of audiovisual media in guided inquiry enhances not only knowledge acquisition but also critical thinking skills. Therefore, this learning model is recommended for use in science education in schools to optimize students' cognitive and scientific reasoning skills. The findings of this research carry significant implications for the advancement of educational practices, particularly in the field of science learning. By highlighting key areas that require attention, the study provides insights that can inform curriculum design, teaching methodologies, and assessment strategies. This, in turn, can enhance student engagement and understanding, ultimately leading to more effective and meaningful learning experiences in science education.
The Critical Thinking Skills of Students Through Guided Inquiry Models in Elementary School Nurul Fitriah Aras; Mardi Lestari; Sinta Satria Dewi Pendit; Nurul Kami Sani
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 3 (2024): September - Desember 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.3.2024.4703

Abstract

The urgency of this research is driven by the deficiency in students' critical thinking skills, which is rooted in the dominance of lecture-based teaching approaches. These traditional methods restrict student engagement and exploration, crucial for fostering critical thought. The research aims to explore the impact of the guided inquiry learning model on enhancing critical thinking skills among elementary students, specifically focusing on a sample of 40 fifth-grade students at SDN Lonja. Utilizing a quasi-experimental design with pretest and posttest control groups, the study gathered data through tests, observations, and documentation. The Paired Samples Test used for data analysis indicated a significant difference at the 5% level, with a p-value of 0.000. This outcome led to the rejection of the null hypothesis, confirming that the guided inquiry model significantly enhances students' critical thinking skills in Natural Sciences. The findings underscore the potential of guided inquiry as an effective instructional model, which actively engages students in learning, promotes analytical thinking, and reduces dependency on rote memorization, thereby nurturing critical thinking competencies essential for lifelong learning and problem-solving. This research holds implications for educators and curriculum developers seeking to adopt student-centered learning strategies that better prepare students for future academic and personal challenges.